Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Ketika Pendidikan Sekuler Gagal, Bullying Jadi Tradisi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • print Cetak

Oleh: Nesty Laila Sari

Siswa korban perundungan atau bullying di Tangerang Selatan, MH (13), meninggal dunia setelah sepekan dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia)

Informasi meninggalnya korban bullying itu dibenarkan oleh kuasa hukum keluarga, Alvian Adji Nugroho. “Pada pukul enam pagi, keluarga yang ada di rumah mendapat kabar dari paman korban yang berada di rumah sakit,” ujar Alvian, Minggu (16/11). Setelah mendapat laporan tersebut, pihak keluarga langsung menuju RS Fatmawati untuk menjemput jenazah korban.

Peristiwa itu terjadi di SMP negeri di Tangerang Selatan pada 20 Oktober 2025, di ruang sekolah saat hendak jam istirahat. Saat itu korban dipukul menggunakan bangku besi di bagian kepala. Setelah kejadian itu, pada Selasa (21/10) korban mulai mengeluh rasa sakit akibat kejadian tersebut. Saat pihak keluarga melakukan proses perdamaian, ternyata korban mengaku sudah sering menerima bullying, mulai dari dipukul hingga ditendang.

Kakak korban, Rizki, menyebut adiknya sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Tangsel karena kondisinya semakin parah. Ia kemudian dirujuk ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Deden Deni, mengatakan pihaknya sudah memediasi orang tua korban dan terduga pelaku. “Masing-masing orang tua sudah bertemu dengan pihak sekolah,” katanya.

Semakin maraknya bullying hingga berujung hilangnya nyawa terus berulang karena tidak adanya tindakan lanjut terhadap pelaku, termasuk sanksi dari sekolah yang mampu memberikan efek jera. Faktor penyebab lainnya adalah pengaruh media sosial yang memperparah aksi bullying, bahkan menjadikannya candaan. Hal ini menunjukkan terjadinya krisis adab dan hilangnya fungsi pendidikan.

Ini juga menunjukkan adanya masalah serius pada kepribadian generasi saat ini. Kepribadian yang rapuh merupakan hasil dari pendidikan yang terpengaruh  kapitalisme-sekuler, yaitu sistem yang memisahkan agama dari kehidupan.

Sistem ini terbukti gagal membentuk kepribadian remaja saat ini. Sistem sekuler hanya membuat generasi fokus mengejar prestasi fisik, sekaligus mengabaikan pengajaran agama dalam arti sesungguhnya. Agama dalam sistem sekuler hanya dijadikan teori tanpa aktualisasi; hanya sekadar diketahui sebagai pelengkap sehingga tidak memiliki pengaruh signifikan dalam pembentukan karakter generasi.

Di sisi lain, paradigma batas usia anak di Indonesia juga memengaruhi cara menerapkan sanksi dan solusi masalah. Indonesia yang berkiblat pada pandangan Barat menganggap seseorang dewasa pada usia 18 tahun. Paradigma ini menyebabkan anak yang sudah balig diperlakukan sebagai anak-anak, padahal mereka sudah dapat dibentuk menjadi generasi tangguh dengan pola pikir Islam. Sebaliknya, mereka justru tumbuh sebagai generasi rapuh dengan pola pikir sekuler.

Dalam Islam, tujuan utama pendidikan adalah membentuk pola pikir dan pola sikap Islam sehingga melahirkan kepribadian Islam pada diri generasi. Hal ini telah dibuktikan dalam sejarah Islam, sebagaimana Rasulullah SAW mendidik para sabiqūnal awwalūn dan bagaimana generasi setelahnya melahirkan pemuda-pemuda tangguh seperti Muhammad Al-Fatih, Usamah bin Zaid, Shalahuddin Al-Ayyubi, dan lainnya. Mereka telah mengukir sejarah besar bagi agama dan kehidupan ini.

Proses pendidikan dalam Islam dilakukan secara intensif. Pembentukan pola pikir dan pola sikap islami tidak hanya berfokus pada nilai materi, tetapi juga nilai maknawi dan ruhiyah.

Bullying akan selesai jika sistem pendidikan islam diterapkan secara paripurna. Tentu sistem pendidikan islam hanya bisa ditegakkan dalam naungan negara islam. Maka mari kita perjuangankan agar sistem islam ditegakan dalam bingkai negara.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Pansus DPRD Madina Tekan Wartawan Portibi

    Ketua Pansus DPRD Madina Tekan Wartawan Portibi

    • calendar_month Selasa, 11 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Wartawan Harian Portibi DNP, terbitan Medan, Maradotang Pulungan mendapat tekanan dari Ketua Pansus Palmaris DPRD Mandailing Natal (Madina) Bakhri Efendi Hasibuan, Senin (10/9). Tekanan ini diduga akibat berita yang dilansir Harian Portibi pada edisi pekan lalu tentang pernyataan warga Kecamatan Batahan yang menuduh DPRD Madina penghianat. Tuduhan warga Batahan ini terkait mandegnya […]

  • Batang Angkola Surplus Beras 70,14 Ton

    Batang Angkola Surplus Beras 70,14 Ton

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bupati : Mari Tanam Serentak TAPSEL-Bupati Tapsel, H Syahrul M Pasaribu mengajak seluruh petani sawah untuk kembali menerapkan pola tanam serentak. Dengan sistem ini dapat meningkatkan hasil panen dan menghindarkan tanaman padi dari serangan hama. “Musuh utama petani di Batang Angkola ini adalah hama tikus. Minimal sekali dua minggu masyarakat bergotong-royong memburu tikus. Tapi yakinlah, […]

  • SAHATA Perkuat Divisi

    SAHATA Perkuat Divisi

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online ) – Tim SAHATA memperkuat pergerakan seluruh divisi pemenangan pasangan Saipullah-Atika, Kamis (26/9/2024). Hal ini dibahas dalam rapat perdana tim pemenangan di Posko Pemenangan SAHATA, Jalan Willem Iskander, Panyabungan, Madina. Rapat tersebut dihadiri calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution dan para personalia divisi-divisi pemenangan.   Dalam kesempatan itu, […]

  • Bisnis Bunga di Madina Menjanjikan

    Bisnis Bunga di Madina Menjanjikan

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bisnis bunga hias kian berprospek di kota Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) seiring perkembangan kota ini. Fauji Batubara (29), pengelola usaha bunga Nafisah Garden di Jl. Sinagosi, Kayujati, Panyabungan menjawab wartawan Senin (1/7) mengatakan, berbisnis bunga hidup sebagai tanaman hias kian hari kian menjanjikan. terbukti permintaan yang terus meningkat. Dia membuka usaha […]

  • KDRT dan Pilihan Solusinya

    KDRT dan Pilihan Solusinya

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh. Radayu Irawan, S.Pt Penulis tinggal di Padangsidimpuan Deretan kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami perempuan terus mencuat ke permukaan setelah dialami oleh pasangan selebritis tanah air. Kasus ini terus menjadi buah bibir di tengah-tengah banyaknya kasus yang sedang dialami masyarakat Indonesia. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan ini pun sangat beragam dan […]

  • KPK Dalami Pengaduan Dugaan Korupsi Bupati Dairi

    KPK Dalami Pengaduan Dugaan Korupsi Bupati Dairi

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Divisi Pengaduan Masyarakat (Dumas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini masih terus menelaah laporan pengaduan dugaan korupsi Bupati Dairi, Jhonny Sitohang Adinegoro yang disampaikan “Masyarakat Peduli Dairi” pertengahan Januari lalu. Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, penelaahan sangat diperlukan sebagai pintu masuk bagi upaya penanganan dugaan korupsi. Karena itu prosesnya juga tidak dapat […]

expand_less