Kamis, 5 Mar 2026
light_mode
Tak Berkategori

Pemkab Madina Jangan Membedakan Pendidikan Pesantren Dan Umum

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Mei 2013
  • print Cetak

Esmin Pulungan, S. AgPANYABUNGAN (Mandailing Online)- Pemerintah Kab. Mandailing Natal diharapkan jangan membedakan pendidikan Pesantren dan Umum. Sebab, Pesantren juga di akui sebagai pendidikan formal yang ijazahnya bisa dipergunakan untuk lapangan kerja di Indonesia. Hal itu dikatakan Kepala Aliyah Pondok Pesantren Subulussalam Kotanopan, Esmin Pulungan,S.Ag terkait tidak dapatnya Santri Pondok Pesantren jatah pendidikan gratis di Madina untuk tahun 2012 dan 2013
Dikatakannya, Pemkab Madina seharusnya memberi penjelasan kepada Pesantren di Madina kenapa Santri dan Santriyah tidak dapat pendidikan gratis sebesar Rp. 50 ribu dari APBD Madina. Kalau memang anggaran APBD Madina kurang, tolong sampaikan kepada pimpinan Pesantren, hal ini sangat diperlukan agar jangan terjadi kesimpang siuran dan kesalah pahaman.
Santri-santri Pesantren adalah warga Mandailing Natal yang juga berhak mendapat perlakuan sama dengan siswa umum. Malahan seharusnya Pemkab Madina lebih mengutamakan Pesantren sebab rata-rata ia dikelola pihak swasta, tanpa maksud menafikan pendidikan Umum. Sebab, jumlah mereka di Mandailing Natal cukup banyak, mencapai 23 Pesantren dengan jumlah Santri ribuan. Saya tidak dapat bayangkan kalau mereka ini semua turun ke Pemkab Madina menjumpai Bupati mempertanyakan tidak dapatnya mereka jatah pendidikan gratis,” tegasnya.
Sebagai mana diketahui, untuk tahun 2012 lalu dan 2013 ini Pemkab Madina memberikan Pendidikan gratis kepada siswa SLTA di Madina sebagai wujud visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Madina yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kab. Mandailing Natal No. 15 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kab. Mandailing Natal Tahun 2011-2016, agar memiliki pendidikan yang bermutu dan berkualitas sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang handal perlu memberikan bantuan pendidikan.
Pendidikan gratis itu berupa iuran Komite Sekolah sebesar Rp 50 ribu per siswa, untuk SLTA di bawah naungan Dinas Pendidikan. Dana bantuan pemerintah Rp 50.000 ribu tersebut dipergunakan untuk bayar gaji guru honor/tata usaha komite, perjalanan dinas kepala sekolah, tunjangan pembantu kepala sekolah, tunjangan wali kelas, tunjangan pembina kegiatan siswa, honor petugas kebersihan, penambahan dan pemeliharaan alat-alat peraga, biaya perawatan sarana dan prasarana sekolah, dan biaya konsumsi rapat-rapat.
Sedangkan untuk Pesantren dan Madrasah Aliyah tidak mendapat, hal ini disebabkan sekolah swasta termasuk Pesantren dan Madrasah Aliyah tidak bisa di anggarkan di APBD dan tidak di bawah Dinas Pendidikan. Untuk sekolah swasta yang ada di bawah Dinas Pendidikan mendapat dana ini, namun bentuk pemberian yang dilakukan adalah hibah. Lkt)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum Anggota DPRD Gelapkan Sepeda Motor

    Oknum Anggota DPRD Gelapkan Sepeda Motor

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    SIANTAR, – Franky Manullang, anggota Komisi III DPRD Siantar, dilaporkan oleh Boy Manto Saragih (19), warga Jalan Pelekat, Kelurahan Bane, Jumat (27/9). Mengenai laporan tersebut, Franky Manulang mengatakan, Jumat (19/7) lalu dia sedang menjalani pengobatan di rumah sakit. Terkait laporan Boy, saat dihubungi melalui ponselnya, Franky mengatakan tanggal yang disebutkan Boy saat membawa sepedamotornya, dia […]

  • Pemerintah Desa Aek Botung: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    Pemerintah Desa Aek Botung: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar
  • Atika Ungkap Alasan Berpasangan dengan Saipullah

    Atika Ungkap Alasan Berpasangan dengan Saipullah

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Keputusan berpasangan dengan Saipullah Nasution untuk mengarungi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) tahun 2024 lahir dari pertimbangan dan dukungan banyak pihak, termasuk Bupati HM Jafar Sukhairi Nasution. Hal itu diungkapkan calon wakil bupati Atika Azmi Utammi Nasution usai menyerahkan santunan kepada anak yatim dan piatu […]

  • Bupati Madina Pinjam Rp 1 M Beli Harley

    Bupati Madina Pinjam Rp 1 M Beli Harley

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    MEDAN, – Bupati Mandailing Natal Muhammad Hidayat Batubara mengaku uang Rp 1 miliar dari Direktur PT Bumi Lestari Surung Panjaitan dipakai untuk membeli sepeda motor Harley-Davidson. Pengakuan ini disampaikan Hidayat yang menjadi saksi kasus suap dengan terdakwa Surung Panjaitan di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (25/9/2013). Menurutnya, uang tersebut merupakan pinjaman dan bukan uang pelicin yang […]

  • MTQ Kabupaten Mandailing Natal Berlangsung di Beberapa Titik

    MTQ Kabupaten Mandailing Natal Berlangsung di Beberapa Titik

    • calendar_month Jumat, 5 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Mandailing Natal dilangsungkan di beberapa titik Panyabungan, berlangsung sejak 4 hingga 8 Mei 2017. Di Taman Raja Batu dilangsungkan acara Pembukaan, Tilawah Dewasa dan Qiroatus Sabaah; arena Tahfidz dilaksanakan di Masjid Nur Ala Nur; arena Syahril Qur’an di Tapian Siri-Siri Syariah; arena Tafsir Qur’an di Masjid […]

  • Masjid Agung

    Masjid Agung

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masjid Agung Nur Alan Nur Madina

expand_less