Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

KPK Perluas Pengawasan Penggunaan APBD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
  • print Cetak


Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi akan memperluas pengawasan dalam penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) karena tingkat penyalahgunaan tertinggi saat ini justru berada di daerah.

“Saat ini tindak penyalahgunaan korupsi justru lebih banyak berada di daerah, karena itu tugas KPK ke depan akan memperluas pengawasananya di berbagai daerah,” kata Deputi Informasi dan Data KPK, Ade Raharja, usai membuka Workshop: Evaluasi dan Perencanaan Perekaman Audio dan Video Persidangan Tipikor tahun 2010 bersama lima universitas nasional, di Jakarta, Rabu.

Ia menunjukkan berbagai contoh para pejabat gubernur, walikota dan bupati di berbagai daerah yang tersangkut penyalahgunaan APBD sehingga harus berurusan dengan KPK. Dulu ada pejabat daerah dari Kalimantan Timur, sekarang dari Medan, Brebes dan Bekasi. Mereka telah berurusan dengan KPK lantaran ada kesengajaan menyalahgunakan penggunaan APBD atau mungkin juga karena ketidaktahuan dalam menggunakan anggaran itu.

Oleh karena itu, kata mantan Kapolwil Jawa Timur itu menyarankan, agar para pejabat daerah dalam membelanjakan APBD-nya lebih transparan dan bebas dari korupsi, seyogianya pemerintah daerah menggandeng perguruan tinggi agar dapat memberikan masukan apakah prosedur dan materi penggunaan anggaran melanggar peraturan perundang-undangan.

“Saat ini banyak para pejabat yang berurusan dengan KPK maupun kejaksaan hanya karena ketidak jelian dalam membaca pasal-pasal peraturan perundang-undangan, sehingga meskipun para pejabat bersangkutan secara langsung tidak menikmati dana itu, kalau prosesnya cacat dia harus dapat mempertanggungjawabkan,” kata Ade.

Workshop dengan KPK dengan lima perguruan tinggi yakni, Universitas Sahid Jakarta, Universitas Hasanudin Makassar, Universitas Sriwijaya Palembang, Universitas Sumatera Utara dan Universitas Airlangga Surabaya.

Dalam acara itu, hadir antara lain Rektor Usahid Jakarta Prof Dr Sutyastie Soemitro Remi, Dekan Fakultas Hukum Sahid Laksanto Utomo, Direktur Penuntutan Ferry Wibisono dan praktisi hukum dan calon ketua hakim Komisi Yudisal Dr Taufikurahman, SH.

Menurut Ade, pihaknya akan terus memperluas kerjasama dengan kalangan perguruan tinggi untuk membantu dan memantau perekaman jalannya sidang terkait dengan korupsi. “Tahun 2010 pihaknya sudah menggandeng lima perguruan tinggi, dan tahun 2011 kerjasama akan diperluas ke seluruh perguruan tinggi di semua provinsi,” katanya.

Harus tegas

Sementara itu Rektor Usahid Prof Dr Sutyastie menyatakan keheranannya bahwa korupsi di Indonesia pascareformasi bukannya surut tetapi justru meningkat. “Saya itu heran, mengapa korupsi di Indonesia masih menjadi peringkat pertama dalam survei korupsi di lembaga internasional. Apakah kepribadian bangsa ini relatif buruk ataukah lembaga berwajib yang menangani bidang itu kurang tegas dan konsisten dalam memberantas korupsi,” katanya.

Pemberantasan korupsi, kata dia, harus dilawan secara bersama-sama dan kalangan perguruan tinggi harus juga dapat menjadi garda terdepan dan sebagai pengawal, pendukung pemberantasan korupsi itu.

Saat ini terdapat 3.000 perguruan tinggi di Indonesia, namun baru Usahid yang diajak kerjasama perekaman jalannya sidang pengadilan kasus korupsi. “Saya berharap semua perguruan tinggi dapat dilibatkan untuk sama-sama memberantas korupsi itu agar persepsi dunia internasional terhadap Indonesia tidak selalu jelek. Kita ini jika ke luar negeri malu karena dipersepsikan sebagai bangsa yang korup,” katanya.

Keberadaan KPK, kata Sutyastie, sebagai benteng yang kuat dalam mencegah dan memberantas korupsi di Indonesia, Untuk itu, pesannya, KPK harus lebih tegas dan tidak ragu-ragu lagi dalam menindak para koruptor karena saat ini masyarakat masih sangat mempercayai lembaga itu. “Manfaatkan imej positif masyarakat untuk bertindak lebih berani dan tegas, karena kebenaran pasti akan didukung oleh sebagian besar masyarakat,” katanya. (Ant)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendadak, Polisi dan Perangkat Desa Kumpul Diduga Bahas Pengrusakan Aset Jalan di Desa Jambur Baru

    Mendadak, Polisi dan Perangkat Desa Kumpul Diduga Bahas Pengrusakan Aset Jalan di Desa Jambur Baru

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal||Mandailing Online- Pasca viral pemberitaan Kades Jambur Baru di Kecanatan Batangnatal, Madina yang rusak aset daerah demi memuluskan program pembangunan jalan desa. Secara mendadak sejumlah polisi dan aparat desa dikabarkan kumpul di desa jambur baru, Kabarnya mereka membicarakan jalan Pemda Madina yang dirusak Kepala Desa Riswan Haedy tanpa ada pembebasan aset. ” itu polisi dari […]

  • Plt Bupati Tapteng Khawatir Nasib 300 Warga Dekat Lokasi Longsor

    Plt Bupati Tapteng Khawatir Nasib 300 Warga Dekat Lokasi Longsor

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Pelaksana Tugas Bupati Tapanuli Tengah M Syukran Tanjung mengaku khawatir dengan sekitar 300 warga yang berada di dekat lokasi longsor di Desa Sibiobio, Kecamatan Sibabangan, yang tadi pagi telah memakan korban.   “Kalau lima keluarga yang ada di dekat lokasi longsor sudah keluar semua. Tapi di atas mereka itu ada lagi 300 warga […]

  • 14 Kabupaten/Kota dapat penghargaan

    14 Kabupaten/Kota dapat penghargaan

    • calendar_month Rabu, 11 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi memberikan penghargaan untuk 14 kabupaten/kota di Sumatera Utara yang mampu merealisasikan target 100 persen dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Pemberian penghargaan itu diiringi dengan penyerahan 4,3 juta e-KTP di Medan, yang diserahkan langsung kepada 14 bupati/wali kota yang didampingi Ketua DPRD dan Kepala Dinas Kependudukan masing-masing. […]

  • Pengakuan Ismed Harahap, Keluarga Honorer yang Mengaku Ditiduri Anggota DPRD

    Pengakuan Ismed Harahap, Keluarga Honorer yang Mengaku Ditiduri Anggota DPRD

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Widuri Diimingi Lulus CPNS MADINA; Pihak keluarga Widuri (nama samaran) membantah jika mereka ada melakukan pemerasan terhadap Djakfar S Nasution, anggota DPRD Madina. Sebaliknya, keluarga korban mengungkapkan, Djakfar pernah menjanjikan kepada Widuri akan diluluskan CPNS asalkan tidak memberitahukan kejadian asusila tersebut kepada orang lain. Hal itu dikatakan sepupu Widuri, Ismed Harahap (30), warga Sihepeng, Kecamatan […]

  • Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 1)

    Sampuran Caroke Yang Eksotis (foto 1)

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampuran (air terjun) Caroce di Desa Tandikek, Kecamatan Ranto Baek, Mandailing Natal. Lokasi Sampuran Caroce berjarak sekitar 500 meter di sisi kanan pemukiman Desa Tandikek. Masuk ke lokasi tergolong mudah karena pengunjung dapat menaiki kenderaan roda 2 dan mobil roda 4. Peliput : Holik Nasution Editor : Dahlan Batubara

  • Mulai Persiapkan Stand

    Mulai Persiapkan Stand

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sejumlah  Instansi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal Jumat, (6/2) mulai terlihat mempersiapkan standnya masing masing. Stand Pameran ini merupakan rangkaian kegiatan  memeriahkan Hut Madina yang ke 16.(hol).

expand_less