Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Kenaikan Harga Pupuk Beratkan Petani

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
  • print Cetak

Jakarta. Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir menilai kenaikan harga eceran tertinggi (HET) untuk pupuk urea bersubsidi sebesar 12,5% per 1 Januari 2012 dari sebelumnya Rp 1.600 per kg menjadi Rp1.800 per kg akan memberatkan petani.
“Petani yang mempunyai lahan kecil atau kurang dari 0,3 hektare akan kesulitan dengan naiknya harga pupuk bersubsidi sebesar 12,5 persen. Kalau untuk petani yang mempunyai lahan lebih dari 1 hektare tentu tidak masalah karena diimbangi dengan hasil panen,” kata Winarno di Jakarta, Rabu (4/1).

Winarno mengatakan walaupun kenaikan hanya Rp200 per kg, namun akan mempengaruhi konsumsi pupuk sehingga hasil panen tidak maksimal yang akan berdampak pada hasil panen. “Bagi petani kecil, kenaikan Rp 100 atau Rp 200 per kg akan berpengaruh karena penghasilan yang tidak sesuai dengan pengeluaran,” sebut dia.

Apalagi, lanjut dia, tata niaga hasil pertanian di dalam negeri cukup buruk sehingga menyulitkan petani untuk menjual hasil pertaniannya. “Satu sisi pemerintah meminta pada petani untuk terus menanam, namun di sisi lain pemerintah tidak menyediakan jalur distribusi untuk penjualan hasil pertanian,” keluh lelaki berusia 55 tahun ini.

Salah seorang petani di Batu Sangkar, Sumatera Barat, Januar, mengeluhkan kenaikan harga pupuk urea bersudsidi ini karena akan semakin memberatkan petani. “Kenaikan sekecil apapun tentunya bagi petani sangat memberatkan,” ujar Januar.

Sebelum adanya kenaikan harga saja, kata Januar, membeli dengan harga Rp 85.000 per satu kantong dengan berat 50 kilogram atau dengan kata lain dia membeli dengan harga Rp 1.700 perkg. Menurut Januar, harga pupuk urea bersubsidi di daerahnya memang melebihi HET, karena di antar langsung oleh pedagang ke tempat.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan, mengatakan kenaikan harga pupuk bersudsidi tidak akan merugikan petani karena meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP).
Kenaikan NTP mengindikasikan harga jual produk pertanian lebih cepat daripada kenaikan ongkos. Sepanjang 2011, NTP terus meningkat dari di bawah 100 menjadi 105,64. (ant)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Halal bi Halal Antara Budaya dan Ibadah

    Halal bi Halal Antara Budaya dan Ibadah

    • calendar_month Jumat, 31 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Indonesia punya tradisi unik dan khas dalam merayakan idul fitri. Disamping tradisi mudik yang setiap tahun selalu fenomenal, kebiasaan lain yang menjamur pada saat idul fitri dan sepanjang bulan Syawal adalah halal bi halal. Banyak lembaga pemerintah dan kelompok-kelompok masyarakat yang merayakan idul fitri secara kolektif dalam bentuk halal bi halal. Bila ditelusuri dalam literatur-literatur […]

  • Diposting Dimedsos, Perbedaan Suara C1 Plano Dengan Rekapan Diduga Saksi Di Siabu Jadi Sorotan

    Diposting Dimedsos, Perbedaan Suara C1 Plano Dengan Rekapan Diduga Saksi Di Siabu Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Sehari usai Pilkada, di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mulai banyak mendapat komentar dari masyarakat. Salah satunya dari masyarakat Desa Bonan dolok Kecamatan Siabu, Khairil Amri. Kamis (28/11/2024) sekira pukul 13.00 wib. Dalam akun media sosial Facebook (fb), Khairil Amri memposting dan mempertanyakan perbedaan perolehan suara dari dua Calon Bupati dan […]

  • Merantau ke Semenanjung Malaysia

    Merantau ke Semenanjung Malaysia

    • calendar_month Jumat, 20 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Pengukuhan kekuasaan colonial di Madina menimbulkan guncangan budaya yang kedua setelah kehadiran Paderi di Madina. Guncangan yang paling menonjol ialah menurunnya marwah raja-raja setempat. Pengadilan sebagai satu lembaga yang merupakan ujud sahala harajaon telah diambil alih oleh penguasa colonial. Sehingga charisma raja-raja terus pudar lebih-lebih setelah mereka digaji dan diberi tugas sebagai pemungut belasting, pajak, […]

  • Seorang Warga Alahankae Hilang, BPBD Madina Diharap Turun Tangan

    Seorang Warga Alahankae Hilang, BPBD Madina Diharap Turun Tangan

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Seorang warga Desa Alahankae Kecamatan Ulupungkut, Mandailing Natal (Madina) bernama Fajar Batubara (52) hilang sejak Senin 11 Mei 2026. Di hari hilangnya Fajar, masih terlihat oleh masyarakat di siang hari di pinggiran hutan sekitar arah utara desa. Saat menjelang magrib tidak kembali ke rumah sehingga Rosma kakak kandung Fajar risau. […]

  • Bappeda Madina: CI Tak Pernah Laporkan Kegiatan

    Bappeda Madina: CI Tak Pernah Laporkan Kegiatan

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Temuan Batang Pungkut Green Concervation bahwa program Causeruation International (CI) di Mandailing Natal (Madina) tak jelas dan tak berdampak positif pada daerah ini, diperkuat oleh Pemkab Madina. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mandailing Natal, Abu Hanifah, Senin (6/1/2014) mengatakan bahwa sejak penandatanganan MoU antara Pemkab Madina dengan CI tanggal 11 […]

  • Ketua PDI Perjuangan Madina Buka Suara

    Ketua PDI Perjuangan Madina Buka Suara

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Minimnya perolehan suara PDI Perjuangan di Madina pada Pemilu 2019, ditengarai akibat banyaknya pengurus partai yang kurang militan. Itu dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Iskandar Hasibuan menjawab Mandailing Online di sekretariat DPC PDI Pejungan Madina, Dalan Lidang, Panyabungan, Jum’at (5/7/2019). Iskandar menjelaskan, militansi yang minim terjadi di […]

expand_less