Selasa, 25 Agu 2026
light_mode

Kendala dan Peluang Terkait Visi Ekonomi “Dana Desa”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 8 Okt 2016
  • print Cetak
Dana Desa termasuk juga untuk infrastruktur ekonomi

Dana Desa termasuk juga untuk infrastruktur ekonomi

SIABU (Mandailing Online) – Dilematika program Dana Desa terhadap sektor ekonomi terus menjadi topik bahasan di Mandailing Natal.

“Wajar saya kira ketika kita merasa bahwa ‘Dana Desa’ yang diproyeksikan untuk menunjang potensi ekonomi masyarakat, tidak maksimal,” kata Ketua Dewan Pendiri Gerep Institute, Askolani Nasution, Jum’at (7/10/2016) di Simaninggir, Siabu.

Dia melihat, setidaknya ada dua persoalan yang boleh dikata relatif sederhana, yakni, 1) Desa tidak memiliki Sumber Daya Manusia yang memadai untuk merancang program menunjang potensi ekonomi masyarakat, 2) Pendamping Desa yang ditugaskan pemerintah tidak mampu membuka wawasan masyarakat desa.

Akibatnya, musyawarah desa sebagai tahapan penyusunan program kegiatan desa sering menjadi mengambang, dan masing-masing warga mengusulkan kegiatan apa adanya. Karena itu, yang sering jadi program pilihan adalah kegiatan fisik, semisal rabat beton dan drainase.

Bahkan, musyawarah desa kadang berjalan tidak substansial, tidak muncul pilihan-pilihan program yang memungkinkan lebih kreatif.

Dari segi peruntukan Dana Desa juga mengalami persoalan. Pertama, dana pemberdayaan hanya 30 persen, fisik 70 persen. Jadi, wajar terjadi jika semua berorientasi fisik.

Penggunaan untuk program fisik ini juga terbatas, karena tidak boleh untuk pembelian lahan. “Misalnya kalau desa ingin membangun pusat kerajinan atau gudang pengasapan kakao, misalnya, itu terbentur tanah. Selain sulit memperoleh tanah kosong, desa juga tidak punya kemampuan menyediakan lahan,” ungkap Askolani.

 Jadi program desa untuk membangun pusat kebudayaan desa misalnya, akan gagal karena lahan tak ada. Padahal itu bermanfaat untuk menguatkan kearifan lokal yang tertera dalam prioritas program Dana Desa.

Untuk program pemberdayaan, juga ada keterbatasan. Selain dananya hanya 30 persen, juga tidak boleh pembelian barang selain untuk kebutuhan pelatihan. Misalnya, ada program pelatihan industri makanan kreatif, dana yang tersedia tidak memadai untuk pengadaan mesin dan alat-alat produksi.

Kegiatan teknologi tepat guna untuk pertanian nyaris tidak tersentuh. Pertama, desa tidak memahami barang seperti apa yang tergolong teknologi tepat guna, bagaimana proses pembuatan, di mana membelinya, dan sebagainya. Tragisnya, pendamping desa banyak yang tidak pernah ikut pelatihan. Jadinya, wawasannya lebih buruk dari peserta rapat. Energi alternatif apalagi, semuanya buta.

Paling repot, tahun depan, desa tidak tahu lagi peruntukan dana fisik, karena semua jalan lingkungan sudah rabat beton. Drainase tidak mendukung sektor perkebunan, sementara drainase sektor tanaman pangan sudah tuntas.

“Jadi yang harus dilakukan, saya kira adalah : Pertama, harus ada regulasi (peraturan) baru untuk perimbangan pembangunan fisk dan pemberdayaan. Kedua, regulasi untuk pembelian tanah. Jauh lebih serius lagi persoalan diklat aparat desa. Masa untuk diklat saja mesti puluhan juta. Itu menjadi gula bagi semut-semut lain,” katanya.

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencairan Dana Sertifikasi Guru Madina Tuntas Pekan Ini

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN, – Dalam wawancara live by phone dengan Madina Prima FM 95,1 pada Program Pemberitaan “Madina Episentrum” Senin kemarin dengan Kepala Dinas Pendidikan Madina, Drs H Imron Lubis MM, terungkap bahwa pencairan dana sertifikasi guru madina untuk tiga bulan pertama dan kedua akan tuntas dalam seminggu ini. Tetapi, Imron Lubis belum dapat menggambarkan waktu pencairan […]

  • Jokowi Siap Naikkan Harga BBM

    Jokowi Siap Naikkan Harga BBM

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Republika Online, JAKARTA — Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) setelah resmi dilantik. Jokowi menyatakan kesiapannya melakukan langkah tersebut kendati hal itu berpotensi mendapat penolakan keras dari rakyat. “Saya siap untuk tidak populer. Tapi, kita harus tahu bahwa kita harus memotong subsidi,” ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, […]

  • Covid-19 dan Kesadaran Bersama

    Covid-19 dan Kesadaran Bersama

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan Ringkas : Atika Azmi Utammi Nasution Covid 19 merupakan musibah yang tak terbendung penyebarannya hingga saat ini. Statusnya pun dinaikkan oleh World Health Organisation (WHO) dari epidemi menjadi pandemi. Pandemi adalah penyebaran virus atau penyakit yang mendunia. Namun, ada satu kekosongan yang mungkin luput dari pandangan bersama. Vaksin penawar Covid-19 per akhir Maret 2020 […]

  • PT Rendi Harus Bangun Kebun Plasma Untuk Warga Singkuang

    PT Rendi Harus Bangun Kebun Plasma Untuk Warga Singkuang

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT. Rendi Permata Raya harus merealisasikan kebun plasma sawit kepada warga Singkuang 1 Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina). Pembangunan plasma merupakan kewajiban perusahaan itu sesuai tuntutan aturan yang berlaku. Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution memberikan waktu tempo 1 bulan bagi PT. Rendi Permata Raya untuk memulai pembangunan kebun plasma […]

  • Makam Leluhur Marga Rangkuti Tang Terabaikan

    Makam Leluhur Marga Rangkuti Tang Terabaikan

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Situs sejarah Makam leluhur Marga Rangkuti di desa Aek Marian Kabupaten Mandailing yang terabaikan oleh oleh masyarakat dan pemerintah daerah, padahal, sitis-situs sejarah ini bila dikembangkan sebagai objek wisata akan meningkatkan PAD Kabupaten Mandailing Natal. (MOL/Holik)

  • Polres Madina Temukan Ladang Ganja 1 Hektar

    Polres Madina Temukan Ladang Ganja 1 Hektar

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN,( Mandailing Online )-Polisi dari Polrea Mandailing Natal ( Madina ) kembali temukan ladang ganja seluas 1 hektar di perbukitan tor sihite, Desa Pardomuan, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina. Dipimpin Kasat Narkoba AKP Irwan , tim menelusuri perbukitan dengan berjalan kaki. Dibutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk sampai ke lokasi. Tiba di lokasi, tim melihat ladang […]

expand_less