Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Budidaya Jamur di Tapsel Menjanjikan

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 28 Des 2015
  • print Cetak
 

Tapsel – Usaha budidaya jamur tiram memang sangat menjanjikan. Dilihat dari finansial usaha ini layak untuk dikembangkan sebagai usaha home industri yang dapat menopang ekonomi keluarga.

Sudarto (37) warga lingkungan II Kelurahan Sigalangan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ini misalnya telah memulai atau merintis budidaya jamur tiram di rumahnya sendiri. Awalnya hanya coba-coba ternyata bisa. Mencoba menuangkan ilmu yang dipelajarinya di pulau Jawa di tengah kesibukannya sebagai pedagang lopo kopi ternyata tidak begitu menyita waktunya untuk memulai usaha ini.

Sudah enam bulan memulai usaha ini dan kini Sudarto telah memiliki 300 baglog yang siap panen. Setiap harinya Sudarto memetik 2 kg per hari dari baglog yang sudah mengeluarkan jamur dan layak panen. “Tapi masih ada baglog yang belum mengeluarkan jamur namun ada juga yang terlambat masa penennya, dan sebagian baglog justru sudah ada yang mulai habis masa panennya,” kata Sudarto ketika ditemui di rumahnya di Lingkungan II, Kelurahan Sigalangan, Tapsel, Sabtu (26/12).

Lokasi rumahnya yang strategis berada di pinggir irigasi dan suhunya dingin usaha budidaya jamur ini ternyata memiliki prosfek yang baik. Setelah diketahui orang bahwa Sudarto membudidayakan jamur maka banyak yang datang memesan sehingga produksinya tidak bisa memenuhi permintaan warga. Jamur Tiram ini pun kemudian dibandrol Rp 20.000/kg.

“Permintaan jamur cukup tinggi bang dan harganya tidak menjadi masalah, walapun kita buat Rp 20.000 per kg tidak masalah. Masalahnya barangnya ngak ada,” katanya.

Tingginya permintaan warga membuat Sudarto tergoda untuk menyeriusi usaha budidaya jamur ini. Namun karena untuk membangun kumbung sebagai tempat penangkaran jamur memerlukan biaya, tentu ini menjadi kendala baginya untuk mengembangkan usaha ini, karena pemasukan sehari-harinya yang utama hanya dari berjualan warung kopi.

“Kita baru pulang merantau dari pulau Jawa bang, dan kita mulai membuka warung kopi dan ikut aktif dalam kelompok tani seperti warga lainnya yang hidupnya sebagai petani,” katanya.

Dia juga berharap kepada pemerintah dapat memperhatikan usaha masyarakat seperti ini yang pada akhirnya dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat.
“Kami sudah punya kelompok tani bang, dan rencannya usaha kami ini dapat perhatian pemerintah, apakah itu peningkatan kualitas usaha maupun pemberian modal usaha,” katanya.

Sudarto memiliki istri Yuyun Diansari (29) kini telah dikaruniai dua orang anak. Anak paling besar baru berusia (8) tahun dan masih duduk dibangku kelas 3 SD. Setiap harinya berjualan kopi sambil merawat jamur dan sekali-kali mengurusi irigasi yang mengairi ke sawah-sawah penduduk.

Dia yakin hidup di kampung halaman tidak kalah bila berusaha ditekuni. Apalagi Sudarto memiliki skill ilmu cara membudidaya jamur yang pernah dipelajarinya saat merantau di pulau Jawa. Tentunya usaha budidaya jamur yang diperaktekannya di kampung halaman ini dapat membuka mata warga masyarakat untuk mempelajari budidaya jamur atau setidaknya menjadi inovasi baru dalam menggiatkan ekonomi masyarakat.

Sumber : Medan Bisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reses Mangalap Holong, Sobir Lubis Ajak Konstituen Sukseskan Vaksinasi

    Reses Mangalap Holong, Sobir Lubis Ajak Konstituen Sukseskan Vaksinasi

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    KOTASIANTAR (Mandailing Online) – Reses I anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) Sobir Libis untuk tahun sidang 2021-2022 yang dilaksanakan di tempat wisata Silangit Koi Hutasiantar, Panyabungan pada Kamis (16/12) mengangkat tema “Holong Mangalap Holong. Di tengah-tengah reses, Sobir Lubis beberapa kali meminta masyarakat, terutama warga Kotasiantar, untuk turut menyukseskan program pemerintahan, yaitu vaksinasi. Capaian target […]

  • Tradisi Nazar Memberi Makan Yatim Usai Panen di Desa Huraba

    Tradisi Nazar Memberi Makan Yatim Usai Panen di Desa Huraba

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) ada suatu tradisi memberikan makan kepada para anak yatim usai panen padi sawah. Tradisi ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun dan berlanjut hingga era sekarang. Biasanya diselenggarakan setelah semua petani sudah menyelesaikan kegiatan panen. Tradisi ini terjadi terkait dengan adanya niat bernazar dari […]

  • Kasus Spanduk Bupati Madina Pemakai Sabu-Sabu Bisa Picu Konflik Horizontal

    Kasus Spanduk Bupati Madina Pemakai Sabu-Sabu Bisa Picu Konflik Horizontal

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus spanduk di kota Panyabungan tahun 2012 lalu yang menuduh bupati Madina pemakai narkotika jenis sabu-sabu dan sempat masuk ranah hukum hingga kini tak diketahui akhir penanganannya. Kasus spanduk ini menyeret Ketua Umum Gemmpar (Gerakan Masyarakat Mahasiswa Pemantau Aparatur Negara), Ramlan T Daulay, S.Sos sebagai pihak yang dituduh menghasut pembuatan dan […]

  • Pemprovsu Harus Tinjau Proyek Dek Rantopuran di Madina

    Pemprovsu Harus Tinjau Proyek Dek Rantopuran di Madina

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta memeriksa pelaksanaan pembanguan dek penahan banjir Sungai Rantopuran di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Pasalnya, terjadi perbedaan pandang antara pihak kontraktor dengan pihak UPT SDA Batang Gadis Batang Natal soal bahan material untuk cor dek. Itu dikatakan Muhammad Rusdi Batubara dari Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) […]

  • Penahanan Chaidir, Sigit, Saleh dan Ajib Diperpanjang 40 Hari

    Penahanan Chaidir, Sigit, Saleh dan Ajib Diperpanjang 40 Hari

    • calendar_month Jumat, 27 Nov 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan terhadap empat tersangka unsur Pimpinan DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019, yakni Chaidir Ritonga, Sigit Pramono Asri, Saleh Bangun dan Ajib Shah. Terhadap keempatnya diperpanjang masa penahanannya selama 40 hari per 30 November mendatang, setela habis masa penahanan sebelumnya selama 20 hari. “Tersangka CHR, SPA, […]

  • Ketika Hamka Menggugat Sejarah Indonesia

    Ketika Hamka Menggugat Sejarah Indonesia

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hamka telah dikenal luas sebagai cendekiawan Islam dan pengarang roman ternama seperti Tenggelamnya Kapal Van der Wicjk. Namun sebetulnya Hamka juga seorang penulis sejarah. Cukup banyak karya tulisnya yang membahas sejarah Islam dan sejarah Indonesia. Menariknya, beberapa karangannya tentang sejarah bersifat gugatan, terutama gugatan atas penulisan sejarah Indonesia. Apa yang digugat Hamka ialah penulisan sejarah […]

expand_less