Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

ASI Eksklusif, MP-ASI, dan Dadih: Cara Sederhana Cegah Stunting dari Rumah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • print Cetak

Oleh: Wahyuni Sari Zein Lubis, S.Tr.Gz dan Prof. Dr. Helmizar, SKM, M. Biomed

Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

 

 

Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Indonesia memang telah menurun menjadi 19,8%. Namun, angka ini masih menunjukkan bahwa hampir satu dari lima anak Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis. Banyak orang mengira stunting hanya soal anak yang bertubuh pendek. Padahal, lebih dari itu, stunting adalah tanda adanya kekurangan gizi kronis sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak. Dampaknya tidak main-main, mulai dari gangguan kecerdasan, daya tahan tubuh lemah, hingga risiko penyakit kronis di masa depan.

Kabar baiknya, stunting sebenarnya bisa dicegah dari rumah. Kuncinya ada pada tiga hal sederhana yang sering diabaikan: ASI eksklusif, MP-ASI yang berkualitas, dan pemanfaatan pangan lokal fungsional seperti dadih.

ASI Eksklusif: Fondasi Awal Kehidupan Anak

Enam bulan pertama kehidupan adalah masa emas. Pada periode ini, bayi hanya membutuhkan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain. ASI bukan sekadar makanan, tetapi juga perlindungan alami yang mengandung zat gizi lengkap serta antibodi untuk melindungi bayi dari berbagai infeksi.

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit infeksi, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Hal ini penting karena infeksi berulang dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan berujung pada stunting.

Namun, perlu dipahami bahwa ASI eksklusif saja tidak cukup untuk mencegah stunting jika tidak dilanjutkan dengan praktik pemberian makan yang tepat setelah usia 6 bulan. Faktanya, banyak kasus stunting mulai muncul setelah bayi berusia di atas 6 bulan, terutama ketika MP-ASI yang diberikan tidak memenuhi kebutuhan gizi anak.

MP-ASI: Bukan Sekadar Makanan Tambahan

Setelah usia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi meningkat. ASI tetap diberikan, tetapi harus didampingi dengan MP-ASI yang tepat. Di sinilah sering terjadi kesalahan dalam praktik pemberian makan pada anak.

MP-ASI yang baik bukan hanya soal “bayi sudah makan”, tetapi harus memenuhi prinsip tepat waktu, adekuat (mengandung zat gizi lengkap dan seimbang), aman (higienis), serta diberikan dengan cara yang benar melalui responsive feeding, yaitu memperhatikan sinyal lapar dan kenyang anak.

MP-ASI berperan penting dalam mencegah stunting dan masalah gizi lainnya, memenuhi kebutuhan nutrisi pada usia 6 –24 bulan, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Jika MP-ASI tidak berkualitas, misalnya hanya berupa bubur encer tanpa protein hewani, maka risiko stunting akan meningkat. Oleh karena itu, periode usia 6 –24 bulan menjadi fase yang sangat krusial dalam pencegahan stunting.

Dadih: Kearifan Lokal dengan Manfaat Global

Di tengah upaya perbaikan gizi, Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar dari pangan lokal, salah satunya dadih. Di Sumatera Barat, dadih telah lama menjadi bagian dari pola makan masyarakat dan dikonsumsi secara turun-temurun. Dadih adalah produk fermentasi susu kerbau yang kaya akan bakteri asam laktat atau probiotik.

Probiotik dalam dadih memiliki berbagai manfaat, seperti menjaga kesehatan saluran cerna, meningkatkan sistem imun, menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti E.coli, serta membantu penyerapan zat gizi lebih optimal. Dalam konteks stunting, hal ini sangat penting. Banyak kasus stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, tetapi juga karena gangguan penyerapan nutrisi akibat infeksi atau kondisi usus yang tidak sehat. Dengan kondisi usus yang sehat, zat gizi dari makanan dapat diserap dan dimanfaatkan tubuh secara lebih maksimal untuk pertumbuhan anak.

Artinya, pencegahan stunting tidak harus selalu mahal. Pangan lokal seperti dadih dapat menjadi solusi yang mudah, terjangkau, dan berkelanjutan.

Pencegahan Stunting Harus Dimulai Sejak Dini

Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan hanya saat anak sudah lahir, tetapi harus dimulai sejak remaja putri, masa kehamilan, hingga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Upaya yang perlu dilakukan meliputi pemenuhan gizi ibu hamil, inisiasi menyusu dini (IMD), pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, pemberian MP-ASI bergizi setelah 6 bulan, imunisasi lengkap, serta perbaikan sanitasi dan perilaku hidup bersih.

Stunting juga tidak berdiri sendiri. Faktor seperti kemiskinan, sanitasi buruk, dan rendahnya edukasi gizi turut berperan. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada makanan, tetapi juga lingkungan dan perilaku keluarga.

Peran Keluarga: Kunci yang Sering Dilupakan

Sering kali, program pemerintah sudah berjalan, tetapi hasilnya belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya keterlibatan keluarga. Padahal, keluarga memiliki peran penting dalam menentukan pola makan anak, menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan perilaku hidup sehat, serta memantau pertumbuhan anak secara rutin. Edukasi yang tepat kepada ibu, ayah, dan pengasuh menjadi kunci agar praktik pemberian makan dan perawatan anak berjalan dengan baik.

Pada akhirnya, pencegahan stunting dimulai dari rumah. Dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, keluarga dapat berperan besar dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PC GMPI Madina: Tragedi Geothermal Tindak Pidana Korporasi

    Ketua PC GMPI Madina: Tragedi Geothermal Tindak Pidana Korporasi

    • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Proses hukum atas tragedi paparan racun dari sumur milik PT. SMGP menewaskan 5 warga Sibanggor Julu, dinilai lamban oleh berbagai kalangan. Hal ini menbuat masyarakat bertanya-tanya ada apa sebenarnya yngg terjadi di kepolisian yang begitu sulit untuk menetapkan tersangka kasus ini. “Mengingat kejadian ini sudah berlalu satu bulan lebih, namun daftar […]

  • Sungai Meluap Terjang Sawah, Jembatan, Rumah

    Sungai Meluap Terjang Sawah, Jembatan, Rumah

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MANDAILING NATAL (Mandailing Online) – Sejumlah sungai meluap di Kabupaten Mandailing Natal pada Sabtu, 3 Nopember 2012 akibat curah hujan cukup ekstrim yang turun secara terus menerus sejak siang hingga malam. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Mandailing Natal, Rizfan Juliardy Hutasuhut, ST kepada wartawan mengungkapkan, sawah dan kebun penduduk di sejumlah kawasan dilanda banjir, […]

  • Anggota DPRD Madina Ali Makmur Mangkir Dari Panggilan Jaksa

    Anggota DPRD Madina Ali Makmur Mangkir Dari Panggilan Jaksa

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ali Makmur Nasution alias Jaganding mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri Panyabungan. “Ali Makmur Nasution mangkir dari panggilan pertama,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Panyabungan, Satimin di Panyabungan, Selasa (21/1/2014) seperti dilansir BeritaSumut.com. Sersuai surat panggilan yang dilayangkan Kejaksan Negeri (Kejari) Panyabungan, sejatinya Ali Makmur harus menghadap […]

  • BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 3)

    BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 3)

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution Berikut ini diterakan ornamen-ornamen yang terdapat pada tutup ari dari Sopo Godang dan Bagas Godang. 5. Bintang na Toras melambangkan pendiri huta Makna: Huta tersebut didirikan oleh Natoras yang sekaligus berkedudukan sebagai pimpinan pemerintahan dan pimpinan adat yang dilengkapi dengan Hulubalang, Bayo-bayo Nagodang, Datu, dan Sibaso. 6. Rudang melambangkan suatu Huta yang […]

  • Inspektorat Diminta Evaluasi Dana Desa Muara Mais

    Inspektorat Diminta Evaluasi Dana Desa Muara Mais

    • calendar_month Sabtu, 1 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Pihak Inspektorat Madina diminta melakukan evaluasi terhadap penggunaan anggaran Dana Desa di Desa Muara Mais, Kecamatan Tambangan, Madina. Khususnya penggunaan Dana Desa TA 2018 untuk proyek pembangunan jalan jenis rabat beton di kawasan Aek Kapias, Muara Mais. Hal itu dikatakan sejumlah warga yang mengaku penduduk Muara Mais kepada wartawan, Kamis […]

  • MARSIDAO-DAO (1)

    MARSIDAO-DAO (1)

    • calendar_month Kamis, 18 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Naisuratkon : Dahlan Batubara Mataniari tar geleng tu jae, tai inda pedo megelengtu, tar onok dope so kotu Asyar. Ombus ni angin lumobi gogo mambaen bulung-bulung ni arambir merbas-erbas tu siamun dohot tu siambirang. Eme nagumorsing na i saba na bolak boti mar gadu-gadu tarida songon ombak ni laut tarombus angin maroban muap […]

expand_less