Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Ketika Pendidikan Sekuler Gagal, Bullying Jadi Tradisi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • print Cetak

Oleh: Nesty Laila Sari

Siswa korban perundungan atau bullying di Tangerang Selatan, MH (13), meninggal dunia setelah sepekan dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia)

Informasi meninggalnya korban bullying itu dibenarkan oleh kuasa hukum keluarga, Alvian Adji Nugroho. “Pada pukul enam pagi, keluarga yang ada di rumah mendapat kabar dari paman korban yang berada di rumah sakit,” ujar Alvian, Minggu (16/11). Setelah mendapat laporan tersebut, pihak keluarga langsung menuju RS Fatmawati untuk menjemput jenazah korban.

Peristiwa itu terjadi di SMP negeri di Tangerang Selatan pada 20 Oktober 2025, di ruang sekolah saat hendak jam istirahat. Saat itu korban dipukul menggunakan bangku besi di bagian kepala. Setelah kejadian itu, pada Selasa (21/10) korban mulai mengeluh rasa sakit akibat kejadian tersebut. Saat pihak keluarga melakukan proses perdamaian, ternyata korban mengaku sudah sering menerima bullying, mulai dari dipukul hingga ditendang.

Kakak korban, Rizki, menyebut adiknya sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Tangsel karena kondisinya semakin parah. Ia kemudian dirujuk ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, Deden Deni, mengatakan pihaknya sudah memediasi orang tua korban dan terduga pelaku. “Masing-masing orang tua sudah bertemu dengan pihak sekolah,” katanya.

Semakin maraknya bullying hingga berujung hilangnya nyawa terus berulang karena tidak adanya tindakan lanjut terhadap pelaku, termasuk sanksi dari sekolah yang mampu memberikan efek jera. Faktor penyebab lainnya adalah pengaruh media sosial yang memperparah aksi bullying, bahkan menjadikannya candaan. Hal ini menunjukkan terjadinya krisis adab dan hilangnya fungsi pendidikan.

Ini juga menunjukkan adanya masalah serius pada kepribadian generasi saat ini. Kepribadian yang rapuh merupakan hasil dari pendidikan yang terpengaruh  kapitalisme-sekuler, yaitu sistem yang memisahkan agama dari kehidupan.

Sistem ini terbukti gagal membentuk kepribadian remaja saat ini. Sistem sekuler hanya membuat generasi fokus mengejar prestasi fisik, sekaligus mengabaikan pengajaran agama dalam arti sesungguhnya. Agama dalam sistem sekuler hanya dijadikan teori tanpa aktualisasi; hanya sekadar diketahui sebagai pelengkap sehingga tidak memiliki pengaruh signifikan dalam pembentukan karakter generasi.

Di sisi lain, paradigma batas usia anak di Indonesia juga memengaruhi cara menerapkan sanksi dan solusi masalah. Indonesia yang berkiblat pada pandangan Barat menganggap seseorang dewasa pada usia 18 tahun. Paradigma ini menyebabkan anak yang sudah balig diperlakukan sebagai anak-anak, padahal mereka sudah dapat dibentuk menjadi generasi tangguh dengan pola pikir Islam. Sebaliknya, mereka justru tumbuh sebagai generasi rapuh dengan pola pikir sekuler.

Dalam Islam, tujuan utama pendidikan adalah membentuk pola pikir dan pola sikap Islam sehingga melahirkan kepribadian Islam pada diri generasi. Hal ini telah dibuktikan dalam sejarah Islam, sebagaimana Rasulullah SAW mendidik para sabiqūnal awwalūn dan bagaimana generasi setelahnya melahirkan pemuda-pemuda tangguh seperti Muhammad Al-Fatih, Usamah bin Zaid, Shalahuddin Al-Ayyubi, dan lainnya. Mereka telah mengukir sejarah besar bagi agama dan kehidupan ini.

Proses pendidikan dalam Islam dilakukan secara intensif. Pembentukan pola pikir dan pola sikap islami tidak hanya berfokus pada nilai materi, tetapi juga nilai maknawi dan ruhiyah.

Bullying akan selesai jika sistem pendidikan islam diterapkan secara paripurna. Tentu sistem pendidikan islam hanya bisa ditegakkan dalam naungan negara islam. Maka mari kita perjuangankan agar sistem islam ditegakan dalam bingkai negara.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isu Sejumlah Pejabat Eselon II di Pemkab Madina Mengundurkan Diri Merebak

    Isu Sejumlah Pejabat Eselon II di Pemkab Madina Mengundurkan Diri Merebak

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Madina-Mandailing Online : Isu pengunduran diri sejumlah pejabat di Pemkab Madina meyebar luas di kalangan masyarakat dan ASN ( aparatur sipil negara ). Dari kabar yang beredar luas pejabat itu setingkat eselon II. Plt Sekda Madina Sahnan Pasaribu yang dikonfirmasi seputar kebenaran hal itu pun tidak menjawab. Sebelumnya diketahui Plt Kepala Dinas Pendidikan Madina Ridwan Daulay […]

  • Kadistan Madina Tegur Kontraktor Proyek Irigasi di Saba Lamo Barbaran yang Rusak

    Kadistan Madina Tegur Kontraktor Proyek Irigasi di Saba Lamo Barbaran yang Rusak

    • calendar_month Sabtu, 5 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- mengetahui ada proyek irigasi yang rusak padahal baru 1 bulan selesai di kerjakan, Kepala Dinas Pertanian Mandailing Natal Sihar Nasution Sabtu 5/8/2023 langsung menegur Kontraktor dan memerintahkan untuk memperbaiki nya. Proyek  Bangunan Irigasi di saba lamo, Desa Barbaran, Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal  ( Madina ) itu sendiri kondisinya sudah […]

  • Mengenal Partanian Organik di Jepang Metode Bangau Putih

    Mengenal Partanian Organik di Jepang Metode Bangau Putih

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bangau putih hilang dari langit Jepang sejak tahun 1970-an. Sekarang ratusan bangau berhasil kembali ke alam. Sangat jarang dimanapun di dunia ini spesies yang pernah hilang hidup harmonis dengan manusia di lingkungan manusia. Keajaiban ini terjadi karena melalui efford yang kuat dari mereka yang ingin hidup berdampingan dengan bangau lagi. Kota Toyooka sedang berusaha untuk […]

  • PB IMSU Gelar Seminar Budaya Ulos dan AI

    PB IMSU Gelar Seminar Budaya Ulos dan AI

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Merajut Warisan, Menenun Peradaban di Era Kecerdasan Buatan   MEDAN (Mandailing Online) – Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Sumatera Utara (PB IMSU) menggelar Seminar Budaya Ulos & Artificial Intelligence (AI). Seminar itu bertema “Merajut Warisan, Menenun Peradaban di Era Kecerdasan Buatan.” Kegiatan ini dilaksanakan di Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Medan, Sabtu (7/3/2026). Dihadiri mahasiswa […]

  • Kades Tanggabosi 2 Dilaporkan ke Bupati

    Kades Tanggabosi 2 Dilaporkan ke Bupati

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-METRO; Kepala Desa (Kades) Tanggabosi, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) AN (40), dilaporkan warganya ke Bupati Madina melalui Asisten Tata Praja di kantor camat belum lama ini. Kades tersebut diduga selingkuh dengan salah seorang warga berinisial RSM (22). Selanjutnya, Rabu (6/10), Inspektorat Madina meminta keterangan 8 warga yang menjadi saksi atas pengaduan warga tersebut […]

  • Terpantau Ada 63 Titik Api di Madina, Wabup Atika Pimpin Apel Penanggulangan Karhutla

    Terpantau Ada 63 Titik Api di Madina, Wabup Atika Pimpin Apel Penanggulangan Karhutla

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setidaknya ada 63 titik api yang terpantau di wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan 36 titik di antaranya sulit terjangkau dan ditemukan, sementara sisanya telah berhasil dipadamkan. Untuk itu, Pemkab Madina dan unsur TNI-POLRI menggelar apel gabungan Kesiapan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Mako Polres Madina, Jumat (12/8). […]

expand_less