Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode

Rivalitas Abdul Haris Nasution vs Zulkifli Lubis (bagian 1 dari 2 tulisan)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 3 Agt 2022
  • print Cetak

Abdul Haris Nasution dan Zulkifli Lubis

 

Rivalitas antara Abdul Haris Nasution vs Zulkifli Lubis adalah perseteruan hebat dalam sejarah Angkatan Darat Indonesia. Persamaan suku, sebagai sama-sama orang Mandailing yang berasal dari Tapanuli Selatan, tidak membuat mereka jadi sekutu atau saling berkongsi. Bahkan ada yang menyebut, Zulkifli Lubis dan A.H. Nasution sebenarnya masih ada hubungan sepupu.

Ketika kemelut antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatra bergejolak, Gatot Subroto pernah berkelakar kemelut itu “sebetulnya” adalah “Perang saudara” Nasution dengan Lubis. Nasution selaku KSAD jelas berada di pihak pemerintah, sementara Lubis berada di pihak pemberontak. Di akhir perang saudara itu, PRRI kalah oleh tentara pusat yang berada di bawah komando Nasution.

Siapa A.H. Nasution dan Zulkifli Lubis?

Sebelum Perang Dunia II, Nasution sudah jadi guru di Musi Dua, Sumatra Selatan. Nasution adalah lulusan dari Hogere Kweekschool (Sekolah Guru) di Bandung. Berbekal ijazah SMA kolonial, Algemeene Middelbare School (AMS), Nasution mendaftar masuk militer Belanda. Dia berhasil diterima di Koninklijk Militaire Academie (Akademi Militer Kerajaan Belanda) di Bandung. Tak sampai tiga tahun belajar, Nasution diangkat menjadi vandrig (letnan muda) dalam satuan infanteri dari angkatan bersenjata kolonial bernama Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL).

Kerajaan Belanda pasti berharap Nasution bertempur melawan balatentara Jepang demi Ratu Wilhelmina. Gaji seorang letnan muda di KNIL sekitar 100 gulden, angka yang cukup lumayan. Namun, setelah berbulan-bulan pertempuran, Nasution memilih desersi dari KNIL. Setelah mengendap-endap, dengan bersangu sarung, Nasution kabur dari Jawa Timur.

Dengan sepeda pancal, dia mengayuh melintasi Jawa Tengah dan berkelana ke beberapa kota di Jawa Barat. Di zaman Jepang, dia tinggal di Bandung dan tidak banyak tingkah. Dia bahkan manut ikut serta di Seinendan Bandung. Rumah yang dikunjunginya adalah rumah keluarga Gondokusuma. Putri Mr. Gondokusuma dengan seorang perempuan Indo bermarga Rademaker, Sunarti, belakangan digaet Nasution jadi istrinya.

Sementara Nasution ikut serta dalam barisan balatentara Ratu Wilhelmina, Zulkifli Lubis seharusnya menikmati masa manis di SMA-nya di AMS bagian B, Yogyakarta. Tapi sekolahnya harus berantakan karena Perang Pasifik. Padahal Zulkifli Lubis yang anak guru itu adalah siswa pintar.

Zulkifli Lubis, yang sempat dipanggil Kifli sebelum zaman Jepang, lalu setelah itu dipanggil Lubis, mendaku dalam memoarnya berjudul Senarai Kiprah Sejarah (1993). “Dalam pelajaran berhitung dan sejarah,” katanya, “saya mendapat nilai sepuluh. Apalagi berhitung, di luar kepala, saya tetap nomor satu” (hlm. 41).

Jepang tak menjadikan Lubis sekolah dengan baik dan menjerumuskannya dalam dunia militer. Menurut pengakuan Kemal Idris dalam Bertarung Dalam Revolusi (1996), bersama Zulkifli Lubis, dirinya termasuk 50 pemuda pilihan yang dilatih dalam Seinen Dojo Tangerang. Selain Lubis dan Idris, Supriyadi pemimpin pemberontakan PETA Blitar dan tokoh peristiwa Lengkong Daan Mogot juga jebolan Seinen Dojo (hlm. 38).

Ketika Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (PETA) terbentuk, di Boei Gyugun Renseitai di Bogor, mereka jadi asisten pelatih dan berbaur sebagai calon Shodancho PETA. Pernah juga Lubis dan Idris ditugasi melatih pasukan pribumi di Bali.

Militer Jepang tak hanya membuatnya sebagai tentara yang bisa melatih tentara, tapi lebih dari itu. Menurut catatan Ken Conboy dalam Intel: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia (2007), Lubis “ditempatkan di pusat intelijen regional di Singapura pada pertengahan 1944. Di sana ia menyerap bukan saja teori tapi juga aplikasi prakteknya” (hlm. 1).

Pengalaman itulah yang membuat Lubis punya nyali besar untuk menyusun Badan Istimewa—suatu badan intelijen di awal sejarah Republik—dan tak lupa mengangkat dirinya dengan pangkat Kolonel. Itu membuat Lubis begitu penting bagi Presiden Sukarno. Ken Conboy menulis: “Ia [Zulkifli Lubis] menjadi salah seorang dari beberapa perwira militer yang dapat membangunkan Soekarno dari tidurnya guna memberikan penjelasan atas suatu kejadian penting” (hlm. 5).

Selain itu, di tubuh militer Republik, Lubis mendirikan Penyelidik Militer Chusus (PMC). Satuan ini kerap bentrok dengan banyak satuan militer, termasuk Divisi Siliwangi, yang dipimpin Kolonel Nasution. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salahkah Kami Mencintainya?

    Salahkah Kami Mencintainya?

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Imah Suganda Pattai Mahasiswi Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia   Tepat pada tanggal 10 November 2020, Indonesia kembali kedatangan putra terbaik bangsa. Seorang sosok yang memiliki jiwa kesatria, sosok yang mampu membangkitkan ghiroh setiap Muslim yang mencintainya. Yaa, selama 3 setengah tahun sosok ini harus hijrah ke Mekkah dengan begitu ummat harus menahan rindu […]

  • Madina Rampungkan 2.300 Ha Oplah Rawa

    Madina Rampungkan 2.300 Ha Oplah Rawa

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Optimalisasi Lahan (Oplah) Rawa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut seluas 2.300 hektar sudah rampung. Oplah tersebut termasuk dalam strategi mencapai swasembada pangan di Indonesia. Kepala Dinas Pertanian Madina Siar Nasution, SP mengatakan seluas 2.300 Hektare lahan masyarakat di dua kecamatan di Madina sudah dilakukan pematangan. Lokasinya yakni di Kecamatan Siabu […]

  • Dahlan pastikan krisis listrik Sumatera selesai November

    Dahlan pastikan krisis listrik Sumatera selesai November

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan (Mandailing Online) – Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebut krisis listrik di Sumatera akan berakhir pada akhir November nanti. Untuk sementara, krisis listrik akan diatasi dengan pemasangan genset berkekuatan 300 Megawatt. Menurut Dahlan, PLN saat ini sedang memasang genset di Paya Pasir di Medan. Daerah tersebut mempunyai banyak pembangkit listrik dengan berbagai jenis, diantaranya, pembangkit […]

  • ABK WNI Concordia 4 Kali Selamatkan Penumpang

    ABK WNI Concordia 4 Kali Selamatkan Penumpang

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Salah seorang anak buah kapal Costa Concordia, Dewa Putu Gede Budiarta, menuturkan detik-detik menjelang peristiwa karamnya kapal pesiar di Pulau Giglio, Italia, Jumat lalu, 13 Januari 2012. Budiarta mengaku sempat bolak-balik dengan sekoci empat kali untuk menolong penumpang dari bangkai kapal. Budiarta merupakan karyawan bagian dapur di Samsara Restaurant, salah satu restoran di kapal pesiar […]

  • Kementerian ESDM Diminta Tinjau Ulang izin PT SMGP

    Kementerian ESDM Diminta Tinjau Ulang izin PT SMGP

    • calendar_month Kamis, 4 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh pemuda mendesak Kementerian ESDM meninjau ulang izin PT SMGP dalam eksploitasi panas bumi untuk pembangkit listrik. Desakan itu menyusul hasil investigasi Kementerian ESDM terhadap peneyabab keracunan warga Sibanggor di kawasan yang bersinggungan dengan sumur panas bumi yang dikelola PT SMGP. “Kita beri apresiasi kepada DPR RI dalam hal ini Komisi […]

  • Penyakit malaria PR Pemkab Madina

    Penyakit malaria PR Pemkab Madina

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Kabupaten Mandailing Natal selama ini rentan sebagai daerah yang endemis malaria. Dahulu, wabah penyakit malaria menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Saat ini kasus penyakit malaria menjadi pekerjaan rumah (PR) berat bagi Pemkab Madina untuk mencari solusi terbaik. Karena, hampir di semua rumah sakit pemerintah dan daerah pasiennya kebanyakan menderita penyakit malaria. Atas […]

expand_less