Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

11 Bocah Bersaudara Masih Kekurangan Biaya, Ulurkan Bantuan Anda

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 20 Sep 2018
  • print Cetak

Beberapa dari 11 bocah bersaudara di Hutaimabru

Ulurkan Bantuan Anda,

11 Bocah Bersaudara Masih Kekurangan Biaya

 

 

PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Bagi Ummi yang baru tamat SMK dan abangnya Amansyah yang juga baru lulus SMA tak mudah membiayai  kebutuhan hidup 11 adik yang masih kecil-kecil.

Termasuk biaya sekolah. Oleh karena itu, bantuan dari para derwaman sangat dibutuhkan. Bantuan bisa dihantar langsung ke kediaman mereka Desa Hutarimbaru, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Bagi Amansyah (19), pasca  ayah mereka dipenjara dan si ibu meninggal sekitar dua bulan lalu, membiaya sekolah adik-adiknya adalah suatu tanggung jawab besar. Sementara penghasilan per minggu dari kebun karet hanya menghasilkan 1 kaleng getah dengan nilai sekitar Rp110.000 per minggu.

Menurut, mereka ada sedikit  tanaman karet. Seminggu hasil deres paling banyak  satu ember atau setara sekitar 20 kg. Dengan asumsi harga karet Rp5.5000/kg, dalam seminggu didapat Rp 110.000.-

Paman  (uda-red) mereka,  selain  beli  buah pinang petani seharga Rp6000/kg, ia juga beli hasil deres petani meskipun  hanya “toke”  kecil-kecilan.

Berita terkait : Tiada Ayah Ibu, 11 Bocah Terancam Kelaparan

Setelah pinang dikupas oleh adik-adik Ummi, pinang dijemur sampai kering.  Kemudian, pinang kering dijual Rp7000/kg. Dalam  satu kilogram pinang kering, didapat dari sekitar 4 kg pinang belum dikupas.  Jadi keuntungan dalam 1 kg pinang kering sekitar 3.500,-.

Sebenarnya Ummi bersaudara ada 14,  namun satu di antaranya meninggal, sehingga  tinggal 13 orang. Yaitu,  Amansyah (19), Ummi Roiyah (18), Sofwatul Mardiyah (kelas dua SMK Negeri 2 Panyabungan), Marwah (kelas dua SMP Negeri Gunung Baringin), Al Farizi (kelas satu SMP Negeri  Gunung Baringin).

Selanjutya , Musyadi (kelas lima SD Negeri Hitarimbaru), Habibullah (kelas empat SD Negeri Hutarimbaru), Wahyu (kelas dua SD Negeri Hutarimbaru), Halif (Tk), Sadli (3 tahun), Ramlan (1,5 tahun), dan si kembar: Rahmat Yusuf serta Maulana Yusuf (2 bulan).

Bagaimana kebutuhan biaya sekolah dan jajan 11 bocah setiap hari. Ini perhitungannya, untuk Sofwatul:  jajan 5.000, dan ongkos pulang-pergi ke SMK Negeri 1 Panyabungan di Kelurahan Panyabungan 3, Madina 10.000, total 15.000,- Dari rumah ke sekolah berjarak sekitar 18 km.

Sofwatul  harus berangkat sekitar pukul 06.00 dan biasanya pulang sekitar pukul 16.00. Terkadang bisa lebih lama jika angkot susah didapat.  Saat pulang, biasanya ia harus jalan kaki dulu sekitar 2,5 kmsebelum sampai rumah  karena angkot hanya sampai simpang Hutarimbaru di Gunung Baringin.

Untuk dua siswa SMP Negeri 1 Gunung Baringin, uang jajan mereka Rp3000/orang, ditambah bensin sepeda motor yang dulu biasa dipakai Ali Mandan ke kebon sekitar Rp20.000/minggu. Uang jajan tingkat SD, TK dan belum sekolah Rp2000/hari.

Dengan demikian, dalam sebulan kebutuhan ongkos dan jajan, yaitu 26 hari X Rp33.000=Rp858.000,-+ Rp80.000,- (bensin sepeda motor)=Rp938.000,-. Ini belum termasuk susu si kembar: Rahmad dan Maulana.  Juga belum termasuk keperluan lain.

Berita terkait : Gerakan Donasi Digulirkan Untuk 11 Bocah di Hutarimbaru

Saat ini tas, sepatu, kaos kaki dan seragam sekolah sebagian sudah tak layak lagi.  Untuk buku  tulis sudah ada yang menyumbang. Baju putih dan baju batik sekolah juga sudah ada yang bersedekah.

Menurut Ummi, padi hasil panen ayah sebelum masuk penjara, tinggal empat karung lagi. Sejak ayah tersangkut hukum dan sang ibu meninggal mereka belum pernah beli beras.

Ketika ditanya apakah mereka sudah pernah makan tidak pakai sayur atau gulai? Amansyah hanya senyum, lalu dijawab,”Terkadang pakai karupuk sambal, beberapa kali pakai garam saja.”

Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari keluarga ini, mereka dibantu paman, adik Ali Mandan. Meskpun penghasilan sang paman yang punya empat anak ini tidak terlalu besar,  tapi dia masih berusaha menyekolahkan adik-adik Ummi. “Tidak tahu sampai kapan,” ujar Ummi.

Sumber : BERITAHUta.com

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dengan Dana 3,5 M Untuk Pengamanan, Bupati Berharap Pilkades di Madina Aman

    Dengan Dana 3,5 M Untuk Pengamanan, Bupati Berharap Pilkades di Madina Aman

    • calendar_month Jumat, 28 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) dengan anggaran 3,5 miliar, Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution meminta kepada penegak hukum untuk membantu berjalannya pilkades dengan aman. ” saya ucapkan terima kasih atas kesedian TNI/Polri untuk mengamankan pilkades,” kata Sukhairi pada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Bupati Madina HM Jafar Sukhairi Nasution, Kapolres Madina HM Reza […]

  • Fitnah Terus Gentayangan, Dahlan-Suheri Panen Simpati

    Fitnah Terus Gentayangan, Dahlan-Suheri Panen Simpati

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEMBICARAKAN  peluang atau kans untuk menjadi Bupati Mandailing Natal periode 2016-2021 “selalu” muncul nama pasangan calon Nomor 2 Dahlan-Suheri. Selama ini, paslon ini sering dihantam dengan desas-desus, finah, caci-maki serta dituding oknum dari kalangan lawan politik. Namun, akhirnya ketabahan paslon yang sama-sama bermarga Nasution ini dalam menghadapi ulah berbau fitnah itu rupanya menumbuhkan rasa simpati […]

  • Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    Hilangnya Frasa “Agama”, Peta Pendidikan Semakin Kehilangan Arah?

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035 yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai polemik.  Pasalnya, dalam draf sementara Peta Jalan Pendidikan Nasional 2020-2035, frasa ‘agama’ dihapus kemudian digantikan dengan akhlak dan budaya. Sekretaris Eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Pendeta Henrek Lokra, turut menanggapi […]

  • Massa Anti-KKN Demo ke Kantor Bupati Madina

    Massa Anti-KKN Demo ke Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    UNJUK RASA Massa anti-KKN dari Masyarakat Madina Care dan DPP Ikatan Mahasiswa Muslim Madina berunjuk rasa di kantor bupati, di Panyabungan. (nmedanbisnis /zamharir )

  • Mantan Kasatpol PP Mulai Diadili

    Mantan Kasatpol PP Mulai Diadili

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sidang perdana kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Tahun Anggaran 2009 dengan terdakwa mantan Kasatpol PP Ali Atas Nasution, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Panyabungan, Selasa (14/12/2010), dengan agenda penyampaian tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muttaqin Harahap SH. Persidangan yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB dan selesai sekitar 13.30 WIB, dipimpin […]

  • Malaysia Punya Data Base Mualaf

    Malaysia Punya Data Base Mualaf

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR  –  Departemen Pembangunan Islam Malaysia (JAKIM) berencana meluncurkan e-Muallaf tahun depan. E-Muallaf ini merupakan data base mualaf di seluru Malaysia. “Tujuan memiliki data base ini adalah mendeteksi mualaf yang mengaku telah bersyahadat beberapa kali. Di luar itu, ada update informasi mualaf yang bisa diketahui,” kata  Wakil Direktur JAKIM , Datuk Razali Shahabudin seperti […]

expand_less