Kamis, 18 Jun 2026
light_mode

Toke Kulit Manis Tewas Dilinggis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 29 Jan 2013
  • print Cetak

SIDIMPUAN, (MO) – Toke atau pengumpul kulit manis, Sugeng Rajamin (24), ditemukan tewas di dalam saluran air di pinggir Jalan Abdul Haris Nasution, Kelurahan Batunadua Julu, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Batunadua, Kota Psp, Minggu (27/1) sekitar pukul 10.00 Wib. Diduga, korban tewas akibat dihantam linggis.

Informasi yang dihimpun wartawan dari Polres Tapsel, kemarin menyebutkan, sesuai laporan Polsek Batunadua, korban tercatat sebagai warga RT 12 Dusun Margoyoso, Kelurahan Pandan Langa, Kecamatan Geragaai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Kapolres Psp AKBP Budi Hariyanto melalui Kasatreskrim AKP AA Siregar SSos didampingi Kasubbag Humasy AKP Indra F Dalimunthe, menerangkan, barang-barang yang ditemukan di sekitar TKP adalah satu unit linggis yang diduga kuat sebagai alat yang digunakan pelaku untuk memukul bagian belakang kepala korban hingga tersungkur dan tewas.

Lalu, ada juga satu mangkuk pecah, sandal, dompet berisikan uang pecahan Rp100 ribu serta kartu identitas dan ATM.

Korban merupakan toke kulit manis yang baru beberapa hari berada di Kota Psp untuk melakukan transaksi barang dagangan bersama relasinya. Untuk memperlancar bisnis yang sedang dijalaninya, ia mengontrak di salah satu rumah warga di Kelurahan Batunadua, Kecamatan psp Batunadua, Kota Psp.

Dan, pada malam Minggu (26/1) sekitar pukul 23.00 korban ditemani salah seorang warga setempat pergi jalan-jalan menghabiskan malam menuju pakter (lopo) tuak yang berada di Jalan Abdul Haris Nasution.

Di lokasi itu, korban sempat bertemu dengan seorang laki-laki dan seorang perempuan yang diduga pelayan pakter. Namun, berselang beberapa jam kemudian cekcok terjadi antara lelaki kenalannya yang diawali dengan hilangnya handphone milik korban di tempat pakter tuak tersebut.

Akhirnya cekcok terus berlanjut hingga diduga kuat diakhiri dengan pemukulan dengan linggis yang mengakibatkan korban tewas pada malam itu. Lalu, besoknya ditemukan telungkup di dalam saluran air itu.

Berdasarkan hasil olah TKP, dompet korban ditemukan sekitar 5 meter dari jasadnya. Informasi lainnya menyebutkan, diduga kuat sebelum dibunuh korban sempat dirampok dan setelah tersungkur baru dijarah uang bawaannya untuk bisnis kulit manis itu.

Pasalnya, dari hasil temuan di lapangan, tak satupun barang berharga milik korban ditemukan, hanya dompet yang diduga terlempar atau sengaja dilempar korban ke semak saat terjadinya aksi itu. “Modus oprandi dari kejadian masih dalam lidik,” tukasnya.

Pantauan wartawan di lokasi kejadian Senin (28/1), suasana pakter di pinggir jalan itu tampak sepi dan terkunci, beberapa warga menyebutkan, Minggu (27/1) pagi, ditemukan jasad korban di saluran air. Menurut warga mayat itu bukan warga setempat.

“Nggak kenal kami, tapi kabarnya dia itu warga pendatang,” kata warga yang enggan menyebutkan namanya ini. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Jembatan Tanpa Plank Merek di Sidaing.

    Pembangunan Jembatan Tanpa Plank Merek di Sidaing.

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pembangunan jembatan tanpa plank merek di titik Sidaing desa Parmompang Kecamatan Panyabungan Timur. (hol)  

  • Calbup Saipullah Jadi Imam dan Penceramah Kultum Subuh di Gunungtua

    Calbup Saipullah Jadi Imam dan Penceramah Kultum Subuh di Gunungtua

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Saipullah Nasution didaulat menjadi imam salat Subuh di Masjid Raya Suhada’a Gunungtua, Kecamatan Panyabungan, Madina, Ahad (6/10/2024). Selain jadi imam salat, Saipullah juga tampil sebagai penceramah kultum subuh di masjid itu usai salat Subuh. Dalam ceramah singkat, Saipullah mengurai sejumlah hadis yang berkaitan […]

  • DPRD Madina Dihantam Korupsi 2 Milyar?

    DPRD Madina Dihantam Korupsi 2 Milyar?

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Issu korupsi berkembang di gedung DPRD Mandailng Natal (Madina). Para anggota dewan disebut-sebut tak mampu mempertanggungjawabkan pemakaian uang sebesar 2 milyar rupiah. Issu korupsi ini merebak di akhir masa jabatan anggota DPRD Madina priode 2009-2014 yang akan berakhir sekitar bulan September nanti. Sejumlah sumber di Pemkab Madina menyebutkan dana sebesar 2 […]

  • Nurjani, 15 Tahun Jadi Guru Honor Berharap Jadi PNS

    Nurjani, 15 Tahun Jadi Guru Honor Berharap Jadi PNS

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Nurjani, Guru Agama di Sekolah Dasar (SD) 146281 di Desa Sayur Manincat, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal telah Lima belas tahun mengabdi jadi Guru Honor, berharap bisa diangkat jadi PNS. Saat ditemui berita di tempat mengajarnya, Nurjani menceritakan awal dia jadi Guru Honor di SD 14682 ini. sejak menammatkan sekolahnya di Madrasah Aliyah […]

  • Tambang Emas Ilegal di Linggabayu Madina Bebas Beroperasi

    Tambang Emas Ilegal di Linggabayu Madina Bebas Beroperasi

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ||Mandailing Online – Aparat kepolisian diminta untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap tambang emas ilegal yang beroperasi di lahan bekas tambang M3 Simpang Durian dan Kelurahan Tapus  di Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Berikut adalah daftar inisial nama yang diduga pemilik tambang emas ilegal sekaligus alat berat yang beroperasi di lokasi: AM, AD, […]

  • Pantastis, Anggaran Pengadaan Bibit Buah Dari Dana Desa Capai 50 juta/ Desa

    Pantastis, Anggaran Pengadaan Bibit Buah Dari Dana Desa Capai 50 juta/ Desa

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )-Sejumlah Desa di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) dikabarkan menolak pengadaan bibit bersumber dari Dana Desa tahun 2023. Bibit itu dinilai terlalu mahal. Dari keterangan sejumlah Kepala Desa, setiap bibit dihargai Rp.115.000. Ada 4 jenis bibit yang di adakan oleh vendor yakni bibit mangga, durian, rambutan, dan alpukat. Belum diketahui pasti […]

expand_less