Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

DPRD Sumut Berjanji Perjuangkan Nasib Guru Honor

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
  • print Cetak


MEDAN: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara melalui Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan serta Komisi E Bidang Kesejahteraan Sosial menegaskan komitmennya untuk senantiasa memperjuangkan nasib para guru honor di daerah itu.

“Kita tetap komitmen dan konsisten memperjuangkan guru honor menjadi PNS (pegawai negeri sipil),” tegas Wakil Ketua DPRD Sumut yang juga koordinator Komisi E, H Kamaludain Harahap di Medan, Rabu, 1 Februari 2011.

Didampingi Sekretaris Komisi E DPRD Sumut Taufan Agung Ginting dan sejumlah anggota Komisi E di antaranya REM Lingga dan Nurhasanah serta Sekretaris Forum Komunikasi Tenaga Honorer Sekolah Negeri (FKTHSN) Sumut Eko Imam Suryanto ia mengatakan, DPRD Sumut akan memperjuangkan nasib guru honor hingga ke pemerintah pusat.

Bahkan, katanya, dalam waktu dekat Komisi E bersama Komisi A akan menemui Komisi II DPR-RI, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan) serta Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

“Komisi E DPRD Sumut hingga kini tetap konsisten memperjuangkan nasib guru honor untuk diangkat menjadi PNS. Ini penting dilakukan, sebab guru merupakan profesi mulia yang mencerdaskan anak bangsa,” katanya.

Untuk itu, Kamaluddin Harahap berharap pemerintah pusat memberi kemudahan bagi proses guru honor menjadi PNS. “Ini diperlukan mengingat para guru honor cenderung merasa dizholimi atau dianaktirikan. Kita berharap pemerintah memprioritaskan guru honor ini,” katanya.

Sehubungan dengan itu, Kamaluddin yang juga Wakil Sekjen DPP PAN minta para guru honor yang tergabung dalam FKTHSN Sumut segera menyampaikan data-data tertulis tentang perubahan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Nomor 48 Tahun 2005 berikut “data base” guru honor di daerah itu.

Terkait rencana menemui Komisi II DPR RI, Menpan dan Kepala BKN, ia meminta pimpinan Komisi E dan A segera berkoordinasi dengan pimpinan DPRD Sumut.

Ia juga mengimbau para guru honor di Sumut segera mendaftarkan diri ke FKTHSN Sumut.

Sementara Taufan Agung Ginting juga mendesak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut untuk segera berkoordinasi dengan BKD dan Diknas kabupaten/kota se-Sumut dalam menyampaikan data-data tertulis tentang para guru honor ke Komisi E paling lambat awal Maret 2011.

“Data ini penting agar Komisi E memiliki data akurat untuk disampaikan ke Komisi II DPR RI, Menpan dan Kepala BKN,” katanya. (an)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sobir Lubis, Dukung Langkah BI Kembangkan Kopi di Madina

    Sobir Lubis, Dukung Langkah BI Kembangkan Kopi di Madina

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina, Sobir Lubis mendukung langkah Bank Indonesia mengembangkan Kopi di Madina. Itu dikatakan politisi yang ekonom ini uasi menghadiri peresmian Rumah Produksi Kopi yang dibangun Bank Indonesia Perwakilan Sibolga di Desa Salambue, Panyanungan, Mandailing Natal (Madina), Rabu (30/10/2019). Sobir Lubis menyampaikan, pengembangan kopi dengan membangun rumah produksi yang […]

  • Contohlah Desa Pujon Yang Berhasil oleh Dana Desa

    Contohlah Desa Pujon Yang Berhasil oleh Dana Desa

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang, Jawa Timur patut dicontoh dalam mengelola Dana Desa. Selain sistem edukasi usaha, desa ini juga menggenjot peternakan dan mengubah beberapa titik sawah menjadi tujuan wisata. Dan desa ini pun berhasil menurunkan angka pengangguran hingga nol dan kemiskinan berkat dana desa. Pemerintah mengalokasikan anggaran dana desa mencapai Rp 70 triliun pada tahun […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 41)

    MARSIDAO-DAO (episode 41)

    • calendar_month Jumat, 26 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Dohot do udur dadaboru ni Muklan mangalao mangalusi pio-pio inang ni Si Poso i. Dung juguk Muklan dohot dadaboru i, iobarkon Si Siti nangkan sannari ma sugari pinomparna manandai ompungna boti amangtuana i Bilah. “Inda tolap au be sanga tujia, Amangboru. Mabiar au inda sompat alai manandai ompung ni […]

  • Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    Ratusan Pengunjung di Lubuk Larangan Aek Pohon

    • calendar_month Minggu, 28 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Manndailing Online) – Lubuk larangan di Sungai Aek Pohon, Pidoli, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk halayak umum, Minggu (28/4/2013). Daya tarik lubuk larangan benar-benar selalu memikat sejak dahulu. Ratusan penduduk Madina dari berbagai penjuru kecamatan tumpah ruah di sepanjang aliran sungai dan bergerombol dalam titik-titik lubuk. Mereka membawa jala. Tetapi ada juga yang […]

  • 10.649 Pelamar CPNS Tak Lulus

    10.649 Pelamar CPNS Tak Lulus

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Dari 14.679 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemko Medan, 3.707 pelamar ternyata tidak mengikuti ujian untuk memperebutkan 324 formasi. Dengan demikian, 10.649 pelamar CPNS Pemko Medan dinyatakan tidak lulus. Sebagian di antara mereka menjadi pengangguran. Informasi dihimpun wartawan dari salah seorang staf di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan, Rabu (22/12/2010), ada […]

  • Membawa Buruh Keluar dari Jebakan Angka Kemiskinan Madina

    Membawa Buruh Keluar dari Jebakan Angka Kemiskinan Madina

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Ludfan Nasution   Sebagai Ketua DPC Konfederasi Serikat Buruh Muslim Indonesia Kabupaten Mandailing Natal, saya menyampaikan Selamat Hari Buruh kepada seluruh pekerja, penggerak serikat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah yang menjadi bagian dari ekosistem ketenagakerjaan di daerah ini. May Day bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk melihat dengan jujur kondisi buruh kita […]

expand_less