Jumat, 17 Apr 2026
light_mode

Kasus Pejabat Keuangan Pemkab Madina Tembak Warga, Saksi Mata : Suara Tembakan Terdengar Keras

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 21 Feb 2017
  • print Cetak

Warung kopi milik Adi di Desa Hutanamale, lokasi peristiwa

LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Jenis senjata dalam kasus penembakan terhadap warga Desa Hutanamale oleh pejabat Dinas Keuangan Pemkab Madina, Gong Matua Nasution berdeda dengan pengakuan saksi mata dan saksi korban.

Sejumlah saksi mata yang dijumpai Mandailing Online di Desa Hunamale, Kamis (16/2/2017) lalu menyebutkan bahwa suara tembakan itu terdengar keras, kekuatan suara ledakan sama kerasnya dengan suara mancis yang meledak. Hanya saja mereka tak mengatahui apakah jenis pistol api atau jenis softgun, karena mereka awam tentang itu.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu dini hari (12/2/2017) di satu warung kopi di desa yang terletak di Kecamatan Lembah Sorik Marapi kabupaten Mandailing Natal.

Adi, pemilik warung kopi tempat kejadian penembakan dan Bakri penduduk setempat saat ditanya Mandailing Online serta media lainnya, Kamis (16/2/2017) menyatakan berada di warung itu ketika kejadian penembakan terjadi.

Keduanya menyatakan suara tembakan itu terdengar keras, sekeras suara ledakan mancis gas yang meledak.

Hasbi Nasutioan warga Desa Hutanamale selaku saksi korban juga menyatakan bahwa suara tembakan dari senjata itu terdengar keras sehingga dia terloncat.

Sementara itu, Gong Matua Nasution dalam keterangannya yang dilansir media Sindo Trijaya Mandailing Natal edisi Senin 20 Pebruari 2017 menyatakan bahwa senjata yang digunakannya bukan senjata melainkan mancis berbentuk pistol.

Di media Sindo Trijaya Mandailing Natal itu Gong Matua menyatakan bahwa dia tidak mengarahkan mancis pistol itu ke arah Hasbi. Dia hanya menyalakan rokok dengan mancis pistol itu dan meletakkannya di atas meja.

Sindo “Minggu (19/2), dalam keterangan yang saya berikan kepada kepolisian, semua tudingan yang diarahkan kepada saya itu tidak benar. Pistol yang dikatakan si pelapor itu adalah mancis " bunyi pernyataan Gong Matua Nasution sebagaimana dikutip Sindo Trijaya. 

Pernyataan Gong Matua ini berbeda dengan saksi mata dan saksi korban yang menyatakan bahwa justru Gong Matua menembakkan senjata ke antara kedua paha Hasbi yang saat sedang berdiri di dekat pintu warung.

Jarak antara tempat Gong Matua duduk dengan lokasi berdiri Hasbi hanya sekitar 1,5 meter ketika senjata ditembakkan ke arah Hasbi. Saat itu Hasbi berada di dekat pintu warung saat hendak beranjak keluar dari warung kopi itu.

Sedangkan tempat duduk Bakri berada di bangku panjang sekitar 2,5 meter dari bangku tempat Gong Matua duduk. Sementara Adi saat itu sedang memasak mie instan, sekitar 4 meter dari tempat duduk Gong Matua.

Kedua saksi itu menyatakan, saat itu, Gong Matua meletakkan benda menyerupai pistol ke atas meja dengan hentakan keras. Hasbi yang hendak beranjak dari warung bertanya kepada Gong, “Mancis dei sanga pistol?” (mancis kah itu atau pistol?).

Lalu Gong Matua menjawab “mancis dope temu” sambil menembakkan benda menyerupai pistol itu ke arah Hasbi.    

Adi dan Bakri berkeyakinan sama bahwa pistol yang digunakan Gong Matua itu bukan mancis pistol. Sebab menurut keduanya, suara mancis hanya terdengar bunyi “tek” pada gesekan magnit di dalam ornamen mancis sebagai pemicu agar gas mancis menyala.

Tetapi, menurut keduanya, suara yang keluar bukan suara “tek” melainkan suara “paakk” seperti suara mancis yang meledak. Apalagi, di saat peristiwa itu suara televisi di warung itu masih dikalahkan oleh suara dari pistol yang ditembakkan Gong Matua.

Sejauh ini, tak diketahui apa penyebab peristwa itu, sebab Hasbi sendiri menyatakan bahwa dia dan Gong tidak memiliki permasalahan pribadi. Bahkan Hasbi dan Gong masih memiliki hubungan kekerabatan.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Hendro Sutarno kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (15/2) menyatakan telah menyita barang bukti.

"Kita sudah menyita yang diduga senjata tersebut, namun kenyataannya itu hanya mancis, walaupun begitu mancis tersebut sudah kita amankan sebagai bukti,” ujarnya.

 

Peliput : Dahlan Batubara/Maradotang Pulungan/Agussalim Hasibuan/Dedi Hasibuan

Sumber tambahan : Sindo Trijaya

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Surat Pindah Seorang Pejabat Madina Diduga Palsu

    Surat Pindah Seorang Pejabat Madina Diduga Palsu

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Surat rekomendasi persetujuan perpindahan salah seorang PNS Pemkab Labuhanbaru Utara (Labura) ke Pemkab Mandailing Natal (Madina) diduga palsu. Surat bernomor 824.4/2473/BKD/2011 tertanggal 13 September 2011 itu kini beredar di masyarakat. Saat ini, sang pejabat menduduki salah satu Sekretaris Kecamatan di Madina. Surat itu disinyalir palsu karena ditemukan sejumlah kejanggalan, di antaranya tanda tangan Bupati […]

  • Siswa dan Guru Diinterogasi Polisi

    Siswa dan Guru Diinterogasi Polisi

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SELUMA, – Kapolres Seluma AKPB Parhorian Lumban Gaol, S.Ik melalui Kapolsek Sukaraja Iptu Suraya, SH mengatakan, 8 siswa SMAN 6 Seluma, dan 6 diantaranya disebut menginjak Alquran akan diinterogasi di Mapolsek Sukaraja. Hal itu dilakukan guna mengetahui kejadian awal hingga akhir kejadian tersebut. Tidak hanya mereka, juga oknum guru serta saksi lainnya. Selain itu, tidak […]

  • Dahlan Hasan Nasution Akrab Dengan Masyarakat Bawah

    Dahlan Hasan Nasution Akrab Dengan Masyarakat Bawah

    • calendar_month Kamis, 26 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution dinyatakan sangat akrab dengan masyarakat kalangan bawah. Itu sering dijumpai di setiap kunjungannya ke desa-desa. Setiap kunjungan, Dahlan Hasan sering bercengkrama dengan kaum ibu, kaum bapak dan bahkan anak-anak. Kedekatan dengan kalangan bawah ini menjadi salah satu ciri khas di setiap kunjungannya ke desa. Peliput  : Tim Editor    […]

  • Keluarga Husin Sejak Lama Tinggal di ‘Kandang Kambing’

    Keluarga Husin Sejak Lama Tinggal di ‘Kandang Kambing’

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rumah Dibangun, Penyakit Diobati dan Anaknya akan Sekolah Husin (50) warga miskin di Desa Sarakmatua Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang tinggal di rumah kecil dengan ukuran 2 x 2 meter bersama 4 anaknya dan berada di samping kandang kambing akan dapat bantuan dari pemerintah. Bagaimana bentuk bantuan pemerintah bagi Husin yang selama ini […]

  • Sepanjang 5,5 km Jalan Simpang Pagur-Banjar Lancat Dibangun Hotmix

    Sepanjang 5,5 km Jalan Simpang Pagur-Banjar Lancat Dibangun Hotmix

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ):” Pertama kita bangun mulai simpang Pagur melewati Ranto Natas sampai ujung Desa Pardomuan, baru ditahun berikutnya dilanjutkan dengan target hingga desa paling ujung Bandar Lancat, semoga tidak ada kendala seperti cuaca atau lainnya,” kata Kadis PUPR Madina Elpiyanti Harahap Jum’at 17/5/2024. Saat sekarang kata Elpi , Kontraktir pemenang tender mulai […]

  • Rusdi Kirana Setujui Wings Air Hadir di Bandara Mandailing Natal

    Rusdi Kirana Setujui Wings Air Hadir di Bandara Mandailing Natal

    • calendar_month Minggu, 23 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    JAKARTA ( Mandailing Online ) Sesuai target Kementerian Perhubungan Republik Indoneaia, Bandar Udara Mandailing Natal akan rampung pengerjaannya pada akhir tahun 2023 ini dan tahun 2024 akan bisa di operasikan. Langkah Gercep tim TP2D Mandailing Natal pun tidak main main, Jum’at 27/7/2023 kemaren, Tim Percepatan Pembangunan Mandailing Natal menemui pemilik maskapai penerbangan terbesar di Nusantara […]

expand_less