Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Tortor Mandailing di Dalam Mollop

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Feb 2019
  • print Cetak

Tortor Naposobulung

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

Saya teringat cerpen “Indonesia” karya Putu Wijaya. Berkisah tentang mahasiswi di Amerika Serikat. Yang belajar tari untuk persiapan festival kesenian asli negara-negara asal para mahasiswa.

Si mahasiswi baru menyadari belajar tari ternyata sangat berat.

Sang guru tari menekankan bahwa esensi tarian tradisional itu ketika : gerakan fisik saat menari berada dalam pengaruh jiwa. Pengaruh perasaan. Bukan lagi perintah otak.

Syaraf-syaraf tubuh bergerak oleh getaran jiwa. Jiwa digetarkan oleh hipnotisasi ritme musik.

Tubuh bergerak mengikuti aliran perasaan.

Gemulai tarian kian halus jika jiwa semakin menguasai gerakan fisik.

Dalam bahasa Mandailing ada kosa kata “Mollop”. Antara tidur dan terjaga. Atau setengah sadar.

Tingkatan Mollop tercapai ketika kesadaran oleh kekuatan otak kian memudar.

“Penari Tortor Mandailing berada dalam situasi antara sadar dan terjaga. Mollop,” ungkap Ilham Nasution, guru Gordang Sambilan di Pidoli Lombang, Panyabungan, Madina, ketika saya berbincang dengannya tahun 2012 lalu.

“Tubuh bergerak mengikuti perasaan. Gerakan yang halus ini terpengaruh oleh kendali perasaan, yang mengalir ke urat-urat syaraf penari oleh pengaruh ritme musik. Makanya Tortor Mandailing halus, bergerak lamban dan sakral, penuh makna dan penghayatan,” beber Ilham.

Gerakan mata, tangan, jari tangan dan kaki digerakkan oleh perasaan. Termasuk posisi kepala yang terus menunduk.

Ini menyebabkan gerakan tari tortor Mandailing  lamban, halus, gemulai.

Telapak kaki juga tak pernah terangkat dari lantai. Hanya bergeser. “Manyerep” dalam bahasa Mandailing.

Apabila gerakan tarian Tortor Mandailing masih belum halus, maka si penari harus giat belajar. Agar esensi gerakan Tortor Mandailing tercapai.

Dari sisi pendekatan etnomusikologi. Gerakan tarian yang halus, lamban dan penuh penghayatan merupakan ciri tarian tradisional di berbagai kawasan di Nusantara. Seperti tarian tortor di Mandailing itu.

Jika ada tarian yang sama tetapi gerakannya cendrung kasar, maka dianggap keluar dari esensi tarian induknya. Pendekatan ini bisa menjelaskan bahwa jika ada tarian serupa di suku lain, maka tortor mereka berinduk pada Tortor Mandailing.

Ini juga bisa menjadi kajian lebih lanjut tentang kemungkinan suku itu berasal dari Mandailing yang turut membawa tarian tortor itu ke wilayah baru mereka. Ketiga bermigrasi masa lalu.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prodi Gagal Akreditasi Dibubarkan, Dilarang Terima Mahasiswa Baru

    Prodi Gagal Akreditasi Dibubarkan, Dilarang Terima Mahasiswa Baru

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek-Dikti) Muhammad Nasir merespon banyaknya program studi (prodi) kampus negeri yang tidak lulus akreditasi. Dia mengatakan, prodi-prodi itu dilarang menerima mahasiswa baru. Nasir menuturkan pengelola PTN harus fair terhadap penilaian dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ketika hasil penilaian BAN-PT menetapkan ada prodi yang tidak lulus […]

  • Potret Buruk Akhlak Remaja Masa Kini

    Potret Buruk Akhlak Remaja Masa Kini

    • calendar_month Kamis, 1 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Penulis, tinggal di Padangsidimpuan Rusaknya akhlak remaja masa kini, kian hari kian menjadi. Jika dahulu, orangtua dijunjung tinggi dan disegani, kini malah di-bully. Viral-nya sebuah video remaja di Tapanuli Selatan yang menendang seorang nenek sontak meramaikan media massa. Netizen sangat geram dan kesal menyaksikan video tersebut. Timbul komentar-komentar dengan harapan, remaja […]

  • KEK Batahan Antara Harapan dan Kenyataan

    KEK Batahan Antara Harapan dan Kenyataan

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Tiba-tiba nama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batahan di Mandailing Natal (Madina) populer pasca debat Pilkada Madina 13 November 2020 lalu. KEK Batahan pun menjadi santapan hangat publik di media sosial-Facebook dan WhatsApp. Popularitas KEK Batahan itu melejit setelah calon wakil bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution,B.AppFin,M.Fin di debat itu menyatakan bahwa KEK di Pantai […]

  • Dinar-Dirham Mata Uang dengan Ragam Keunggulan

    Dinar-Dirham Mata Uang dengan Ragam Keunggulan

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Beberapa minggu terakhir publik dihebohkan dengan beredarnya isu penangkapan salah satu pegiat pasar muamalah. Menurut pemberitaan, penangkapan itu disebabkan dalam transaksinya di pasar tersebut tidak digunakan mata uang rupiah, melainkan jenis logam mulia berupa Dinar (emas) dan Dirham (perak). Bareskrim Polri menahan pegiat gerakan Dinar-Dirham tersebut pada Selasa (2/2/2021) malam. Tersangka dijerat berdasarkan dua […]

  • Capaian Vaksinasi untuk Maksimalkan Pembangunan

    Capaian Vaksinasi untuk Maksimalkan Pembangunan

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Capaian vaksinasi ternyata berpengaruh terhadap maksimalisasi anggaran untuk pembangunan, baik fisik maupun SDM. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution dalam acara launching Digitalisasi Transaksi Penerimaan Daerah Kabupaten Mandailing Natal di gedung serbaguna Parbangunan, Rabu (15/12). Wabup Atika menyampaikan, capaian vaksinasi di Madina masih kurang 14 […]

  • Dana Pilkada Madina Butuh 20 Milyar

    Dana Pilkada Madina Butuh 20 Milyar

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) menyatakan kesiapannya menampung anggaran dana Pilkada Madina yang direncanakan berlangsung bulan Desember 2015. Itu diketahui dalam rapat kordinasi antara Pemkab Madina dengan KPU Madina, Senin (23/2) membahas persiapan Pilkada Madina. Dalam rapat itu apihak KPU menghitung anggaran dana menelan sekitar 20 milyar. Berdasar revisi UU nomor […]

expand_less