Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Makna Lambang IMAMI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 26 Jun 2014
  • print Cetak

KUALA LUMPUR (Mandailing Online) – Satu organisasi baru yang menyatukan etnis Mandailing lintas dua negara telah terbentuk. Namanya Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) yang dibentuk di Malaysia oleh para tokoh Mandailing yang ada di Malaysia dan tokoh Mandailing dari Tanah Leluhur, Sumatera, Indonesia, bulan Juni 2014.

Berdasar Anggaran Dasar IMAMI Pasal 18 tentang makna lambang organisasi:

1. Tulisan “Ikatan Mandailing Malaysia-Indonesia” yang membentuk separuh bulatan di bagian atas merujuk kepada nama penuh organisasi ini yang akan memayungi gerakan, usaha dan program-program untuk mempererat hubungan masyarakat kaum Mandailing di Malaysia dan Indonesia.

2. Pecahan dua jalur separuh bulatan yang tercantum di bawah logo ini, yaitu di sebelah kiri terdapat empat jalur yang berwarna biru, kuning, merah dan putih (dari luar ke dalam) serta di sebelah kiri dan di sebelah kanan pula dua jalur berwarna merah dan putih (dari luar ke dalam) melambangkan warna-warna dalam bendera Malaysia dan Indonesia. Ini sekali gus melambangkan tekad organisasi ini untuk mempererat hubungan dan jalinan kerjasama antara kaum Mandailing di Malaysia dan Indonesia.

3. Tiga segi tiga sama, yaitu di bagian atas terdapat segi tiga sama berwarna kuning bertulisan MORA, di bawah kiri segi tiga sama berwarna hitam bertulisan KAHANGGI dan di bagian bawah kanan segi tiga sama berwarna merah bertulisan ANAK BORU dan di tengah-tengah cantuman ketiga-tiga segi tiga sama itu berwarna putih-merujuk kepada konsep Dalihan Na Tolu atau Tungku Yang Tiga dalam kehidupan hakiki masyarakat Mandailing.

Secara abstrak, setiap orang mempunyai peranan atau posisi dalam ketiga-tiganya, iaitu sebagai MORA (keluarga pemberi anak gadis), KAHANGGI (kerabat atau sanak-saudara satu marga/satu nama keturunan keluarga), dan ANAK BORU (keluarga penerima anak gadis). Dalam adat suku kaum Mandailing, kekerabatan/persaudaraan diikat oleh Dalihan Na Tolu membentuk ikatan rasa “sahancit sahasonangan dan sasiluluton sasiriaon” atau “sakit senang dirasakan bersama”.

4. Tulisan “IMAM-I” di bawah ketiga-tiga segi tiga sama itu merujuk kepada kependekan atau akronim untuk Organisasi ini.

5. Latar belakang berwarna biru cantuman separuh bulatan dan separuh anak panah dengan sasaran ke atas, melambangkan kedudukan geografi masyarakat suku Mandailing di Malaysia dan Indonesia yang dipisahkan oleh samudera atau lautan Selat Melaka tetapi mempunyai satu cita-cita, satu matlamat, satu azam, satu tekad dan satu iltizam, iaitu untuk sama-sama bergandingan ke arah kekuatan perpaduan, kemantapan ukhuwah dan kehebatan silarutahim antara kedua-dua pihak selain sasaran untuk memajukan masyarakat di kedua-dua pihak dalam segenap bidang.

Sumber : IMAMI
Redaktur: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Sipil Meningkat, KontraS Sumut Desak Kapoladsu Usut Peredaran Senjata Api Ilegal

    Korban Sipil Meningkat, KontraS Sumut Desak Kapoladsu Usut Peredaran Senjata Api Ilegal

    • calendar_month Selasa, 29 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – KontraS Sumut mendesak Poldasu segera memutus mata rantai peredaran senjata api ilegal di Sumatera Utara. Desakan itu menyusul maraknya kasus penembakan warga sipil yang dilakukan OTK akhir-akhir ini di Sumut. Kasus terkini adalah peristiwa penembakan terhadap satu pemimpim redaksi suatu media di Simalungun, Sumut. Kejahatan ini disokong oleh adanya peredaran […]

  • Nyawa Hilang Di Tangan Saudara Karena Mencekik Ibu, Salah Siapa?

    Nyawa Hilang Di Tangan Saudara Karena Mencekik Ibu, Salah Siapa?

    • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Novida Sari, S.Kom Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal Pertiwi kembali berduka, SN (18) seorang adik kandung korban dengan terpaksa membunuh abang kandungnya sendiri AN (34). Pelaku menggunakan kayu yang diambil dari samping rumahnya lalu memukul abangnya di bagian kepala sebanyak 6 kali hingga tewas di tempat kejadian. SN adik kandung korban […]

  • Pengumuman turmamen Mobile Legends Bupati Cup 1 beredar di Facebook

    Pengumuman turmamen Mobile Legends Bupati Cup 1 beredar di Facebook

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Pengumuman rencana pelaksanaan turmamen Mobile Legends Bang Bang akan dilangsungkan di Mandailing Natal melalui Bupati Cup 1 beredar di Facebook. Turnamen ini berlangsung secara elektronik sport (e-sport). Mobile Legends merupakan aplikasi permainan daring  (game online) berbasis digital yang bisa dimainkan melalui ponsel android dan IOS. Mobile Legends Bang Bang adalah sebuah permainan […]

  • 2 Siswa Darul Mursyid Wakili Sumut ke OSN Bandung

    2 Siswa Darul Mursyid Wakili Sumut ke OSN Bandung

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Dua siswa Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid berhasil mendapat tiket mewakili Sumatera Utara pada even Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Bandung bulan September mendatang. Kedua siswa itu adalah Hilmy Mahdy Daulay mata pelajaran ekonomi dan Hamdian Noor Harahap mata pelajaran biologi. Kedua siswa tersebut dipastikan mewakili Sumatera Utara pada OSN […]

  • Forwakot Gelar Diskusi Dampak Pergaulan Bebas

    Forwakot Gelar Diskusi Dampak Pergaulan Bebas

    • calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Forum Wartawan Kota (Forwakot) Panyabungan menggelar serial diskusi bertema Dampak Pergaulan Bebas dan Pencegahannya di Taman Kota Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, Selasa (11/7) siang. Hadir sebagai narasumber Efrida Nasution ,SP Kabid Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Sosial Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal dan Ust Raja Ritonga, Lc., MA Pemerhati Sosial […]

  • MUI Madina Kecam Pembuang Janin Bayi di Panyabungan

    MUI Madina Kecam Pembuang Janin Bayi di Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengecam keras tindakan pelaku yang membuang janin bayi berusia sekitar bulan di Jalan Lintas Barat, Desa Panyabungan Jae, Kecamatan Panyabungan, Madina, Selasa (24/05/2011) kemarin. Tindakan membuang janin bayi adalah dosa besar! Hal itu disampaikan Ketua MUI Madina H Mahmudin Pasaribu saat dikonfirmasi lewat telepon, Rabu (25/05/2011). […]

expand_less