Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Hari Pertama Sekolah Tatap Muka di Madina Tiada Kendala

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
  • print Cetak

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar tatap muka hari pertama, di SDN 081 Panyanbungan, Rabu (01/09/2021). Foto: Ojie

PANYABUNGAN  (Mandailing Online) – Pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) untuk SD dan SMP di Kabupaten Mandailing Natal yang dimulai hari ini Rabu (1/9/2021) berjalan sukses.

Hari ini merupakan uji coba pemberlakuan PTMT di sekolah sejak pandemi covid-19 mewabah.

Kepala Koordinator Wilayah I Dinas Pendidikan Kecamatan Panyabungan, Mara Solih Pulungan yang dijumpai pada saat melakukan peninjauan sekolah, mengatakan bahwa tidak ditemukan kendala di hari pertama PTMT.

“Kita melakukan peninjauan kesiapan sekolah untuk melaksanakan PTM, dimana dalam hal setiap sekolah yang ditinjau  sudah siap untuk melakukan PTM,” ujar Mara Solih yang didampingi pengawas sekolah di daerah itu.

Selanjutnya isampaikan, “Sejauh ini peninjauan di beberapa sekolah yang ada di wilayah Panyabungan tidak ditemukan adanya kendala. Pihak sekolah sudah menyiapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah sabagai salah satu persyaratan pemberlakukan PTM”.

Mara Solih menambahkan, bahwa rotokol kesehatan harus dijalankan dengan baik. Seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dan dilakukan pengecekan suhu tubuh, sebelum masuk ke lingkungan sekolah.

Sementara itu, jumlah siswa yang hadir di dalam kelas dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas kelas.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SD Negeri 081, Rusdi, S.Pd kepada Mandailing Online, mengungkap bahwa pihaknya sangat siap memberlakukan PTM. Mengusahakan semaksimal mungkin persiapannya termasuk semua alat-alat protokol kesehatan seperti handsanitizer, sabun detol dilengkapi dengan tisu dan masker.

Untuk masker dibagikan persiswa supaya tidak ada kejanggalan bagi orang tua untuk mendanai masker,” sebutnya.

Ketika disinggung sistem pembelajaran selama PTM di sekolah tersebut, Rusdi menjelaskan, “berhubung, karena sekolah ini memiliki murid yang banyak, ada 680 murid, maka kami buat ber ship, yaitu pembelajaran berlangsung mulai jam 7.30 sampai jam 10.00.  Istrahat guru setengah jam. Dilanjutkan ship ke dua jam 10.30 sampai 13.00,” jelasnya.

“Sebelum proses pembelajaran kami selalu mengawali dengan do’a dan minimal membacakan sholawat kepada Rasulullah sebanyak 10 kali dengan harapan dengan sholawat, selain dari segi agamanya, mudah-mudahan covid-19 segera hilang dari bumi ini, khususnya dari bumi Gordang Sambilan ini,” imbuhnya.

Peliput: Ismail Ojie

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akibat Banjir, Pelajar di Hutabargot Terlambat Masuk Sekolah 

    Akibat Banjir, Pelajar di Hutabargot Terlambat Masuk Sekolah 

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online)- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan meluapnya Sungai Aek Mata mengakibatkan ruas jalan penghubung antara Kecamatan Hutabagot dengan Kecamatan Panyabungan tergenang air. Jumat (14/7/2023). Diketahui, ruas jalan Manyabar Gunung Manaon ini merupakan akses utama bagi warga Kecamatan Hutabargot menuju Kota Panyabungan, banjir ini juga mengakibatkan sejumlah pelajar yang hendak […]

  • Gempa Sumatera, 8,9 SR di Depan Mata

    Gempa Sumatera, 8,9 SR di Depan Mata

    • calendar_month Minggu, 5 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gempa berkekuatan 6,0 skala richter mengguncang Bengkulu dini hari tadi. Getarannya dirasakan hingga Padang, sehingga masyarakat di sana ikut panik. Ahli gempa dari LIPI, Prof Danny Hilman, menegaskan, teror gempa di wilayah Sumatera belum akan berakhir. Sumatera, khususnya di wilayah Mentawai menyimpan energi yang memicu gempa 8,9 SR . Zona subduksi yang menyimpan energi besar […]

  • Membasmi Malaria Harus Ditangani Lintas Sektor

    Membasmi Malaria Harus Ditangani Lintas Sektor

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MandailingOnline) – Penaggulangan malaria di Mandailing Natal (Madina) membuthkan kerjasama secara lintas sektoral. Tak bisa hanya satu pihak saja. Pasalnya Madina termasuk kawasan epidemi malaria yang membutuhkan penanganan secara serius dan kerjasama antar semua pihak secara berkesinambungan. Seperti yang pernah dilansir Mandailing Online sebelumnya, kecuali Kecamatan Pakantan, seluruh kecamatan di Mandailing Natal adalah kawasan […]

  • Sudah Takdigaji, 11 Perangkat Desa Hutaraja Juga Diberhentikan Kades Secara Sepihak

    Sudah Takdigaji, 11 Perangkat Desa Hutaraja Juga Diberhentikan Kades Secara Sepihak

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN ( Mandailing Online ): – 11 orang Perangkat serta Aparatur Desa Hutaraja di Kecamatan Panyabungan Selatan, Madina menjerit lantaran gaji mereka Tahun 2024 hingga Tahun 2025 tidak divairkan Kades. Parahnya sudah tak dapat gaji, aparatur desa itu diberhentikan sepihak oleh Kepala Desa Hutaraja. Ahmad Suhdi Lubis selaku Kaur Pembangunan Desa Hutaraja pun membenarkan […]

  • Perkiraan, 10 Ribu Lebih Honorer K2 Sumut Gagal jadi PNS

    Perkiraan, 10 Ribu Lebih Honorer K2 Sumut Gagal jadi PNS

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, – Meski hanya Pemprov Sumut dan 12 pemkab/pemko di wilayah Sumut yang boleh ikut melakukan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2013 dari jalur umum, namun jumlah PNS di wilayah Sumut tetap bakal bertambah banyak. Selain dari honorer K1, penambahan terbesar dari honorer K2 yang tes tertulisnya digelar Oktober mendatang. Dari Pemprov Sumut dan […]

  • Usia dan Syarat Pejabat Politik

    Usia dan Syarat Pejabat Politik

    • calendar_month Rabu, 1 Nov 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr.M. Daud Batubara, MSi Namanya Bangsa Mandailing, yang sejak dulu memang dikenal kritis terhadap penyelenggaraan negara. Jiwa kritis ini menunjukkan pula gambaran mereka peduli terhadap gejala-gejala sosial. Saat komunikasi dengan dunia luar di masa lalu, masih dengan “pengelana” (orang pembawa berita atau cerita) bangsa ini juga sudah kepo dengan dunia luar, tentu pokok bahasan […]

expand_less