Selasa, 3 Nov 2026
light_mode

Ahli Geologi ITM : Gunung Berapi Sumatera Beda dengan Jawa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
  • print Cetak


MEDAN : Komposisi gunung api kawasan Pulau Sumatera berbeda dengan di Pulau Jawa. Perbedahan tersebut dilihat dari komposisi magma yang dikeluarkan gunung api tatkala meletus.

“Secara umum, magma gunung api di Jawa komposisinya intermidiatis hingga basa atau adesitic. Sedangkan gunung api yang ada di Sumatera cenderung intermidiatis hingga asam atau granitis,” ucap Pakar Geologi ITM, Ir Lisnawaty MT didampingi Ka Humas ITM, MH Vivahmi Manafsyah SH MSi, Selasa [9/11] di kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan.

Menurut Ketua Jurusan Geologi ITM ini, debu vulkanik yang dikeluarkan Gunung Merapi, yang saat ini sedang meletus, ke depan bernilai ekonomis untuk mengembalikan kesuburan tanah, bahkan pasir yang dimuntakan memiliki kualitas terbaik untuk bahan bangunan dibandingkan pasir sungai.

Kualitas ekonomis ini jika dilihat dari bentuk debu vulkanik yang dikelurkan bukan dari komposisi magma. Tapi jika dilihat dari komposisi setiap gunung api akan memiliki komposisi material yang berbeda.

Untuk Gunung api di kawasan Pulau Sumatera debu vulkaniknya tebal dan memiliki keasaman sedangan di Jawa tipis dan sifatnya basa.

Dipaparkannya, Indonesia sangat rawan terjadi gempa bahkan wilayah Sumut potensi gempa sangat besar. Kerawanan gempa itu berada di sepanjang pesisir pantai barat.

“Di Sumut ada dua sumber jalur gempa yang sangat berpotensi terutama jalur sepanjang pantai barat dan sumber jalur darat yakni bukit barisan,” jelas dosen ITM ini.

Kerawanan gempa itu, ujar Lisnawaty yang juga Sekretaris Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut, ada di sepanjang pantai barat sumbernya dari laut dan berpotensi stunami.

Gempa yang bersumber di laut itu disebabkan daerah itu masuk dalam lempeng Asia yakni tempat pertemuan lempeng benua Asia dan lempeng Samudera Hindia.

Tumbukan Lempeng

Tumbukan kedua lempeng itu mengakibatkan kepulauan kecil terdepan, seperti Nias, dan daerah pesisir barat yakni Tapsel, Taput dan Madina sekitarnya terlebih dahulu dihantam gempa.

Gempa akibat tubrukan dua lempeng lempeng sifatnya bisa menyeluruh, karena getarannya dirasakan oleh daerah lain yang sangat jauh dari sumber gempa.

Tidak itu saja, pulau – pulau yang terdekat dengan sumber gempa juga bisa hilang, diakibatkan naiknya permukaan air laut dan turun akibat retakan bumi.

Lebih lanjut dikatakannya, sepanjang pegunungan Bukit Barisan, merupakan jalur gempa di darat yakni pada jalur patahan semangko. Di Sumut jalur patahan itu masuk pada tiga segmen patahan yakni sekmen patahan Renun melalui Dairi, Karo. Langkat, Pakpak Barat, Tobasa dan Humbang Hasudutan.

Kemudian segmen patahan Toru yakni melintasi Tapanuli Utara dan Tengah dan segmen ketiga adalah patahan angkola meliputi Tapsel dan Madina. “Contohnya jalan Aeklatong Tapsel yang tak pernah bagus karena jalan itu masuk jalur sehmen patahan angkola,” ujarnya.

Untuk Sumut gunung – gunung yang tergolong aktif dan berpotensi gempa di Sumatera Utara itu yakni Gunung Sibayak, Sinabung, Martimbang, Sibual-buali, Sorik Merapi dan Gunung Lubuk Raya.

Dari sisi keilmuan, ditegaskannya potensi gempa selalu ada namun belum bisa dipastikan kapan terjadi dan berapa besar skala richter. Karena itu sebaiknya pemerintah melakukan mitigasi yakni antisipasi sebelum dan sesudah gempa terjadi.

Antisipasi itu diantaranya, melakukan pemetaan daerah rawan gempa dan memberikan pendidikan kepada masyarakat sehingga masyarakat siap menghadapi jika gempa terjadi.

Ketua Dewan Penasehat IAGI) Pusat, Prof Andang Bachtiar ketika memberikan kuliah umum di ITM baeru – baru ini membenarkan Indonesia sangat rawan gempa karena hampir seluruh wilayah Indonesia merupkan jalur lintasan gempa, kecuali kawasan Provinsi Kalimatan Tengah, Kalimatan Selatan, Kalimatan Barat, namun Kalimatan Timur di Utaranya seperti Tarakan masuk kategori rawan gempa.(aje
Sumber : Berita Sore

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3.519 PNS Palas Terima THR

    3.519 PNS Palas Terima THR

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PALAS, – Tunjangan Hari Raya (THR) bagi jajaran PNS Kabupaten Palas jelang seminggu Lebaran ini telah dicairkan. Pencairan dilakukan sejak Selasa 30 Juli lalu. PNS Palas berjumlah 3.519 orang dengan masing-masing besaran THR Rp1,5 juta. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Palas Hasanuddin SSos kepada METRO, Rabu (31/7) di ruang kerjanya. Dikatakannya, bukan untuk pegawai […]

  • Awas, Ada Permen Bikin Mabuk!

    Awas, Ada Permen Bikin Mabuk!

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Orang tua kini harus semakin waspada terhadap jajanan untuk anak mereka. Pasalnya, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengindikasi adanya peredaran permen yang mengandung narkoba. “Petugas terus melakukan penyelidikan di lapangan. Informasinya ada beberapa merek. Namun sampai saat ini yang termonitor baru satu, mereknya Magic Pop,” kata Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, […]

  • Sambut HUT Madina IOF akan Gelar Offroad

    Sambut HUT Madina IOF akan Gelar Offroad

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Menjelang HUT Kabupaten Madina ke-13 pada tanggal 9 Maret mendatang, Indonesian Offroad Federation (IOF) bekerja sama dengan Pemkab Madina mulai 1-4 Maret akan menggelar kejuaraan IOF event nasional regional Sumatera berupa Offroad. Turnamen juga sekaligus pelantikan Pengurus Cabang (Pengcab) IOF Kabupaten Madina. Ketua Umum Pelaksanaan turnamen IOF, Anas Suheri Lubis ST didampingi Ketua Pelaksana, Hendra […]

  • Kabut Asap Selimuti Paluta

    Kabut Asap Selimuti Paluta

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PADANGBOLAK- Kabut asap menyelimuti wilayah Gunung Tua sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak dan sebahagian wilayah kecamatan di Paluta, sejak Selasa (13/9). Diduga kabut asap itu berasal dari titik api yang terkonsentrasi di daerah Jambi, Palembang, dan Lampung, yang ditiup angin hingga ke wilayah Paluta. Pantauan METRO, Rabu (14/9), di Bukit Tor Boru Tompul, Desa Hutalombang, […]

  • Turunkan Puluhan Spanduk Sambut Ramadan di Panyabungan, FPI Protes Satpol PP

    Turunkan Puluhan Spanduk Sambut Ramadan di Panyabungan, FPI Protes Satpol PP

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Satpol PP Mandailing Natal menurunkan puluhan spanduk dan baliho ucapan Marhaban Ya Ramadan milik FPI di Panyabungan. Akibatnya Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (FPI) Mandailing Natal (Madina) protes. FPI Madina menilai Satpol PP Madina arogansi sepihak dan diskriminatif terhadap keberadaan FPI. “Kita sangat menyesalkan dan mengecam keras tindakan over […]

  • Jalan Rusak Parah di Hutabargot

    Jalan Rusak Parah di Hutabargot

    • calendar_month Rabu, 10 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) – Jalan raya Kecamatan Hutabargot, Mandailing Natal, rusak parah, sulit dilalui kenderaan. Pantauan Mandailing Online, Rabu (10/4/2019), badan jalan di titik Desa Huta Bargot Dolok hingga Huta Bargot Nauli kondisinya rusak parah. Aspalnya nyaris tak terlihat lagi menyisakan bebatuan dan tanah. Berdasar keterangan warga, kondisi itu sudah lebih dua tahun, menyebabkan sulitnya […]

expand_less