Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Jelang Ramadan, Pedagang dan Pembeli Daging Sepi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2015
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu hari menjelang puasa Ramadan, harga daging di Panyabungan dan Kotanopan sebesar Rp.120.000 per kilo gram.

Pantauan Mandailng Online di pasar baru Panyabungan dan pasar Kotanopan, Rabu (17/6) posisi pukul 13.10 WIB, harga daging kerbau dan lembu sebesar  Rp.120.000 per kilo gram, tulang sup sebesar Rp.80.000 per kilo gram. Sedangkan kikil di pasar baru Panyabungan Rp.25.000 per kilo gram, di Kotanopan Rp.30.000 per kilo gram.

Harga daging itu tak mengalami kenaikan dibanding menjelang Ramadan tahun lalu. Hanya saja jumlah penjual daging tahun ini mengalami penurunan. Begitu juga jumlah pembeli tergolong menurun dari tahun sebelumnya.

Di pasar baru Panyabungan, meski jumlah lapak penjual daging musiman tak seberapa, situasi tetap sepi pengunjung. Menurunya jumlah pembeli ini, menurut analiasa pedagang, akibat rendahnya pendapatan penduduk terkait rendahnya harga karet.

Pedagang daging musiman sebagian besar adalah para “parpadati” (usaha angkutan pedati yang ditarik kerbau atau lembu di desa-desa Mandailing) atau “parorbo-parlombu” (peternak kerbau dan peternak lembu tradisional).

“Harga karet sudah lama turun penyebab melemah daya beli masyarakat, dan tahun ini diperparah naiknya harga kebutuhan akibat kenaikan harga BBM setelah pencabutan subsidi oleh Pak Jokowi,” kata seorang pedagang marga Nasution di pasar baru Panyabungan.

Harga karet masih menjadi salah satu barometer utama mengukur pertumbuhan ekonomi. Penduduk di Mandailing Julu dan Mandailing Godang umumnya bermata-pencaharian menyadap pohon karet disamping sawah dan ladang. Masih sedikit di sektor jasa dan industri.

Pekan lalu, harga karet di kawasan Panyabungan masih di kisaran Rp. 5.500 hingga Rp. 7.000 per kilo gram.

Sejumlah pedagang mengaku, penurunan jumlah  pedagang daging musiman ini juga sebagai dampak dari merosotnya ekonomi warga. Banyak pedagang musiman enggan menyembelih kerbau atau lembu akibat ketakutan ditimpa kerugian.

Peliput  : Dahlan Batubara / Lokot Husda Lubis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sempat Dibuka, Paripurna Ranperda RPJMD Diskors Tanpa Batas Waktu

    Sempat Dibuka, Paripurna Ranperda RPJMD Diskors Tanpa Batas Waktu

    • calendar_month Rabu, 9 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah sempat dibuka beberapa menit dan Bupati Mandailing Natal H. M. Ja’far Sukhairi Nasution membacakan pidato nota pengantar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun 2021-2026, Rapat paripurna Ranperda RPJMD diskors oleh pimpinan sidang Erwin Efendi Lubis sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Penskors-an rapat paripurna ini […]

  • Solusi Menghentikan Segala Bentuk Penghinaan Terhadap Rasululloh

    Solusi Menghentikan Segala Bentuk Penghinaan Terhadap Rasululloh

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dahlena Pulungan Pengajar, tinggal di Padangsidempuan Penghinaan terhadap Nabi Muhammad kembali terjadi, beberapa waktu belakangan, dunia dihebohkan dengan penghinaan Nabi Muhammad di India. Dikutip dari Detik.com, (12/6/2022) seorang politikus India melontarkan komentar yang kontroversional soal Nabi Muhammad. Akibatnya memicu kemarahan dari berbagai negara-negara muslim. Mengutip CNBC yang melansir Sputnik News, juru bicara partai Bharatiya […]

  • Saparuddin Haji Lubis, Ekonom Yang Religius

    Saparuddin Haji Lubis, Ekonom Yang Religius

    • calendar_month Kamis, 26 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Calon Bupati Madina Saparuddin Haji Lubis merupakan figur yang penuh dengan dinamika ekonomi. Hingga saat ini dia tercatat sebagai ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Madina. Sebelumnya mejabat ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Madina. Regulasi-regulasi di sektor ekonomi hingga persoalan ekonomi Madina selalu menjadi kajian dan bahasan di organisasi itu. Faktor ini dinilai menjadi […]

  • CPNS tak Harus Putra Daerah

    CPNS tak Harus Putra Daerah

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 2Komentar

    JAKARTA – Banyaknya protes dari daerah lantaran yang lolos tes CPNS bukan putra asli daerah, mendapat tanggapan dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang juga Ketia Panselnas Pengadaan CPNS 2013, Eko Sutrisno. Dikatakan, sebagai abdi masyarakat, seorang pegawai negeri harus bersedia ditempatkan di mana saja. Selain itu, lanjutnya, pegawai negeri juga menjalankan peran sebagai penyatu […]

  • Pilkada “Restoratif”: Raih “Emas”, Buang Cemas! (Bagian 2-selesai)

    Pilkada “Restoratif”: Raih “Emas”, Buang Cemas! (Bagian 2-selesai)

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: M Ludfan Nasution Era Otda Keadaan pada awal Era Otda (Otonomi Daerah) pun nampaknya tak jauh berbeda. Para keturunan raja yang menyebut diri sebagai “anak ni raja, anak ni namora” muncul dan mendapat peran kunci. Klaim wilayah untuk memekarkan kawasan Mandailing, Tanah Ulu (Muarasipongi) dan pesisir Natal pun menuntut pengakuan dan penguatan dari tokoh-tokoh […]

  • Megakorupsi Rp47 Triliun di Sumut

    Megakorupsi Rp47 Triliun di Sumut

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut terkait dugaan penyelewengan Rp47 triliun anggaran yang dilakukan 29 pemerintah daerah di Sumut dan dua perusahaan daerah, membuat sejumlah penegak hukum di Sumut terperangah dan mulai sibuk mengusutnya. Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Oegreseno yang dihubungi koran ini Kamis (9/12), berjanji ikut […]

expand_less