Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Tipu 20 Orang, Tilep Rp600 Juta, Calo PNS Ditangkap

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
  • print Cetak


LANGKAT- Guru honorer di SMPN 1 Sawit Sebrang, Budiono (43) ditangkap polisi dari rumahnya di Lingkungan VI Kebun Sayur Bawah, Kecamatan Sawit Seberang, kemarin (20/12). Budiono diduga menipu 20 tenaga honorer.
Di kantor polisi, Budiono mengaku sebagai perantara, menjanjikan hingga membantu Edi dan Riswandi memalsukan Surat Keputusan (SK) PNS bagi para korbannya, sejak awal 2010.

Budiono berhasil mebujuk 20 orang yang dijanjikan status PNS. Para guru honorer tersebut masing-masing menyerahkan uang antara Rp50 juta hingga Rp100 juta. Total, dari 20 orang tersebut, Budiono berhasil mengumpulkan Rp600 juta.

Para guru honorer yang sudah menerima SK heran. Mereka tidak pernah dipanggil Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk urusan penempatan. Hingga pada awal bulan September 2010, para guru honorer itu memberanikan diri mendatangi Pemkab Langkat untuk mengambil gaji pertama sebagai PNS sesuai SK yang diterima. Di bagian keuangan, nama mereka tidak tercantum sebagai penerima gaji PNS. Para korban pun mendatangi Budiono.
“Saya mana tahu kalau SK itu palsu. Tahu-tahu mereka (korban) mengejar-ngejar saya minta uangnya dikembalikan,” keluhnya.

Budiono mengaku bekerja bersama anggota sindikat lain bernama Edi adalah oknum kepala sekolah swasta di Sawit Sebrang dan Riswandi (45) oknum PNS di Kecamatan Wampu. Mereka nekat memalsukan Surat Keputusan (SK) pengangkatan PNS seolah dikeluarkan Bupati Langkat dan Gubernur Sumatera Utara.

“Saya juga nggak abis pikir, mengapa cuma saya yang ditangkap, seharusnya Edi dan Riswandi juga terlibat, karena Edi yang mencari orang, saya sebagai perantara (penghubung) dan Riswandi otaknya, tapi nyatanya cuma saya sendiri, saya juga korban, saya juga bayar Rp75 juta kepada Riswandi,” kesalnya sembari mengusap wajah.
Boediono tidak terima ditangkap sendiri. “Saya juga korban, saya juga bayar Rp75 juta kepada Riswandi. Mereka telah menjebak saya,” ungkap Budiono kepada wartawan.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Dody Alexander membenarkan, pelaku utamanya seorang PNS. “Saya juga baru tahu ini, setelah dia bicara kalau pelaku utamanya oknum PNS. Setelah ini akan kita lakukan pengejaran kepada pelaku utama,” kilahnya.

Sekadar mengingatkan, kasus ini dilaporkan Supriyanti alias Yanti (35) warga Dusun I, Desa Alur Gadung, Kecamatan Sawit Sebrang, Langkat. Laporan Yanti pun tertuang dalam surat LP/284/XI/2010/SU/LKT tertanggal 5 November 2010. Budiono sendiri, sudah ditahan sejak sebulan silam di sel tahanan Mapolres Langkat. (ndi)
Sumber : Sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Madina Harus Ambil Tindakan

    DPRD Madina Harus Ambil Tindakan

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    *Terkait Pengadaan Sarana Dan Prasarana KB PANYABUNGAN : DPRD Kabupaten Mandailing Natal semestinya harus melakukan pemanggilan terhadap Kakan Pemberdayaan Perempuan terkait pemberitaan tentang pengadaan sarana Dan Prasarana KB yang di tapung pada tahun anggaran 2010.yang berasal dari Anggaran Pemerintah Pusat. Hal tersebut di sampaikan salah seorang tokoh masyarakat, B Nasution kepada Wartawan baru-baru ini di […]

  • Boby Nasution Kunjungi Kampoeng Kaos Madina

    Boby Nasution Kunjungi Kampoeng Kaos Madina

    • calendar_month Jumat, 15 Des 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Boby Nasution, mengungjungi Kampoeng Kaos Madina  di Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (15/12/2017). Kunjungan menantu Presiden Jokowi  ke Kampoeng Kaos ini merupakan salah satu titik lawatan selama berada di Mandailing Natal (Madina). Dia menyatakan mengagumi Kampoeng Kaos Madina sebagai satu industri kreatif yang berbasis budaya Mandailing. Di Kampoeng Koas dia didampingi bupati […]

  • GAJI BUPATI DPR setuju gaji bupati dinaikkan

    GAJI BUPATI DPR setuju gaji bupati dinaikkan

    • calendar_month Kamis, 21 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menyatakan dukungannya terhadap permintaan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang menuntut kenaikan gaji bupati. Menurutnya hal tersebut tidak menjadi masalah selama kenaikan gaji tidak diikuti dengan pembengkakan biaya operasional. “Kalau gajinya sudah diperbesar jangan kemudian cari yang lain,” kata Pramono saat ditemui di Gedung DPR […]

  • PDIP Madina Desak Penertiban Mesin Galundung

    PDIP Madina Desak Penertiban Mesin Galundung

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan yang juga Anggota DPRD Madina mendesak Muspida Plus secepatnya menertibkan pengoperasian alat pengolah emas (mesin galundung) yang kini merajalela di Kota Panyabungan dan Kecamatan Hutabargot. Itu dikatakannya kepada wartawan, Jumat (25/03/2011) di Kantor DPRD Madina, usai meninjau wilayah tambang rakyat di Kecamatan Hutabargot yang […]

  • Fahrizal Sudah Giring Dana Pembangunan Banyak Masjid dan Pesantren di Madina

    Fahrizal Sudah Giring Dana Pembangunan Banyak Masjid dan Pesantren di Madina

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari Dapil Sumut 7, Fahrizal Efendi Nasution, ternyata membawa banyak dana aspirasi ke kampung halamannya, Mandailing Natal (Madina), selama menjabat sebagai anggota DPRD Sumut. Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Madina ini kepada wartawan menyebut, dana aspirasi yang dia perjuangkan itu dominan dibawa ke Madina […]

  • Palas, Antara Sawit, Jalan, dan Politik Kekerabatan

    Palas, Antara Sawit, Jalan, dan Politik Kekerabatan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Secara ekonomi, Padang Lawas (Palas) masih sangat bergantung pada sektor pertanian, perkebunan, dan turunannya. Data BPS menunjukkan lebih dari separuh struktur ekonomi Palas masih ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (54,63 persen). Pertumbuhan ekonominya masih positif, sekitar 4,19 persen pada 2025, tetapi melambat dibanding tahun sebelumnya. Artinya begini: uang […]

expand_less