Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Gas Langka dan Mahal dalam Pengaruh Kapitalisme

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 23 Jun 2023
  • print Cetak

Oleh: Saridah
Aktivis Muslimah

Di ibukota Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda terlihat ada antrean membeli gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram pada Kamis 8 Juni 2023. Hal ini tampak di kawasan Jalan M. Said, RT 28, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Warga antre demi mendapatkan gas elpiji 3 kilogram, atau yang biasa sering disebut gas melon.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Area Manager Communication, Relation and CSR Patra Niaga Regional Kalimanta, Arya Yusa Dwicandra memastikan secara kuota tabung gas tiga kilogram masih ada. Ia menyebutkan, di 2023 ini Kota Samarinda diberi kuota 26.838 metric ton dan telah tersalurkan 12.050 metric ton.

Tugas Negara

Tugas negara yang paling utama adalah menjamin dan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dengan baik. Negara harusnya memastikan setiap individu rakyat dapat memenuhi kebutuhan asasi mereka tanpa dibayangi dengan kelangkaan dan mahalnya harga. Negara juga harusnya menjamin bahwa setiap individu rakyat terurus dengan baik, yaitu memudahkan mereka mengakses berbagai kebutuhan, layanan publik, serta fasilitas dan sumber daya alam yang menguasai hajat publik.

Sayangnya, pengaruh kapitalisme telah melalaikan tugas, pokok, dan fungsi negara sebagai pelayan rakyat. Para penguasa lebih mementingkan kepentingan korporasi. Rakyat ibarat warga kelas dua. Alhasil, kebijakannya tidak pernah berpihak pada kepentingan rakyat.

Mereka hanya mengatasnamakan rakyat untuk  memuluskan proyek oligarki kekuasaan. Pengabaian inilah yang menjadikan negeri ini tidak pernah tuntas menyelesaikan permasalahan yang ada. Belum lagi kapitalisasi hajat publik yang kerap terjadi. Penguasa melakukan liberalisasi harta milik rakyat dengan menyerahkan penguasaan dan pengelolaannya kepada swasta. Kalaulah masih berdaulat atas kekayaan alam, itu hanya berlaku di hilir semata. Sementara bagian hulunya, negara bukan satu-satunya pemain tunggal.

Solusi Islam

Dalam Islam, tugas penguasa adalah ri’ayah su’unil ummat, yakni mengurusi kepentingan rakyat dengan sebaik-baik pelayanan. Penguasa bukanlah pelayan kepentingan korporat atau pejabat. Negara bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya alam yang berkaitan dengan hajat publik. Negara tidak boleh menyerahkan pengaturan hajat publik seperti minyak bumi, gas alam, dan lainnya kepada individu atau swasta.

Negaralah satu-satunya penyelenggara pengelolaan hajat publik mulai dari proses produksi, distribusi hingga masyarakat dapat memanfaatkannya secara murah atau gratis. Tidak ada dikotomi siapa yang harus menikmati dengan murah kekayaan alam tersebut. Elpiji murah bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan jika pengelolaannya diatur berdasarkan syariat Islam.

Rasulullah saw. bersabda, “Kaum muslim berserikat pada tiga perkara, yaitu air, padang rumput, dan api.” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Hadis tersebut adalah pedoman bahwa pengelolaan hajat publik yang sifatnya tidak terbatas dan dibutuhkan masyarakat tidak boleh dimiliki atau dikuasai oleh individu, kelompok, ataupun negara. Negara hanya bertugas mengelola dan mendistribusikan hasil pengelolaannya kepada masyarakat secara murah bahkan gratis.

Dengan demikian, sesungguhnya berat beban seorang pemimpin. Sebab, pertanggungjawabannya tidak hanya di dunia, melainkan juga akhirat kelak. Maka dari itu, hendaknya penguasa benar-benar memperhatikan akibat pengabaian urusan rakyat dan kebijakan yang membuat rakyat susah.

Rasulullah saw. mendoakan kesusahan bagi para penguasa yang menindas rakyat. “Ya Allah, siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku kemudian dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku dan memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia.” Demikian munajat beliau, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim.

Tidakkah doa Nabi saw. ini cukup menjadi peringatan keras bagi penguasa yang senantiasa memberi kesulitan bagi rakyatnya? Wallahualam.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suami Yang Tak Dirindukan

    Suami Yang Tak Dirindukan

    • calendar_month Minggu, 13 Nov 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dayanur Ibu rumah tangga, tinggal di Natal Suami merupakan kepala rumah tangga yang memiliki hak dan tanggung jawab besar terhadap istri dan anak-anaknya. Selain itu suami juga pemimpin (qowwam) terhadap istrinya. Suami memiliki kewajiban terhadap keluarganya dalam memberikan nafkah lahir batin. Namun, sayang seribu sayang banyak para suami hari ini melupakan tanggung jawabnya. Bahkan tidak […]

  • Pengusaha Jepang Kunjungi Kebun Kopi Mandailing

    Pengusaha Jepang Kunjungi Kebun Kopi Mandailing

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Sejumlah pengusaha dari Jepang meninjau perkebunan kopi Mandailing di Mandailing Natal, Sumut. Peninjauan ini sebagai satu tahap untuk berinvestasi di bidang pembelian biji kopi Mandailing. Pengusaha itu bernama Usman Naito, Yoneyama dan Ishihara. Mereka didampingi Ketua Umum Kamar Dagang dan Insdustri Sumatera Utara, Khairul Mahaly melakukan tinjauan ke […]

  • 4 Sekdes Bimtek di Medan

    4 Sekdes Bimtek di Medan

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGBOLAK-Dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi tugas Pokok dan Fungsi sekretaris desa (sekdes), empat sekdes diberangkatkan selama tiga hari (28-30/9) mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Hotel Citra Medan. Keempat sekdes tersebut yakni, Sekdes Portibi Julu (Maratimbul Harahap), Sekdes Siunggam Julu (Irdan Daulay), Sekdes Saba Sitahul-tahul (Endar Muda) dan Sekdes Hambiri (Mara Ganti Harahap). Hal tersebut diungkapkan, […]

  • Kasus Kepala Sekolah Berkualitas Dipecat, Warga Juga Mengadu ke PDI Perjuangan

    Kasus Kepala Sekolah Berkualitas Dipecat, Warga Juga Mengadu ke PDI Perjuangan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus kepala sekolah SD Negeri Sirangkap Kecamatan Panyabungan Timur terus merembet.   Selain mendatangi Komisi I DPRD Madina, warga dan komite sekolah juga mendatangi sekretariat DPC PDI Perjuangan Madina, Senin (6/4).   Kedatangan mereka langsung diterima Ketua DPC PDIP Madina, Iskandar Hasibuan. “Kita akan kawal pengaduan masyarakat dan komite sekolah […]

  • MENDIDIK ANAK BERPUASA

    MENDIDIK ANAK BERPUASA

    • calendar_month Jumat, 23 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nurlela Sari Aktivis dan ibu rumah tangga, tinggal di Madina Pada saat ini kita sedang berada dalam sebuah bulan yang begitu mulia. Seperti yang diketahui, bulan Ramadhan disebut juga dengan  syahrul mubarak (bulan penuh berkah) dan sebagai syahrut tarbiyah (bulan pendidikan) karena mendidik umat untuk selalu mensyukuri nikmat, menumbuhkan sifat sosial juga melakukan pembinaan […]

  • Pembalakan Liar

    Pembalakan Liar

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jejeran rel pengangkut kayu yang dibuat pembalak liar terlihat dari udara di tengah area hutan Pulau Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (27/1). Akibat terjadinya konflik antara sebagian warga dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dalam pengelolaan kawasan hutan itu, aktivitas pembalakan liar semakin meningkat di hutan Pulau Padang. (n ant/fb Anggoro)

expand_less