Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Suara Terbungkam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 13 Des 2021
  • print Cetak

Prosa Karya : Halvionata Auzora Siregar

 

Ketika mendengar sebuah jeritan menyayat hati dari seorang perempuan yang dianggap sebagai tiang dari sebuah negara, di akhir tahun yang penuh duka, duka bagi perempuan, negara bahkan apa yang diperjuangkan oleh sang feminisme Indonesia R.A Kartini dan Dewi Sartika telah dirobohkan oleh hawa nafsu.

Akhir tahun kini penuh tanda tanya, apakah kami sebagai perempuan hanya menemani pemuas nafsu ketika pria ingin kami layani?

Bolehkah kami bersuara layaknya seorang panglima yang berhak menyuruh anggota maju dalam medan laga?

Apakah kami boleh memiliki aksebilitas sama seperti pria?

Ataukah kami hanya pengisi rumah sahaja?

Untaian syair merujuk pada kasus pelecehan bahkan kekerasan, pemerkosaan yang banyak terjadi akhir tahun ini, apalagi seorang pelaku bertindak sebagai aparat keamanan yang memang tupoksinya ialah melindungi dan mengayomi. Yang paling menyayat hati, sang korban depresi hingga akhirnya bunuh diri di dekat pusara ayahnya, yang telah melindungi anak gadisnya dengan penuh sayang dan kasih.

Kasus ini bagaikan gunung es membeku lama tak mencair akibat lemahnya legitimasi, atau sengaja ditutup-tutupi bahkan dengan dalih kurangnya barang bukti.

Bukti apa yang perlu digali ketika seorang mahasiswi yang mengajukan skripsi kepada dosen, tetapi malah dilecehkan bahkan diancam dengan kalimat “percuma kamu lapor tidak ada yang mempercayai”.

Ketika kami melapor, tetapi malah dilaporkan balik atas tuduhan pencemaran nama baik, nama baik seperti apa yang ingin oknum itu lindungi? Bukankah oknum itu sendiri yang menjilat ludahnya sendiri?

Ada legitimasi yang perlu harus kita benahi, ada hak kami (perempuan) untuk bersuara, beraktivitas, bahkan kami memiliki aksebilitasi sama seperti pria. Kita adalah negara hukum, salah satu prinsip negara hukum ialah equality before the law yang artinya persamaan di hadapan hukum. Kita semua sama di hadapan hukum, tetapi makna yang lebih dalam ialah ketika kita ingin meng-akses hukum tersebut haruslah sama, bukan terbatasi oleh gender pria-wanita bahkan terbatasi oleh yang namanya aparat dan rakyat jelata dan salah satu asas hukum berbunyi salus populi suprema lex esto yang mengandung arti keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

Maka dari itu, legitimasi hukum jangan sesekali dihadang oleh yang namanya kepentingan pribadi apalagi berdalih untuk menutupi.

Halvionata Auzora Siregar adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh/anggota Ikatan Mahasiswa Batang Natal-Aceh

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 8 Kecamatan Rawan Longsor, 6 Rawan Banjir

    8 Kecamatan Rawan Longsor, 6 Rawan Banjir

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALUTA – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Paluta menyusun profile daerah rawan bencana dalam bentuk peta (map) rawan bencana. Tujuannya mengidentifikasi kawasan rawan bencana dan permasalahannya. Berdasarkan data dan analisa BPBD, kawasan rawan bencana banjir meliputi 6 kecamatan yakni Kecamatan Dolok, Dolok Sigompulon, Simangambat, Portibi, Padang Bolak dan Batang Onang. Untuk kawasan rawan bencana […]

  • Rusak Keindahan Kota dan Berpotensi Banjir

    Rusak Keindahan Kota dan Berpotensi Banjir

    • calendar_month Kamis, 28 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    ek Panyabungan, (MO) – Kesadaran Masyarakat Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terhadap kebersihan lingkungan masih rendah. Bahkan sungai pun  masih kerap dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah seperti yang terjadi   di sungai Aek Mata  pusat kota Panyabungan. Selain memicu munculnya berbagai penyakit dan merusak keindahan kota, juga bakal berpotensi terhadap banjir. Demikian disampaikan salah seorang aktivis […]

  • Bupati Dahlan Hasan : “Santri Harus Percaya Diri”

    Bupati Dahlan Hasan : “Santri Harus Percaya Diri”

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PURBABARU (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyampaikan pesan agar santri selalu percaya diri. Sebab perasaan tidak percaya diri sering kali menyebabkan kehilangan gairah dan optimisme untuk belajar dan menggapai cita-cita. “Jangan pernah merasa sebagai orang miskin. Jangan pernah merasa rendah diri karena karena orang tua tidak mampu,” kata Dahlan Hasan di depan […]

  • Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan di Sumut Tinggi

    Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan di Sumut Tinggi

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, (MO) – Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia masih tinggi, termasuk di Sumatera Utara (Sumut). Berdasarkan data Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) yang dikumpulkan dari 34 lembaga di Sumut,selama tahun 2011 saja,ada 344 dari 8.277 kasus kekerasan terhadap perempuan yang merupakan kekerasan seksual. “Kasus kekerasan dalam rumah tangga ada 7.120 […]

  • Tol Sumatera, pusat hanya janji

    Tol Sumatera, pusat hanya janji

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Soeharsojo, meminta pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan tol Trans Sumatera. Ditegaskannya, bahwa selama ini masyarakat Sumatera hanya mendapatkan janji tentang rencana pembangunan jalan Trans Sumatera. “Rencana pembangunan Trans Sumatera harus direalisasikan dan jangan ditunda lagi, karena sejak 15 tahun yang lalu pemerintah […]

  • IPPNU Desak Pemkab Madina Aktifkan Kembali Beasiswa

    IPPNU Desak Pemkab Madina Aktifkan Kembali Beasiswa

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)  Madina mendesak Pemkab Madina mengaktifkan kembali Beasiswa Miskin Berprestasi yang sempat mati beberapa tahun terakhir. Desakan itu disampaikan Ketua IPPNU Madina, Hapsoh Nasution didampingi pegurus IPPNU Madina lainnya kepada Mandailing Online, Jum’at (13/9/2019) di Panyabungan. Aktivis mahasiswi yang masih duduk di semester 7 Sekolah […]

expand_less