Rabu, 29 Jul 2026
light_mode

Lahirnya Generasi Stres

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
  • print Cetak


MEDAN :Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, ketidaktahuan orang tua dalam

mendidik anak sering menyebabkan lahirnya “generasi stres”.

“Karena melupakan hak anak, tanpa sadar kita melahirkan `generasi stres`,” katanya dalam seminar “Anakku Masa

Depanku” yang diselenggarakan Blessing Community dan Dinas Pendidikan Kota Medan di di Medan, Sabtu 27 November

2010.

Sebenarnya, kata dia, mendidik anak tidak terlalu sulit jika memahami cara yang baik baik dan menyadari bahwa

keturunan merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Namun sayangnya, sebagian orang tua jusru menunjukkan perasaan sayang dengan cara yang kurang tepat, sehingga

kontraproduktif dan menimbulkan akibat yang kurang baik bagi perkembangan anak.

Ia mencontohkan kewajiban anak untuk belajar tetapi tidak diimbangi porsi waktu bermain yang sesuai, sehingga

menyebabkan anak menjadi jenuh dan stress dengan kondisi yang ada.

“Di sekolah dituntut belajar, lalu ditanyai PR (pekerjaan rumah). Di rumah juga ditanyai PR lagi, akhirnya mereka

stres,” katanya.

Arist Merdeka mengatakan, dalam UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak (PA) setidaknya ada empat hak anak yang harus

diperhatikan agar generasi penerus dapat berkembangan sesuai dengan yang diharapkan.

Hak pertama adalah hak hidup dengan mendapatkan identitas yang jelas, kebebasan beribadah sesuai dengan agama yang

dianut, mendapatkan layanan kesehatan yang baik dan memiliki status kewarganegaraan.

Untuk merealisasikan hak itu, setiap anak harus dididik dan dilayani dengan benar serta diberikan akta kelahiran

agar mudah mendapatkan berbagai layanan dalam ketatanegaraan.

“Karena itu, pemerintah harus memudahkan setiap pengurusan akta kelahiran anak, bahkan harus gratis. Kalau tidak,

berarti melanggar HAM anak,” katanya.

Kemudian, hak bertumbuh kembang dengan baik dengan memiliki pembagian waktu yang sesuai antara belajar, istirahat,

bermain dan bergaul dengan manusia di sekelilingnya.

“Anak yang tidak diberi waktu untuk bermain juga pelanggaran HAM,” kata Arist Merdeka Sirait.

Selain itu, kata dia, untuk menciptkan generasi yang bermental sehat, seorang anak harus memiliki hak partisipasi,

baik untuk menyampaikan saran mau pun diperhatikan pendapatnya.

“Jangan mentang-mentang masih kecil, seorang anak tidak dihargai pendapatnya. Itu dapat membuatnya stres,” katanya.

Sedangkan hak terakhir adalah mendapatkan perlindungan seluas-luasnya dari berbagai kegiatan yang dapat mengganggu

perkembangan anak seperti eksploitasi untuk kepentingan ekonomi dan seksual, penelantaran serta tindak kekerasan

dan penganiyaan.

Sementara itu, Pimpinan Blessing Community Rajamin Sirait mengatakan, pendidikan anak sangat dibutuhkan bagi

kalangan orang tua karena anak merupakan harapan di masa tua.

“Anak adalah `investasi` untuk masa depan,” katanya.

Menurut Rajamin, cukup banyak orang tua yang kurang menyadari bahwa anak adalah “harta” yang sangat berharga dan

harus dibina sejak dini agar menjadi generasi penerus yang mampu memenuhi harapan.

Hal itu dapat dilihat dari banyaknya kejadian yang cukup membuat prihatian mulai dari kekerasan dan penganiyaan

terhadap anak, pelecehan seksual hingga eksploitasi dalam ekonomi seperti diikutsertakan mengemis di jalanan.

Padahal sebagai generasi penerus, anak harus mendapatkan hak yang baik, khususnya pendidikan. “Bahkan, seorang anak

harus sudah mendapatkan pendidikan yang baik mulai dari dalam kandungan,” kata Ketua Pemuda Mitra Kamtibmas (PMK)

Sumut tersebut.

Ia mengatakan, pendidikan dan perlakuan yang baik harus diberikan kepada semua anak sejak dini, tanpa melihat

golongan dan status sosial kemasyarakatan.

Jika tidak, maka anak tersebut diperkirakan akan menjadi generasi yang tidak dapat memenuhi harapan orang tua.

“Kalau tidak dididik, 15 hingga 20 tahun lagi dia akan menjadi masalah,” kata Rajamin Sirait.

Pemberian pendidikan secara merata itu juga perlu dilakukan karena kerusakan generasi muda tidak melihat golongan

dan status sosial kemasyarakatan.

“Jangan kira anak orang kaya tidak banyak yang bermasalah. Kurangnya pendidikan juga menimbulkan masalah bagi

mereka, tetapi kurang kelihatan karena berlimpah materi,” kata Rajamin.(an)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPKM Terlambat, Negara Kian Darurat

    PPKM Terlambat, Negara Kian Darurat

    • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah, S.Pd Guru dan Pegiat Literasi Islam di Medan Sudah terlambat. Begitulah kiranya pernyataan yang tepat dinyatakan saat ini. Hanya nama yang berubah. Namun hasilnya tetap sama. Mulai dari PSBB, PPKM terbatas, hingga PPKM Darurat. Semata-mata hanya pergantian nama. Negara tetap dalam keadaan gawat. Belum nampak gambaran penurunan kasus Covid-19 beberapa bulan ke […]

  • Remaja Dihimbau Hindari Seks Pranikah

    Remaja Dihimbau Hindari Seks Pranikah

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Psikolog Universitas Medan Area, Mustika Tarigan meminta remaja harus menghindari seks pranikah sementara orang tua dituntut mewaspadai buah hati mereka agar tidak terjerumus untuk berhubungan intim. “Perbuatan seperti itu tidak hanya menyangkut moral seorang remaja, tetapi juga merupakan tindakan tidak terpuji yang harus dijauhi,” katanya di Medan, Selasa 30 November 2010, ketika diminta […]

  • Jamsostek Ketenagakerjaan Sumbang APD untuk Tim Medis

    Jamsostek Ketenagakerjaan Sumbang APD untuk Tim Medis

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kantor Cabang Jamsostek Ketenagakerjaan Kabupaten Mandailling Natal (Madina) menyumbangkan APD untuk tim medis Covid-19. Penyerahan dilakukan Kepala Cabang, Fahri Idris kepada Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution mewakili pemerintah daerah, Jum’at (12/06/2020) di perkantoran bupati lama, Panyabungan. Penyerahan bantuan APD bagi tim medis kepada Pemkab Madina tersebut diterima langsung oleh Bupati Madina, […]

  • Haji Dari Mandailing Era 1800-an

    Haji Dari Mandailing Era 1800-an

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Askolani Nasution Hari itu tahun 1884. Snouck Horgronje, ahli Islam berkebangsaan Belanda, sedang singgah di Konsulat Belanda di Jeddah. Ia melihat 13 orang jemaah haji dari Mandailing di depan konsulat. Lalu dipotretnya. Mereka, para jemaah haji itu sedang melengkapi berkas untuk melanjutkan studi di Mekah. Zaman itu, memang orang pergi haji tidak sebatas menunaikan […]

  • Awas, Penjahat Bidik Polisi

    Awas, Penjahat Bidik Polisi

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Koordinator Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengingatkan jajaran kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaannya. Menurut Neta, para penjahat belakangan ini sudah semakin nekad dan sadis, yakni menembak polisi yang berada di sekitar lokasi kejahatan. “IPW prihatin dengan maraknya aksi penembakan terhadap polisi yang dilakukan tersangka kriminal,” ujar Neta S Pane dalam keterangannya kepada koran […]

  • DCS Dapil 5 NASDEM Madina

    DCS Dapil 5 NASDEM Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari NASDEM Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

expand_less