Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Inilah Surat Cinta Borkat-Megalia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
  • print Cetak

Cut Dian Satriana, istri Direktur Eksekutif DPD Partai Demokrat Sumut, Borkat Hasibuan, membeberkan tiga indikasi perselingkuhan suaminya dengan Megalia Agustina, anggota Fraksi Demokrat DPRD Sumut.

Indikasi ini dipapar Cut hanya beberapa jam setelah Megalia bersama suaminya, Muhammad Herry, menggelar konferensi pers di rumahnya, Jl Karya Kasih, Kompleks Karya Kasih Residence No 1, Medan Johor, Medan, Sabtu (18/2/2012).

Dalam konferensi pers itu, Megalia didampingi suaminya, membantah berselingkuh dengan Borkat.

Cut membeberkan salinan surat cinta Borkat kepada Megalia pada 26 Oktober 2011, atau hanya dua bulan setelah mantan anggota KPU Labuhanbatu ini menandatangani surat perjanjian tidak selingkuh dengan wanita lain 23 Agustus 2011.

Surat cinta yang ditulis tangan oleh Borkat itu berisi curahan hati seorang pria kasmaran pada perempuan kekasihnya.
Padahal saat itu, Borkat masih berstatus suami Cut dan Megalia juga berstatus istri Herry.

Selain surat cinta Borkat pada Megalia, Cut juga menunjukkan salinan faktur pembelian tiket keberangkatan suaminya berdua dengan Megalia ke Jakarta untuk Rakornas Demokrat. “Pemesanan tiket di Trophy Tour. Di faktur tersebut tercantum nama mereka berdua,” ujarnya yang ditemui di satu mal di Kota Medan, Sabtu sore.

Yang paling menyakitkan bagi Cut adalah foto Borkat dan Megalia saat di Pematangsiantar. Keduanya terlihat berfoto di rumah orangtua Megalia bersama anak sulung Megalia. “Tanggalnya saya tidak tahu. Tapi yang memberikan foto ini mengatakan mereka pernah menginap di sana,” ujarnya sambil menunjukkan foto tersebut.

Cut langsung mempertanyakan kecurigaannya tersebut kepada Borkat. Namun suaminya tetap merasa tak bersalah.
“Pernah saya tanya di rumah, dia (Borkat) bilang cintanya nggak terbendung kepada Megalia. Bagaimana caranya saya menghilangkan rasa sayang kepada Megalia. Dia malah bilang itu saat saya sedang hamil,” katanya.

Pengakuan itulah yang membuat Cut mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Medan.
Tapi karena dalam keadaan hamil, akhirnya Cut dan Borkat memilih mencabut gugatan dan berusaha memperbaiki hubungan rumah tangganya.

Bahkan Borkat membuat surat perjanjian kepada istrinya untuk tidak lagi selingkuh. Namun semua itu sia-sia, karena Borkat terus berselingkuh.

Bahkan sejak 5 Februari 2012, Borkat tak pernah lagi pulang ke rumah istrinya.

“Enggak tahu saya ke mana, kami nggak pernah berhubungan lagi,” ujar Cut.(tribun)

“Saya sudah sangat tersakiti. Mungkin setelah melahirkan akan saya gugat cerai lagi,” katanya.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi IV Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat Terkait Pelayanan di RSUD Panyabungan

    Komisi IV Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat Terkait Pelayanan di RSUD Panyabungan

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keluhan masyarakat terkait pelayanan tenaga kesehatan di RSUD Panyabungan telah sampai ke Komisi IV DPRD Mandailing Natal (Madina). Laporan masyarakat itu telah ditindaklanjuti dengan RDP bersama pihak RSUD pada 15 Oktober 2021. Kemudian pada Senin (25/10) Komisi IV DPRD Madina melakukan tinjauan lapangan ke RSUD Panyabungan. Anggota Komisi IV yang hadir […]

  • Pedagang: Rahudman yang bakar Sukaramai!

    Pedagang: Rahudman yang bakar Sukaramai!

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pedagang Pasar Sukaramai yang menjadi korban kebakaran pada, Minggu (17/10) kemarin sekira pukul 19.45 WIB sangat marah dengan Walikota Medan, Rahudman Harahap. Saat kejadian kebakaran yang meludeskan sekitar 886 kios pedagang itu, dikarenakan terlambatnya mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Tidak itu saja, pagar pasar tersebut terkunci sehingga pedagang tidak dapat menyelamatkan […]

  • Ketika Pendidikan Sekuler Gagal, Bullying Jadi Tradisi

    Ketika Pendidikan Sekuler Gagal, Bullying Jadi Tradisi

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nesty Laila Sari Siswa korban perundungan atau bullying di Tangerang Selatan, MH (13), meninggal dunia setelah sepekan dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia) Informasi meninggalnya korban bullying itu dibenarkan oleh kuasa hukum keluarga, Alvian Adji Nugroho. “Pada pukul enam pagi, keluarga yang ada di rumah mendapat kabar dari paman korban yang […]

  • MTQ Tingkat Sumut akan Digelar di Sergai

    MTQ Tingkat Sumut akan Digelar di Sergai

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINGKISAN Bupati Sergai Ir H T Erry Nuradi MSi didampingi Sekdakab Drs H Haris Fadillah MSi menyerahkan bingkisan kepada rombongan tim LPTQ Propinsi Sumatera Utara usai melakukan kunjungan ke Kabupaten Sergai di ruang rapat Wabup Sergai kompleks Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Selasa (10/1). ( medanbisnis/jhonni sitompul)

  • PDIP Madina Desak Penertiban Mesin Galundung

    PDIP Madina Desak Penertiban Mesin Galundung

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan yang juga Anggota DPRD Madina mendesak Muspida Plus secepatnya menertibkan pengoperasian alat pengolah emas (mesin galundung) yang kini merajalela di Kota Panyabungan dan Kecamatan Hutabargot. Itu dikatakannya kepada wartawan, Jumat (25/03/2011) di Kantor DPRD Madina, usai meninjau wilayah tambang rakyat di Kecamatan Hutabargot yang […]

  • Warga Buang Sampah di Pinggir Jalinsum

    Warga Buang Sampah di Pinggir Jalinsum

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Sejumlah warga di sekitar Aek Sulum Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), membuang sampah di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Aek Sulum. Akibatnya, di beberapa titik terlihat tumpukan-tumpukan sampah. Ironinya, tempat pembuangan sampah liar itu berdekatan dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Aek Sulum yang anjlok sepanjang 50 meter dengan kedalaman sekitar 10 […]

expand_less