Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Disperindag Gelar OP di Dua Kecamatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
  • print Cetak


MADINA- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar operasi pasar (OP) di Kecamatan Siabu dan Panyabungan Timur, Rabu (29/12). Operasi pasar ini bertujuan untuk menstabilkan harga beras di pasaran.
Pantauan METRO di Desa Sinonoan, Kecamatan Siabu, truk pembawa beras non subsidi ini diramaikan warga dari desa-desa di Siabu yang ingin memeeroleh beras murah yang disediakan oleh Pemkab Madina melalui Disperindag.
Nurjannah (45) seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Desa Lumban Dolok, Kecamatan Siabu, kepada METRO, mengaku senang dengan beras bulog alias non subsidi yang disediakan oleh pemerintah untuk masyarakat. Sebab, selama ini warga kesulitan untuk membeli beras mengingat harganya mahal.
“Kami (IRT, red) berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan beras murah. Selama ini kami hanya memeeroleh beras dengan harga yang tinggi dan sulit buat kami yang ekonomi rendah,” sebut Nurjannah diamini puluhan IRT lainnya di lokasi pembagian beras.
Kepala Dinas Perindag Madina, Drs A Ansyari Nasution, kepada METRO di lokasi penjualan beras, menyebutkan, beras murah non-subsidi kali ini hanya dibagikan kepada 2 kecamatan. Ini merupakan uji coba untuk melihat animo atau respon masyarakat dan apabila masyarakat menerima, maka Pemkab Madina akan terus menggelar operasi pasar yang sama dengan tujuan untuk menstabilkan harga.
“Untuk Kecamatan Siabu kita bagikan 1 truk dengan muatan 18 ton sedangkan untuk Kecamatan Panyabungan Timur kita alokasikan sebanyak 10 ton,” ucap Kadis.
Disebutkannya, harga yang dibebankan kepada masyarakat hanya sebesar Rp6.300 per kilogram dari harga pasar yang melebihi Rp8 ribu perkilogram. Dan program tersebut merupakan instruksi Pj Bupati Madina, Aspan Sofian Batubara.
Diungkapkannya, seluruh masyarakat berhak mendapatkan beras murah tersebut bukan hanya warga miskin saja, namun jumlahnya dibatasi. “Setiap rumah tangga kita batasi dengan jumlah maksimum sebanyak 50 kilogram dan tak boleh lebih, supaya warga lainnya juga kebagian,” kata Ansyari.
Saat ditanyai METRO soal penyebab mahalnya harga beras saat ini Ansyari Nasution menjelaskan, penyebab utamanya adalah akibat gagal panen bagi masyarakat petani dimana hasil tani tahun ini menurun.
“Di samping itu, penyebab lainnya adalah petani yang menjual hasil panennya ke luar daerah. Ini yang paling urgent sebagai penyebabnya, dan kondisi ini digunakan oleh pedagang beras sebagai moment untuk menaikkan harga,” ungkapnya. (wan)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 57 Tahun Pidato Natsir Tentang Sekularisme (1)

    57 Tahun Pidato Natsir Tentang Sekularisme (1)

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Dr. Adian Husaini (dikutip dari hidayatullah.com) PADA tanggal 12 November 1957, Mohammad Natsir menyampaikan pidato bersejaranhya tentang Islam dan Sekulerisme. Di depan Sidang Majelis Konstituante yang bertugas merumuskan Dasar Negara bagi Indonesia, Mohammad Natsir mengajak bangsa Indonesia untuk meninggalkan paham sekulerisme dan menjadikan agama sebagai dasar kehidupan pribadi, masyarakat, dan negara. Pidato itu […]

  • Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 26 Dibuka Hari Ini

    Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 26 Dibuka Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja membuka pendaftaran gelombang 26 mulai hari ini, Jumat (8/4/2022). Masyarakat dapat mendaftarkan diri secara daring di laman resmi Kartu Prakerja. “Undangan buat kamu yang mau menambah skill. Hola! Gelombang 26 Kartu Prakerja sudah dibuka, mari merapat, banyak beramal supaya di gelombang kali ini jadi momentum […]

  • Harga Bawang Merah Membuat Gerah

    Harga Bawang Merah Membuat Gerah

    • calendar_month Minggu, 22 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ross A.R Aktivis Dakwah Medan Johor Para ibu kembali dibuat gerah dengan kenaikan harga bahan pokok, terutama bawang, cabai, gula dan telur ayam mengalami tren kenaikan. Namun, dalam sistem ekonomi kapitalis sekuler saat ini tidak heran jika harga bahan pokok dipermainkan di pasar, sebab para pengusaha dan penguasa oligarki pun mencari kesempatan untuk mencari […]

  • Silat, Manusia dan Harimau

    Silat, Manusia dan Harimau

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Orang-orang mengatakan silat merupakan bagian tak terpisahkan dari dua kegiatan lain, yakni salat dan silaturahmi. Ketiga kegiatan itu, yang bunyi istilah-istilahnya dekat secara pengucapan, menjadi satu rangkaian yang satu sama lain tak terpisahkan. Di masanya, latihan silat memang dilakukan selepas salat Isya (malam hari) di halaman masjid, surau, meunasah, atau musala. Karena dilakukan usai salat […]

  • Harimau Sumatera Ditangkap di Palas

    Harimau Sumatera Ditangkap di Palas

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SOSOPAN (Mandailing Online) – Setelah lama meresahkan warga, akhirnya seekor harimau sumatera tertangkap di Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara. Pihak Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama prajurit TNI dari Koramil 07/Sosopan Kodim 0212/TS dibantu warga berhasil menangkap harimau itu hiduphidup, Selasa (16/7/2019). Harimau jantan itu tertangkap dengan perangkap yang dipasang di […]

  • Di Madina Adik Lantik Abang jadi Sekda

    Di Madina Adik Lantik Abang jadi Sekda

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Panyabungan. Hidayat Batubara selaku Bupati Mandailing Natal (Madina) melantik abangnya, M Daud Batubara sebagai sekretaris daerah (sekda), Selasa (9/8), di aula kantor bupati, kawasan Bukit Paya Loting, Desa Parbangunan, Panyabungan. Sementara itu, di sejumlah sudut kota, khususnya kawasan jalan lintas Sumatera depan kantor bupati terpampang spanduk, antara lain bertulis “Tolak Pemerintahan KKN”. Tidak diketahui siap […]

expand_less