Jumat, 30 Okt 2026
light_mode

Sejarah Toge Taing Tumpat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Apr 2013
  • print Cetak

Pernah Dicicipi Amin Rais

toge 030413aPANYABUNGAN (Mandailing Online) – Siapa tak kenal toge Panyabungan. Toge ini mashur bukan saja bagi masyarakat Mandailing Natal, tetapi juga terkenal di Sumatera Utara. Salah satu toge Panyabungan yang populer adalah toge Taing Tumpat. Bahkan tokoh nasional, Amin Rais pernah singgah di sini.

Toge Panyabungan adalah makananan sejenis kolak campuran dari cendol, lupis, pulut merah dan disiram dengan kuah santan dan gula aren. Rasanya sangat manis dan nikmat. Bagimana sejarah toge Taing Tumpat ini sampai populer?

Roilah atau yang sering dipanggil Ibu Butet saat ini meneruskan usaha jualan Toge Taing Tumpat di pasar baru Panyabungan. Roilah adalah kemenakan dari Taing Tumpat.

Kepada Mandailing Online, baru baru ini Roilah menceritakan berjualan toge tersebut dilakukan secara turun temurun. Usaha ini dirintis pada era 1940-an oleh neneknya bernama Taing. Pada tahun 1950-an usaha dilanjutkan Umak Kosim, anak perempuan dari Taing.

Pada era 1980-an usaha tersebut dilanjutkan oleh Fateah atau yang sering dipanggil Taing Tumpat. Sejak Fateah melanjutkan jualan orang tuanya itu, toge mereka makin terkenal dan mengalami kepopuleran dengan sebutan Toge Taing Tumpat.

Ketika Fateah meninggal dunia pada tahun 2009 silam, banyak penggemar toge Taing Tumpat yang terkejut dan merasa kehilangan, bukan saja di Mandailing Natal, tetapi juga di Sumatera Utara.

Sejak Fatiah wafat, usaha berjualan toge tersebut dilanjutkan oleh Bu Butet hingga sekarang. Bu Butet adalah adik kandung Fatiah.

Meski banyak penjual toge di Panyabungan, namun keterkenalan toge Taing Tumpat tak pudar hingga kini. Dan boleh dikata semua yang pernah menjadi bupati Madina hingga era Hidayat Batubara sudah pernah berkunjung ke warung toge Taing Tumpat yang berada di bagian belakang pasar baru Panyabungan.

Samsul Arifin saat mencalon gubernur Sumut juga pernah mencicipi toge di warung Taing Tumpat tersebut. “.”Bapak Amin Rais waktu berkunjung ke Mandailing Natal, semasa beliau ketua PAN, sudah pernah mencicipi toge kita di warung ini,” ungkap Rolah. (ani)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalankan Fungsi Pengawasan, Kejari Madina Pastikan Proyek Dinas PUPR Dilaksanakan

    Jalankan Fungsi Pengawasan, Kejari Madina Pastikan Proyek Dinas PUPR Dilaksanakan

    • calendar_month Selasa, 21 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Jalankan fungsi pengawasan, Kejaksaan Negeri Mandailing Natal ( Madina ) didampingi Kepala Dinas PUPR Elpiyanti Harahap lekukan pengawasan proyek Dinas PUPR tahun 2023 khusus bidang Jalan dan Jembatan. Selasa 21/11/2023. Ada 4 Kecamatan yang dilakukan pengawasan oleh tim Kejaksaan, kesemuaan bidang jalan dan jembatan. Selain melakukan pengukuran terhadap proyek yang […]

  • Gedung SMP Diserahkan kepada pemerintah

    Gedung SMP Diserahkan kepada pemerintah

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Gedung SMP Desa Muara Botung, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal selama ini dibangun oleh praktisi hukum senior nasional, DR Todung Mulya Lubis SH LLM diserahkan kepada pemerintah. Acara tersebut di daerah tersebut, Senin (7/3). Pejabat (Pj) Bupati Madina, Ir H Aspan Sofian Batubara MM dalam sambutanya mengatakan, penghargaan yang tinggi kepada seorang putra daerah […]

  • Perolehan PAD Masih 27 Persen

    Perolehan PAD Masih 27 Persen

    • calendar_month Sabtu, 4 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Hingga posisi Agustus 2012 realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih di kisaran 12 milyar rupiah. Demikian dilansir DPRD Madina, Jum’at (3/8). Angka 12 Mmlyar tersebut masih 27, 87 persen dari target 45 milyar yang dilisting APBD Madina TA 2012. “Dari target 45 milyar, baru terealisasi 12. 541.341.836 rupiah […]

  • Massa di Tabuyung Bakar Rumah Terduga Pengedar Narkoba. JAMPI Sumut Nilai Sebagai Akumulasi Kekesalan Masyarakat

    Massa di Tabuyung Bakar Rumah Terduga Pengedar Narkoba. JAMPI Sumut Nilai Sebagai Akumulasi Kekesalan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batang Gadis ( Mandailing Online ): bentuk kekecewaan terhadap Kepolisian, emak emak di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batanggadis, Kabupaten Mandailing Natal terus bersuara. Mereka menilai polisi tidak mampu memberantas para pelaku pengedar narkoba di wilayah nya. ” bagai mana kami yakin pada polisi, para pelaku pengedar narkoba terus merusak anak anak kami di desa […]

  • Honor Kepdes di Madina Kemana? Sejak Januari Hingga Juni Belum Dicairkan Pemkab

    Honor Kepdes di Madina Kemana? Sejak Januari Hingga Juni Belum Dicairkan Pemkab

    • calendar_month Senin, 27 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak Januari hingga Juni 2016, honor para kepala desa dan aparat desa se Kabupaten Mandailing Natal entah dimana rimbanya. Pasalnya, selama rentang 6 bulan itu, para para kepala desa dan aparat desa belum menerima walau 1 rupiah. Lalu, kemana uang itu diperam? Fakta ini terungkap ketika puluhan kepala desa mendatangi kantor […]

  • KELOMPOK MASYARAKAT ADAT MANDAILING

    KELOMPOK MASYARAKAT ADAT MANDAILING

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tempat tinggal kelompok-kelompok masyarakat adat Mandailing, selain huta adalah: 1.BANJAR Suatu pemukiman yang biasanya terdiri dari 4 (empat) sampai 6 (enam) kepala keluarga, terletak ditengah perladangan atau persawahan dan mempunyai ikatan adat dengan ibu kampungnya (induknya). 2.LUMBAN Kelompok masyarakat yang terdiri dari 6 (enam) sampai 10 (sepuluh) kepala keluarga yang diurus oleh kerapatan adat dari […]

expand_less