Minggu, 13 Sep 2026
light_mode

PMII Madina Minta Aparat Hukum Periksa Dugaan Korupsi Dana BOK Dinkes

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Agt 2014
  • print Cetak

Bendahara: Itu Bentuk Uang Terimakasih

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PC PMII Madina meminta dan mendesak Kejaksaan dan juga Polres Madina memeriksa secepatnya Bendahara Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan Mandailing Natal (Madina).

Desakan itu terkait adanya dugaan pemotongan sebesar 20 % per Puskesmas terhadap dana BOK Tahun 2014 sebesar sekitar 2,1 milyar rupiah.

“Berdasarkan data yang di himpun DPC PMII Madina, pengalokasian besar kecilnya dana BOK di tentukan dengan type tergantung besar atau kecilnya puskesmas ” ujar Ketua DPC PMII Madina, Ikhsan Matondang, Senin (18/8) di Panyabungan.

Lanjutnya, Untuk puskesmas besar atau perawatan meliputi Puskesmas Mompang, Panyabungan Jae, Kotanopan, dan Siabu dengan besar anggaran 115 juta rupiah hingga 121 juta rupiah per tahun.

“Cair tahap pertama bulan Mei – Juni 2014 sebesar 30 % atau sekitar 36 juta rupiah dipotong 20 %, lebih kurang 7 juta rupiah per puskesmas”urainya

“Dengan demikian dana BOK yang dipotong untuk puskesmas besar adalah 4 puskesmas dikali 7 juta rupiah sama dengan 28 juta rupiah”paparnya

Kemudian untuk 22 puskesmas sedang, kecil atau Non Perawatan meliputi Puskesmas Malintang, Siepeng, Nagajuang, Gunung Baringin, Huta Bargot, Longat, Ulupungkut, Tambangan, Pakantan, Muara Soma, Muarasipongi, Patiluban, Sikara-kara, Manisak, Sinunukan, Batahan, Singkuang, Kayu Laut, Sibanggor, Simpang Gambir, dan Gunung Tua.

“Anggaran untuk 22 puskesmas itu per tahun sebesar 70 juta rupiah hingga 75 juta rupiah. Dana cair tahap pertama 30 % atau sekitar 22 juta rupiah, dan jika di potong 20 % atau sekitar 4,5 juta rupiah per puskesmas dikali 22 puskesmas sama dengan 99 juta rupiah,” katanya.

Dengan demikian, total dugaan pemotongan terhadap dana BOK tahap pertama berkisar 125 juta rupiah” sebutnya.

“Itu masih untuk pencairan tahap pertama, lalu bagaimana jika terjadi pemotongan sampai 3 tahap?, berapa uangnya itu?,” tanya Ikhsan penuh heran.

Ikhsan menambahkan, modus atau mekanisme pemotongan diduga dilakukan dengan cara setelah uang diambil oleh masing-masing puskesmas, kemudian pihak puskesmas diminta hadir ke Dinas Kesehatan untuk kemudian menyerahkan kewajiban “tersirat” tersebut kepada bendahara BOK.

“Untuk itu kita minta Plt Bupati Madina, Pak Dahlan Nasution supaya bertindak dan jangan mendiamkan masalah dugaan KKN ini, harap Ikhsan.

“Kita yakin dugaan pemotongan dana BOK ini tidak hanya melibatkan bendahara saja, tapi melibatkan beberapa oknum pejabat di Dinas Kesehatan,” kata Ikhsan.

Sementara itu, Bendahara BOK Dinas Kesehatan, Hilman kepada wartawan sebelumnya mengakui bahwa ia tidak ada memotong dana BOK sebesar 20 % melalui bendahara puskesmas.

Dalam pengakuannya, Hilman hanya menerima pemberian dari pihak puskesmas sebesar Rp.500.000 hingga Rp 1 juta sebagai ucapan terimakasih karena ia telah membantu membuat administrasi pencairan dana BOK tersebut.

Peliput : Jefri Barata
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wewenang Polri Terbitkan SIM dan STNK Digugat ke MK

    Wewenang Polri Terbitkan SIM dan STNK Digugat ke MK

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA,  — Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Polri (Koreksi) meminta Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan kewenangan Polri soal registrasi, identifikasi kendaraan bermotor, serta menerbitkan surat izin mengemudi. Apa tanggapan Polri atas gugatan itu? Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Agus Rianto mempertanyakan mengapa wewenang Polri tersebut digugat. “Apa tanggung jawab yang selama […]

  • KPK Tetap Usut Dugaan Suap Bupati Simalungun JR Saragih

    KPK Tetap Usut Dugaan Suap Bupati Simalungun JR Saragih

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Juru bicara KPK, Johan Budi SP menegaskan pengusutan kasus dugaan suap di MK tetap akan berjalan, meski hasil sidang etik di MK memutuskan hakim konstitusi Akil Mochtar terbebas dari semua tuduhan dan harus direhabilitasi nama baiknya. Sementara hakim konstitusi Arsyad Sanusi mengundurkan diri. “KPK tidak akan terpengaruh dengan hasil sidang etik di MK. […]

  • USU Tak Masuk 10 Besar di Indonesia Versi Webometrics

    USU Tak Masuk 10 Besar di Indonesia Versi Webometrics

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Berdasarkan data Webometrics pada Januari 2015, Universitas Sumatera Utara (USU) tidak masuk dalam peringkat 10 besar perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Versi Webometrics, USU berada di peringkat 34. Tidak hanya kalah dengan perguruan tinggi di Jawa, USU peringkat USU juga lebih rendah dibanding sejumlah PT lainnya di Sumatera. Sementara untuk peringkat dunia, USU yang beralamat […]

  • Bupati Pimpin Upacara HUTRI di Madina

    Bupati Pimpin Upacara HUTRI di Madina

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menjadi inspektur upacara bendera memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di pelataran parkir Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Rabu (17/8) pagi. Sukhairi mengenakan seragam PDH warna putih naik ke podium upacara. Tak lama kemudian komamdan upacara melaporkan bahwa upacara […]

  • Hanafi Sang Pengayom Masyarakat

    Hanafi Sang Pengayom Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mentawai: Hanafi, seorang polisi lalu lintas, pengayom masyarakat yang gemar membagikan ilmu bercocok tanam kepada warga di Dusun Turonia, desa Tuapejat, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, Ahad (28/11). Di petang hari dan di waktu luangnya, Hanafi lebih sering terlihat di lahan dekat kantornya bekerja, yang disulap menjadi ladang bercocok tanam. Sejak bertugas di Kepulauan Mentawai, Hanafi […]

  • Ustad Solmed Pulang Kampung ke Roburan Dolok

    Ustad Solmed Pulang Kampung ke Roburan Dolok

    • calendar_month Rabu, 28 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – Penceramah nasional, Ustad Solmed meluangkan waktu pulang ke kampung halamannya di Desa Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal. Dia mengunjungi pamannya di Desa Roburan Dolok. Kunjungan itu di luar jadwal kegiatannya menyampaikan ceramah di masjid agung Nur Alanur, Panyabungan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (28/12/2016) atas undangan […]

expand_less