Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

ASI Eksklusif, MP-ASI, dan Dadih: Cara Sederhana Cegah Stunting dari Rumah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • print Cetak

Oleh: Wahyuni Sari Zein Lubis, S.Tr.Gz dan Prof. Dr. Helmizar, SKM, M. Biomed

Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

 

 

Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Indonesia memang telah menurun menjadi 19,8%. Namun, angka ini masih menunjukkan bahwa hampir satu dari lima anak Indonesia mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis. Banyak orang mengira stunting hanya soal anak yang bertubuh pendek. Padahal, lebih dari itu, stunting adalah tanda adanya kekurangan gizi kronis sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak. Dampaknya tidak main-main, mulai dari gangguan kecerdasan, daya tahan tubuh lemah, hingga risiko penyakit kronis di masa depan.

Kabar baiknya, stunting sebenarnya bisa dicegah dari rumah. Kuncinya ada pada tiga hal sederhana yang sering diabaikan: ASI eksklusif, MP-ASI yang berkualitas, dan pemanfaatan pangan lokal fungsional seperti dadih.

ASI Eksklusif: Fondasi Awal Kehidupan Anak

Enam bulan pertama kehidupan adalah masa emas. Pada periode ini, bayi hanya membutuhkan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain. ASI bukan sekadar makanan, tetapi juga perlindungan alami yang mengandung zat gizi lengkap serta antibodi untuk melindungi bayi dari berbagai infeksi.

Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit infeksi, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Hal ini penting karena infeksi berulang dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan berujung pada stunting.

Namun, perlu dipahami bahwa ASI eksklusif saja tidak cukup untuk mencegah stunting jika tidak dilanjutkan dengan praktik pemberian makan yang tepat setelah usia 6 bulan. Faktanya, banyak kasus stunting mulai muncul setelah bayi berusia di atas 6 bulan, terutama ketika MP-ASI yang diberikan tidak memenuhi kebutuhan gizi anak.

MP-ASI: Bukan Sekadar Makanan Tambahan

Setelah usia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi meningkat. ASI tetap diberikan, tetapi harus didampingi dengan MP-ASI yang tepat. Di sinilah sering terjadi kesalahan dalam praktik pemberian makan pada anak.

MP-ASI yang baik bukan hanya soal “bayi sudah makan”, tetapi harus memenuhi prinsip tepat waktu, adekuat (mengandung zat gizi lengkap dan seimbang), aman (higienis), serta diberikan dengan cara yang benar melalui responsive feeding, yaitu memperhatikan sinyal lapar dan kenyang anak.

MP-ASI berperan penting dalam mencegah stunting dan masalah gizi lainnya, memenuhi kebutuhan nutrisi pada usia 6 –24 bulan, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Jika MP-ASI tidak berkualitas, misalnya hanya berupa bubur encer tanpa protein hewani, maka risiko stunting akan meningkat. Oleh karena itu, periode usia 6 –24 bulan menjadi fase yang sangat krusial dalam pencegahan stunting.

Dadih: Kearifan Lokal dengan Manfaat Global

Di tengah upaya perbaikan gizi, Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar dari pangan lokal, salah satunya dadih. Di Sumatera Barat, dadih telah lama menjadi bagian dari pola makan masyarakat dan dikonsumsi secara turun-temurun. Dadih adalah produk fermentasi susu kerbau yang kaya akan bakteri asam laktat atau probiotik.

Probiotik dalam dadih memiliki berbagai manfaat, seperti menjaga kesehatan saluran cerna, meningkatkan sistem imun, menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti E.coli, serta membantu penyerapan zat gizi lebih optimal. Dalam konteks stunting, hal ini sangat penting. Banyak kasus stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan, tetapi juga karena gangguan penyerapan nutrisi akibat infeksi atau kondisi usus yang tidak sehat. Dengan kondisi usus yang sehat, zat gizi dari makanan dapat diserap dan dimanfaatkan tubuh secara lebih maksimal untuk pertumbuhan anak.

Artinya, pencegahan stunting tidak harus selalu mahal. Pangan lokal seperti dadih dapat menjadi solusi yang mudah, terjangkau, dan berkelanjutan.

Pencegahan Stunting Harus Dimulai Sejak Dini

Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan hanya saat anak sudah lahir, tetapi harus dimulai sejak remaja putri, masa kehamilan, hingga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Upaya yang perlu dilakukan meliputi pemenuhan gizi ibu hamil, inisiasi menyusu dini (IMD), pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, pemberian MP-ASI bergizi setelah 6 bulan, imunisasi lengkap, serta perbaikan sanitasi dan perilaku hidup bersih.

Stunting juga tidak berdiri sendiri. Faktor seperti kemiskinan, sanitasi buruk, dan rendahnya edukasi gizi turut berperan. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada makanan, tetapi juga lingkungan dan perilaku keluarga.

Peran Keluarga: Kunci yang Sering Dilupakan

Sering kali, program pemerintah sudah berjalan, tetapi hasilnya belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya keterlibatan keluarga. Padahal, keluarga memiliki peran penting dalam menentukan pola makan anak, menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan perilaku hidup sehat, serta memantau pertumbuhan anak secara rutin. Edukasi yang tepat kepada ibu, ayah, dan pengasuh menjadi kunci agar praktik pemberian makan dan perawatan anak berjalan dengan baik.

Pada akhirnya, pencegahan stunting dimulai dari rumah. Dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, keluarga dapat berperan besar dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gagalkan Penyelundupan 17 Kg Ganja, Polisi & Tersangka Kejar-kejaran di Hutan

    Gagalkan Penyelundupan 17 Kg Ganja, Polisi & Tersangka Kejar-kejaran di Hutan

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL-METRO; Aparat kesatuan Polsek Pintu Padang berhasil menggagalkan penyelundupan 17 kilogram (kg) ganja kering dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke Kota Padangsidimpuan (Psp), Senin (4/10) sekitar pukul 03.30 dini hari. Dalam aksinya, polisi berhasil mengamankan 3 tersangka. Dua tersangka dibekuk dari pinggir jalan, satu tersangka tertangkap di dalam hutan setelah sebelumnya terlibat kejar-kejaran. Namun, dalam […]

  • Bom Sarinah, Sumut Siaga 1

    Bom Sarinah, Sumut Siaga 1

    • calendar_month Kamis, 14 Jan 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Medan – Buntut serangan teroris di Mall Sarinah, Jakarta Kamis (14/1), berbuntut panjang terhadap keamanan di daerah lainnya. Seperti di Kota Medan, seluruh personel kepolisian dari Polresta Medan dikerahkan untuk melakukan pengamanan ekstra ketat di kawasan objek vital dan tempat keramaian. Hal itu diungkapakan Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, melalui Kabag Ops, […]

  • Sipir Lapas Pemukul Santri Dipindah ke Polres Madina

    Sipir Lapas Pemukul Santri Dipindah ke Polres Madina

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Sipir penjara Lembaga Pemasyarakatan Natal, Derman Gultom ditengarai akan ditahan di Polres Mandailing Natal. Sejumlah polisi berpakaian preman terlihat menggiring Derman Gultom keluar dari sel tahanan Polsek Natal, Rabu (22/9/2021). Derman ditahan karena dugaan menganiaya Said Rahman, pelajar Pondok Pesantren Mustafawiyah beberapa waktu lalu. Dengan tangan diborgol, Derman Gultom terlihat menunduk […]

  • Wilayah Pantai Barat Memprihatinkan

    Wilayah Pantai Barat Memprihatinkan

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Jalan Rusak Seperti Kubangan Kerbau Warga Pantai Barat, Madina khususnya di Kecamatan Batahan dan Sinunuk berharap kepada pemerintah agar melaksanakan perbaikan jalan. Selama ini, jalan yang ada di daerah mereka memprihatinkan, berlubang-lubang di sana sini. Jalan penghubung kedua daerah sepanjang kurang lebih 18 kilometer telah bertahun-tahun tak pernah diperbaiki, padahal kondisi badan jalan ibarat kubangan […]

  • HIRUK PIKUK DUNIA PENDIDIKAN

    HIRUK PIKUK DUNIA PENDIDIKAN

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Julia Sitanggang, S.Pd Karyawan swasta, anggota Majelis Taklim Islam Kaffah, tinggal di Tapanuli Tengah   Pendidikan adalah cara untuk mengangkat kelas sosial. Di sisi lain, pendidikan juga menjadi dasar pembangunan negara-negara maju. Namun faktanya, masih banyak anak muda di Indonesia yang tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk mengenyam pendidikan tinggi, khususnya universitas. (Sumber MEDIA […]

  • Membangun Pendidikan Harus Melalui Hati Tulus

    Membangun Pendidikan Harus Melalui Hati Tulus

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan Ulang Tahun PGRI Ke-65 di Kabupaten Mandailing Natal Kadis Pendidikan Drs Musaddad Daulay MM berpesan dalam membangun pendidikan guru harus melalui hati yang tulus dan ikhlas. “Profesi (guru-red) yang harus mempunyai kesabaran dan keuletan yang luar biasa dalam upaya mencerdaskan anak bangsa agar dapat meraih prestasi […]

expand_less