Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Oknum Polisi Aniaya Karyawan Muka Disulut Rokok Rp50 Ribu Dirampas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 28 Jan 2013
  • print Cetak

BELAWAN, (MO) – Perbuatan oknum polisi Bripka Hotma Tua Samosir, benar-benar kelewatan. Niatnya melerai keributan sepasang kekasih malah berujung tindakan kekerasan terhadap Lambok Simbolon (24), warga Pasar VII, Desa Pematang Johar.

Data dihimpun, setelah memukuli karyawan Growth Sumatra Industri (GSI) itu, Bripka Hotman Tua Samosir yang bertugas di Polres Pelabuhan Belawan, ini lalu menyulut wajah Lambok dengan api rokok. Selain itu uang Rp50 ribu korban juga dirampasnya. Perilaku kasar oknum polisi tersebut diungkapkan oleh Lambok Simbolon kepada wartawan, Minggu (27/1) siang.

Lambok menjelaskan, kejadian itu dialaminya Jumat (25/1) sekitar pukul 23.30 WIB saat dia berada di rumah pacarnya Yuni di Gang Sehati, Kebun Lada Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Sepasang kekasih ini saat itu bertengkar. Lambok tidak terima pacarnya kerja di rumah makan. Ternyata, larangan Lambok membuat Yuni tak terima, hingga terjadi perang mulut antar keduanya. Lambok yang emosi lalu menampar pacarnya.

Tamparan itu membuat Yuni kesal. Dia langsung pergi keluar rumah menuju depan lorong rumahnya sambil menangis. Saat itulah, Bripka Hotma Tua Samosir melintas dengan mengemudikan mobil Xenia. Hotma pun berhenti dan melihat Yuni menangis karena ribut dengan Lambok.

Hotma lalu turun dari mobil dan langsung memarahi Lambok sambil dirinya mengaku oknum polisi dari Polres Pelabuhan Belawan.
“Abang itu ( Hotma, red) tiba-tiba berhenti waktu kami berantam. Dia turun dari mobil langsung marah-marah. Dia bilang kau apain cewek ini dan mengancam aku jangan macam-macam sambil mengaku dia polisi dari Belawan,” kata Lambok memperagakan kemarahan Hotma pada malam itu.

Hotma lalu mengajak Lambok dan Yuni untuk naik ke mobilnya menuju rumah sakit. Tujuannya untuk mengobati wanita berusia 18 tahun itu. Setibanya di RSU Delima, Hotma membawa Yuni ke rumah sakit, sembari mengancam Lambok untuk tetap di dalam mobil. “Kami takut makanya ikut aja malam itu, karena dia ngaku polisi. Padahal cewek aku tidak ada luka,” cerita Lambok lagi.

Nah, ketika Yuni berada di rumah sakit, Bripka Hotma kembali ke mobilnya dan langsung memukuli Lambok sambil menyulutkan api rokok ke arah kiri bawah matanya. Tak hanya itu, uang Rp50 ribu di kantong Lambok pun diambil oknum Polres Pelabuhan Belawan itu. “Cewek aku tidak tahu aku dipukuli. Habis kami dari rumah sakit, kami dipulangkannya,” terang Lambok.

Setibanya mereka di rumah Yuni, Lambok menceritakan kepada kedua orang tuanya bahwa dia telah dipukuli Bripka Hotma. Mendengar itu kedua orang tua pacarnya tak terima dan meminta kepada Lambok untuk melaporkan kejadian itu.

“Keluarga pacar aku kenal ama abang itu. Dia memang polisi, karena rumahnya tak jauh dari rumah pacarku,” cerita Lambok masih trauma dengan kejadian malam itu. Lambok dan keluarganya, hingga saat ini masih memikirkan apakah akan membuat pengaduan atau tidak. Sebab Lambok masih trauma.

“Kami masih mikir mau melapor, saya masih takut Bang. Cuma saya tak terima saja dipukulinya. Padahal, aku sama pacarku mau menikah bentar lagi, masa dia yang ikut campur soal hubungan kami,” kesal Lambok di rumahnya.

Menyikapi itu, Kasi Propam Polres Pelabuhan Belawan Iptu Ilham Harahap membenarkan ada anggota Polres Pelabuhan Belawan bernama Hotma Tua Samosir. Mengenai peristiwa yang dialami korban, dia mengarahkan agar korban melapor. “Silahkan saja laporkan, biar kita cek nanti polisi itu,” katanya singkat. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Calon Anggota DPRD Madina Bawa Perempuan Dinikahkan Paksa

    Calon Anggota DPRD Madina Bawa Perempuan Dinikahkan Paksa

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Sahbana salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal terpilih periode 2014-2019 dari PAN bersama seorang kawannya bernama Sangkot terpaksa dinikahkan secara paksa dengan dua perempuan kencan mereka karena dicurigai berbuat tak senonoh di Desa Hutagodang Muda, Senin (21/7/2014). Kedua perempuan tersebut berinisial LM berstatus gadis dan DL status janda. Keduanya warga […]

  • Diskriminasi Akibat Islamphobia

    Diskriminasi Akibat Islamphobia

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ross A.R Aktivis Dakwah Medan Johor   Viral di jagad sosial media tentang pemberitaan seorang ustadz tanah air yaitu Ustadz Abdul Somad yang lebih sering di panggil UAS. Pasalnya UAS dan keluarga dicekal di Singapura pada saat akan berlibur. Dan yang lebih mirisnya lagi, menurut pemerintah Singapura itu dikarenakan UAS pernah berceramah terkait tentang […]

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Pasukan  TNI Angkatan Laut dan Darat bersenjata lengkap disiagakan di Pulau Berhala. Mereka melakukan patroli secara rutin untuk mengantisipasi adanya pasukan asing yang berusaha mendekat. Pulau yang berada di perbatasan Selat Malaka ini jadi sengketa dengan pemerintah Malaysia. Dengan menggunakan kapal KRI BOA 74 Danlantamal I Belawan, Laksamana Pertama TNI Bambang Soesilo melakukan […]

  • Musda Momentum Kebangkitan

    Musda Momentum Kebangkitan

    • calendar_month Selasa, 28 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofian Batubara didamping Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara Syah Afandin membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) IV PAN Kabupaten Madina di Hotel Internasional Payaloting, Panyabungan, Ahad (26/12/2010). Ketua Panitia Musda IV DPD PAN Madina Jakfar Siddik saat ditemui, menjelaskan kandidat Ketua DPD PAN Madina Periode 2010-2015 […]

  • KPU di Tiga Daerah Merasa “Serba Salah”

    KPU di Tiga Daerah Merasa “Serba Salah”

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan – Komisi Pemilihan Umum di tiga daerah di Sumatera Utara, yakni Kota Tanjung Balai, Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Mandailing Natal merasa “serba salah” dalam menyelengarakan proses pilkada ulang sebagaimana ditetapkan Mahkamah Konstitusi. Di satu sisi, kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut Irham Buana Nasution dalam pertemuan dengan Komisi II DPR RI di […]

  • Mendagri Salahkan Gatot DPRDSU Tuding Pusat

    Mendagri Salahkan Gatot DPRDSU Tuding Pusat

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pembentukan 3 Provinsi Baru JAKARTA- Dugaan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Gatot Pujo Nugroho tampaknya sengaja memegang bola panas pembentukan tiga provinsi baru di Sumatera Utara (Sumut) dengan tidak memberikan rekomendasi hasil paripurna DPRD Sumut. Pasalnya, Gatot ternyata diberikan wewenang penuh melaksanakan tugas-tugas gubernur, termasuk memberi rekomendasi pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap), Provinsi Kepulauan Nias (Kepni) dan […]

expand_less