Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Puluhan Guru di Madina terancam Gagal Terima Dana Fungsional

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Agt 2010
  • print Cetak


Bila Tak Serahkan Fotokopi Rekening hingga Jumat
Hingga Senin (30/8), dana tunjangan fungsional guru non pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Mandailing Natal (Madina) belum bisa dicairkan. Penyebabnya, sejumlah guru penerima belum menyerahkan persyaratan, yakni fotokopi rekeningnya ke kantor Kemenag Madina.

“Untuk itu, Kemenag memberikan tenggat waktu hingga Jumat (3/9) kepada sekitar 20 an guru tersebut. Apabila tak diserahkan juga, maka guru yang tidak menyerahkan fotokopi rekeningnya dinyatakan gugur sebagai penerima dana fungsional,” kata Kepala Kantor Kemenag Ka Madina Drs H Muksin Batubara MPd, saat dihubungi METRO, melalui Kasi Mapenda, Drs Abdus Saman SH, Senin (30/8).

Menurut Abdus, masih ada sekitar 20 orang lagi yang belum menyerahkan datanya ke kantor kemenag. Dan ini satu-satunya penyebab kenapa belum bisa dicairkan, padahal seharusnya Agustus ini uang tersebut sudah ada di rekening penerima.

Abdus menambahkan, dana tunjangan fungsional yang akan dicairkan sebanyak Rp1,5 juta per guru sedangkan jumlah penerima untuk tahun ini berkurang dibandingkan dengan tahun lalu. Untuk tahun lalu jumlah penerima sebanyak 1.100-an penerima, sedangkan tahun ini hanya 937 guru.

Alasan berkurangnya penerima fungsional ini, untuk penyesuaian anggaran supaya lebih objektif penggunaannya. Sebab, selama ini penggunaannya kurang objektif, semisal guru yang baru beberapa bulan mengabdi sudah menerima dan pendataan untuk tahun lalu juga masih banyak kelemahan, yakni masih ada ditemukan guru yang tak aktif mengajar dimasukkan sebagai penerima.

Di samping itu, ada juga syarat tambahan yang harus dipenuhi bagi guru penerima itu, yakni harus memiliki SK mengajar selama 2 tahun terakhir dan aktif sebagai tenaga pengajar di madrasah tersebut dan memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Dan bagi guru yang sudah berusia 60 tahun ke atas tak akan bisa sebagai penerima lagi.

Proses Pencairan Lambat, Guru-guru Kecewa

Sementara itu, sejumlah guru mengaku, sengaja datang ke Kantor Kemenag untuk menanyakan kapan dana fungsional akan dicairkan. Para guru juga mengaku kecewa dengan pencairan kali ini, karena proses pencairannya lambat.

“Banyak guru yang kecewa untuk pencairan kali ini, baik secara jumlah penerima maupun secara teknis, pasalnya pendataan penerima sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Namun, sudah lewat 2 bulan dari jumlah yang dibayarkan yakni Januari hingga Juni tetapi belum dibayarkan juga,” ungkap salah seorang guru, Edi Nasution. (wan)
sumber : metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyakit Merkuri tidak Spontanitas

    Penyakit Merkuri tidak Spontanitas

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Merkuri (air raksa) adalah hasil dari proses pengelolaan batuan emas. Merkuri biasanya akan menimbulkan berbagai penyakit, namun tidak datang secara spontanitas tapi terlihat beberapa tahun kemudian. Hal ini dikatakan Kabid Pengendalian Kesehatan Masyarakat Dinkes Madina, Marah Rusli Harahap kepada METRO di ruang kerjanya, Rabu (11/1). Dia menjelaskan itu, sehubungan dengan maraknya penamabanagn emas di Hutabargot. […]

  • Salbiah Nakhodai KPOTI Madina 2021-2026

    Salbiah Nakhodai KPOTI Madina 2021-2026

    • calendar_month Rabu, 10 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Salbiah, S.Ag, MM terpilih menakhodai Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Mandailing Natal (Madina) pada musyawarah kabupaten yang berlangsung pada 8 November 2021. Musyawarah yang digelar di aula MAN 1 Madina ini dihadiri Pengurus KPOTI Sumatera Utara Syamsul Lubis. Syamsul juga didaulat sebagai pimpinan sidang pemilihan ketua. Musyawarah ini […]

  • Pernyataan Gubsu Tidak Adil Buat Golkar

    Pernyataan Gubsu Tidak Adil Buat Golkar

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD Partai Golkar Mandailing Natal (Madina) angkat bicara terkait statement (pernyataan) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi yang mengatakan Partai Golkar tidak pro pembangunan. Sekretaris Golkar Erwin Efendi Nasution menyebutkan, Gubsu berlaku tidak adil dengan statemen tersebut dan terkesan mengabaikan keikutsertaan fraksi Golkar Sumut mendukung pembangunan. “Gubernur harus mengingat bahwa fraksi […]

  • Mantu Tewas di Malam Takziah Ibu Mertua

    Mantu Tewas di Malam Takziah Ibu Mertua

    • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ditabrak Truk di Jalinsum Sipirok-Psp SIPIROK- Airmata Maslian Siregar (55) masih menetes di pipi usai pemakaman ibunya, Ompu Asmia (90), Kamis (19/1) pagi. Ompu Asmia meninggal Rabu (18/1) sekira pukul 14.00 WIB. Namun, belum lagi airmata itu mengering, Maslian harus menangis kembali saat takziah malam pertama sang ibu. Sebab, suaminya, Saruddin Batubara (55) tewas dalam […]

  • Kejati Periksa 20 Saksi Dugaan Korupsi Pemkab Batubara

    Kejati Periksa 20 Saksi Dugaan Korupsi Pemkab Batubara

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah memeriksa sedikitnya 20 saksi terkait dugaan korupsi dana pembangunan kantor tujuh Satuan Kerja Prangkat Daerah (SKPD) senilai Rp6,7 miliar. “Sudah ada 20 saksi setingkat kepala dinas kita periksa, disamping sejumlah rekanan proyek,” kata Kasi Penerangan Hukum/Humas Kejati Sumut Edi Irsan Kurniwan Tarigan di Medan, Kamis […]

  • Nelayan Madina Takut Melaut akibat Cuaca Ekstrem

    Nelayan Madina Takut Melaut akibat Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa hari ini membuat sejumlah nelayan di kabupaten itu takut melaut. Beberapa petani juga bingung untuk menaman padi karena hujan deras terus mengguyur. Warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Jasmudin Siregar, kepada MedanBisnis, Rabu (3/11), mengatakan, akibat masih tingginya curah hujan dan disertai […]

expand_less