Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Pandemi dan Momentum Kebangkitan Herbal Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2020
  • print Cetak

Oleh : Rio Ardi
Mahasiswa Magister Kehutanan
Universitas Sumatera Utara

 

Sudah lebih dua bulan sejak pemerintah Indonesia menyatakan Indonesia darurat corona. Dampaknya langsung terasa.

Berbagai perlengkapan medis seperti masker kesehatan, hand sanitizer langka di pasaran. Masker Kesehatan, jika ditemukanpun harganya melonjak menjadi tiga kali lipat dibanding harga normal. Hand sanitizer juga demikian mendadak hilang di pasaran.

Tidak hanya perlengkapan medis, kondisi serupa juga berdampak langkanya beberapa obat-obatan di apotek dan dipusat perbelanjaan.

Satu minggu pasca corona masuk ke Indonesia beberapa obat seperti obat malaria seperti klorokuin dan suplemen kesehatan seperti vitamin C langka di pasaran.

Penulis mencoba menelusuri di berbagai apotek dan toko swalayan, obat dan suplemen tersebut tidak ditemukan dan jikapun ada harganya sangat mahal.

Tidak hanya obat-obatan dan perlengkapan kesehatan, bahan-bahan untuk obat herbal tradisonal harganya melambung tinggi pada saat pandemi ini. Salah satu contohnya adalah jahe merah dimana harga sebelum pandemi adalah Rp 20.000 hingga Rp 40.000 per Kg, tetapi di masa pandemi harganya mencapai Rp 100.000 per Kg.

Tidak hanya jahe merah, bahan-bahan obat herbal tradisional lainnya seperti kunyit, lengkuas, bawang putih juga mengalami kenaikan walaupun kenaikannya tidak seperti jahe merah. Kondisi ini tentu merugikan berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya masyarakat yang selama ini mengkonsumsi obat herbal tetapi juga masyarakat yang ingin beralih dari obat modern ke obat-obat herbal tradisional.

Dikutip dari LIPI, Indonesia memiliki sekitar 7.500 tanaman yang dapat digunakan untuk tanaman obat. Jumlah itu baru yang di data oleh LIPI, masih banyak lagi tumbuhan obat yang tersedia di hutan Indonesia yang belum terpublikasi.

Jika dihubungkan dengan pandemi, pandemi ini seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkenalkan obat-obat herbal tradisional yang ada di Indonesia di tengah kelangkaan dan efek jangka panjang yang ditimbulkan oleh obat-obat kimia.

Walaupun belum teruji sebagai obat untuk mengatasi virus corona, obat herbal tradisional kaya khasiat dan memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan daya tahan tubuh terhadap suatu penyakit (imunitas).

Beberapa tanaman herbal yang terbukti mampu meningkatkan imunitas di tengah pandemi yang sering kita jumpai disekitar kita antara lain:

1. Kunyit (Curcuma longa)
2. Temulawak (Curcuma zanthorrhiza)
3. Jahe Merah (Zingiber officinale)
4. Daun kelor (Moringa oleifera)
5. Brotowali (Tinospora cordifolia)
6. Pasak bumi (Eurycoma longifolia)
7. Bawang Putih (Allium sativum)
8. Mengkudu (Morinda citrifolia)
9. Pegagan (Cantella asiatica)
10. Meniran (Phyllanthus niruri)

Di tengah usaha pemerintah dalam memerangi pandemi ini sangat elok rasanya pemerintah juga menjaga rantai pasok obat herbal tradisional supaya harganya tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan imunitas di saat pandemi ini.

Jika ini bisa dilakukan oleh pemerintah bukan tidak mungkin jika pandemic corona ini berakhir masyarakat Indonesia banyak yang lebih memilih obat herbal tradisional Indonesia di masa yang akan datang.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PNS Dapat Tambahan Uang Muka Rumah dari Pemerintah

    PNS Dapat Tambahan Uang Muka Rumah dari Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA — Pemerintah menaikkan pagu bantuan uang muka rumah untuk pegawai negeri sipil. Besar bantuan meningkat dari Rp 1,2 juta-Rp 1,8 juta per orang menjadi maksimum Rp 15 juta per orang. Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Sekretariat Tetap Badan Pengelola Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS) Yasin Kara, saat penandatanganan nota kesepahaman penyaluran tambahan […]

  • Penumpang ALS Menuju Madina Melonjak Sejak H-5 Idul Fitri

    Penumpang ALS Menuju Madina Melonjak Sejak H-5 Idul Fitri

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Catatan tidak resmi terminal ALS Panyabungan menunjukkan arus mudik ke Madina mulai melonjak sejak H-5 Idul Fitri, baik dari Medan maupun dari arah Jawa. Pun begitu, arus mudik lebaran tahun ini yang memakai jasa armada ALS lebih rendah dibanding tahun lalu. Mas, pegawai loket PT. Antar Lintas Sumatera Cabang Panyabungan menjawab […]

  • DCS Dapil 1 Demokrat Madina

    DCS Dapil 1 Demokrat Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 1 Demokrat

  • Ada pulau Indonesia yang dijual

    Ada pulau Indonesia yang dijual

    • calendar_month Kamis, 6 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA (MO)- Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring tentang adanya situs yang mempublikasikan penjualan dua pulau di Indonesia. Agus menjelaskan, dalam koordinasi nanti akan dibicarakan, apakah pengumuman mengenai penjualan pulau yang ada di situs tersebut sudah masuk ke dalam pelanggaran kasus pidana. “Nanti […]

  • Anggota DPD  RI H. Hamdani Kunjungi Kapuas

    Anggota DPD RI H. Hamdani Kunjungi Kapuas

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUALA KAPUAS, (MO) – Satu di antara empat anggota DPD RI asal daerah pemilihan Kalimantan Tengah H. Hamdani MP pada Kamis 2/8 kemarin kunjungi Kabupaten Kapuas setelah sebelumnya kunjungi sejumlah daerah kabupaten lainnya sebagai rangkaian kunjungan kerjanya ke Kalimantan Tengah. Dalam kunjungannya Ke Kapuas H. Hamdani menyempatkan diri untuk bersilaturrahmi dengan insan pers dan LSM […]

  • Memungut Sisa Dari Kontrak Karya Pertambangan di Indonesia (II)

    Memungut Sisa Dari Kontrak Karya Pertambangan di Indonesia (II)

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tidak kurang suara lantang DPR RI telah ikut mendesak keangkuhan PT Freeport Indonesia mematuhi regulasi yang ada di Indonesia. Hal ini terkait desakan pemerintah agar perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat itu bersedia melakukan renegosiasi kontrak karya. Parlemen menilai Kontribusi dan manfaat kontrak karya dengan Freeport selama ini sangat kecil. Hasil dari perusahaan asing itu, […]

expand_less