Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Tortor Mandailing di Dalam Mollop

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Feb 2019
  • print Cetak

Tortor Naposobulung

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

Saya teringat cerpen “Indonesia” karya Putu Wijaya. Berkisah tentang mahasiswi di Amerika Serikat. Yang belajar tari untuk persiapan festival kesenian asli negara-negara asal para mahasiswa.

Si mahasiswi baru menyadari belajar tari ternyata sangat berat.

Sang guru tari menekankan bahwa esensi tarian tradisional itu ketika : gerakan fisik saat menari berada dalam pengaruh jiwa. Pengaruh perasaan. Bukan lagi perintah otak.

Syaraf-syaraf tubuh bergerak oleh getaran jiwa. Jiwa digetarkan oleh hipnotisasi ritme musik.

Tubuh bergerak mengikuti aliran perasaan.

Gemulai tarian kian halus jika jiwa semakin menguasai gerakan fisik.

Dalam bahasa Mandailing ada kosa kata “Mollop”. Antara tidur dan terjaga. Atau setengah sadar.

Tingkatan Mollop tercapai ketika kesadaran oleh kekuatan otak kian memudar.

“Penari Tortor Mandailing berada dalam situasi antara sadar dan terjaga. Mollop,” ungkap Ilham Nasution, guru Gordang Sambilan di Pidoli Lombang, Panyabungan, Madina, ketika saya berbincang dengannya tahun 2012 lalu.

“Tubuh bergerak mengikuti perasaan. Gerakan yang halus ini terpengaruh oleh kendali perasaan, yang mengalir ke urat-urat syaraf penari oleh pengaruh ritme musik. Makanya Tortor Mandailing halus, bergerak lamban dan sakral, penuh makna dan penghayatan,” beber Ilham.

Gerakan mata, tangan, jari tangan dan kaki digerakkan oleh perasaan. Termasuk posisi kepala yang terus menunduk.

Ini menyebabkan gerakan tari tortor Mandailing  lamban, halus, gemulai.

Telapak kaki juga tak pernah terangkat dari lantai. Hanya bergeser. “Manyerep” dalam bahasa Mandailing.

Apabila gerakan tarian Tortor Mandailing masih belum halus, maka si penari harus giat belajar. Agar esensi gerakan Tortor Mandailing tercapai.

Dari sisi pendekatan etnomusikologi. Gerakan tarian yang halus, lamban dan penuh penghayatan merupakan ciri tarian tradisional di berbagai kawasan di Nusantara. Seperti tarian tortor di Mandailing itu.

Jika ada tarian yang sama tetapi gerakannya cendrung kasar, maka dianggap keluar dari esensi tarian induknya. Pendekatan ini bisa menjelaskan bahwa jika ada tarian serupa di suku lain, maka tortor mereka berinduk pada Tortor Mandailing.

Ini juga bisa menjadi kajian lebih lanjut tentang kemungkinan suku itu berasal dari Mandailing yang turut membawa tarian tortor itu ke wilayah baru mereka. Ketiga bermigrasi masa lalu.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS Dapil 5 HANURA Madina

    DCS Dapil 5 HANURA Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari HANURA Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

  • BEM BLU-STAI Madina Periode 2011-2013 Dilantik

    BEM BLU-STAI Madina Periode 2011-2013 Dilantik

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) Kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Badan Layanan Umum Sekolah Tinggi Agama Islam (BLU-STAI) Mandailing Natal untuk periode tahun 2011-2013 resmi dilantik meskipun pelantikan ini sempat tertunda, prosesi pelantikan berlangsung di halaman kampus BLU-STAI Madina di Jalan STAIM kelurahan Dalan lidang kecamatan Panyabungan, Kamis (9/2) Hadir dalam pelantikan senat mahasiswa ini Bupati Madina HM Hidayat […]

  • Distan Madina Dukung Gerakan Nasional Ekosistem Halal

    Distan Madina Dukung Gerakan Nasional Ekosistem Halal

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Mendukung gerakan nasional untuk menciptakan ekosistem halal yang kuat, terutama di sektor pangan Dinas Pertanian Madina Lebih Spesifik Bidang Peternakan bekerja sama dengan Lpk Bersama Halal Madani (BHN) Padang Sumatera Barat melakukan latihan kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha). Dijelaskan Taufik Zulhandra Ritonga Plt Kadis Pertanian. Kegiatan tersebut harapannya tak hanya sekedar menciptakan […]

  • DPRD Madina Masih Bergolak

    DPRD Madina Masih Bergolak

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Konstalasi politik di tubuh DPRD Madina masih panas. Dampaknya, draf Perhitungan APBD 2011 yang sudah sebulan diajukan pemkab ke gedung dewan itu, hingga kini nasibnya terkatung-katung belum dibahas lembaga legislatif itu. Ini mengindikasikan DPRD Madina masih bergolak. Kabar yang hangat di gedung dewan, bahwa terjadi “perang dingin” yang rumit antara dua kelompok di DPRD Madina. […]

  • Panyabungan Salah Satu Barometer Investor

    Panyabungan Salah Satu Barometer Investor

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Salah satu barometer investor melirik daerah adalah situasi dan kondisi pusat kota. Payabungan sebagai ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memerlukan labih baik lagi penataannya. Sekretaris Keluarga Besar Mahasiswa (Gabema) Madina, Musliadi Nasution, SPd kepada Mandailing Online di Panyabungan, Senin (20/2), menyatakan keindahan pusat kota di suatu daerah merupakan salah satu referensi […]

  • Jelang Ramadan, Pedagang dan Pembeli Daging Sepi

    Jelang Ramadan, Pedagang dan Pembeli Daging Sepi

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu hari menjelang puasa Ramadan, harga daging di Panyabungan dan Kotanopan sebesar Rp.120.000 per kilo gram. Pantauan Mandailng Online di pasar baru Panyabungan dan pasar Kotanopan, Rabu (17/6) posisi pukul 13.10 WIB, harga daging kerbau dan lembu sebesar  Rp.120.000 per kilo gram, tulang sup sebesar Rp.80.000 per kilo gram. Sedangkan kikil […]

expand_less