Minggu, 10 Mei 2026
light_mode

ASI Eksklusif, MP-ASI, dan Dadih: Cara Sederhana Cegah Stunting dari Rumah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • print Cetak

Oleh: Wahyuni Sari Zein Lubis, S.Tr.Gz dan Prof. Dr. Helmizar, SKM, M. Biomed

Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

 

 

Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Indonesia memang telah menurun menjadi 19,8%. Namun, angka ini masih menunjukkan bahwa hampir satu dari lima anak Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis. Banyak orang mengira stunting hanya soal anak yang bertubuh pendek. Padahal, lebih dari itu, stunting adalah tanda adanya kekurangan gizi kronis sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak. Dampaknya tidak main-main, mulai dari gangguan kecerdasan, daya tahan tubuh lemah, hingga risiko penyakit kronis di masa depan.

Kabar baiknya, stunting sebenarnya bisa dicegah dari rumah. Kuncinya ada pada tiga hal sederhana yang sering diabaikan: ASI eksklusif, MP-ASI yang berkualitas, dan pemanfaatan pangan lokal fungsional seperti dadih.

ASI Eksklusif: Fondasi Awal Kehidupan Anak

Enam bulan pertama kehidupan adalah masa emas. Pada periode ini, bayi hanya membutuhkan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain. ASI bukan sekadar makanan, tetapi juga perlindungan alami yang mengandung zat gizi lengkap serta antibodi untuk melindungi bayi dari berbagai infeksi.

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit infeksi, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Hal ini penting karena infeksi berulang dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan berujung pada stunting.

Namun, perlu dipahami bahwa ASI eksklusif saja tidak cukup untuk mencegah stunting jika tidak dilanjutkan dengan praktik pemberian makan yang tepat setelah usia 6 bulan. Faktanya, banyak kasus stunting mulai muncul setelah bayi berusia di atas 6 bulan, terutama ketika MP-ASI yang diberikan tidak memenuhi kebutuhan gizi anak.

MP-ASI: Bukan Sekadar Makanan Tambahan

Setelah usia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi meningkat. ASI tetap diberikan, tetapi harus didampingi dengan MP-ASI yang tepat. Di sinilah sering terjadi kesalahan dalam praktik pemberian makan pada anak.

MP-ASI yang baik bukan hanya soal “bayi sudah makan”, tetapi harus memenuhi prinsip tepat waktu, adekuat (mengandung zat gizi lengkap dan seimbang), aman (higienis), serta diberikan dengan cara yang benar melalui responsive feeding, yaitu memperhatikan sinyal lapar dan kenyang anak.

MP-ASI berperan penting dalam mencegah stunting dan masalah gizi lainnya, memenuhi kebutuhan nutrisi pada usia 6 –24 bulan, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Jika MP-ASI tidak berkualitas, misalnya hanya berupa bubur encer tanpa protein hewani, maka risiko stunting akan meningkat. Oleh karena itu, periode usia 6 –24 bulan menjadi fase yang sangat krusial dalam pencegahan stunting.

Dadih: Kearifan Lokal dengan Manfaat Global

Di tengah upaya perbaikan gizi, Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar dari pangan lokal, salah satunya dadih. Di Sumatera Barat, dadih telah lama menjadi bagian dari pola makan masyarakat dan dikonsumsi secara turun-temurun. Dadih adalah produk fermentasi susu kerbau yang kaya akan bakteri asam laktat atau probiotik.

Probiotik dalam dadih memiliki berbagai manfaat, seperti menjaga kesehatan saluran cerna, meningkatkan sistem imun, menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti E.coli, serta membantu penyerapan zat gizi lebih optimal. Dalam konteks stunting, hal ini sangat penting. Banyak kasus stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, tetapi juga karena gangguan penyerapan nutrisi akibat infeksi atau kondisi usus yang tidak sehat. Dengan kondisi usus yang sehat, zat gizi dari makanan dapat diserap dan dimanfaatkan tubuh secara lebih maksimal untuk pertumbuhan anak.

Artinya, pencegahan stunting tidak harus selalu mahal. Pangan lokal seperti dadih dapat menjadi solusi yang mudah, terjangkau, dan berkelanjutan.

Pencegahan Stunting Harus Dimulai Sejak Dini

Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan hanya saat anak sudah lahir, tetapi harus dimulai sejak remaja putri, masa kehamilan, hingga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Upaya yang perlu dilakukan meliputi pemenuhan gizi ibu hamil, inisiasi menyusu dini (IMD), pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, pemberian MP-ASI bergizi setelah 6 bulan, imunisasi lengkap, serta perbaikan sanitasi dan perilaku hidup bersih.

Stunting juga tidak berdiri sendiri. Faktor seperti kemiskinan, sanitasi buruk, dan rendahnya edukasi gizi turut berperan. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada makanan, tetapi juga lingkungan dan perilaku keluarga.

Peran Keluarga: Kunci yang Sering Dilupakan

Sering kali, program pemerintah sudah berjalan, tetapi hasilnya belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya keterlibatan keluarga. Padahal, keluarga memiliki peran penting dalam menentukan pola makan anak, menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan perilaku hidup sehat, serta memantau pertumbuhan anak secara rutin. Edukasi yang tepat kepada ibu, ayah, dan pengasuh menjadi kunci agar praktik pemberian makan dan perawatan anak berjalan dengan baik.

Pada akhirnya, pencegahan stunting dimulai dari rumah. Dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, keluarga dapat berperan besar dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Idhul Adha ; Pemko Sidimpuan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

    Jelang Idhul Adha ; Pemko Sidimpuan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Menjelang hari raya Idhul Adha Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan memperketat pengawasan penjualan hewan kurban khususnya yang didatangkan dari luar daerah. “Tindakan itu kita lakukan, untuk mensterilisasi hewan kurban diperjual-belikan di kota Salak, “ujar Sekretaris Daerah (Sekda) P.Sidimpuan Sarmadhan Hasibuan kepada Analisa di Kantor Walikota setempat, Senin (8/11). Dikatakan, hewan ternak yang masuk ke […]

  • Polres Labuhanbatu Ringkus Lima Tersangka Curanmor

    Polres Labuhanbatu Ringkus Lima Tersangka Curanmor

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rantauprapat, . Dalam kurun waktu seminggu, Unit Ranmor Sat Reskrim Polres Labuhanbatu meringkus dua residivis atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan tiga tersangka lainnya diduga spesialis pencurian kendaraan becak bermotor (Betor). “Dua tersangka spesialis pencurian kendaraan bermotor tersebut baru saja bebas dua minggu lalu dari LP,” jelas Kapolres Labuhanbatu AKBP Hirbak […]

  • Honor Kantor Perananan Wanita Balum Digaji 8 Bulan

    Honor Kantor Perananan Wanita Balum Digaji 8 Bulan

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 21 tenaga honorer di Kantor Pemberdayaan Wanita Perlindungan Anak Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum digaji 8 bulan. Ke-21 honorer itu selama ini ditugaskan di Seksi BKKBN yang sumber gajinya berasal dari pemerintah provinsi. Sejumlah tenaga honor kepada wartawan Rabu (24/7) mengaku belum digaji sejak 8 bulan lalu. Kondisi itu menyebabkan […]

  • Kangkangi LAHP Ombudsman, Gubernur Bakal Tolak Surat DPRD Terkait Penetapan Komisioner KPID Sumut

    Kangkangi LAHP Ombudsman, Gubernur Bakal Tolak Surat DPRD Terkait Penetapan Komisioner KPID Sumut

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online)  – Kuasa hukum 8 Calon Komisioner KPID Sumut 2021-2024 Ranto Sibarani yakin Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menolak surat penetapan 7 nama komisioner KPID Sumut 2021-2024 yang kabarnya sudah disetujui dan diteken lima pimpinan DPRD Sumut. Ranto menyatakan Gubernur memiliki kewenangan menolak dan mengembalikan surat penetapan nama-nama terpilih dari DPRD jika mengacu pada […]

  • Miliki Sabu, Istri Mantan PLH Kadis PU Siantar Diringkus

    Miliki Sabu, Istri Mantan PLH Kadis PU Siantar Diringkus

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR : Sarina br Sianipar alias Omek (47), istri mantan Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kota Pematangsiantar, almarhum Dohar Sidabutar, ditangkap Sat Narkoba Polres setempat, Selasa malam 10 Mei 201, saat menggelar pesta sabu-sabu di rumahnya Jalan Narumonda bawah, Kelurahan Kebun Sayur Kecamatan Siantar Timur. Selain itu, juga diamankan lima orang […]

  • Irwan Daulay Sampaikan 6 Saran Penuntasan SMGP

    Irwan Daulay Sampaikan 6 Saran Penuntasan SMGP

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerhati ekonomi, Irwan Hamdani Daulay menyarankan enam hal kepada Pemkab Mandailing Natal (Madina), Sumut, bagi penyelesaian komprehensif polemik yang terjadi di PLTP Sorik Marapi. Saran atau rekomendasi langkah-langkah penyelesaian guna menjamin keberlanjutan investasi ini sekaligus menjamin keselamatan masyarakat sekitar WKP, tidak saja bermaksud mencegah insiden berulang, juga yang tidak kalah pentingnya bagaimana […]

expand_less