Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Oknum Polisi Aniaya Karyawan Muka Disulut Rokok Rp50 Ribu Dirampas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Jan 2013
  • print Cetak

BELAWAN, (MO) – Perbuatan oknum polisi Bripka Hotma Tua Samosir, benar-benar kelewatan. Niatnya melerai keributan sepasang kekasih malah berujung tindakan kekerasan terhadap Lambok Simbolon (24), warga Pasar VII, Desa Pematang Johar.

Data dihimpun, setelah memukuli karyawan Growth Sumatra Industri (GSI) itu, Bripka Hotman Tua Samosir yang bertugas di Polres Pelabuhan Belawan, ini lalu menyulut wajah Lambok dengan api rokok. Selain itu uang Rp50 ribu korban juga dirampasnya. Perilaku kasar oknum polisi tersebut diungkapkan oleh Lambok Simbolon kepada wartawan, Minggu (27/1) siang.

Lambok menjelaskan, kejadian itu dialaminya Jumat (25/1) sekitar pukul 23.30 WIB saat dia berada di rumah pacarnya Yuni di Gang Sehati, Kebun Lada Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Sepasang kekasih ini saat itu bertengkar. Lambok tidak terima pacarnya kerja di rumah makan. Ternyata, larangan Lambok membuat Yuni tak terima, hingga terjadi perang mulut antar keduanya. Lambok yang emosi lalu menampar pacarnya.

Tamparan itu membuat Yuni kesal. Dia langsung pergi keluar rumah menuju depan lorong rumahnya sambil menangis. Saat itulah, Bripka Hotma Tua Samosir melintas dengan mengemudikan mobil Xenia. Hotma pun berhenti dan melihat Yuni menangis karena ribut dengan Lambok.

Hotma lalu turun dari mobil dan langsung memarahi Lambok sambil dirinya mengaku oknum polisi dari Polres Pelabuhan Belawan.
“Abang itu ( Hotma, red) tiba-tiba berhenti waktu kami berantam. Dia turun dari mobil langsung marah-marah. Dia bilang kau apain cewek ini dan mengancam aku jangan macam-macam sambil mengaku dia polisi dari Belawan,” kata Lambok memperagakan kemarahan Hotma pada malam itu.

Hotma lalu mengajak Lambok dan Yuni untuk naik ke mobilnya menuju rumah sakit. Tujuannya untuk mengobati wanita berusia 18 tahun itu. Setibanya di RSU Delima, Hotma membawa Yuni ke rumah sakit, sembari mengancam Lambok untuk tetap di dalam mobil. “Kami takut makanya ikut aja malam itu, karena dia ngaku polisi. Padahal cewek aku tidak ada luka,” cerita Lambok lagi.

Nah, ketika Yuni berada di rumah sakit, Bripka Hotma kembali ke mobilnya dan langsung memukuli Lambok sambil menyulutkan api rokok ke arah kiri bawah matanya. Tak hanya itu, uang Rp50 ribu di kantong Lambok pun diambil oknum Polres Pelabuhan Belawan itu. “Cewek aku tidak tahu aku dipukuli. Habis kami dari rumah sakit, kami dipulangkannya,” terang Lambok.

Setibanya mereka di rumah Yuni, Lambok menceritakan kepada kedua orang tuanya bahwa dia telah dipukuli Bripka Hotma. Mendengar itu kedua orang tua pacarnya tak terima dan meminta kepada Lambok untuk melaporkan kejadian itu.

“Keluarga pacar aku kenal ama abang itu. Dia memang polisi, karena rumahnya tak jauh dari rumah pacarku,” cerita Lambok masih trauma dengan kejadian malam itu. Lambok dan keluarganya, hingga saat ini masih memikirkan apakah akan membuat pengaduan atau tidak. Sebab Lambok masih trauma.

“Kami masih mikir mau melapor, saya masih takut Bang. Cuma saya tak terima saja dipukulinya. Padahal, aku sama pacarku mau menikah bentar lagi, masa dia yang ikut campur soal hubungan kami,” kesal Lambok di rumahnya.

Menyikapi itu, Kasi Propam Polres Pelabuhan Belawan Iptu Ilham Harahap membenarkan ada anggota Polres Pelabuhan Belawan bernama Hotma Tua Samosir. Mengenai peristiwa yang dialami korban, dia mengarahkan agar korban melapor. “Silahkan saja laporkan, biar kita cek nanti polisi itu,” katanya singkat. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasca Terbitnya Hak Paten Kopi Mandailing :  Penguatan Petani dan Negosiasi Mandheling Coffee (Bagian 1)

    Pasca Terbitnya Hak Paten Kopi Mandailing : Penguatan Petani dan Negosiasi Mandheling Coffee (Bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hak Paten untuk Kopi Mandailing telah diterbitkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM. Namanya Hak Paten Indikasi Geografis Kopi Arabika Sumatera Mandailing. Itu artinya, eksportir dari Indonesia dan produsen bubuk kopi di seluruh dunia yang memasang Mandheling Coffee sebagai nomenklatur labelnya tak dibolehkan lagi kecuali atas seizin dari Mandailing Natal. Perkembangan itu tentu memiliki […]

  • Garda Bangsa Deklarasi “Perang Transparansi”, Tagih Pemkab Madina Buka Data APBD 2025

    Garda Bangsa Deklarasi “Perang Transparansi”, Tagih Pemkab Madina Buka Data APBD 2025

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online– Garda Bangsa Mandailing Natal resmi menyatakan “Perang Transparansi” ke Pemkab Madina. Pemicunya portal resmi Pemkab kosong melompong soal realisasi APBD 2025 dan capaian 1 tahun pemerintahan. “Perang yang kami maksud adalah perang data, perang argumen, dan perang akuntabilitas di ruang publik. Bukan kekerasan, bukan fitnah,” tegas Ketua Plt Bidang Advokasi Garda Bangsa Madina, […]

  • Sekolah Dilarang Rayakan Valentine Day

    Sekolah Dilarang Rayakan Valentine Day

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    BALIKPAPAN – Sekolah-sekolah di Balikpapan, Kalimantan Timur dilarang merayakan Valentine Day yang jatuh setiap 14 Februari. Hal itu diatur dalam surat edaran yang dilayangkan Dinas Pendidikan Balikpapan. Kepala Dinas Pendidikan Balikpapan Muhaimin mengatakan, pihaknya sudah melayangkan edaran ke semua sekolah, baik tingkat SMP maupun SMA per tanggal 5 Februari 2016. Surat edaran tersebut terkait larangan […]

  • Kadin Sumut : 600 Perda Hambat Dunia Usaha dan Laju Investasi

    Kadin Sumut : 600 Perda Hambat Dunia Usaha dan Laju Investasi

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Ivan Iskandar Batubara mengungkap sebanyak 600 peraturan daerah di Sumut menghambat dunia usaha dan laju investasi. Peraturan daerah yang sering berubah-ubah juga menjadi penyebab ketidakjelasan dan ketidakpastian bagi dunia usaha. Selama ini, lanjutnya, setiap ganti kepala daerah atau rezim pemerintahan maka berubah […]

  • Cegah Stunting, Atika Minta Calon Pengantin Diedukasi Sebelum Menikah

    Cegah Stunting, Atika Minta Calon Pengantin Diedukasi Sebelum Menikah

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumut, Atika Azmi Utammi Nasution meminta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Madina menyampaikan secara humanis kepada calon pasangan pengantin (catin) cara mendapatkan izin menikah dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Madina. Hal ini guna menekan risiko keluarga stunting. “Untuk menikah saja pemerintah ikut mengurusnya agar […]

  • Sejumlah SPBU di Madina Kini Sering Tutup

    Sejumlah SPBU di Madina Kini Sering Tutup

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MANDAILING NATAL (Mandailing Online) – Pihak Pertamina diharap tidak memperlambat distribusi BBM ke Mandailing Natal. Pasalnya sejumlah SPBU sering tutup diduga kehabisan stok. Pantauan Mandailing Online, Minggu (11/4/2021) pukul 12.30 WIB di SPBU 13229105, Saba Purba, Panyabungan tidak punya stok BBM. “Kapan kira-kira minyak datang,” tanya Mandailing Oline. “Tak pasti, mungkin malam, bang,” jawab satu […]

expand_less