Jumat, 17 Jul 2026
light_mode

Proyek Sawah Cina Digandeng Negara, Nasib Petani Lokal Bagaimana?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Mei 2024
  • print Cetak

Oleh: Dewi Soviariani
Ibu dan Pemerhati Umat

Berlatarbelakang negara agraris, Indonesia terkenal sebagai negeri yang maju sektor pertaniannya. Sayangnya akibat salah kelola kekayaan alam terkesan dijajah oleh ekonomi neoliberalis kapitalisme kini ketahanan pangan nasional dalam ancaman. Nasib petani lokal kini bisa terancam.

Sungguh ironis bangsa kita terkenal dengan julukan gemah ripah loh jinawi. Namun kini terancam permasalahan kedaulatan pangan. Padahal kekayaan alam melimpah ruah. Tanah, hutan yang luas membentang harusnya dengan kemajuan teknologi bisa membawa nasib bangsa menjadi terdepan dalam masalah ketahanan pangan.

Herannya tersiar berita tentang rencana pemerintah untuk menggandeng negeri tirai bambu Cina dalam rangka mengolah sawah rakyat. Tak tanggung-tanggung dengan menetapkan wilayah Kalimantan Tengah untuk penerapan adaptasi sawah padi dari Cina. Pemerintah akan memakai lahan seluas 1 juta hektare. (Tempo.co 23-04-2024)

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan menggandeng China untuk menggarap sawah di Kalimantan Tengah. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam ajang High Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM) RI–RRC di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (19/4).

Tentunya wacana ini sangat mengusik pikiran masyarakat. Terutama para petani lokal yang akan tereliminasi dari program tersebut. Padahal beberapa pengamat pertanian dalam negeri sangat menyangsikan keberhasilan program tersebut.

Seperti yang dikutip dari pernyataan Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengkritik wacana penggunaan lahan sebanyak 1 juta hektare di Kalimantan Tengah untuk penerapan adaptasi sawah padi dari Cina. (Tempo.co 23-04-24).

Beliau mengingatkan dari pengalaman food estate sejak zaman pemerintahan Soeharto pada 25 tahun lalu, pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo luas tanah yang dipakai juga berjuta hektare, namun akhirnya gagal. Menurutnya pemerintah harus konsisten dalam melakukan pembenahan.

Selain itu terkait teknologi seperti apa yang akan diterapkan itu juga satu permasalahan lain yang harus dipikirkan. Belum tentu akan sesuai dengan kondisi Indonesia yang berbeda musim dengan Cina. Jangan sampai dana yang digelontorkan untuk program tersebut menjadi sia-sia. Sementara kondisi petani lokal dan sektor pertanian banyak permasalahan yang tidak dituntaskan oleh pemerintah.

Sangat disayangkan, lagi-lagi pemerintah mengambil keputusan menggandeng asing untuk menyelesaikan persoalan. Apalagi sektor pertanian sebagai industri vital bagi masyarakat. Bahkan jika program ini berhasil akan menjadi sebuah pertanyaan tentang siapa yang paling diuntungkan.

Mengapa mitigasi kegagalan membangun lumbung pangan justru tidak dilakukan, dan memberi solusi untuk petani lokal. Seharusnya negara fokus menyiapkan sarana produksi pertanian sehingga petani tinggal menggunakan. Tidak ada niat baik dari pemerintah untuk membangun kemandirian masyarakat dengan memberdayakan masyarakatnya sendiri, baik tenaga terampil maupun kampus-kampus.

Padahal SDM kita banyak yang kompeten apalagi dengan latar belakang negara agraris yang menjadikan pertanian sebagai sektor penting negeri ini. Turun temurun petani kita menjadi penopang ketahanan pangan yang cukup ahli. Kesalahan sistemik dalam menyelesaikan persoalan yang menjadi kendala mundurnya sektor pertanian.

Banyak petani yang mengalami kegagalan dan meninggalkan lahan/dijual. Akibatnya petani makin malas bahkan pensiun sebagai petani. Semua ini tak lepas dari sistem ekonomi kapitalisme yang memengaruhi negara. Apalagi dengan menggandeng aseng dalam menangani permasalahan ketahanan pangan, harusnya pemerintah lebih waspada.

Ada motif apa dibalik masuknya Cina dalam sektor pertanian? Seperti halnya pertambangan yang lebih dulu dikuasai Cina telah membuktikan bahwa para aseng tersebut mempunyai misi kapitalis terselubung, yang pada akhirnya masyarakat bernasib buruk, berakhir menjadi buruh kasar bagi proyek mereka. Tentunya hal yang sama mungkin juga akan berlaku terhadap para petani lokal jika program sawah Cina ini benar direalisasikan. Nasib petani bukannya makmur, malah makin tergusur.

Lantas apa solusi terbaik untuk keluar dari ruwetnya permasalahan sektor pertanian dalam cengkeraman kapitalisme global? Pertanian kini digenggam oleh para kapitalis dengan kekuasaan para oligarki dan korporasi. Nasib petani semakin terpuruk jika mengandalkan solusi tambal sulam yang pada faktanya hanya menguntungkan para pemilik modal.

Program lumbung pangan menjadi jalan bagi korporasi mendapatkan akses yang tidak terbatas atas lahan; tenaga kerja murah; pasar bibit, pupuk, dan pestisida; serta infrastruktur yang dibiayai oleh anggaran negara.

Sektor pertanian dalam solusi Islam adalah sebuah pilihan yang layak diambil. Islam kurun waktu 13 abad silam telah membuktikan bagaimana perhatian besarnya terhadap kemajuan sektor pertanian. Negara dalam Islam memosisikan pangan sebagai kebutuhan pokok sehingga wajib memenuhinya. Pemosisian ini menjadikan urusan pangan merupakan prioritas negara.

Islam menyelesaikan persoalan pangan dari akar masalah, dan tidak sekedar mewujudkan ketahanan pangan saja, namun juga kedaulatan pangan. Negara bertanggungjawab penuh membantu petani, apalagi pertanian adalah persoalan strategis.

Negara islam melakukan revolusi di bidang pertanian sehingga hasil panen melimpah kemudian menyimpannya untuk kondisi darurat. Negara juga menerapkan sistem pertanahan yang canggih sehingga semua lahan efektif. Hasilnya adalah produksi pangan yang melimpah.

Negara tidak akan tergantung pada modal swasta atau asing. Dan jika akan menjalin kerjasama dengan asing politik luar negeri islam dijadikan sebagai pedoman. Dalam konteks luar negeri, politik negara atau Daulah Islam dimanifestasikan melalui upaya menjalin hubungan dengan berbagai negara, bangsa, dan umat-umat lain. Hubungan luar negeri ini merupakan wujud pengaturan urusan rakyat secara eksternal.

Politik luar negeri negara islam dibangun di atas sebuah pemikiran yang konstan, tidak berubah, yakni penyebaran Islam kepada seluruh umat dan bangsa di dunia. Inilah asas yang membangun politik luar negeri negara Islam.

Jadi, jaminan Islam ketika berhubungan dengan negara asing mempunyai tujuan yang jelas dan tidak diintervensi. Apalagi sampai berakhir mengorbankan nasib rakyat sebagaimana dalam sistem kapitalisme saat ini.

Kepentingan rakyat menjadi perhatian utama negara sebab penguasa adalah perisai bagi rakyat yang akan melindungi dan memenuhi kebutuhan mereka. Beginilah seharusnya negara berperan dengan mengikuti aturan Allah Taala, sebagaimana juga tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 bahwa negara ini bisa merdeka atas berkat Allah Taala.

Permasalahan kedaulatan pangan negeri ini butuh solusi Islam. Agar tata kelola SDA dan SDM negeri ini lepas dari jeratan kapitalisme global. Indonesia sebagai negara agraris akan mampu mewujudkan swasembada pangan jika kembali melanjutkan kehidupan Islam, bukan dengan menggaet asing dan aseng untuk membawa perubahan. Selamatkan pertanian Indonesia dengan menerapkan Islam kaffah. Satu-satunya harapan umat untuk Indonesia lebih sejahtera.

Wallahu A’lam Bishawwab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Info Jalur Mudik: Jalur Panyabungan-Gunung Baringin Ada 3 Titik Rawan

    Info Jalur Mudik: Jalur Panyabungan-Gunung Baringin Ada 3 Titik Rawan

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) : Bagi pembaca Mandailing Online yang hendak mudik lebaran ke kampung halaman Panyabungan Timur, Mandailing Natal, berikut ini kami sampaikan info jalur Panyabungan-Gunung Baringin. Berdasar pantauan di jalur ini, Minggu (12/7) setidaknya terdapat 3 titik rawan kecelakaan. Para pemudik diharapkan agar santai dan berhati-hati, tidak ngebut. Titik rawan pertama : […]

  • Haji dan HAM

    Haji dan HAM

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ibadah haji yang dilaksanakan umat Islam setiap tahun, sungguh sarat dengan nilai-nilai moral univerasal, terutama nilai-nilai HAM. Ritual haji yang melibatkan empat arsitek kemanusiaan teladan (Adam, Ibrahim, Ismail, dan Muhammad SAW.) merefleksikan evolusi hidup manusia. Setiap evolusi hidup manusia pada dasarnya adalah belajar tentang HAM. Memakai pakaian ihram mengharuskan manusia belajar menegakkan keadilan, persamaan, dan […]

  • Siapa Bilang “Sekda Planga Plongo” dan “Bupati Keong”? (bagian 1 dari 3 tulisan)

    Siapa Bilang “Sekda Planga Plongo” dan “Bupati Keong”? (bagian 1 dari 3 tulisan)

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MELACAK ARAH CAP “SEKDA PLANGA-PLONGO” DAN “BUPATI KEONG” Oleh: Tim Peci Manajemen   Dalam beberapa hari terakhir dunia maya khsusnya di facebook muncul postingan yang mengkritisi pemerintah daerah. Bentuk kritiknya berupa simbol dan sifat tertentu terhadap figur bupati dan sekda. Lantas bagaimana menyikapi topik-topik ini?   Ketika Kritik Berubah Menjadi Simbol Politik Dalam politik, kritik […]

  • Ini Alasan Nikah Beda Agama Tak Bisa Dilegalkan di Indonesia

    Ini Alasan Nikah Beda Agama Tak Bisa Dilegalkan di Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Republika Online, JAKARTA – Gugatan lima mahasiswa dan alumnus Universitas Indonesia (UI) terhadap pasal 2 ayat 1 UU No 1/1974 tentang Perkawinan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai tidak sejalan dengan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa. Padahal prinsip itu yang menjadi salah satu dasar negara ini. “Jika permohonan uji materi tersebut dikabulkan MK, maka itu sama […]

  • Ini Identitas Korban Tewas Tambang Emas Ilegal di Desa Simanguntong Madina

    Ini Identitas Korban Tewas Tambang Emas Ilegal di Desa Simanguntong Madina

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ||Mandailing Online-Musibah penambang tertimbun material tambang emas ilegal di desa simanguntong, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal dibenarkan Camat Batangnatal Wahyu Siregar. “Benar ada kejadian longsor di lokasi PETI Desa Simanguntong, 2 Orang meninggal dunia, 1 dalam perawatan,” kata Wahyu Siregar Rabu malam 18/3/2026. Info yang diperoleh, ke 3 korban adalah warga sekitar. 2 dinyatakan […]

  • Wakil Bupati Tapsel Hadiri Jamuan Idul Fitri Kaum Mandailing di Malaysia

    Wakil Bupati Tapsel Hadiri Jamuan Idul Fitri Kaum Mandailing di Malaysia

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SELANGOR, MALAYSIA (Mandailing Online) –   Wakil Bupati Kabuaten Tapanuli Selatan, Aswin Efendi Siregar menghadiri Jamuan Aidil Fitri kaum Mandailing di Selangor, Malaysia, Minggu (24/7/2016). Acara Jamuan Aidil Fitri  yang diselenggarakan oleh Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI)  Malaysia ini berlangsung di Latar Siswa, Fakulti Bahasa Moden & Komunikasi, Universiti Putra Malaysia (UPM), Serdang, Selangor. Aswin Efendi […]

expand_less