Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Anggota DPRD Madina Jadi Saksi di Pengadilan, Robinson: “Itu Jefry Bunuh….Bunuh”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengadilan Negeri Panyabungan kembali menggelar sidang lanjutan atas kasus pemukulan dan pengeroyokan wartawan Andalas Biro Madina, Jeffry Barata Lubis dengan agenda mendengar keterangan Ir. Ali Makmur Nasution alias Jaganding anggota DPRD Madina selaku saksi, Kamis (7/8/2014).

Sidang dipimpin Hakim Ketua Majelis, Dodi Hendra Sakti, SH; anggota Ahmad Rijal, SH dan Gali Purnomo, SH. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Aditya, SH.

Selain Ali Makmur Nasution, Robinson Sitorus selaku pegawai PNS di penjara Siapa-paga juga dihadirkan sebagai saksi.

Dalam persidangan ini majelis persidangan menunjukkan barang bukti satu unit heand phone merek Nokia yang disita Polres Madina saat kejadian pengeroyokan melalui petugas penjara, yang diketahui malam itu merupakan milik Ali Makmur Nasution.

Ali Makmur Nasution dalam keterangannya menjelaskan bahwa dia tidak tahu ada keributan (pengeroyokan) di depan penjara pada tanggal 25 Maret 2014 saat malam kejadian itu.

Ia mengaku baru tahu kejadian setelah dirinya diperiksa petugas Polres Madina, dan heran kenapa HP miliknya ditahan.

Terkait HP miliknya, Ali Makmur mengatakan sudah diserahkannya kepada petugas penjara bernama Darwin Rangkuti pada pukul 21.00 Wib atau satu jam sesudah kejadian pemukulan terhadap korban Jeffry Barata Lubis wartawan Harian Andalas Biro Madina sekira pukul 22.06 sesuai BAP.

Di box massager dalam HP tersebut, penyidik Polres Madina melihat ada pesan masuk dari nomor 081361748812 yang inti pesan masuknya mengarah pada keterlibatan Ali Makmur Nasution terkait pemukulan terhadap Jeffry Barata Lubis.

Ali Makmur menjelaskan, sebelumnya HP miliknya juga pernah diminta petugas penjara karena ada razia. Dengan demikian, meski penggunaan HP dalam penjara tidak dibenarkan secara hukum, tapi kenyataanya tetap bisa digunakan Ali Makmur dengan alasan saat itu untuk menghubungi para tim suksesnya terrkait saat itu sedang masa kampanye Pemilu 2014 dimana Ali Makmur salah satu caleg dari Partai Hanura.

Dalam kesaksiannya menjawab pertanyaan hakim, Ali Makmur Nasution juga mengaku ada melihat Jefry Lubis di dalam komplek penjara saat Ali Makmur hendak sholat Isya dan mengatakan ia sama sekali tidak ada komunikasi dengan Jeffry Barata Lubis di dalam penjara.

Diakhir keterangan saksi, Ali Makmur Nasution mengaku kenal dengan para tersangka karena satu kampung. Dia juga meminta supaya diselidiki siapa yang mengutak ngatik HP nya setelah diserahkan pada petugas.

Keterlibatan terpidana Ali Makmur Nasution menjadi saksi dalam kasus pengeroyokan Jeffry Barata Lubis selain karena pesan masuk dalam HP miliknya, juga karena para pelaku pemukulan menggunakan mobil ambulance jenis L 300 yang dindingnya dibalut stiker Partai Hanura diketahui milik pribadi Ali Makmur Nasution.

Sementara kesaksian Robinson Sitorus yang saat kejadian ada di dalam penjara bersama Jeffry dimana malam kejadian itu Robinson sedang piket.

Pengakuan Robinson beda jauh dengan keterangan Ali Makmur. Di hadapan majelis hakim, Robinson mengakui melihat pertengkaran antara Jeffry Barata Lubis dengan Ali Makmur Nasution di dalam penjara, hanya saja ia tidak tahu apa masalah pertengkaran itu.

Keterangan Robinson Sitorus ini berbeda dengan keterangan Ali Makmur Nasution yang mengatakan tidak ada komunikasi dengan Jefry Lubis, tapi hanya melihat saja. Kemudian Robinso Sitorus pun mengajak Jeffry Barata Lubis keluar menuju teras penjara sambil cerita-cerita sampai menghabiskan sebatang rokok.

Namun saat mereka duduk di depan teras penjara, tiba-tiba datang dua unit mobil dibalut stiker Partai Hanura yang berkecepatan tinggi parkir di jalan depan penjara. Kemudian, dari dalam mobil itu diperkirakan puluhan orang keluar dan berlompatan dari kedua mobil tersebut dan langsung menuju pintu gerbang penjara tanpa tahu maksudnya untuk apa.

Robinson juga mengatakan, saat Jeffry berdiri dan berjalan hendak pulang, tiba-tiba ada suara yang mengatakan “itu Jeffry, bunuh-bunuh”. Mendengar ada kata-kata “itu Jefry bunuh-bunuh’, Jefry pun berlari dan langsung dikejar puluhan orang yang datang mengendarai 2 mobil tersebut.

Meski badannya ikut menjadi korban, Robinson berusaha melerai dengan cara melindungi Jeffry dari pukulan orang-orang yang tidak dikenalnya.

Meski tidak mengenal wajah pelaku, Robinson mengaku melihat Jeffry dikeroyok dan berdarah dibuktikan dengan adanya bekas bercak darah dibaju Robinson.

Setelah majelis selesai mendengarkan kesaksian Robinson, majelis lalu menunda Sidang dan akan dilanjutkan tanggal 20 Agustus 2014 mendatang dengan agenda yang sama.

Peliput : Jeff
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendukung Jokowi Mulai Kampanye Tangkap Tiga Jenderal Ini

    Pendukung Jokowi Mulai Kampanye Tangkap Tiga Jenderal Ini

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai pemenang Pilpres 2014. Dalam waktu dekat Jokowi yang didukung PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hanura dan Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) akan membuka “kantor transisi”. Di kantor ini ia akan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pemerintahan yang […]

  • APBD 2013 Belum Merangsang Agribisnsi

    APBD 2013 Belum Merangsang Agribisnsi

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wawancara dengan: Dia Ulhaq Nasution, Sekretaris HIPMI Madina Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mandailing Natal tahun 2013 oleh banyak pihak belum menyentuh pengembangan sektor swasta, terutama agribisnis. Pagu-pagu dana belanja terlihat lebih menajam ke program pendidikan gratis dan kesehatan gratis, infrastruktur dan lainnya. Lalu, bagimana sebenarnya gambaran agribisnis ini dan implikasinya terhadap pembangunan daerah […]

  • Aisah Ritonga Kunjungi Anak Gizi Buruk

    Aisah Ritonga Kunjungi Anak Gizi Buruk

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan MO-Di sela acara reses, anggota DPRD Propinsi Sumut, Ti Aisah Ritonga SE meninjau anak penderita gizi buruk bernama Andi (3) di Desa Huraba II Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (8/2) Sore. Berat badan Andi hanya 6 Kg dan belum bisa berjalan diusianya 3 tahun, diduga akibat asupan gizi yang kurang. Penyakit pun […]

  • Mahasiswa Asal Hutabaringin Julu Minta Anggaran Desa Mereka Diaudit Kejaksaan

    Mahasiswa Asal Hutabaringin Julu Minta Anggaran Desa Mereka Diaudit Kejaksaan

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online- Mahasiswa Minta Pihak berwenang audit Dana Desa Hutabarigin Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Tahun 2023 dan 2024. Intensif Guru Magrib mengaji diduga tak dibayar penuh Kades Hutabarigin Julu, serta bagunan desa tak kelar sejak tahun 2022 hingga 2024. Munawir Ahmad Mahasiswa sekaligus Warga di Desa itu menduga Kades Hutabarigin Julu Darman […]

  • Partispasi Rendah, Siapa Salah?

    Partispasi Rendah, Siapa Salah?

    • calendar_month Selasa, 15 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Amir, warga Desa Parbangunan, Panyabungan, memilih ke ladang ketimbang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pria berusia sekitar 41 tahun ini, merasa rugi kalau harus menyambangi TPS. Soalnya, memberikan hak pilih justru akan membuat dia rugi secara ekonomi. Dia mengaku, andai bekerja di ladang selama sehari, uang yang akan didapat bakal cukup untuk memenuhi kebutuhan […]

  • Warga Rantobaek Antusias Ikuti Vaksinasi

    Warga Rantobaek Antusias Ikuti Vaksinasi

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    RANTOBAEK (Mandailjng Online) – Sebanyak 164 warga Kecamatan Rantobaek Kabupaten Mandailing Natal mendapatkan vaksinasi Covid-19 pada Jumat (24/9). Kegiatan vaksinasi dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Simpang Talap sebanyak 115 orang dan Desa Dua Sepakat sebanyak 49 orang. Demikian disampaikan Camat Rantobaek H. Zulhan yang dihubungi Mandailing Online melalui telepon seluler terkait pelaksanaan kegiatan vaksinasi […]

expand_less