Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

Penjualan di Pasar Baru Turun Gara-gara Lumpur

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 13 Okt 2020
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Infrastruktur relokasi Pasar Baru Panyabungan menjadi faktor utama penurunan jumlah pembeli.

Gang pasar yang becek dan banyak titik berlumpur penyebab konsumen malas datang ke relokasi Pasar Baru Panyabungan.

Itu diutarakan sejumlah pedagang kepada Mandailing Online, Selasa (13/10/2020).

“Menurun. Dagangan sepi sejak hujan yang selalu turun. Orang malas datang karna pasar ini becek,” ungkap pedagang sayuran bermarga Pulungan.

Pedagang lain mengaku marga Nasution juga mengaku penurunan omset sejak penghujan.

“Hanya langganan rutin yang datang. Kayak langganan dari rumah makan itulah. Pelanggan lain tak mau datang karna gang pasar ini becek,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah penarik beca bermotor yang diwawancarai Mandailing Online mengungkap fakta lain.

Banyak warga Panyabungan yang beralih ke pasar pagi Gununtua dan Kotasiantar sejak penghujan dalam sebulan terakhir.

“Pasar pagi Gunungtua dan Hutasiantar tidak becek, bang. Lebih enak mereka ke sana dibanding pasar baru,” ungkap Arlen Nasution di lokasi mangkal beca tak jauh dari pintu masuk Pasar Baru Panyabungan.

Penarik beca bermotor memiliki peran penting dalam mobilisasi warga Panyabungan menuju dan dari pasar. Sehingga mengetahui rutinitas dan perubahan arah tujuan pengunjung pasar.

Kondisi Pasar Panyabungan di musim penguhujan saat ini sangat memprihatinkan. Gang pasar dipenuhi lumpur terutama zona bahan sembilan bahan pokok.

Banyak yang menyingkat rok panjang dan celana panjang saat belanja di lokasi sementara Pasar Baru Panyabungan ini.

Pakaian bagian bawah para pengunjung pasar rata-rata kotor berlumpur.

Para pedagang banyak yang memakai sepatu bot.

Desain pasar relokasi ini seolah tak mampu menjawab persoalan tata ruang kala musim penghujan tiba.

Gang pasar yang berliku-liku memperlihatkan sejumlah titik berkubang lumpur.

Badan gang terlihat bergelombang menimbulkan kebecekan dan genangan lumpur.

Banyak titik gang tidak memiliki drainase yang diyakini menjadi persoalan di musim penghujan saat ini.

Kolong-kolong lapak para pedagang yang rendah menyisakan tanah yang basah bekas genangan saat hujan mengguyur pasar.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KEBUDAYAAN MANDAILING (Bagian I)

    KEBUDAYAAN MANDAILING (Bagian I)

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

        Oleh : ASKOLANI NASUTION     PENGANTAR Harus diakui, amat sedikit referensi tentang kebudayaan Mandailing secara utuh. Beberapa sumber antropologi yang ada selama ini lebih menekankan Mandailing dari pendekatan ilmuan Barat yang memposisikan kebudayaan Mandailing sebagai sub kebudayaan Batak. Antropolog Kuntjoroningrat misalnya masih juga menyebut Mandailing dalam pendekatan orientalis seperti itu. Juga artikel-artikel […]

  • Ruang Belajar SDN 380 Kunkun Cuma 3 Lokal, Halaman Sekolah Banjir Jika Laut Pasang

    Ruang Belajar SDN 380 Kunkun Cuma 3 Lokal, Halaman Sekolah Banjir Jika Laut Pasang

    • calendar_month Jumat, 19 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peliput : Dahlan Batubara MUARA BATANGGADIS (Mandailing Online) – Inilah gambaran suram pendidikan di Mandailing Natal masih. Akibat kekurangan lokal, pelajar kelas 1,2,3 harus satu ruangan. Ini terjadi di Sekolah Desa Dasar Negeri 380 Kunkun Kecamatan Natal. sekolah ini memiliki 66 murid. Sekolah ini hanya memiliki 3 ruang belajar. Ruang pertama dipakai untuk belajar […]

  • Bupati Madina Tinjau Banjir Hutabargot dan Panyabungan Barat

    Bupati Madina Tinjau Banjir Hutabargot dan Panyabungan Barat

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bupati Mandailing Natal Ja’far Sukhairi Nasution sore ini, Sabtu (18/12/2021) meninjau beberapa titik banjir di Kecamatan Hutabargot dan Panyabungan Barat. Dia meminta pemerintah kecamatan dan intansi setingkat untuk bahu membahu memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Banyak desa di seluruh kecamatan di Madina dilanda banjir sejak Jum’at malam akibat curah hujan yang intens dalam sepekan […]

  • Baliho Caleg Semrawut, KPU Harus Sosialisasi Aturan Kampanye

    Baliho Caleg Semrawut, KPU Harus Sosialisasi Aturan Kampanye

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    SIANTAR, – Spanduk dan baliho para calon legislatif (caleg) bertebaran di sembarang tempat di Simalungun dan Kota Siantar. Terkesan tak ada aturan, padahal sudah ada peraturan tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Demikian disampaikan Anggota Panwas Simalungun Adil Saragih, Ketua Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Simalungun, kepada METRO, Selasa (17/9). Adil […]

  • Hari ini, Indonesia-Jepang bahas Inalum di Singapura

    Hari ini, Indonesia-Jepang bahas Inalum di Singapura

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Tim negosiasi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) akan kembali mengadakan pertemuan dengan perusahaan Jepang terkait dengan pembelian Inalum. Pertemuan dengan pihak Nippon Asahan Alumunium (NAA) ini akan dilakukan di Singapura, hari ini, Selasa (12/11/2013). Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hadiyanto mengatakan, pertemuan tersebut akan membahas lebih lanjut permasalahan […]

  • Nasrul Hilmi Nasution Bantah Sering Absen Sebagai Anggota DPRD Madina

    Nasrul Hilmi Nasution Bantah Sering Absen Sebagai Anggota DPRD Madina

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ) – Nasrul Hilmi Nasution, anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang beberapa hari ini menjadi sorotan karena sering absen membantah. Dia mengatakan, tugas dari seorang anggota DPRD tidak seperti eksekutif yang harus selalu hadir setiap hari. Sehingga dirinya merasa tingkat kehadiran tak terlalu penting. “Anggota DPRD itu bukan seperti pemerintah […]

expand_less