Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

PDIP Madina Desak Penertiban Mesin Galundung

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan yang juga Anggota DPRD Madina mendesak Muspida Plus secepatnya menertibkan pengoperasian alat pengolah emas (mesin galundung) yang kini merajalela di Kota Panyabungan dan Kecamatan Hutabargot.

Itu dikatakannya kepada wartawan, Jumat (25/03/2011) di Kantor DPRD Madina, usai meninjau wilayah tambang rakyat di Kecamatan Hutabargot yang merupakan wilayah daerah pemilihannya.

Katanya, ia sangat khawatir dengan kondisi perkampungan khsususnya Desa Hutabargot Julu, pusat tambang liar yang kini dipenuhi mesin galundung.

Bahkan, suasana kampung selain terlihat semrawut juga bising akibat suara mesin dompeng. Yang lebih memprihatinkan, masyarakat dari semua umur malah tenang-tenang saja menggunakan aliran air sungai kecil yang ada di depan rumah warga untuk mandi, cuci dan kakus (MCK).

Kondisi itu sudah pasti sangat berbahaya walaupun tidak sekarang. Karena itu, Muspida Plus jangan menunggu korban dulu baru bertindak. Semua pihak harus paham, walaupun alasannya demi sesuap nasi, tapi kesehatan masyarakat juga harus dipikirkan.

“Walaupun dengan alasan kemanusian, tambang liar dan utamanya galundung harus ditertibkan sebelum terjadi bencana dan konflik sosial. Karena persaingan mencari nafkah dari tambang rakyat di kawasan itu sudah tidak sehat,” ucap Iskandar.

Katanya, dengan kondisi masyarakat yang terhipnotis biji emas, tidak akan mungkin mereka menerima aturan perundang-undangan, maupun sosialisasi tentang bahaya air raksa bagi kesehatan. Karena itu Muspida Plus harus bersama-sama melakukan tindakan antsisipasi dini.

Kemudian, peredaran air raksa di Madina juga harus dipantau pihak berwajib. Karena air raksa bukanlah barang yang bisa diperdagangkan secara umum. Oknum atau pengusaha yang memperjualbelikan air raksa harus diusut, guna meminimalisir bertambahnya galundung dan ancaman penyakit.

Data dihimpun, harga 1 kilogram air raksa di Madina sudah mencapai Rp800 ribu. Sementara galundung yang beroperasi di Kecamatan Hutabargot dan Panyabungan diperkirakan lebih kurang 350 galundung.

Jika Pemkab Madina tidak bertindak cepat, daerah ini dalam waktu tidak lama lagi akan berubah jadi daerah dengan lingkungan yang rusak dan penuh ancaman penyakit.

Iskandar berharap Muspida Plus bertindak cepat dan antipatip, sekalipun berbagai elemen telah terlibat langsung dalam praktek illegal minning dan galundung.

Iskandar menambahkan, saat ini hal yang paling memprihatinkan lagi yang terjadi di tengah masyarakat Kabupaten Mandailing Natal adalah, mesin galundung telah masuk dan beroperasi di jantung Kota Panyabungan tanpa adanya teguran ataupun perhatian dari pejabat setempat (Lurah dan Camat). (BS-026)
Sumber ; Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eksportir Lirik Kakao Madina

    Eksportir Lirik Kakao Madina

    • calendar_month Jumat, 12 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Eksportir Sumatera Utara mulai melirik kakao dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam skema pencapaian target ekspor Sumut. Untuk itu, pengusaha ekspor dari Medan sudah melakukan penjajakan dengan pihak Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Pasar (Disperindagkop) Madina beberapa waktu lalu. Kabid Koperasi UKM Disperindagkop Madina, Erman Gappar Nasution kepada wartawan, Jum’at (12/10) diruang […]

  • Lynette Wehner: Alquran Seperti Ditulis Untukku

    Lynette Wehner: Alquran Seperti Ditulis Untukku

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kisah Lynette Wehner memeluk Islam bermula ketika ia bekerja di sebuah sekolah Islam. Sikap profesionalnya itu menafikan kekhawatiran keluarganya. “Anda pasti akan menjadi Muslim,” ungkap Wehner, menirukan pandangan mertuanya, seperti dilansir onislam.net, Senin (25/11). Perkataan mertuannya itu memang membekas dipikirannya. Namun, ia tidak memungkiri memiliki sebuah kelas lebih penting ketimbang harus khawatir soal mertuannya. Sejak […]

  • Etika Berpendapat Melihat Budaya Lokal dari Sudut Pandang yang Berbeda

    Etika Berpendapat Melihat Budaya Lokal dari Sudut Pandang yang Berbeda

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan kecil : ASKOLANI NASUTION Budayawan Mandailing Opini, tesis, atau apapun namanya bukan hal yang aneh dalam tradisi ilmiah. Setiap orang diberi kebebasan untuk menyampaikan gagasan dan pemikirannya terhadap suatu fakta, asumsi, atau kecenderungan tertentu; sepanjang didukung dengan klausal atau kerangka berpikir yang teruji. Dan ketika hal itu dituliskan dalam bentuk karya ilmiah, baik populer […]

  • Nakhodai Srikandi PP Madina, Ida Rosita: Kita Bangkitkan Pergerakan Perempuan

    Nakhodai Srikandi PP Madina, Ida Rosita: Kita Bangkitkan Pergerakan Perempuan

    • calendar_month Jumat, 25 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nakhoda Baru Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ida Rosita yang terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Cabang I mengatakan saatnya pergerakan kaum perempuan dibangkitkan. “Melalui Srikandi kita bangkitkan pergerakan perempuan di Madina. Ini sesuai dengan tema Muscab kita, yaitu Mengukuhkan Kiblat Pergerakan Perempuan,” katanya dalam sambutan usai terpilih. Ia […]

  • Dirut RSU Panyabungan Juga Dipanggil KPK

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Selain dua orang anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Ali Mutiara Rangkuti dan Muhammad Zein, Dirut RSU Panyabungan, Drg. Bida Sari juga dipanggil KPK. “Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HB,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Selasa (28/5/2013). Satu orang lagi juga dipanggil sebagai saksi, yakni Raja Sahlan Nasution selaku […]

  • Ilegal, Polisi Harus Tutup Tong Pengolahan Limbah Tambang Emas

    Ilegal, Polisi Harus Tutup Tong Pengolahan Limbah Tambang Emas

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online: Ternyata tak satupun keluar izin operasional tong raksasa pengolah batuan mengandung emas yang beroperasi di daerah Mandailing Natal ( Madina ). Tercatat salah satu tong raksasa yang menggunakan bahan kimia berbahaya itu adalah milik ND yang beralamat di desa panyabungan jae, kecamatan panyabungan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMPSTP […]

expand_less