Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Cara AS Membangun Pertanian

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2015
  • print Cetak

 

Oleh: Winarno Tohir

Ketua Umum KTNA Nasional

 

Kemajuan pertanian Amerika Serikat (AS) terutama di bidang tanaman biji-bijian seperti jagung, kedelai, wheat, sorghum, dan padi, tidak terlepas dari kebijakan dan dukungan pemerintah yang konsisten terhadap petani.  Kebijakan dan dukungan  diberikan dan dinikmati langsung oleh petani dengan tujuan utama adalah untuk menjaga agar usaha pertanian tetap menarik, menguntungkan, dan petani terhindar dari resiko kerugian dalam kondisi apapun.  Dengan kebijakan dan dukungan tersebut kegiatan pertanian di AS dapat terus berkembang dan bersaing di pasar internasional.   

Salah satu kebijakan AS untuk memajukan pertanian adalah mengadakan Farm Bill. Farm Bill adalah salah satu produk legislasi AS yang disahkan oleh Kongres AS setiap 5 tahun. Undang-undang ini mengalokasikan anggaran untuk membantu petani dan program-program di sektor pertanian AS, mencakup bantuan tunai langsung ke petani (direct payment), pembangunan kawasan pertanian dan pemasaran internasional. 

Farm Bill yang disahkan pada tanggal 18 Juni 2008 yang berlaku hingga tahun 2012 dan menggantikan Farm Bill sebelumnya yaitu Farm Bill 2002.  Farm Bill 2008 atau lebih dikenal dengan The Food, Conservation, and Energy Act of 2008 mencakup 15 program diantaranya adalah commodity price and income supports, farm credit, trade, agricultural conservation, research, rural development, energy, dan foreign and domestic programs seperti food stamps dan program perbaikan nutrisi lainnya  Pada Tabel 1 disajikan judul masing-masing program dan cakupannya dan alokasi anggaran dari masing-masing program tersebut.

            Alokasi anggaran terbesar kedua setelah program Nutrisi (Title IV) adalah adalah program Komoditas (Title I).  Pada Farm Bill 2008 program ini mendapatkan alokasi anggaran sebanyak $42 milyard atau sekitar 15% dari total dana Farm Bill.

Program komoditi ini secara umum terdiri atas 3 bentuk pembayaran ke petani: (1) pembayaran langsung (direct payments) tahunan yang penetapannya tidak berkorelasi dengan tingkat produksi dan harga, (2) counter-cyclical payments yang dikeluarkan apabila harga jatuh di bawah harga yang sudah ditargetkan sebelumnya, dan (3) marketing assistance loans yang menyediakan pendanaan sementara (interim financing) dan, jika harga komoditi jatuh dibawah harga yang disepakati dalam kontrak pinjaman, menjadi tambahan bantuan pendapatan (additional income support). Program Komoditas ini menjadi semacam jaring penyelamat (safety net) untuk melindungi petani dari kejatuhan harga komoditi pada saat panen dan membantu meningkatkan pendapatan petani.

Subsidi harga dan bantuan pendapatan, dikemas dalam Title I (Program Komiditas), diberikan pemerintah ke petani didasarkan pada pertimbangan bahwa pasar tidak mampu menyeimbangkan antara besarnya pasokan dan permintaan.   Pada saat panen melimpah sementara permintaan tetap, harga komoditi pertanian menjadi sangat rendah dan kondisi ini tidak baik bagi kesejahteraan petani dan keberlanjutan system produksi pertanian.    Demikian pula yang terjadi di tingkat petani, petani tidak dapat merespon secara cepat dan proporsional apabila terjadi perubahan harga misalnya dengan mengurangi produksinya jika harga panen jatuh.  Jatuhnya harga panen akibat kelebihan produksi akan merugikan petani karena biaya sudah terlanjur dikeluarkan sementara petani pun sudah harus menyiapkan tanaman untuk musim tanam berikutnya dimana tingkat harga pada musim panen berikutnya itupun tidak jelas.

Untuk itu, maka penyediaan subsidi harga dan pendapatan ini diberikan untuk menstabilkan tingkat pendapatan petani dengan mengalihkan sebagian resiko tersebut diatas dari petani ke pemerintah.  Resiko tersebut antara lain ketidak stabilan harga komoditas jangka pendek dan perbaikan kapasitas dalam jangka panjang.  Tujuannya adalah menjaga daya saing ekonomi sektor pertanian dengan demikian dapat bersaing secara global dalam menghasilkan pangan dan serat.

Subsidi ini awalnya dimulai pada tahun 1930-an ketika terjadi resesi ekonomi berat (great depression) di AS.  Tujuan awalnya adalah untuk mengontrol tingkat pasokan komoditas dan pengelolaan stock sehingga tingkat pendapatan petani dapat terjaga pada level yang menguntungkan, namun kemudian telah berubah pendekatannya menjadi semacam bantuan tunai langsung (direct income support payments).

Sebagai contoh, Target Price (TP) untuk jagung ditetapkan dalam Farm Bill 2008 sebesar $2,63/bushel, direct payment untuk jagung sebesar $0,28/bushel, dan loan rate sebesar $1,95/bushel.  Jika harga pasar diatas $2,35/bushel ($2,63 – $0,28) maka petani tidak menerima bantuan counter-cyclical dan loan deficiency program (LDP).  Jika harga pasar antara $1,95 dan $2,35/bushel, maka petani menerima bantuan counter-cyclical payment namun tidak untuk LDP.  Jika harga pasar jatuh di bawah $1,95/bushel, maka petani akan menerima kedua jenis bantuan, countre-cyclical payment sebesar $0,40/bushel dan LDP yang besarnya adalah selisih antara loan rate ($1,95) dengan harga pasar.  Sedangkan pembayaran langsung (direct payment) sebesar $0,28/bushel akan tetap diterima petani seberapapun harga pasar pada saat itu.

Pada tahun 2010/2011 luas lahan yang ditanami jagung di AS sekitar 88,2 juta acres (36 juta ha).  Jika tiap petani jagung mengelola lahan sekitar 200 acres (80 ha) maka diperkirakan terdapat sekitar 441.000 petani individu atau keluarga yang terlibat kegiatan produksi jagung.  Hasil yang dicapai pada tahun 2010/2011 dari areal jagung yang berhasil dipanen seluas 81,4 juta acres (33 juta ha) dihasilkan sebanyak 12,437,920,000 bushel jagung atau setara dengan 315 juta ton.  Dengan demikian subsidi yang diterima petani dari direct payment program untuk jagung adalah sebesar  $3,5 Milyar (total produksi jagung dalam bushel x $0.28) atau sekitar $125.000 per individu dan menjadi $250.000 jika suami dan istri petani bekerja full time di diproses produksi jagung. (Sinar Tani/Editor : Ahmad Soim)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merebut Kembali Sumberdaya Alam Indonesia

    Merebut Kembali Sumberdaya Alam Indonesia

    • calendar_month Selasa, 9 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Dikutip dari : website Hizbut Tahrir Indonesia Banyak warga Indonesia yang tidak menyadari bahwa negeri ini telah lama dicengkeram oleh sistem ekonomi neoliberalisme. Mereka hanya tahu kalau ekonomi Indonesia adalah ekonomi kerakyatan. Itu hanyalah slogan kosong. Apakah neoliberalisme itu? Neoliberalisme adalah wujud pembaruan dari paham ekonomi liberalisme yang telah ada sebelumnya. Ekonomi neoliberalisme […]

  • Usai Bedah Visi-Misi, Tomas Muarasipongi Sepakat Pilih SAHATA

    Usai Bedah Visi-Misi, Tomas Muarasipongi Sepakat Pilih SAHATA

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Sejumlah tokoh masyarakat (Tomas) Desa Relokasi, Kecamatan Muarasipongi siap memilih dan memenangkan pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) pada Pilkada 2024. Mereka siap mendukung dan memilih SAHATA setelah memahami visi-misi Paslon ini yang tergolong realistis […]

  • Surat Suara Pilkada Madina Sudah Dicetak

    Surat Suara Pilkada Madina Sudah Dicetak

    • calendar_month Sabtu, 14 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina), Agus Salam Nasution, S.H.I., memastikan kesiapan pencetakan surat suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Madina Tahun 2015 dengan mendatangi Percetakan Rabbani di Tembung Deli Serdang, Jumat, (13/11) . “Alhdulilillah semua surat suara sudah selesai dicetak dan besok ditargetkan akan selesai dilipat. Setelah itu akan […]

  • Yel Yel “On Ma”  Bergema Ditournamen Tenis Meja Harun Mustafa Cup I se Sumut di Madina

    Yel Yel “On Ma” Bergema Ditournamen Tenis Meja Harun Mustafa Cup I se Sumut di Madina

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Calon Bupati Mandailing Natal ( Madina ) nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution membuka tournamen tenis meja Harun Mustafa Cup I se Sumatera Utara yang berlangsung di Kelurahan Pasar Hilir, Kecamatan Panyabungan Kota Sabtu 12/10/2024. Ahmad Sukri Panitia Tornamen Tenis Meja Harun Mustafa dengan tema ” bermain fair play junjung […]

  • Polsek Batang Natal Tutup Mata, Aktifitas Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Terus Beroperasi

    Polsek Batang Natal Tutup Mata, Aktifitas Tambang Emas Ilegal di Desa Rantobi Terus Beroperasi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal -Mandailing Online: Polsek Batang Natal di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten.Mandailing Natal ( Madina ) terkesan tutup mata terhadap aktifitas tambang emas ilegal di Desa Rantobi tepatnya di Dusun Batumarsaong. Aktifitas tambang ilegal itu sendiri dilakukan mafia tambang bernama Fajaruddin. Dari pengakuan Fajaruddin sendiri bahwa aktifitas tambang emas ilegal nya itu merupakan kerjasama dengan masyarakat […]

  • Bulan Madu Ke Afrika

    Bulan Madu Ke Afrika

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    denada, Setelah dilamar Jerry Aurum, semakin hari Denada makin terlihat berseri-seri. Dia juga lebih eksotis dan seksi. Ternyata, itu merupakan salah satu persiapan supaya bisa terlihat spesial saat pernikahan nanti. Denada memang belum memberi tahu kapan hari pernikahannya akan digelar. Sebab, putri Rio Tambunan-Emilia Contessa tersebut menginginkan pesta yang privat. Yang pasti tahun ini. “Kalau […]

expand_less