Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

ASI Eksklusif, MP-ASI, dan Dadih: Cara Sederhana Cegah Stunting dari Rumah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • print Cetak

Oleh: Wahyuni Sari Zein Lubis, S.Tr.Gz dan Prof. Dr. Helmizar, SKM, M. Biomed

Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

 

 

Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Indonesia memang telah menurun menjadi 19,8%. Namun, angka ini masih menunjukkan bahwa hampir satu dari lima anak Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis. Banyak orang mengira stunting hanya soal anak yang bertubuh pendek. Padahal, lebih dari itu, stunting adalah tanda adanya kekurangan gizi kronis sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak. Dampaknya tidak main-main, mulai dari gangguan kecerdasan, daya tahan tubuh lemah, hingga risiko penyakit kronis di masa depan.

Kabar baiknya, stunting sebenarnya bisa dicegah dari rumah. Kuncinya ada pada tiga hal sederhana yang sering diabaikan: ASI eksklusif, MP-ASI yang berkualitas, dan pemanfaatan pangan lokal fungsional seperti dadih.

ASI Eksklusif: Fondasi Awal Kehidupan Anak

Enam bulan pertama kehidupan adalah masa emas. Pada periode ini, bayi hanya membutuhkan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain. ASI bukan sekadar makanan, tetapi juga perlindungan alami yang mengandung zat gizi lengkap serta antibodi untuk melindungi bayi dari berbagai infeksi.

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit infeksi, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Hal ini penting karena infeksi berulang dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan berujung pada stunting.

Namun, perlu dipahami bahwa ASI eksklusif saja tidak cukup untuk mencegah stunting jika tidak dilanjutkan dengan praktik pemberian makan yang tepat setelah usia 6 bulan. Faktanya, banyak kasus stunting mulai muncul setelah bayi berusia di atas 6 bulan, terutama ketika MP-ASI yang diberikan tidak memenuhi kebutuhan gizi anak.

MP-ASI: Bukan Sekadar Makanan Tambahan

Setelah usia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi meningkat. ASI tetap diberikan, tetapi harus didampingi dengan MP-ASI yang tepat. Di sinilah sering terjadi kesalahan dalam praktik pemberian makan pada anak.

MP-ASI yang baik bukan hanya soal “bayi sudah makan”, tetapi harus memenuhi prinsip tepat waktu, adekuat (mengandung zat gizi lengkap dan seimbang), aman (higienis), serta diberikan dengan cara yang benar melalui responsive feeding, yaitu memperhatikan sinyal lapar dan kenyang anak.

MP-ASI berperan penting dalam mencegah stunting dan masalah gizi lainnya, memenuhi kebutuhan nutrisi pada usia 6 –24 bulan, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Jika MP-ASI tidak berkualitas, misalnya hanya berupa bubur encer tanpa protein hewani, maka risiko stunting akan meningkat. Oleh karena itu, periode usia 6 –24 bulan menjadi fase yang sangat krusial dalam pencegahan stunting.

Dadih: Kearifan Lokal dengan Manfaat Global

Di tengah upaya perbaikan gizi, Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar dari pangan lokal, salah satunya dadih. Di Sumatera Barat, dadih telah lama menjadi bagian dari pola makan masyarakat dan dikonsumsi secara turun-temurun. Dadih adalah produk fermentasi susu kerbau yang kaya akan bakteri asam laktat atau probiotik.

Probiotik dalam dadih memiliki berbagai manfaat, seperti menjaga kesehatan saluran cerna, meningkatkan sistem imun, menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti E.coli, serta membantu penyerapan zat gizi lebih optimal. Dalam konteks stunting, hal ini sangat penting. Banyak kasus stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, tetapi juga karena gangguan penyerapan nutrisi akibat infeksi atau kondisi usus yang tidak sehat. Dengan kondisi usus yang sehat, zat gizi dari makanan dapat diserap dan dimanfaatkan tubuh secara lebih maksimal untuk pertumbuhan anak.

Artinya, pencegahan stunting tidak harus selalu mahal. Pangan lokal seperti dadih dapat menjadi solusi yang mudah, terjangkau, dan berkelanjutan.

Pencegahan Stunting Harus Dimulai Sejak Dini

Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan hanya saat anak sudah lahir, tetapi harus dimulai sejak remaja putri, masa kehamilan, hingga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Upaya yang perlu dilakukan meliputi pemenuhan gizi ibu hamil, inisiasi menyusu dini (IMD), pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, pemberian MP-ASI bergizi setelah 6 bulan, imunisasi lengkap, serta perbaikan sanitasi dan perilaku hidup bersih.

Stunting juga tidak berdiri sendiri. Faktor seperti kemiskinan, sanitasi buruk, dan rendahnya edukasi gizi turut berperan. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada makanan, tetapi juga lingkungan dan perilaku keluarga.

Peran Keluarga: Kunci yang Sering Dilupakan

Sering kali, program pemerintah sudah berjalan, tetapi hasilnya belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya keterlibatan keluarga. Padahal, keluarga memiliki peran penting dalam menentukan pola makan anak, menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan perilaku hidup sehat, serta memantau pertumbuhan anak secara rutin. Edukasi yang tepat kepada ibu, ayah, dan pengasuh menjadi kunci agar praktik pemberian makan dan perawatan anak berjalan dengan baik.

Pada akhirnya, pencegahan stunting dimulai dari rumah. Dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, keluarga dapat berperan besar dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidak Komisi I ke PT. TBS Langgar Tatib DPRD

    Sidak Komisi I ke PT. TBS Langgar Tatib DPRD

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kedatangan Komisi 1 DPRD ke lokasi PT. Tri Bahtera Srikandi di Sikara-kara, Natal, Sabtu (9/11/2019) dinilai melanggar Tatib DPRD. Itu dikatakan Kuasa Hukum PT. TBS, Ridwan Rangkuti,SH,MH, Sabtu malam melalui akun facebooknya. Dikatakannya, pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan wewenang anggota DPRD diatur secara tegas dan jelas di dalam Peraturan Pemerintah […]

  • Pejabat Pemkab Madina Wajib Lancar Baca Alquran

    Pejabat Pemkab Madina Wajib Lancar Baca Alquran

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Wakil Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Utara Nuzirwan Lubis menegaskan, satu-satunya partai yang menyatakan diri sebagai partai Islam dan siap menjadikan partai sebagai lembaga syiar Islam adalah PPP. Hal itu ditegaskan Nuzirwan dihadapan 400an kader DPC PPP Mandailing Natal (Madina) di Panyabungan, Senin (15/08/2011) malam. Safari Ramadhan DPW PPP Sumut di Madina […]

  • Pria Tewas Dikroyok di Lokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Ilegal Diketahui Warga Panyabungan Tonga

    Pria Tewas Dikroyok di Lokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Ilegal Diketahui Warga Panyabungan Tonga

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA|| Mandailing Online- Pria yang tewas diduga di kroyok dilokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal ( tong ) di Desa Runding Kecamatan Panyabungan Barat diketahui bernama Pardi Warga Desa Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan Kota. Sejauh ini belum ada keterang resmi dari Kepolisian terkait kasus ini. Diberitakan sebelumnya seorang pria paruh baya tewas diduga dihajar di […]

  • Penderita Hernia yang Dibawa Atika ke Rumah Sakit Sudah Boleh Pulang

    Penderita Hernia yang Dibawa Atika ke Rumah Sakit Sudah Boleh Pulang

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Alhamdulillah, dua pasien yang diantar calon wakil bupati Mandailing Natal (Cawabup Madina) Atika Azmi Utammi Nasution ke RSU Panyabungan untuk mendapatkan perawatan ternyata sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Satu di antaranya bahkan dinyatakan sembuh oleh dokter yang menangani. Demikian disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan dr. Ridha Fauziah […]

  • Satu Rumah Di Malintang Julu Habis Terbakar

    Satu Rumah Di Malintang Julu Habis Terbakar

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALINTANG (Mandailing Oline) – Satu unit rumah di Desa Malintang Julu, Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina) habis dilalap si jago merah, Senin malam (20/1/2014) sekira pukul 20.00 Wib. Api dapat dijinakkan oleh masyarakat sekitar satu jam kemudian memakai ember. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, sementara kerugian materi diperkirakan ratusan juta rupiah. Keterangan […]

  • Kebakaran di Bukit Cemara Panyabungan Ditangani Cepat Tim BPBD dan Damkar

    Kebakaran di Bukit Cemara Panyabungan Ditangani Cepat Tim BPBD dan Damkar

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        … PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebakaran hutan dan lahan kebun sempat terjadi di kawasan perbukitan Cemara Desa Sipaga- Paga Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, Senin (14/09/3)2026). Untungnya tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina dan tim Pemadam Kebakaran mampu memadamkan api. Kebakaran diketahui warga sekira pukul 11.00 wib. Warga melihat kumpalan asap […]

expand_less