Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Kehadiran PT.ALN Timbulkan Perpecahan di Muara Batang Gadis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 30 Des 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) meminta Plt. Bupati dan Kapolres menertibkan PT. Agro Lintas Nusantara (PT. ALN) di kecamatan itu, karena diduga keras tidak memiliki izin untuk membuka dan mengusahai lahan di Desa Tabuyung, Suka Makmur dan Singkuang II.

“Perusahaan itu juga telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Kecamatan Muara Batang Gadis,” ungkap Edi Tanjung, S.Sos, tokoh pemuda Muara Batang Gadis, Senin (30/12/2013) dalam rilis pers.

Ia mengatakan sangat prihatin melihat kondisi masyarakat di Desa Tabuyung, Singkuang II dan Suka Makmur yang terkotak-kotak akibat pro kontra terkait kehadiran PT.ALN.

Situasi itu, menurutnya akibat kebijakan Pemkab Madina yang menerbitkan izin lokasi kepada PT.ALN di lahan yang diperuntukkan bagi Koperasi Pengembangan Universitas Sumatera Utara (KP. USU).

Selain berdampak tidak kondusif di tengah masyarakat, kebijakan itu juga sangat bertentangan dengan Instruksi Presiden No. 10/2011 Tentang Moratoriun Penerbitan Izin Lokasi, Permentan No. 26/2007 Tentang Perizinan Perkebunan dan Peraturan Menteri Negara Agraria No. 2/1999 Tentang Izin Lokasi.

“Mereka semua (yang pro dan kontra) saudara saya, untuk itu, saya meminta kepada Pemkab Madina maupun aparat penegak hukum lainnya untuk bertindak cepat dalam menyelesaikan masalah ini sebelum terjadi konfik horizontal yang sudah pasti masyarakat yang menjadi korbannya,” katanya.

“jika KP. USU yang salah segera tindak KP. USU dan jika PT. ALN yang salah maka PT. ALN yang ditindak, negara kita kan negara hukum, artinya semua sama kedudukannya dihadapan hukum, tegasnya.

Sementara itu, Asdi Wardana, warga masyarakat Tabuyung menyatakan bahwa masyarakat Tabuyung tidak mengerti alias bingung tentang sengketa yang terjadi antara KP. USU dengan PT. ALN di desanya.

“Tapi, mengapa hingga saat ini tidak ada tindakan Pemkab Mandailing Natal maupun aparat penegak hukum, mau jadi apa kami masyarakat awam ini, mana yang harus kami ikuti sementara yang kami ketahui yang memiliki lahan yang diusahai PT. ALN itu adalah lahan milik KP. USU sejak dari dulunya” tutur Asdi Wardana yang diamini oleh Sundut Lubis, warga Desa Singkuang II.

Dikesempatan yang sama, Korwil VII Tabagsel LIRA Sumut, Madina Abdul Muis Pulungan menjelaskan bahwa PT. ALN melakukan investasi perkebunan kelapa sawit di Mandailing Natal berdasarkan SK. Izin Lokasi yang diterbitkan Bupati Mandailing Natal nonaktif, HM. Hidayat Batubara, No. 525/575/K/2012 Tanggal 26 Nopember 2012 seluas + 5.600 Ha di Desa Tabuyung, Suka Makmur dan Singkuang II Kecamatan Muara Batang Gadis.

Namun dasar penerbitan izin lokasi itu diduga akal-akalan, dan lahan yang diperuntukkan kepada PT. ALN merupakan lahan yang telah dikuasai dan diusahai oleh KP. USU seluas + 10.000 Ha. Dan karena telah merugikan kepentingannya, KP. USU kemudian menggugat Bupati Mandailing Natal di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

PTUN Medan pun dalam amar putusannya memerintahkan kepada Bupati Mandailing Natal dan pihak terkait dengan objek sengketa untuk menunda pelaksanaan Surat Keputusan No. 525/575/K/2012 tersebut, tetapi baik Pemkab Madina maupun PT. ALN tidak mengindahkan putusan PTUN tersebut.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Kakao Melorot

    Harga Kakao Melorot

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak pemberlakuan regulasi baru bea keluar terhadap komidi kakao oleh pemerintah, petani di Madina (Mandailing Natal) ikut terpuruk. Soalnya, harga biji kako kering sejak selasa (16/4/2013) sudah berada di level 15.000 per kilo gram di tingkat pedagang pengumpul. Tiga minggu sebelumnya harga masih bertengger di kisaran 20.000 per kilo gram. Darwin […]

  • Madina Produsen Ganja Terbesar Kedua di Indonesia

    Madina Produsen Ganja Terbesar Kedua di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 13 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) untuk tahun anggaran 2013 diharapkan lebih memprioritaskan pemberantasan narkoba dan penyakit malaria untuk menunjang visi misi dari Bupati HM Hidayat Batubara. Prioritas anggaran itu terkait dengan data yang diungkap Bupati Madina HM Hidayat Batubara melalui Wakil Bupati Dahlan Hasan, Juli lalu, bahwa berdasarkan survei, kabupaten […]

  • Tradisi Marsialapari di Mandailing

    Tradisi Marsialapari di Mandailing

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tradisisatu ini merupakan salah satu tradisi masyarakat Mandailing di Sumatera Utara. Namanya adalah Marsialapari. Marsialapari adalah suatu tradisi saling membantu dalam budaya masyarakat Mandailing. Tradisi ini biasanya dilakukan pada saat menggarap persawahan, mereka saling membantu satu sama lain dan menggarap sawah mereka secara bergantian. Selain untuk memudahkan dalam menggarap sawah, tradisi ini juga sangat berkaitan dengan nilai-nilai serta filosofi […]

  • Mana Dahulukan, Akikah atau Kurban?

    Mana Dahulukan, Akikah atau Kurban?

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Mereka yang berkurban bisa memercayakan penyembelihan kurban dan distribusi daging ke lembaga zakat. Berkurban atau akikah terlebih dahulu? Pertanyaan ini kerap terlintas di benak kebanyakan umat. Pimpinan Yayasan Annurmaniyah, Jakarta Barat, Hj Nurma Nugraha MA mengatakan, merujuk pada Mazhab Syafi’i dan Ahmad, lebih baik mendahulukan akikah, kemudian kurban. Sebenarnya, kewajiban akikah, kata perempuan yang dikenal […]

  • Pemkab Madina : FPPAB Harus Giat Melestarikan dan Menggali Budaya Mandailing

    Pemkab Madina : FPPAB Harus Giat Melestarikan dan Menggali Budaya Mandailing

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mandailing terutama di wilayah Mandailing Natal memiliki banyak kekayaan adat dan budaya serta sejarah yang memerlukan pelestarian, pengembangan dan pengalian-penggalian. Kekayaan itu berupa adat, seni arsitektur, seni musik, tarian, sastra, busana, kuliner dan situs-situs peninggalan sejarah Mandailing masa lampau. Berbagai kekayaan itu memerlukan pelestarian, pengembangan serta penggalian terutama penggalian yang bersifat […]

  • Belum Difungsikan, Komisi III DPRD Madina Temukan Sejumlah Fasilitas Bangunan PMI yang Rusak

    Belum Difungsikan, Komisi III DPRD Madina Temukan Sejumlah Fasilitas Bangunan PMI yang Rusak

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Komisi III DPRD Madina kesalkan perencanaan pembangunan gedung markas Palang Merah Indonesia ( PMI ) yang sudah 6 kali dianggarkan namun belum bisa di fungsikan. Saat peninjauan lapangan melihat progres lanjutan pembangunan gedung tersebut. Komisi III menemukan sejumlah bangunan yang sudah tidak layak pakai seperti kusen dan jaringan listrik yang […]

expand_less