Jumat, 17 Apr 2026
light_mode

Kendala dan Peluang Terkait Visi Ekonomi “Dana Desa”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 8 Okt 2016
  • print Cetak
Dana Desa termasuk juga untuk infrastruktur ekonomi

Dana Desa termasuk juga untuk infrastruktur ekonomi

SIABU (Mandailing Online) – Dilematika program Dana Desa terhadap sektor ekonomi terus menjadi topik bahasan di Mandailing Natal.

“Wajar saya kira ketika kita merasa bahwa ‘Dana Desa’ yang diproyeksikan untuk menunjang potensi ekonomi masyarakat, tidak maksimal,” kata Ketua Dewan Pendiri Gerep Institute, Askolani Nasution, Jum’at (7/10/2016) di Simaninggir, Siabu.

Dia melihat, setidaknya ada dua persoalan yang boleh dikata relatif sederhana, yakni, 1) Desa tidak memiliki Sumber Daya Manusia yang memadai untuk merancang program menunjang potensi ekonomi masyarakat, 2) Pendamping Desa yang ditugaskan pemerintah tidak mampu membuka wawasan masyarakat desa.

Akibatnya, musyawarah desa sebagai tahapan penyusunan program kegiatan desa sering menjadi mengambang, dan masing-masing warga mengusulkan kegiatan apa adanya. Karena itu, yang sering jadi program pilihan adalah kegiatan fisik, semisal rabat beton dan drainase.

Bahkan, musyawarah desa kadang berjalan tidak substansial, tidak muncul pilihan-pilihan program yang memungkinkan lebih kreatif.

Dari segi peruntukan Dana Desa juga mengalami persoalan. Pertama, dana pemberdayaan hanya 30 persen, fisik 70 persen. Jadi, wajar terjadi jika semua berorientasi fisik.

Penggunaan untuk program fisik ini juga terbatas, karena tidak boleh untuk pembelian lahan. “Misalnya kalau desa ingin membangun pusat kerajinan atau gudang pengasapan kakao, misalnya, itu terbentur tanah. Selain sulit memperoleh tanah kosong, desa juga tidak punya kemampuan menyediakan lahan,” ungkap Askolani.

 Jadi program desa untuk membangun pusat kebudayaan desa misalnya, akan gagal karena lahan tak ada. Padahal itu bermanfaat untuk menguatkan kearifan lokal yang tertera dalam prioritas program Dana Desa.

Untuk program pemberdayaan, juga ada keterbatasan. Selain dananya hanya 30 persen, juga tidak boleh pembelian barang selain untuk kebutuhan pelatihan. Misalnya, ada program pelatihan industri makanan kreatif, dana yang tersedia tidak memadai untuk pengadaan mesin dan alat-alat produksi.

Kegiatan teknologi tepat guna untuk pertanian nyaris tidak tersentuh. Pertama, desa tidak memahami barang seperti apa yang tergolong teknologi tepat guna, bagaimana proses pembuatan, di mana membelinya, dan sebagainya. Tragisnya, pendamping desa banyak yang tidak pernah ikut pelatihan. Jadinya, wawasannya lebih buruk dari peserta rapat. Energi alternatif apalagi, semuanya buta.

Paling repot, tahun depan, desa tidak tahu lagi peruntukan dana fisik, karena semua jalan lingkungan sudah rabat beton. Drainase tidak mendukung sektor perkebunan, sementara drainase sektor tanaman pangan sudah tuntas.

“Jadi yang harus dilakukan, saya kira adalah : Pertama, harus ada regulasi (peraturan) baru untuk perimbangan pembangunan fisk dan pemberdayaan. Kedua, regulasi untuk pembelian tanah. Jauh lebih serius lagi persoalan diklat aparat desa. Masa untuk diklat saja mesti puluhan juta. Itu menjadi gula bagi semut-semut lain,” katanya.

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontraktor Jembatan Gantung di Kampung Baru Ngeluh, Masyarakat Banyak Permintaan

    Kontraktor Jembatan Gantung di Kampung Baru Ngeluh, Masyarakat Banyak Permintaan

    • calendar_month Rabu, 31 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN-( Mandailing Online ) : Pembangunan jembatan gantung sungai batang gadis di desa kampung baru, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal mulai berjalan, saat ini progres pembangunan jembatan gantung sendiri sudah dikisaran 10 persen, namun kontraktor mengaku banyak persoalan yang di hadapi salah satunya adanya warga meminta ganti rugi dan sewa lahan meski lokasi nya […]

  • Bekas Galian Kabel Optik Resahkan Pengguna Jalan

    Bekas Galian Kabel Optik Resahkan Pengguna Jalan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Para pengendara roda 4 ke atas dihimbau berhati-hati jika melewati jalur Panyabungan-Natal dari titik Jembatan Merah hingga Muara Soma Kecamatan Batang Natal, sebab, di jalur ini sedang ada proyek penggalian kabel optic jaringan telefon. Demikian dikatan R. Lubis, salah seorang supir kepada Mandailing Online, Kamis (2/7) di Panyabungan. Dikatakan […]

  • Fahrizal : Pembangunan Pasar Baru Panyabungan Harus Progresif

    Fahrizal : Pembangunan Pasar Baru Panyabungan Harus Progresif

    • calendar_month Selasa, 25 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution,SH mendesak Pemkab Madina untuk melakukan langkah-langkah bagi percepatan pembangunan kembali Pasar Baru Panyabungan. Itu dikatakan Fahrizal terkait progres pembangunan ulang komplek Pasar Baru Panyabungan yang belum memperlihatkan kemajuan signifikan pasca kebakaran Maret lalu. Menurutnya, jika pembangunan pasar ini masih menghadapi kendala sumber dana dari […]

  • BPN Bebaskan Puluhan Hektare Lahan Bandara Madina

    BPN Bebaskan Puluhan Hektare Lahan Bandara Madina

    • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution menerima sertifikat tanah pembebasan lahan bandara Mandailing Natal dari Badan Pertanahan Nasional Madina. Penyerahan sertifikat dilaksanakan di kantor Bupati, Selasa (07/12). Adapun luas lahan yang akan dibebaskan sebanyak 28 hektare ditambah 5 hektare untuk akses menyusul yang tertinggal. Bupati Sukhairi mengatakan […]

  • Pangdam: Penembakan di Aceh tak ganggu pilkada

    Pangdam: Penembakan di Aceh tak ganggu pilkada

    • calendar_month Selasa, 3 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEULABOH – Panglima Kodam Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Adi Mulyono menegaskan bahwa aksi penembakan yang menewaskan warga Aceh di malam pergantian tahun baru 2012 tidak terkait unsur politik pemilukada. “Saya tegaskan aksi penembakan yang terjadi selama ini sama sekali tidak mengarah untuk menganggu berlangsungnya pemilukada di Aceh,” katanya tadi malam. Pernyataan tersebut menanggapi adanya […]

  • November-Desember Wilayah Banjir Didominasi Pantai Barat

    November-Desember Wilayah Banjir Didominasi Pantai Barat

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bencana banjir pada msim penghujan medio November-Desember masih didomnasi kawasan Pantai Barat Mandailing Natal (Madina). Salah satunya kecamatan Ranto Bek. Luapan Sungai Batang Bangko, Sungai Torusan dan Sungai Talap telah menyebabkan sedikitnya 2 kali peristiwa banjir di kecamatan itu. Peristiwa terkahir menyebabkan sedikitnya 8 desa di Kecamatan Ranto Baek terendam banjir […]

expand_less