Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Suara Terbungkam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Des 2021
  • print Cetak

Prosa Karya : Halvionata Auzora Siregar

 

Ketika mendengar sebuah jeritan menyayat hati dari seorang perempuan yang dianggap sebagai tiang dari sebuah negara, di akhir tahun yang penuh duka, duka bagi perempuan, negara bahkan apa yang diperjuangkan oleh sang feminisme Indonesia R.A Kartini dan Dewi Sartika telah dirobohkan oleh hawa nafsu.

Akhir tahun kini penuh tanda tanya, apakah kami sebagai perempuan hanya menemani pemuas nafsu ketika pria ingin kami layani?

Bolehkah kami bersuara layaknya seorang panglima yang berhak menyuruh anggota maju dalam medan laga?

Apakah kami boleh memiliki aksebilitas sama seperti pria?

Ataukah kami hanya pengisi rumah sahaja?

Untaian syair merujuk pada kasus pelecehan bahkan kekerasan, pemerkosaan yang banyak terjadi akhir tahun ini, apalagi seorang pelaku bertindak sebagai aparat keamanan yang memang tupoksinya ialah melindungi dan mengayomi. Yang paling menyayat hati, sang korban depresi hingga akhirnya bunuh diri di dekat pusara ayahnya, yang telah melindungi anak gadisnya dengan penuh sayang dan kasih.

Kasus ini bagaikan gunung es membeku lama tak mencair akibat lemahnya legitimasi, atau sengaja ditutup-tutupi bahkan dengan dalih kurangnya barang bukti.

Bukti apa yang perlu digali ketika seorang mahasiswi yang mengajukan skripsi kepada dosen, tetapi malah dilecehkan bahkan diancam dengan kalimat “percuma kamu lapor tidak ada yang mempercayai”.

Ketika kami melapor, tetapi malah dilaporkan balik atas tuduhan pencemaran nama baik, nama baik seperti apa yang ingin oknum itu lindungi? Bukankah oknum itu sendiri yang menjilat ludahnya sendiri?

Ada legitimasi yang perlu harus kita benahi, ada hak kami (perempuan) untuk bersuara, beraktivitas, bahkan kami memiliki aksebilitasi sama seperti pria. Kita adalah negara hukum, salah satu prinsip negara hukum ialah equality before the law yang artinya persamaan di hadapan hukum. Kita semua sama di hadapan hukum, tetapi makna yang lebih dalam ialah ketika kita ingin meng-akses hukum tersebut haruslah sama, bukan terbatasi oleh gender pria-wanita bahkan terbatasi oleh yang namanya aparat dan rakyat jelata dan salah satu asas hukum berbunyi salus populi suprema lex esto yang mengandung arti keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

Maka dari itu, legitimasi hukum jangan sesekali dihadang oleh yang namanya kepentingan pribadi apalagi berdalih untuk menutupi.

Halvionata Auzora Siregar adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh/anggota Ikatan Mahasiswa Batang Natal-Aceh

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Karet Turun di Panyabungan

    Harga Karet Turun di Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet alam kembali turun pada pekan ini di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Penjualan Kamis (20/6/2013) harga getah antara 7.000 hingga 8.500 rupiah per kilo gram. Kamis sebelumnya masih di level 8.700 hingga 9.500 per kilo gram. “Harga turun lagi dari pekan lalu. Ini makin menyusahkan apalagi harga kebutuhan mulai […]

  • Ratusan Ekor Ayam Mati Mendadak di Siabu Madina

    Ratusan Ekor Ayam Mati Mendadak di Siabu Madina

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejak sepekan terakhir, ratusan ekor ayam di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mati mendadak. Mendengar laporan kejadian ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Madina, Sabtu (07/05/2011) langsung melakukan penyemprotan untuk menghindari penyakit ganas ini dan mengantisipasi bertambahnya ayam yang mati mendadak. Kejadian ini terungkap akibat keresahan masyarakat terhadap ayam […]

  • Warga Malintang Minta Saparuddin Haji Ciptakan Pemerintah Yang Baik

    Warga Malintang Minta Saparuddin Haji Ciptakan Pemerintah Yang Baik

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALINTANG (Mandailing Online) – Pasangan Saparuddin Haji Lubis-Miswaruddin Daulay diminta jika menjadi bupati dan wakil bupati Madina supaya menciptakan pemerintahan yang baik dan tidak menyimpang. Permintaan itu disampaikan masyarakat Kecamatan Bukit Malintang kepada calon bupati Madina Saparuddin Haji Lubis saat melakukan silaturrahim di kawasan itu, Rabu malam (21/10). “Kita juga berharap, apabila nantinya paslon nomor […]

  • Tembok Penahan Arus Sungai Bilah Rubuh

    Tembok Penahan Arus Sungai Bilah Rubuh

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rantauprapat. Bronjong, penahan arus agar tidak terjadi erosi, di Sungai Bilah, Lingkungan Sioldengan, Kelurahan Urung Kompas, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu rubuh. Panjang bronjong yang rubuh sekitar 100 meter, padahal baru selesai dikerjakan. Di lokasi terlihat, dari ratusan meter panjang bronjong yang dibangun, sebagian sudah anjlok hingga tenggelam ke dalam sungai. Sementara sebahagian lainnya sudah […]

  • Bupati Madina Didemo untuk Desak Stop Kegiatan PT SMGP

    Bupati Madina Didemo untuk Desak Stop Kegiatan PT SMGP

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan. Sedikitnya 50 massa MPC Pemuda Pancasila (PP) Mandailing Natal (Madina) melaksanakan demo ke Pemkab Madina menuntut agar Bupati HM Hidayat Batubara menghentikan kegiatan PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) karena keberadaannya meresahkan masyarakat. Desakan tersebut disampikan Tan Gojali salah seorang orator saat melakukan aksi demo di depan Pintu Masuk Kantor Bupati Madina dengan pengawalan […]

  • Bupati Madina: Pembangunan Jalan Termasuk Prioritas

    Bupati Madina: Pembangunan Jalan Termasuk Prioritas

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution menyatakan pembangunan jalan termasuk salah satu prioritas. Itu diungkap bupati saat bersilaturahmi dengan masyarakat di Lopo Aek Sontang Banjar Malayu, Batang Natal, Selasa (29/7)2025). “Pembangunan jalan adalah prioritas kami. Tahun ini beberapa ruas jalan sudah diusulkan ke pemerintah pusat agar dibangun, saya minta Kadis […]

expand_less