Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

9.356 Pelanggan PLN Terancam Diputus

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
  • print Cetak


MADINA- Ribuan pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tepatnya 9.356 pelanggan dari total pelanggan listrik yang berjumlah 36.222, terancam diputus. Ancaman pemutusan aliran listrik ini dilakukan untuk pelanggan yang menunggak pembayaran rekening listrik.
“Hal ini dilakukan PLN Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebagai langkah untuk penertiban terhadap pelanggan nakal yang tidak memenuhi kewajiban,” kata supervisor penagihan PLN Panyabungan, Eryan Tresnadi, didampingi supervisior pelayanan, K Sitompul, kepada METRO di ruang kerjanya, Selasa (4/1).
Untuk menerapkan itu, sambung Eryan, pihak PLN Panyabungan akan menerjunkan tim Penertiban dan Pemutusan Tenaga Listrik (P2TL). Tim ini akan langsung bergerak untuk menyikapi persoalan yang ada mengingat jumlah pelanggan yang melakukan tunggakan listrik di wilayah PLN Ranting Panyabungan tinggi.
Disebutkan Eryan, kebanyakan dari mereka (penunggak, red) merupakan pelanggan rumah tangga, kemudian sekolah negeri dan perkantoran pemerintah kabupaten Madina. Dari jumlah itu terpaksa diputus sebanyak ribuan pelanggan.
“Jumlah pelanggan yang menunggak saat ini sekitar 9.356 pelanggan dari seluruh total pelanggan listrik yang berjumlah 36.222. Pelanggan terhitung Desember yang tersebar di Kecamatan Panyabungan, Kecamatan Siabu dan Kecamatan Sayur Matinggi,” sebutnya.
Dijelaskannya lagi, meskipun pihaknya telah melakukan gebrakan dengan cara memutus saluran listrik ke rumah pelanggan yang menunggak pembayaran rekening listrik, namun jumlah pelanggan yang menunggak tetap tinggi hingga berjumlah 9.356 pelanggan.
“Hingga akhir Desember 2010 jumlah rekening listrik yang masih akan ditagih sebesar dari pelanggan nakal yang tak mau membayar rekeningnya lebih dari Rp754 juta,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan, PLN juga mengultimatum pelanggan yang menunggak di atas 1 bulan akan diberikan sanksi yakni pemutusan sambungan dan begitu pelanggan yang menunggak di atas 3 bulan akan dibongkar seluruh fasilitas PLN yang ada dan dipakai.
“Sebenarnya di akhir tahun 2010 target jumlah tunggakan sudah seharusnya tertagih keseluruhan. Namun, karena kurangnya kesadaran bagi pelanggan maka pihak kami masih kesulitan dan terpaksa dilakukan pemutusan, padahal kita ketahui listrik ini merupakan kebutuhan yang tak bisa ditawar-tawar,” katanya.
Sementara itu, supervisor bidang pelayanan, K Sitompul, menceritakan, pihaknya kesulitan saat melakukan pemutusan. Sebab, tak sedikit pelanggan yang emosi hingga marah saat PLN mau melakukan pemutusan. Padahal sebenarnya yang mereka lakukan sudah merupakan prosedur hanya saja pelanggan sendiri yang tak mau patuh aturan.
“Sebagian pelanggan setelah dilakukan pemutusan baru mau membayar tunggakannya sampai lunas, bahkan ada juga setelah dilakukan pembongkaran rampung baru datang melapor dan melunasinya,” ucapnya.
Diungkapkannya, bahwa program pemutusan sambungan bagi pelanggan yang nunggak membawa hasil. Dari sekian jumlah pelanggan yang masuk daftar untuk dikenai sanksi 80 persen di antaranya sudah melapor dan melunasi tunggakannya.
Di tempat terpisah, Manajer PLN Ranting Panyabungan, Pardomuan Nasution, kepada METRO, mengatakan, pemutusan sambungan atau pembongkaran seharusnya tidak perlu terjadi dengan catatan antara pelanggan dengan pihak PLN Ranting Panyabungan bisa bekerjasama.
“Perlu kita ketahui bahwa listrik merupakan kebutuhan penting bagi seluruh masyarakat. Namun, faktanya bisa kita lihat bahwa masyarakat itu lupa, dan ketika listrik padam masyarakat emosi dan marah dan giliran bayar rekening pura-pura lupa,” kata Pardomuan.
Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat pelanggan listrik untuk tepat waktu membayar rekening, setidaknya jangan sampai masuk kategori pemutusan atau pembongkaran. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanam Perdana di Simpang Tolang

    Tanam Perdana di Simpang Tolang

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Danramil Kotanopan beserta para kelompok tani melakukan  Tanam perdana Benih  padi oleh Dinas Pertanian Kab. Madina  di Desa Simpang Tolang Kec.Kotanopan, Jumat, (26/6). (hol)  

  • Tempat Maksiat Menjamur, Santri Musthofawiyah Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Madina

    Tempat Maksiat Menjamur, Santri Musthofawiyah Unjuk Rasa ke Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar seribu santri Pesantren Musthofaiyah Purba Baru melakukan unjuk rasa ke kantor Bupati Mandailing Natal (Madina), Senin (30/3) menuntut bupati agar menutup seluruh kafe esek-esek. Mereka berjalan kaki dari pondok pesantren Musthafawiyah menuju kantor bupati berjarak sekira 3 kilo meter. Dalam orasinya, pengunjuk rasa meminta Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution […]

  • Makna Kemerdekaan dari Kacamata Seorang Guru

    Makna Kemerdekaan dari Kacamata Seorang Guru

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muttaqin Kholis Ali Guru Informatika SMA Negeri 1 Tambangan, Mandailing Natal Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang bagaimana kita mengisi kemerdekaan itu dengan hal-hal yang bermakna. Di tengah hingar-bingar perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, sering kali kita lupa bahwa salah satu pilar utama kemerdekaan adalah pendidikan. Sayangnya, ketika kita […]

  • YLBHI kecam aksi koboi polisi di Mandailing Natal

    YLBHI kecam aksi koboi polisi di Mandailing Natal

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam tindakan ala koboi yang dilakukan para anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kompi C Tapanuli Selatan, terhadap warga Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, baru-baru ini. Seorang perempuan yang mencoba menuntut hak-haknya terkapar terkena peluru. Menurut rilis yang diterima primaironline.com, Jumat […]

  • Tim Pemenangan Edy-Hasan Optimis Menang di Madina

    Tim Pemenangan Edy-Hasan Optimis Menang di Madina

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Pemenangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi – Hasan Basri Sagala terbentuk di Mandailing Natal (Madina), Sabtu (12/10/2024). Tim pemenangan berasal dari unsur partai politik pengusung, yakni PDI Perjuangan, Hanura, Partai Buruh, Partai Umat dan PKN. Rapat pembentukan berlangsung di sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mandailing Natal, Jl. Willem […]

  • Spanduk Misterius Muncul Dijantung Kota Panyabungan. “Saipullah Nasution Harus Mundur Dari Jabatannya”

    Spanduk Misterius Muncul Dijantung Kota Panyabungan. “Saipullah Nasution Harus Mundur Dari Jabatannya”

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA || Mandailing Online- – Sabotase politik atau murni kekecewaan warga? Sebuah spanduk misterius mendadak muncul di tengah Kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sabtu pagi (11/4/2026). Isinya tegas mendesak Bupati Saipullah Nasution mundur dari jabatannya. Spanduk putih itu terpampang tepat di jalur lintas Sumatera, persis di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina. Lokasi strategis […]

expand_less