Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Pemkab Madina Diminta Segerakan Program Hutan Sosial

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 21 Okt 2019
  • print Cetak

Ali Musa Lubis. foto : Medan Bisnis / Zamharir

 

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina didesak mempercepat program pembangunan hutan sosial yang telah dicanangkan pemerintah dalam beberapa bulan terakhir.

Sebab, pembangunan hutan sosial ini dipastikan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi rakyat pedesaan.

“Kita hanya ingin agar program ini segera terlaksana,” ujar pamerhati ekonomi kerakyatan, Ali Musa “Manto” Lubis, kepada wartawan di panyabungan, Senin (21/ 10/2019).

“Apalagi pembangunan hutan sosial nanti diisi dengan tanaman kopi. Pemerintah dapat melibatkan masyarakat melalui kelompok usaha tani, sehingga masyarakat bisa memiliki kebun. Sudah saatnya pemerintah menyegerakan pembangunan hutan sosial,” imbuhnya.

Dia sangat mendukung langkah Bupati Madina yang telah berupaya melakukan peralihan dan pembangunan hutan sosial.

Manto yang juga memiliki kebun kopi itu menyebut, bila hutan sosial yang luasnya mencapai puluhan ribu hektar ditanami kopi, petani bisa dipastikan akan mendapat penghasilan minimal Rp 7.000.000/ ha/bulan.

“Kami sudah buktikan di Desa Pastap. Petani kopi yang punya lahan satu hektar bisa menghasilkan uang minimal Rp 7 jutaan perbulan. Nah, kalau misalnya puluhan ribu hektar ini dikelola dan diberikan kepada rakyat dengan sistem kerjasama melalui kelompok usaha tani, kami bisa memastikan ekonomi masyarakat akan bertumbuh pesat, bukan seperti kondisi sekarang,” tambahnya.

Manto mengungkapkan, pembangunan hutan sosial bisa diusahai dengan tumbuhan lain selain kopi, misalnya wacana Pemkab Madina yang ingin membuka lahan kebun nenas dan pisang.

“Artinya kita berharap pemerintah supaya secepatnya merealisasikan program pembangunan hutan sosial. Ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan ekonomi rakyat,” ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI mengadakan rapat membahas sejumlah program terkait pembangunan hutan sosial di wilayah Kabupaten Madina.

Dalam rapat tersebut juga diajukan revisi TORA (Tanah Objek Reforma Agraria) di kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi pinjam pakai jalan, melalui kawasan hutan menuju lokasi pengembangan kopi Mandailing.

Seperti program perhutanan sosial yang ada di Kecamatan Panyabungan Timur, selain bertujuan untuk mengalihkan tanaman ganja yang ada dibeberapa desa dikecamatan itu juga akan dijadikan sebagai lokasi pengembangan ternak sapi di kawasan hutan (Mix Farming). Dengan kesuburan tanah dan ketinggian di atas 1.000 meter.

 

Hutan Sosial

Perhutanan sosial adalah program legal yang membuat masyarakat bisa turut mengelola hutan dan mendapatkan manfaat ekonomi. Program ini menepis ketakutan banyak orang yang selama ini menghadapi banyak kesulitan ketika hendak memanfaatkan area hutan di sekitar tempat tinggal mereka.

Ada lima skema dalam program ini yaitu Pertama, Skema Hutan Desa yakni hutan negara yang hal pengelolaannya diberikan kepada lembaga desa untuk kesejahteraan desa. Kedua, Hutan Kemasyarakatan yaitu hutan negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat setempat.

Ketiga, Hutan Tanaman Rakyat yaitu hutan tanaman pada hutan produksi yang dibangun oleh kelompok masyarakat untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur dalam rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan. Keempat adalah Hutan Adat yakni hutan yang terletak di dalam wilatah masyarakat hutan adat.

Kelima adalah Sistem Kemitraan Hutan yakni kerjasama masyarakat setempat dengan pengelolaan hutan, pemegang izin usaha pemanfaatan (IUP) hutan, jasa hutan, izin pinjam pakai kawasan hutan atau pemegang izin usaha industry primer hasil hutan.

 

Sumber : Medan Bisnis / Zamharir

Sumber tambahan : Berdesa com

Editor : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pegawai Dishub Binjai Cekik Wartawan

    Pegawai Dishub Binjai Cekik Wartawan

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Malam hari raya Idul Adha di Kota Binjai memang terlihat ramai, seluruh masyarakat berbondong-bondong mengendarai sepeda motor menuju pusat kota guna menyaksikan pawai takbir yang dilepas Wali Kota Binjai Idaham. Akibatnya, sejumlah ruas jalan di Kota Rambutan itu menjadi macat diantaranya, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Veteran, Jalan Kartini, Jalan Sultan Hasanuddin dan masih ada […]

  • PPNI, PMII dan PT SMGP Lakukan Sunatan Massal di 7 Desa

    PPNI, PMII dan PT SMGP Lakukan Sunatan Massal di 7 Desa

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA (Mandailing Online) – DPD PPNI dan PMII Madina kerjasama dengan PT SMGP melakukan kegiatan sunat massal di 7 desa, Minggu (17/4/2022). Dari 7 desa itu, 2 desa berada di Kecamatan Lembah Sorik Marapi. Kegiatannya dipusatkan di Desa Bangun Purba. Kemudian 5 desa di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, yang dipusatkan Desa Hutanamale. Dewan Pengurus Daerah […]

  • Tahun Ini Hanya Urea dan NPK yang Masuk Daftar Pupuk Subsidi

    Tahun Ini Hanya Urea dan NPK yang Masuk Daftar Pupuk Subsidi

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Tahun ini Pemerintah Indonesia hanya memberikan pupuk jenis Urea dan NPK dalam program pupuk bersubsidi kepada petani. Dengan demikian jenis SP-36, ZA dan pupuk Organik dihilangkan dari daftar pupuk bersubsidi. Keputusan ini merupakan kebijakan pemerintah dalam rencana membatasi penyaluran pupuk subsidi. Jika selama ini petani memperoleh pupuk subsidi Urea, SP-36, ZA, […]

  • RAPBN 2016 Makin Liberal

    RAPBN 2016 Makin Liberal

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Target Pajak Digenjot, Beban Rakyat Ditambah) Presiden Jokowi telah menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBN 2016 kepada DPR. RAPBN 2016 disusun berdasarkan asumsi makro: pertumbuhan 2016 5,5-6%; inflasi 4% plus-minus 1%; nilai tukar dolar AS Rp 13.000-13.400; suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan sebesar 4-6%; angka pengangguran 5,2-5,5%; angka kemiskinan 9-10%; rasio gini 0,39 […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Beberapa tonggak sastra yang berkembang di kolonial tersebut patut dicatat periode-periode pertumbuhan sastra berikut: Willem Iskander (1840-1876). Ia menulis dalam bahasa Mandailing yang amat imajinatif terutama karena dipengaruhi kemampuannya yang tinggi dalam penguasaan bahasa Melayu. Karya-karyanya dipublikasikan secara luas setelah kematiannya, antara lain: “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” […]

  • Darmin, Petani Madina Dinobatkan Sebagai Petani Teladan Nasional, Akan Bertemu Presiden Jokowi

    Darmin, Petani Madina Dinobatkan Sebagai Petani Teladan Nasional, Akan Bertemu Presiden Jokowi

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Petani bernama Darmin dari Kecamatan Puncak Sorik Marapi dinobatkan sebagaio salah satu petani teladan nasional dan diundang presiden Jokowi ke Istana Negara di Jakarta. Selain itu, dia juga akan mengikuti temu ramah/resepsi kenegaraan dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor usai peringatan HUT RI. Kepala Badan Penyuluh Pertanian Ketahanan […]

expand_less