Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Suami Yang Tak Dirindukan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 13 Nov 2022
  • print Cetak

Oleh: Dayanur
Ibu rumah tangga, tinggal di Natal

Suami merupakan kepala rumah tangga yang memiliki hak dan tanggung jawab besar terhadap istri dan anak-anaknya. Selain itu suami juga pemimpin (qowwam) terhadap istrinya. Suami memiliki kewajiban terhadap keluarganya dalam memberikan nafkah lahir batin. Namun, sayang seribu sayang banyak para suami hari ini melupakan tanggung jawabnya. Bahkan tidak sampai di situ banyak hari ini istri istri yang menjadi korban akibat dari kekejaman suami.

Misalnya saja baru baru ini kita mendengar kabar aksi kejam dan biadab dilakukan seorang suami kepada istri dan anaknya di sebuah rumah di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota depok, Jawa Barat. Pelaku berinisial RN (31) tega menganiaya istrinya berinisial NI (31) dan membunuh anak perempuannya berinisial KPC (13) menggunakan parang.(liputan6.com 01/11/ 2022)

RN mengaku membunuh anak dan istrinya karena merasa tak dihargai sebagai kepala rumah tangga padahal dirinya sudah berjuang untuk menafkahi keluarga.
“Tidak pernah dihargai, terus sering dinjak-injak (harga diri saya) karena saya sebagai laki-laki punya harga diri, tetapi saya juga mengaku salah,” kata RN.

RN mengatakan sebelum membunuh anak kandungnya hingga tewas sempat terjadi perselisihan dipicu karena pelaku kesal selalu ditanya istrinya lantaran sering pulang pagi.(KOMPASTV.COM 03/11/ 2022).

Ironi yang kita rasakan hari ini, betapa nyawa manusia tidak terjaga dan tidak mendapat perlindungan dan pembelaan. Bahkan seolah-olah ada opini bahwa darah seorang manusia itu murah dan boleh ditumpahkan kapan saja. Masih banyak lagi kasus serupa. Bukan hanya di satu tempat, melainkan menyebar di berbagai wilayah, di desa maupun kota.

Tentu semua ini bukan persoalan individu namun ini persoalan sistemik.
Pertama, demokrasi kapitalisme yang asasnya adalah sekulerisme yang begitu mengagungkan kebebasan sehingga hari ini untuk menzolimi, menyakiti bahkan membunuh seseorang menjadi hal yang lazim terjadi.

Kedua, kontrol diri yang lemah. Pengaruh sekuler sangat berdampak pada keimanan dan ketakwaan para suami. Akidah sekuler telah menghilangkan peran suami sebagai pemimpin rumah tangga. Mereka justru menjadi pelaku maksiat dan kriminal. Jiwa mereka tereduksi pemikiran sekuler liberal. Batinnya kering dan kosong dari keimanan dan nilai-nilai Islam. Jadilah mereka suami yang mudah frustrasi, galau, bingung, emosi labil, cenderung meledak-ledak, merasa insecure, dan nirempati. Saat masalah menghinggapi, solusi sumbu pendek dilakukan, seperti , pengeroyokan, bunuh diri, bahkan pembunuhan.

Alhasil, terbukti bahwa sekularisme yang diikuti saat ini — dengan konsep HAM dan demokrasinya — telah gagal melindungi kehormatan dan nyawa manusia.

Ketiga, negara berkewajiban melindungi generasi dari paparan ideologi kapitalisme sekuler yang merusak kepribadian mereka.
Di dalam Islam nyawa manusia, apalagi orang Mukmin, amatlah mahal di sisi Allah SWT. Karena itulah darah seorang Mukmin mesti terjaga kecuali dengan alasan yang haq. Begitu berharganya nyawa seorang Mukmin, kehancuran dunia jauh lebih ringan dibandingkan dengan hilangnya nyawa Mukmin tanpa haq. Sabda Nabi saw.:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Kehancuran dunia ini lebih ringan di sisi Allah dibandingkan dengan pembunuhan seorang Muslim (HR an-Nasa’i).

Untuk mencegah pembunuhan yang disengaja, Islam memberikan sanksi yang keras berupa hukuman qishash kepada pelaku pembunuhan. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَى بِالْأُنْثَى

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian qishâsh berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh: orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, dan wanita dengan wanita… (TQS al-Baqarah [2]: 178).

Qishash adalah tuntutan hukuman mati atas pembunuh karena permintaan keluarga korban. Hukum ini memberikan rasa keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menjadi pencegah tindakan kejahatan serupa.

Saatnya Sistem Sekular Dijauhi

Saatnya umat kembali pada sistem Islam yang menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai daulah khilafah Islamiyyah.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Kedondong Naik Akibat Daerah Lain Belum Panen

    Harga Kedondong Naik Akibat Daerah Lain Belum Panen

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Melonjaknya harga buah kedondong di tingkat petani dalam dua pekan terakhir di Mandailing Natal (Madina) akibat meningkatnya permintaan pasar lalu mempengaruhi harga. “Naiknya harga dimungkinkan akibat daerah luar Madina sedang tidak musim penen, makanya harganya naik,” ungkap pedagang pengumpul, Kali Junjung di Kecamatan Panyabungan Utara, Minggu (16/6/2013). Dikatakannya, dalam satu hari […]

  • Komisi I DPRD Madina Tinjau Pelaksanaan UN

    Komisi I DPRD Madina Tinjau Pelaksanaan UN

    • calendar_month Senin, 4 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Mandailing Natal  meninjau pelaksanaan  Ujian Nasional  di beberapa sekolah di Panyabungan, Senin, (4/4). Peninjauan dipimpin Ketua Komisi, Madina Mulyadi Hakim Muda Nasution, diikuti anggota Hj. Riadoh, Sahbana Hasibuan, Ali Makmur Nasution. Di sela peninjauan, Mulyadi kepada Mandailing Online , Senin, (4/4) menyatakan, pihaknya sejauh ini belum ada mendengar […]

  • DCS Dapil 4 PAN Madina

    DCS Dapil 4 PAN Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 PAN Madina

  • Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (2)

    Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (2)

    • calendar_month Rabu, 8 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial) Sejarahwan Mandailing   Syekh Sulaiman yang lebih terkenal dengan Tuan Syekh Aek Libung pada tahun1905 dan wafat di Desa Aek Libung pada tahun 1970. Ulama bermarga Nasution ini lahir dan besar dalam keluarga ulama. Kakeknya, Syekh Rowani Al-Kholidy Naqsabandy bin Mangindal bin Maharaja Manambir Mandailing, adalah seorang ulama […]

  • Iskandar Hasibuan Diteror

    Iskandar Hasibuan Diteror

    • calendar_month Rabu, 28 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MADINA, (MO) – Kerap menyerukan agar seluruh masyarakat Mandailing Natal (Madina) sama-sama menjaga kondusifitas dan stabilitas sosial serta tidak terprovokasi, Ketua Komisi 1 DPRD Madina, Iskandar Hasibuan malah dihujani pesan singkat bernada “teror” dan ancaman. Namun Iskandar menegaskan tidak akan gentar. Sebab menurut dia apa yang dia sampaikan adalah suatu hal yang normatif demi menjaga […]

  • MAKNA NUZULUL QURAN

    MAKNA NUZULUL QURAN

    • calendar_month Jumat, 30 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Setiap Ramadhan kaum Muslim biasanya menyelenggarakan Peringatan Nuzulul Quran. Tentu karena al-Quran Allah SWT turunkan pada Bulan Ramadhan (QS al-Baqarah [2]: 185). Bukan hanya turun pada bulan Ramadhan yang istimewa, al-Quran pun turun pada malam yang sangat istimewa, yakni Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman: إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ […]

expand_less