Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Selama Ramadhan, 37 Masuk Islam di Masjid Lautze

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
  • print Cetak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jumlah warga yang berpindah memeluk agama islam atau mualaf, terutama dari etnis Tionghoa, di Masjid Lautze, Jakarta Barat meningkat sepanjang bulan puasa atau Ramadhan tahun ini.

Menurut staf Pembina dan Pengislaman Mualaf Masjid Lautze Ustad Suhaemi, pada Ramadhan kali ini, jumlah warga Tionghoa yang menjadi mualaf di masjid tersebut mencapai 37 orang.

“Jumlah mualaf di Masjid Lautze selama Ramadhan meningkat. Tahun ini, ada sebanyak 37 orang, sedangkan Ramadhan tahun lalu hanya 20 orang,” kata Suhaemi di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta Barat, Jumat (9/8).

Suhaemi menuturkan warga Tionghoa yang menjadi mualaf itu bukan hanya berasal dari wilayah Jakarta saja, tetapi juga dari luar ibu kota, yaitu Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).

Selain jumlah mualaf, sambung Suhaemi, jumlah jamaah di Masjid Lautze juga mengalami peningkatan, khususnya saat pelaksanaan shalat Ied yang digelar pada Kamis (8/8)yang dipimpin oleh imam dan khatib Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan Shaberah.

“Tahun lalu, jumlah jamaah yang mengikuti shalat Ied disini hanya sekitar 400 orang, sedangkan tahun ini mencapai lebih dari 500 jamaah dan didominasi oleh warga Tionghoa,” ujar Suhaemi.

Dia mengungkapkan sepanjang bulan Ramadhan, Masjid Lautze mengadakan acara buka puasa bersama selama empat kali yang digelar setiap Sabtu.

“Acara buka puasa ini sebetulnya ditujukan bagi para mualaf di Masjid Lautze, baik mualaf baru maupun mualaf yang sudah lama. Jadi, ini seperti momen kumpul-kumpul. Tapi, acara ini juga terbuka untuk umum, siapa saja yang shalat di masjid ini pada waktu Maghrib, kita berikan makanan untuk berbuka puasa,” ungkap Suhaemi.

Pihak masjid Lautze, ia melanjutkan, juga memberikan pembinaan khusus kepada mualaf selama Ramadhan, yakni kesempatan untuk menjadi imam dalam shalat tarawih.

“Kita memberikan kesempatan kepada mualaf untuk menjadi imam saat shalat tarawih. Ini merupakan latihan kepemimpinan. Kelak, diharapkan imam tersebut dapat menjadi pemimpin yang baik bagi keluarganya,” kata Suhaemi menambahkan.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber : Antara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ahbabun Nabi Mandailing Natal Kutuk Presiden Parancis

    Ahbabun Nabi Mandailing Natal Kutuk Presiden Parancis

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Majelis Shalawat Ahbabun Nabi SAW, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menilai Presiden Prancis Emmanuel Macron telah melakukan kecerobohan yang disengaja untuk melukai hati umat Islam dan membuktikan dia sangat dangkal dalam memaknai toleransi, kebebasan dan keberagaman. “Sangat lumrah apabila umat Islam marah, karna Macron telah menghina agama dan Nabi Muhammad SAW. Pernyataan […]

  • Pengaduan Warga Gunungtua Jae Berakhir di Inspektorat

    Pengaduan Warga Gunungtua Jae Berakhir di Inspektorat

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus kepala desa Gunungtua Jae, Kecamatan Panyabungan, Madina dilimpahkan ke kantor Inspektorat. Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Gozali Pulungan menjawab Mandailing Online via WhatsApp, Senin (3/2/2020) menyatakan pengaduan warga Gunungtua Jae itu telah dilimpahkan kepada Inspektorat Madina. “Sudah kita tugaskan Inspektorat melakukan pemeriksaan. Selanjutnya (Mandailing Online) dipersilakan konfirmasi […]

  • Masyarakat Hutapuli Keluhkan Sertifikat Gratis dari BPN Madina

    Masyarakat Hutapuli Keluhkan Sertifikat Gratis dari BPN Madina

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Madina, Terkait program pemerintah pusat tentang Program Nasional Pembaharuan Agararia Negara (PPAN) Tahun 2009 memberikan sertifikat secara gratis kepada masyarakat khususnya lahan persawahan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tidak semulus sebagaimana disebutkan waktu sosialisasi sebab hingga saat ini belum juga terealisasi sepenuhnya. Dari hasil investigasi yang dilakukan Analisa di lapangan masyarakat […]

  • Danrem 023/KS Instruksikan  Prajurit Tanam Cabai di Polybag

    Danrem 023/KS Instruksikan Prajurit Tanam Cabai di Polybag

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Danrem 023/KS Kolonel Inf Richard TH Tampubolon menginstruksikan kepada seluruh prajurit di jajarannya menanam cabai di pekarangan rumah maupun di wilayah perkantoran memakai polybag. Hal tersebut disampaikan Richard TH Tampubolon melalui Kapenrem Mayor Arm Ojak Simarmata kepada wartawan, Kamis (26/1/2016) dalam mensiasati lonjakan harga cabai. Jika seluruh prajurit yang ada di […]

  • Kejati Sumut Selamatkan Uang Negara Rp 3,1 miliar

    Kejati Sumut Selamatkan Uang Negara Rp 3,1 miliar

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, – Sepanjang Januari sampai Juni 2013, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah menyelamatkan uang negara dari kasus korupsi sebanyak Rp 3,1 miliar. Kepala Kejati Sumut Bambang Setyo Wahyudi yang dijumpai di ruangannya usai peringatan Hari Bhakti Adhyaksa, Senin (22/7/2013), uang negara dari kasus korupsi, yang ditangani tindak pidana khusus sebanyak Rp3.110.698.000. Adapun 98 […]

  • DPRD Desak KPU Madina Ubah Jadwal Coblos Ulang

    DPRD Desak KPU Madina Ubah Jadwal Coblos Ulang

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengubah jadwal coblos ulang pilkada yang ditetapkan pada Rabu (20/04/2011) mendatang karena bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN). “Kita minta KPU segera mengubah jadwal itu, mereka harus secepatnya melakukan pertemuan maupun menyurati KPU Provsu dan KPU Pusat,” ujar Iskandar […]

expand_less