Sabtu, 2 Mei 2026
light_mode

7 kabupaten kembangkan kopi arabika

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 27 Okt 2012
  • print Cetak

MEDAN – Sejumlah tujuh kabupaten di Sumatera Utara mengembangkan kopi arabika karena komoditas tersebut laku keras di pasar nasional dan internasional.

“Petani memilih untuk membudiyakan kopi arabika karena prospeknya bagus,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Aspan Sofian di Medan, hari ini.

Tujuh sentra produksi yang terus mengembangkan tanaman kopi arabika itu, menurut dia, adalah Kabupaten Simalungun, Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Ketujuh kabupaten itu, selama ini merupakan andalan bagi Sumut dalam menghasilkan kopi arabika yang benar-benar berkualitas,” kata Aspan.

Dia mengatakan, memang selama ini, kopi arabika yang dihasilkan petani Sumut, telah lama dikenal di pasaran Jakarta, Surabaya, Makassar dan daerah lainnya di Tanah Air.

“Kualitas kopi arabika Sumut belum bisa disaingi kopi-kopi dari daerah lainnya.Ini harus tetap dipertahankan dan jangan sampai menurun,”ucap dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, petani di Sumut lebih banyak menanam dan mengembangkan kopi arabika dari pada kopi robusta. Karena, jelasnya, kopi arabika ini memiliki citra rasa yang khas dan tidak terdapat pada jenis kopi robusta.

“Petani kopi arabika di Sumut, dalam setiap tahun terus meningkatkan produksi mereka,” ucap mantan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Tapanuli Selatan itu.

Ketika ditanya berapa luas areal tanaman kopi di Sumut, Aspan mengatakan, kopi arabika seluas 57.141,89 hektare dengan tingkat produktivitas sebanyak 1.153,75 kilogram per hektare/tahun dan kopi robusta seluas 23.103,10 hektare dengan tingkat produktivitas sebanyak 649,39 kilogram per hektare/tahun.

“Tanaman kopi di Sumut, banyak dikelola oleh petani maupun kebun milik masyarakat.Dinas Perkebunan Sumut terus mendorong petani agar terus meningkatkan produksi dan menjaga tanaman kopi yang mereka kelola tersebut,” kata Aspan.

Data yang diperoleh menyebutkan, kopi arabika (Coffea arabica) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang menjadi produk ekspor unggulan di Indonesia.

Harga kopi arabika lebih mahal dibandingkan dengan kopi robusta karena adanya cita rasa khas. Untuk kualitas ekspor saat ini harga kopi arabika berkisar antara 3-4 dolar AS per kg sedangkan kopi robusta 1,4-2 dolar per kg. Kemudian tanaman kopi arabika di Kabupaten Dairi mencapai seluas 10.339 hektare dengan produksi 10.733,20 ton pertahun.

Lokasi kecamatan yang terdapat menanam kopi tersebut, Kecamatan Sidikalang, Sitinjo, Berampu, Perbualuan, Sumbul, Silima, Punga-punga, Lae Parira, Siempat Nempu, Siempat Nempu Hulu dan Kecamatan Pegagan Hilir.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pangdam I/BB serahkan bantuan alat pertanian

    Pangdam I/BB serahkan bantuan alat pertanian

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pangdam I/BB Mayjen TNI Edy Rahmayadi bersama Bupati Madina Drs H Dahlan Hasan Nasution selasa, (24/3) di desa Salambue selain melakukan tanam perdana juga menyerahkan bantuan berupa kepada 13 kelompok tani dari berbagai desa yang ada di Mandailing Natal, yakni 20 unit hand traktor, 10 unit rontok padi, 1 ton benih padi Siganteng,7 ton pestisida, […]

  • Pemkab Madina dan BGN Konsolidasi

    Pemkab Madina dan BGN Konsolidasi

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Rilis
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menggelar rapat konsolidasi dan evaluasi bersama Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Rapat itu sebagai upaya sinkronisasi penanganan manakala kejadian menonjol dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rapat yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Madina, Senin (2/3/2026), […]

  • Wakil Bupati Pastikan Bandara Mandailing Natal Rampung Akhir Tahun 2023

    Wakil Bupati Pastikan Bandara Mandailing Natal Rampung Akhir Tahun 2023

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online): Atika Azmi Utami Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) menyebutkan, bandara yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang ini akan rampung pada ahir tahun 2023. Hal ini dikatakannya saat meninjau progres pembangunan bandara Bukit Malintang, Selasa (20/6/2023). “Saat ini progres pembangunannya sudah 34 persen, dan insyaallah ahir tahun ini selesai, dan untuk beroperasinya di […]

  • KTNA Perlu Tingkatkan Inovasi dan Jejaring Usaha Tani

    KTNA Perlu Tingkatkan Inovasi dan Jejaring Usaha Tani

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Ketua (Kontak tani Nelayan Andalan) KTNA Sumut, H. Raya Pasaribu menekankan KTNA Madina meningkatkan inovasi serta jejaring usaha tani. Itu dikatakannya pada pidato pelantikan KTAN Madina yang dibacakan Sekda Madina, Yusuf Nasution Kamis (20/3/2014). Menurutnya, pengurus KTNA itu pejuang, tak ada rebut merebut posisi. Pengurus KTNA hanya bermodal keikhlasan dalam […]

  • Polisi Limpahkan Berkas Penculik 96 Anak

    Polisi Limpahkan Berkas Penculik 96 Anak

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Penyidik Kepolisian Resor Metropolitan (Polrestro) Kepulauan Seribu telah melimpahkan berkas pemeriksaan pelaku penculikan 96 anak di bawah usia, Sartono kepada pihak kejaksaan selaku penuntut umum. “Saat ini, polisi tinggal menunggu keputusan kapan P-21 (berkas dianggap lengkap),” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Senin. Baharudin mengatakan, […]

  • Rakyat Tak Ingin Lagi “Pilih Kucing dalam Karung” ke Senayan

    Rakyat Tak Ingin Lagi “Pilih Kucing dalam Karung” ke Senayan

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Pengalaman publik menghirup kebebasan memilih wakilnya di parlemen tidak juga mendongkrak simpati bagi politisi Senayan. Publik menilai mereka yang pernah menjadi anggota DPR atau DPRD tidak terlalu layak untuk dipilih kembali menduduki kursi parlemen. Hasil jajak pendapat Kompas di 13 kota dua pekan lalu memperlihatkan publik cenderung menolak tiga jenis profesi untuk menduduki kursi legislatif. […]

expand_less