Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Cara AS Membangun Pertanian

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2015
  • print Cetak

 

Oleh: Winarno Tohir

Ketua Umum KTNA Nasional

 

Kemajuan pertanian Amerika Serikat (AS) terutama di bidang tanaman biji-bijian seperti jagung, kedelai, wheat, sorghum, dan padi, tidak terlepas dari kebijakan dan dukungan pemerintah yang konsisten terhadap petani.  Kebijakan dan dukungan  diberikan dan dinikmati langsung oleh petani dengan tujuan utama adalah untuk menjaga agar usaha pertanian tetap menarik, menguntungkan, dan petani terhindar dari resiko kerugian dalam kondisi apapun.  Dengan kebijakan dan dukungan tersebut kegiatan pertanian di AS dapat terus berkembang dan bersaing di pasar internasional.   

Salah satu kebijakan AS untuk memajukan pertanian adalah mengadakan Farm Bill. Farm Bill adalah salah satu produk legislasi AS yang disahkan oleh Kongres AS setiap 5 tahun. Undang-undang ini mengalokasikan anggaran untuk membantu petani dan program-program di sektor pertanian AS, mencakup bantuan tunai langsung ke petani (direct payment), pembangunan kawasan pertanian dan pemasaran internasional. 

Farm Bill yang disahkan pada tanggal 18 Juni 2008 yang berlaku hingga tahun 2012 dan menggantikan Farm Bill sebelumnya yaitu Farm Bill 2002.  Farm Bill 2008 atau lebih dikenal dengan The Food, Conservation, and Energy Act of 2008 mencakup 15 program diantaranya adalah commodity price and income supports, farm credit, trade, agricultural conservation, research, rural development, energy, dan foreign and domestic programs seperti food stamps dan program perbaikan nutrisi lainnya  Pada Tabel 1 disajikan judul masing-masing program dan cakupannya dan alokasi anggaran dari masing-masing program tersebut.

            Alokasi anggaran terbesar kedua setelah program Nutrisi (Title IV) adalah adalah program Komoditas (Title I).  Pada Farm Bill 2008 program ini mendapatkan alokasi anggaran sebanyak $42 milyard atau sekitar 15% dari total dana Farm Bill.

Program komoditi ini secara umum terdiri atas 3 bentuk pembayaran ke petani: (1) pembayaran langsung (direct payments) tahunan yang penetapannya tidak berkorelasi dengan tingkat produksi dan harga, (2) counter-cyclical payments yang dikeluarkan apabila harga jatuh di bawah harga yang sudah ditargetkan sebelumnya, dan (3) marketing assistance loans yang menyediakan pendanaan sementara (interim financing) dan, jika harga komoditi jatuh dibawah harga yang disepakati dalam kontrak pinjaman, menjadi tambahan bantuan pendapatan (additional income support). Program Komoditas ini menjadi semacam jaring penyelamat (safety net) untuk melindungi petani dari kejatuhan harga komoditi pada saat panen dan membantu meningkatkan pendapatan petani.

Subsidi harga dan bantuan pendapatan, dikemas dalam Title I (Program Komiditas), diberikan pemerintah ke petani didasarkan pada pertimbangan bahwa pasar tidak mampu menyeimbangkan antara besarnya pasokan dan permintaan.   Pada saat panen melimpah sementara permintaan tetap, harga komoditi pertanian menjadi sangat rendah dan kondisi ini tidak baik bagi kesejahteraan petani dan keberlanjutan system produksi pertanian.    Demikian pula yang terjadi di tingkat petani, petani tidak dapat merespon secara cepat dan proporsional apabila terjadi perubahan harga misalnya dengan mengurangi produksinya jika harga panen jatuh.  Jatuhnya harga panen akibat kelebihan produksi akan merugikan petani karena biaya sudah terlanjur dikeluarkan sementara petani pun sudah harus menyiapkan tanaman untuk musim tanam berikutnya dimana tingkat harga pada musim panen berikutnya itupun tidak jelas.

Untuk itu, maka penyediaan subsidi harga dan pendapatan ini diberikan untuk menstabilkan tingkat pendapatan petani dengan mengalihkan sebagian resiko tersebut diatas dari petani ke pemerintah.  Resiko tersebut antara lain ketidak stabilan harga komoditas jangka pendek dan perbaikan kapasitas dalam jangka panjang.  Tujuannya adalah menjaga daya saing ekonomi sektor pertanian dengan demikian dapat bersaing secara global dalam menghasilkan pangan dan serat.

Subsidi ini awalnya dimulai pada tahun 1930-an ketika terjadi resesi ekonomi berat (great depression) di AS.  Tujuan awalnya adalah untuk mengontrol tingkat pasokan komoditas dan pengelolaan stock sehingga tingkat pendapatan petani dapat terjaga pada level yang menguntungkan, namun kemudian telah berubah pendekatannya menjadi semacam bantuan tunai langsung (direct income support payments).

Sebagai contoh, Target Price (TP) untuk jagung ditetapkan dalam Farm Bill 2008 sebesar $2,63/bushel, direct payment untuk jagung sebesar $0,28/bushel, dan loan rate sebesar $1,95/bushel.  Jika harga pasar diatas $2,35/bushel ($2,63 – $0,28) maka petani tidak menerima bantuan counter-cyclical dan loan deficiency program (LDP).  Jika harga pasar antara $1,95 dan $2,35/bushel, maka petani menerima bantuan counter-cyclical payment namun tidak untuk LDP.  Jika harga pasar jatuh di bawah $1,95/bushel, maka petani akan menerima kedua jenis bantuan, countre-cyclical payment sebesar $0,40/bushel dan LDP yang besarnya adalah selisih antara loan rate ($1,95) dengan harga pasar.  Sedangkan pembayaran langsung (direct payment) sebesar $0,28/bushel akan tetap diterima petani seberapapun harga pasar pada saat itu.

Pada tahun 2010/2011 luas lahan yang ditanami jagung di AS sekitar 88,2 juta acres (36 juta ha).  Jika tiap petani jagung mengelola lahan sekitar 200 acres (80 ha) maka diperkirakan terdapat sekitar 441.000 petani individu atau keluarga yang terlibat kegiatan produksi jagung.  Hasil yang dicapai pada tahun 2010/2011 dari areal jagung yang berhasil dipanen seluas 81,4 juta acres (33 juta ha) dihasilkan sebanyak 12,437,920,000 bushel jagung atau setara dengan 315 juta ton.  Dengan demikian subsidi yang diterima petani dari direct payment program untuk jagung adalah sebesar  $3,5 Milyar (total produksi jagung dalam bushel x $0.28) atau sekitar $125.000 per individu dan menjadi $250.000 jika suami dan istri petani bekerja full time di diproses produksi jagung. (Sinar Tani/Editor : Ahmad Soim)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MAKNA NUZULUL QURAN

    MAKNA NUZULUL QURAN

    • calendar_month Jumat, 30 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Setiap Ramadhan kaum Muslim biasanya menyelenggarakan Peringatan Nuzulul Quran. Tentu karena al-Quran Allah SWT turunkan pada Bulan Ramadhan (QS al-Baqarah [2]: 185). Bukan hanya turun pada bulan Ramadhan yang istimewa, al-Quran pun turun pada malam yang sangat istimewa, yakni Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman: إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ […]

  • Difasilitasi Yayasan Madina Murni, 24 orang Disabilitas Akhirnya Berangkat Ke Medan

    Difasilitasi Yayasan Madina Murni, 24 orang Disabilitas Akhirnya Berangkat Ke Medan

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online)- Anggota DPRD Mandailing Natal ( Madina ) H.Awaluddin Bantu fasilitasi keberangkatan 24 orang penyandang disabilitas yang kurang mampu ke Medan. Keberangkatan 24 orang penyandang disabimitas ini akan mendapat bantuan kaki palsu dan tagan palsu dari yayasan Peduli Tuna Daksa Medan. “selaku pimpinan yayasan Madina Murni, fasilitas yang kami siapkan bagi 24 orang penyandang […]

  • Badan Korban Tewas di Runding Ditemukan Bekas Bacokan dan Benda Tumpul .Keluarga Kecam Tindakan Main Hakim Sendiri

    Badan Korban Tewas di Runding Ditemukan Bekas Bacokan dan Benda Tumpul .Keluarga Kecam Tindakan Main Hakim Sendiri

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online– Kondisi Ferdiansyah warga Desa Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) korban tewas di lokasi pengolahan tambang emas ilegal di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Barat, mengenaskan. Sejumlah bekas bacokan benda tajam ditubuh ditemukan, kondisi badan lebam diduga bekas hantaman benda tumpul. Keluarga yang melihat kondisi saudaranya di IGD RSU Panyabungan […]

  • Ulu Pungkut Siapkan Festival Gordang Sambilan

    Ulu Pungkut Siapkan Festival Gordang Sambilan

    • calendar_month Sabtu, 4 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Tokoh-tokoh masyarakat Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal saat ini tengah mempersiapakan Festival Gordang Sambilan dan Moncak yang rencananya dilaksanakan pada 23 hingga 24 Agustus. Lokasi festival akan berlangsung di pelataran Bagas Godang, Desa Huta Godang, Ulu Pungkut. Festival ini bersegmen festival rakyat, karena diselenggarakan oleh rakyat dalam upaya pelestarian dan pengembangan […]

  • CPNS tak Harus Putra Daerah

    CPNS tak Harus Putra Daerah

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 2Komentar

    JAKARTA – Banyaknya protes dari daerah lantaran yang lolos tes CPNS bukan putra asli daerah, mendapat tanggapan dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang juga Ketia Panselnas Pengadaan CPNS 2013, Eko Sutrisno. Dikatakan, sebagai abdi masyarakat, seorang pegawai negeri harus bersedia ditempatkan di mana saja. Selain itu, lanjutnya, pegawai negeri juga menjalankan peran sebagai penyatu […]

  • Peringatan Hari Bhayangkara ke-76, Bupati dan Kapolres Lepas Peserta Funbike

    Peringatan Hari Bhayangkara ke-76, Bupati dan Kapolres Lepas Peserta Funbike

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam rangkaian acara Hari Bhayangkara ke-76, Polres Madina menggelar kegiatan Funbike, Minggu (19/6). Para peserta yang diikuti sekitar 200 orang ini dilepas langsung oleh Kapolres AKBP H. M. Reza CAS dan Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution. Peserta olahraga bersama ini diikuti oleh masyarakat Madina, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, […]

expand_less