Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Kebocoran Rp170 M Bukti Inspektorat Tidak Profesional

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
  • print Cetak

Medan, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara menyoroti kebocoran keuangan Pemerintah Provinsi Sumut sebesar Rp170 miliar. Sorotan kali ini dialamatkan kepada mantan Inspektur Provinsi Sumut H Nurdin Lubis SH yang saat ini menjadi orang nomor satu di kalangan PNS Pemprov Sumut.

Sorotan tersebut berasal dari Anggota DPRD Sumut H Syamsul Hilal yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut ketika diminta tanggapannya di Medan, Ahad (22/07/2012), terkait kebocoran keuangan Pemprov Sumut Rp170 miliar.

Menurut Syamsul Hilal, tingginya tingkat kebocoran anggaran keuangan Pemprov Sumut merupakan salah satu bukti bahwa kinerja aparatur Irprov Sumut selama ini khususnya di era kepemimpinan Nurdin Lubis, tidak becus.

Irprov Sumut benar-benar tidak profesional dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasannya di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun jajaran Setdaprov Sumut/Kantor Gubernur Sumut. Seandainya Irprov Sumut selama ini bekerja secara maksimal, ulet dan profesional, diyakini tingkat kebocoran dapat ditekan seminimal mungkin. Tetapi karena kinerjanya tak becus, yah beginilah keadannya, ujar Syamsul Hilal dengan kesal.

Ketika ditanya bagaimana perasaannya tentang kebocoran anggaran keuangan Pemprov Sumut tersebut, Syamsul Hilal mengaku benar-benar merasa malu sebagai warga Sumut yang dijuluki sebagai provinsi terkorup di Indonesia.

“Sebab, BPK RI dengan data dan bukti lengkap sudah dibukakan di hadapan anggota dewan mulai dari tingkat pengelolaan keuangan yang tidak tertib atau dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan, kas tekor, realisasi belanja tidak didukung dengan bukti pertanggungjawaban dan lainnya diuraikan dengan jelas dan terperinci,” ujarnya.

Ditegaskan, sebagaimana laporan BPK yang menemukan indikasi kerugian daerah Rp25, 10 miliar. Indikasi kerugian negara yakni pajak tidak disetor ke kas Negara Rp1,96 miliar, potensi kerugian daerah Rp530,34 juta, penggunaan anggaran tidak sesuai peruntukan Rp27, 46 miliar, kekurangan penerimaan daerah baik denda maupun retribusi Rp1, 56 miliar.

Pertanggungjawaban yang tidak dapat diyakini kebenarannya Rp15,40 miliar. Pengeluaran yang belum dipertanggungjawabkan Rp98,35 miliar dan potensi timbul tagihan pembayaran dari pihak ketiga Rp3,08 miliar.

Dari rincian ini, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan dan pelaporan keuangan Pemprov Sumut belum tercipta penerapan sistem pembukuan keuangan negara yang terpadu sebagai akibat mutu SDM di bidang akuntansi di jajaran Pemprov Sumut masih berkualitas rendah.

Sesuai hasil temuan BPK RI, Tahun Anggaran 2010 telah memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) terhadap laporan keuangan Pemprov Sumut. Sementara TA 2011, opini yang diberikan BPK RI atas laporan keuangan Pemprov Sumut masih tetap WDP alias tidak ada peningkatan, ujar Syamsul Hilal.

Terkait kasus penyelewengan keuangan Pemprov Sumut ini, penyidik kepolisian maupun kejaksaan supaya serius mengusut para oknum yang terlibat di dalamnya.

“Usut semua pejabat yang diduga terlibat di balik kebocoran anggaran tersebut,” pinta Syamsul.

Hal ini perlu dilakukan guna mengetahui kemana sebenarnya anggaran tersebut dialirkan sehingga mengalami kebocoran hingga Rp170 miliar. Suatu peristiwa yang sangat luar biasa di sepanjang sejarah Provinsi Sumut.

Tetapi selain dilakukan pengusutan terhadap pelaku korupsinya, ada baiknya dilakukan pemeriksaan khusus terhadap Nurdin Lubis selaku mantan Inspektur Sumut sebelum menjabat Sekdaprov Sumut.

” Nurdin Lubis harus diperiksa secara cermat, teliti dan seksama. Karena lebocoran Rp170 miliar keuangan Pemprov Sumut tersebut berlangsung pada era kepemimpinan Nurdin Lubis,” tegas Syamsul Hilal.

Sangat disesalkan keuangan Pemprov Sumut mengalami kebocoran sampai Rp 170 miliar. Seandainya dana sebesar itu dapat digunakan untuk modal pembangunan baik infrastruktur maupun suprastruktur dapat dipastikan masyarakat ikut menikmati hasilnya.

Secara akal sehat, ujar Syasul Arifin, tidak tertutup kemungkinan praktik korupsi berjalan mulus tanpa adanya persekongkolan antara pengawas dan pihak yang diawasi.

“Dan tidak mungkin Nurdin tidak mengetahui di instansi mana praktik KKN itu terjadi. Padahal itu bidangnya,” kata Syamsul.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada mantan Irprov Sumut Nurdin Lubis, mengatakan pihaknya sudah bekerja semaksimal mungkin dalam menjalankan tugas pengawasan terhadap penggunaan anggaran seluruh SKPD maupun di jajaran Setdaprov Sumut semasa aktif memimpin Inspektorat.

“Jadi kalau masih ada tudingan bahwa Inspektorat tidak becus atau tidak profesional dalam menjalankan tugas pengawasan, suatu hal yang tidak tepat. Karena kami merasa sudah berbuat semaksimal mungkin guna penyelamatan uang negara,” ujar Nurdin.

Nurdin menambahkan, ada empat instansi yang melakukan pengawasan terkait penggunaan uang negara di seluruh instansi pemerintah khsusnya di jajaran Pemprov Sumut. Keempat instansi tersebut yakni Inpektorat Jenderal, Inspektorat Provinsi, BPK dan BPKP.

Jadi bukan hanya Irprov Sumut yang mempunyai gawe terhadap pengawasan keuangan tersebut. Seandainya Irprov Sumut punya kelemahan dalam pemeriksaan tersebut kan masih ada tiga instansi lagi yang berwenang. Kenapa ketiga instansi tersebut tidak dikejar. Namun demikian, Irprov Sumut tetap komit melakukan pengawasan semaksimal mungkin di era kepemimpinannya.

“Kami tidak pernah main-main dalam melakukan pengawasan,” ujarnya. (BS-033.beritasumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Aek Mata Keluhkan Jalan Berlumpur. Kadis PUPR Madina Pastikan Perbaikan 2024 Masuk di Dana DAK

    Warga Aek Mata Keluhkan Jalan Berlumpur. Kadis PUPR Madina Pastikan Perbaikan 2024 Masuk di Dana DAK

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Warga Desa Aek Mata, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) keluhkan jalan ke desa mereka yang tak kunjung dapat perhatian Pemerintah Daerah. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses satu satunya warga menunu Ibu kota Kabupaten yakni Panyabungan. Kondisi jalan menuju desa tersebut tergolong parah, jalan yang masih tanah dilapis batuan […]

  • Dinas Pendidikan Madina Bantah Pihakketigakan Bahan Ujian Sekolah

    Dinas Pendidikan Madina Bantah Pihakketigakan Bahan Ujian Sekolah

    • calendar_month Rabu, 15 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYBUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina) membantah menyetujui pengadaan bahan ujian sekolah dasar ditangani pihak ketiga. Itu dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan Mandailing Natal, Raja Nasution menjawab Mandailing Online, Rabu (15/6/2022) menyusul kehebohan beredarnya foto naskah ujian sekolah dasar yang memperlihatkan ketidaksinkronan pertanyaan dengan jawaban. Foto-foto itu beredar di jagad dunia maya sejak […]

  • Peneliti: Awal Ramadhan 20 Juli

    Peneliti: Awal Ramadhan 20 Juli

    • calendar_month Selasa, 17 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BANDUNG – Lembaga Observatorium Bosscha memprediksi awal Ramadhan 2012 jatuh pada Jumat (20/7). Itu dilihat dari perhitungan astronomi yang diterapkan lembaga setempat. Peneliti Bosscha Evan Irawan mengatakan, perkiraan jatuhnya awal Ramadhan 2012 pada tanggal tersebut dihitung berdasarkan posisi hilal, atau bulan yang terbit pada tanggal satu bulan Kamariah. “Tanggal 19 Juli (Kamis, red) posisi hilal […]

  • Ke Eropa, Fatin Dibekali CD Materi Pelajaran

    Ke Eropa, Fatin Dibekali CD Materi Pelajaran

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    MINGGU depan, Fatin Shidqia Lubis akan terbang ke Eropa untuk syuting film garapan sutradara Hanung Bramantyo. Selama 10 hari, gadis berusia 17 tahun ini akan berada di Eropa. Itu berarti selama seminggu lebih, Fatin akan meninggalkan bangku sekolah. Sebagai orangtua, Bahari Lubis mengaku punya tips jitu agar anak pertamanya ini tak ketinggalan pelajaran di sekolah. […]

  • Siswi SMAN 1 Matauli Pandan Raih Beasiswa ke Jerman

    Siswi SMAN 1 Matauli Pandan Raih Beasiswa ke Jerman

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pandan – Dua siswi terbaik dari SMA Negeri 1 Matauli Pandan berhasil meraih beasiswa untuk belajar di Jerman. Di Jerman, mereka akan mendapatkan pendalaman kemampuan bahasa Jerman, serta tukar menukar budaya. "Dari hasil seleksi yang dilaksanakan koordinator PASCH-Goethe Institute Jerman, Ekadewi Indrawijaya, tanggal 30-31 Maret 2015 lalu, dari 20 siswa peserta seleksi sertifikat A-2 se […]

  • BLT BBM Jangan Sampai Salah Sasaran Apalagi Dimanipulasi

    BLT BBM Jangan Sampai Salah Sasaran Apalagi Dimanipulasi

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Auzora Siregar Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh / Kader HMI Cabang Lhokseumawe   Setelah kenaikan harga BBM seperti pertalite, pertamax dan solar pemerintah pusat telah menganggarkan dana 12,4 triliun rupiah untuk masyarakat kurang mampu dalam skema Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan sebesar Rp300.000 atau Rp600.000 per kepala rumah tangga. Ini menjadi sorotan. Baru-baru […]

expand_less