Minggu, 16 Agu 2026
light_mode

Mulak Tu Huta, Ubat Lungun, Palagut Namarserak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 13 Des 2019
  • print Cetak

 

Rombongan Mulak Tu Huta di halaman Bagas Godang Panyabungan Tonga, Mandailing Natal.

 

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

Program “Mulak Tu Huta” sudah berlangsung sejak tahun 2012.

Suatu program diperuntukkan bagi etnis Mandailing di Malaysia untuk menginjakkan kaki di tanah leluhur : tanah Mandailing.

Etnis Mandailing tersebar di berbagai negara bagian : Perak, Negeri Sembilan, Selangor, Kedah, Kuala Lumpur dan lain-lain.

Migrasi orang Mandailing bermula dari 1800-an dari Sumatera ke Semenanjung.

Pemisahan Sumatera dengan Semenanjung dalam peta jajahan kolonial Inggris dan Belanda menyebabkan dua geografis terpisah secara nasionalisme di kemudian masa.

Semenanjung menjadi negara Malaysia, Sumatera masuk ke dalam wilayah Indonesia.

Meski telah berbeda negara, hubungan darah tak pernah sirna.

Orang Mandailing di Malaysia memiliki saudara di tanah leluhur.

Orang Mandailing di tanah leluhur memiliki saudara di Malaysia.

Tetapi, banyak orang Mandailing di Malaysia tak lagi tahu letak kampung halamannya di tanah leluhur.

Pun, banyak orang Mandailing di tanah leluhur tak tahu letak domisili saudaranya di Malaysia.

Akibatnya, hingga kini saling mencari terus berlangsung.

Sebagian bernasib baik : berhasil bertemu.

Sebagian lainnya masih mencari. Entah sampai kapan.

Ikatan Mandailing Malaysia Indonesia (IMAMI) turut memfasilitasi pencarian itu.

Sampai kini, kantor cabang IMAMI telah berdiri di banyak negara bagian Malaysia.

Organisasi IMAMI ada dua.

Satu di Malaysia. Namanya IMAMI-Malaysia. Presidennya, Dato’ Tamimi Siregar (sutradara tersohor di Malaysia). Setia Usahanya, Ramli Bin Abdul Karim Hasibuan.

Satu lagi di Indonesia. Namanya, IMAMI-Indonesia. Presidennya, Aswin Siregar (wakil bupati Tapanuli Selatan).

Kedua organisasi kembar ini berupaya menguatkan penyelarasan hubungan persaudaraan Mandailing di kedua negara dari sisi budaya, bahasa, sejarah, silaturrahim dan ekonomi.

Suatu upaya penyelarasan dalam apa yang disebut “padomu namarotak, palagut namarsarak”.

Selain upaya menyatukan kembali keterpisahan sejak ratusan tahun silam itu, program Mulak Tu Huta juga menjadi bagian penting.

Mulak Tu Huta sangat urgen dalam menyahuti kerinduan etnis Mandailing terhadap tanah leluhur.

Meski banyak yang belum berhasil mengetahui letak kampung halamannya di tanah moyang, minimal menginjakkan kaki di tanah leluhur sudah merupakan kebahagiaan.

Oleh karena itu, Mulak Tu Huta yang diselenggarakan 2 kali dalam setahun memiliki urgensi yang besar.

Mulak Tu Huta November 2019 diikuti 70 orang kaum Mandailing dari berbagai negara bagian.

Mereka menyatu dalam kebahagiaan hati menelusuri kampung-kampung dan tempat bersejarah di tanah leluhur.

Makan bersama di perkampungan (Hutapuli Kecamatan Siabu dan Hutapungkut Jae Kecamatan Kotanopan).

Menelusuri tempat bersejarah di Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara, Bagas Godang di Panyabungan dan Ulupungkut.

Melihat cara bertenun ulos di Sipirok; mangalame di Panyabungan hingga melihat langsung kilang kopi Mandailing di Alahan Kae, Ulupungkut.

Bahkan disambut ahli waris Kesultanan Kota Pinang serta organisai IKLAS di Labuhan Batu Selatan.

Dan juga sambutan Patuan Mandailing di Sopo Godang Hutasiantar, Kotasiantar, Panyabungan dengan tabuhan Gordang Sambilan dan kesempatan Manortor untuk rombongan.

Lebih dari itu, Mulak Tu Huta adalah juga sebagai napak tilas untuk turut merasakan bagaimana pahit getir dan susahnya leluhur masa lalu mendaki hutan belantara, menempuh lembah dan sungai hingga menyeberangi Selat Malaka ketika melakukan migrasi masa 1800-an dari tanah Mandailing menuju Semenanjung.* (Dahlan Batubara adalah jurnalis tinggal di Panyabungan)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awal Tugas Pjs Bupati Madina

    Awal Tugas Pjs Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Membicarakan Pembangunan Kabupaten Mandailing Natal setelah jabatan H.Amru Daulay.SH dan Drs. H.Hasim Nasution pada tanggal 12 September 2010 lalu berahir dan oleh Gubsu H.Syamsul Arifin.SE memberikan kepercayaan kepada Ir. Aspan sofyan Batubara sebagai Pejabat Sementara bukanlah hal yang mudah dan gampang, karena jika salah mengambil kebijakan akan menimbulkan masalah yang baru di tengah-tengah masyarakat. Karena […]

  • Bupati Madina Serahkan Gajinya Kepada Sopir Angkutan Umum

    Bupati Madina Serahkan Gajinya Kepada Sopir Angkutan Umum

    • calendar_month Kamis, 31 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kini giliran sopir angkutan umum pedesaan yang menerima rezeki dari gaji pokok Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution. Sebanyak kurang lebih 68 sopir menerima penyaluran itu di halaman masjid agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Kamis (31/3/2022). Saban bulan setelah dilantik tahun 2021 Ja’far Sukhairi memberikan gaji pokoknya kepada kalangan yang berhak. Kali […]

  • Ketua TP PKK Madina Tinjau Kesiapan Calon Desa Binaan di Panyabungan Barat

    Ketua TP PKK Madina Tinjau Kesiapan Calon Desa Binaan di Panyabungan Barat

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    BATANG GADIS JAE (Mandailing Online) – Ketua TP PKK Madina Hj. Eli Mahrani M. Ja’far Sukhairi Nasution dan rombongan meninjau kesiapan calon desa binaan, Desa Batang Gadis Jae, Panyabungan Barat pada Rabu (6/10). Kedatangan rombongan TP PKK Madina disambut Gordang Sambilan dan dijamu masakan khas kampung seperti kacang rebus, jagung rebus, ubi ungu rebus dan […]

  • AKBP Mindo Otak Pembunuhan Istrinya

    AKBP Mindo Otak Pembunuhan Istrinya

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diduga Akibat Selingkuh, Ikut Menggorok BATAM- Mabes Polri resmi menetapkan AKBP Mindo Tampubolon sebagai tersangka kasus pembunuhan istrinya, Putri Mega Umboh. Dia juga otak utama tewasnya putri mantan Kapoltabes Pekanbaru Kombes James Umboh, Jumat (24/7) lalu. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Mindo langsung dijebloskan ke penjara Rutan Bareskrim Mabes Polri. Informasi yang dihimpun koran ini, selain […]

  • Menimbun Nyawa di Lubang Ketinggian, Meracuni Air di Sepanjang Aliran

    Menimbun Nyawa di Lubang Ketinggian, Meracuni Air di Sepanjang Aliran

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution Penggiat GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Madina)     Ada yang berubah di Mandailing Natal beberapa tahun terakhir ini. Rasa bangga yang dulu ada mendadak luruh. Berganti perih, mencekam, dan menyesakkan dada bagi siapa pun yang melihatnya langsung. Di bawah langit Sumatra yang kaya raya ini, sebuah ironi lingkungan sedang dipertontonkan secara […]

  • 500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    500 Ha Pengembangan Kacang Kedelai

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Pengembangan kacang kedelai di Kabupaten Mandailing Natal untuk tahun 2015 mencapai 500 hektar. Pengembangan itu melibatkan 50 kelompok tani  tersebar di berbagai desa dan kecamatan. Untuk Kecamatan Kotanopoan digarap 12 kelompok tani. Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal, Taufik Zulhendra Ritonga, kemarin, menyatakan program ini dilaksanakan dalam rangka menyahuti Program Gerakan Tanam PAT-PIT, […]

expand_less