Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Divonis Bunuh Pacar dari WA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Des 2021
  • print Cetak

 

AWALNYA Si Cewek sering mendorong cowoknya untuk bunuh diri saja. Tidak berguna.

Akhirnya Si Cowok benar-benar berada di tempat ketinggian. Lalu kirim WA kepada Si Cewek: selamat tinggal.

Si Cewek tahu di mana lokasi di ketinggian tersebut. Itu karena tiba-tiba Si Cowok mengatur HP-nya dalam posisi on. Termasuk mengaktifkan GPS-nya.

“Jangan lakukan. Stop. Dengarkan aku. Jangan lakukan. Please. Tunggu aku. Please. Saya menuju ke sana,” tulis Si Cewek.

Dua-duanya mahasiswa Boston Collage, Amerika Serikat. Yang kampusnya di belahan Barat kota terkenal itu. Si Cowok mengambil jurusan kimia. Si Cewek di jurusan akuntansi.

Si Cowok, bernama Alexander Urtula. Si Cewek bernama Inyoung You -Anda tahu, itu nama cewek Korea.

Rabu lalu Pengadilan di Boston Selatan menjatuhkan vonis bagi Si Cewek: dia dianggap bersalah. Dia telah membunuh Alexander lewat teks-teks WA-nyi.

Membunuh lewat teks WA?

Begitulah. Teks WA dianggap sama dengan pisau atau pistol. Hanya kadarnya yang berbeda.

Sudah dua kali ini pengadilan di Amerika menghukum pengirim teks WA sebagai pembunuh.

Dua-duanya wanita. Korban pembunuhan itu, dua-duanya adalah pacar mereka. Yang pertama terjadi di tahun 2014. Juga di sekitar Boston. Tepatnya di Bristol County, satu jam dari Boston –ke arah selatan.

Alexander lahir di New York. Inyoung lahir di Korea Selatan.

Hari itu, 20 Mei 2019, adalah hari wisuda Alexander di Boston Collage.

Sejak pagi Inyoung mencarinya. Lewat HP. Tidak direspons. Bahkan HP Alexander dalam posisi off.

Yang membuat Inyoung kian jengkel kelihatannya adalah ini: tidak diketahui Alexander lagi di mana, lagi dengan siapa, lagi ngapain. Posisi GPS di HP-nya juga di-off-kan.

Inyoung terus saja mengirim teks. Seperti tiada henti. Yang terus dipersoalkan adalah lagi di mana. Dengan siapa.

Alexander berumur 21 tahun saat itu.

Inyoung berumur 22 tahun –dengan status baru saja drop out dari Boston Collage.

Sekitar jam 07.00, HP Alexander on. Tiga jam lagi ia akan diwisuda. Ia menjawab WA Inyoung. Tapi posisi GPS-nya tetap off. Di balasannya itu Alexander mengatakan ia lagi tidak dengan siapa-siapa. “Saya cinta Inyoung. Dan hanya Inyoung,” tulisnya. “Tadi malam dengan kamu itu sangat mengesankan. Saya cinta Inyoung,” tambahnya.

Inyoung kelihatannya tidak termakan balasan yang manis itu. Inyoung terus mempersoalkan lagi di mana Alexander. Juga lagi dengan siapa.

Yang ditanya tidak menjawab. Inyoung terus mengejarnya, lewat teksnyi. “Kamu lagi di kamar siapa?” tanya Inyoung. Sambil terus mengirim teks caci maki. Inyoung juga terus mendamprat Alexander. Inyoung juga mengatakan lebih baik Alexander bunuh diri saja. Tidak berguna.

Alexander memang pernah menyatakan lebih baik bunuh diri daripada ditinggal Inyoung. Itulah yang terus disinggung Inyoung setiap kali mereka bertengkar.

Rupanya Alexander sumpek membaca bombardemen Inyoung lewat WA itu. Tiba-tiba ia sudah berada di tempat yang tinggi itu. Kali ini GPS-nya di-on-kan. Inyoung pun tahu di mana lokasi itu: di sebuah tempat parkir bertingkat. Di dekat Colombus Evenue. Di pusat kota Boston. Kira-kira 20 menit di sebelah timur kampus Boston Collage di Chesnut Hill Reservation.

Inyoung panik. Dia langsung memesan Uber. Juga terus mengirim teks kepada Alexander. Teksnya pakai huruf besar semua. Tidak ada yang direspons.

Dia pun menghubungi keluarga Alexander. Juga mengirim denah di mana lokasi itu. Saudara Alexander pun bergegas ke gedung parkir tersebut.

“Tunggu. Aku dalam perjalanan. Tunggu. Please. Please. Please. Jangan lakukan itu. Biacaralah dengan aku,” begitu kurang lebih bunyi teksnyi. Teks aslinya bukan saja pakai huruf besar semua, juga banyak yang salah ketik. Kelihatan sekali Inyoung lagi panik.

Akhirnya ada balasan dari Alexander. Pendek saja: ia hanya cinta Inyoung. Sampai napas terakhirnya. Ia sudah siap meninggalkan siapa saja.

Inyoung terus meneleponnya. Tidak diangkat. Tapi HP Alexander tetap on. Demikian juga posisi GPS-nya. Inyoung terus mengirim teks senada.

Uber pun sampai di gedung parkir itu. Inyoung turun dari mobil. Dia melihat Alexander yang lagi dalam posisi di pinggir lantai. Alexander pun melihat kedatangan Inyoung. Lalu terjun dari ketinggian itu.

Tewas: 08.55. Dua jam sebelum jadwal wisuda.

Alexander dinyatakan tewas akibat bunuh diri.

Inyoung pun pulang ke Korea Selatan.

Belum selesai.

Polisi menemukan komunikasi WA antara Alexander dan Inyoung. Jumlahnya luar biasa banyak. Dalam dua bulan terakhir saja Inyoung kirim teks ke Alexander sebanyak 47.000 kali. Alexander mengirim hampir sebanyak itu pula. Total teks mereka berdua sampai 75.000. Hanya dalam dua bulan.

Dari situlah polisi menyimpulkan Alexander bukan bunuh diri, melainkan dibunuh oleh Inyoung. Lewat WA-WA-nyi.

Inyoung pun dinyatakan sebagai terdakwa. Mendengar itu Inyoung kembali ke Amerika. Menyerahkan diri. Secara sukarela.

Pengadilan memintanyi menyerahkan paspor. Artinya: Inyoung tidak bisa lagi meninggalkan Amerika.

Inyoung tidak mempermasalahkannya. Toh dia sendiri yang menyerahkan diri. Tapi dia keberatan kalau dilarang bepergian di dalam Amerika. Pengadilan memutuskan Inyoung tetap dilarang bepergian –kecuali sesekali dengan tujuan tertentu di Amerika yang sangat pasti.

Jaksa bersikeras bahwa Alexander tidak mungkin mati kalau tidak ada WA-WA dari Inyoung.

Bukankah Inyoung juga mengirim WA untuk mencegahnya? Iya. Tapi itu sudah di detik-detik akhir. Sudah telat.

Sebelum dibawa ke pengadilan Inyoung sempat menyewa konsultan public relation di Boston. Konsultan itulah yang menyarankan agar Inyoung membocorkan sejumlah WA ke media. Harian terkemuka Boston Globe memuat WA-WA itu –saya membacanya dari situ. Isinya memang menguntungkan Inyoung. Sedang ribuan WA lainnya tidak disiarkan.

Inyoung sendiri akhirnya dinyatakan bersalah. Rabu lalu. Maka tidak perlu ada sidang pengadilan. Hakim langsung memutuskan nilai hukumannya: 18 bulan penjara dalam masa percobaan 10 tahun.

Artinya: Inyoung tidak perlu masuk penjara asal selama 10 tahun tidak melanggar ketentuan hakim. Salah satu ketentuan itu: Inyoung harus berobat ke ahli jiwa. Satunya lagi: tidak mengambil keuntungan dari kasus ini. Misalnya dengan menerbitkan buku, membuat film atau wawancara media.

Kalau dalam 10 tahun Inyoung melanggar, dia langsung dimasukkan penjara selama 18 bulan.

Alexander Urtula – Inyoung You

Inyoung lebih beruntung dari peristiwa tahun 2014. Michelle Diana Carter, yang mengirim WA ke pacarnyi untuk bunuh diri saja dijatuhi hukuman 15 bulan. Masuk penjara beneran.

Waktu itu Diana berumur 17 tahun. Pacarnya, Conrad Henri Roy III, berumur 18 tahun.

Mereka bertemu pertama di Florida ketika sama-sama diajak keluarga liburan ke Miami. Lalu mereka hidup terpisah –pacaran jarak jauh. Lewat HP. Bertengkar pun lewat HP.

Roy sering mengancam Diana untuk bunuh diri. Suatu hari Diana jengkel: “bunuh diri saja”.

Tahun 2014 itu, 13 Juli, Roy lebih sungguh-sungguh dalam mengancam bunuh diri. Roy memarkir mobilnya di K-Mart di kotanya, Fairhaven, kota kecil di selatan Boston.

Kali itu ia membawa gas beracun. Ia menyampaikan ke Diana akan membawa gas beracun itu ke dalam mobil. Lalu membukanya di dalam mobil. Ia pun akan mati.

Roy masuk mobil beneran. Membawa gas beracun itu. Sambil terus chatting dengan Diana.

Sesaat kemudian Roy keluar mobil lagi. “Kenapa keluar lagi?” ujar Diana dalam WA-nyi. “Masuk saja kembali ke mobil. Untuk bunuh diri,” tambah Diana di WA-nyi.

Roy benar-benar masuk mobil. Tidak keluar lagi.

Diana akhirnya menjalani hukuman selama 12 bukan. Dia mendapat korting 3 bulan –karena berkelakuan baik. Diana juga terus aktif di kegiatan sosial selama di penjara.

WA, HP dan sinyal kini –dalam dua kasus itu–dikategorikan sebagai alat pembunuh. (Dahlan Iskan)

Dicopy dari: disway.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 4 Korban Tewas Di Aek Olbung Ternyata Pencari Emas

    4 Korban Tewas Di Aek Olbung Ternyata Pencari Emas

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    ” info yang kita dapatkan mereka melakukan penambangan dengan menggunakan alat tradisional ( mendulang )” kata Muksin. Saat itu jelasnya, ke penambang emas ini sedang beristirahat di camp, tiba tiba pohon besar tumbang dan menimpa camp peristirahatan mereka. Total keseluruhan korban katanya ada 8 orang, nanun yang meninggal dunia 4 orang, luka berat 1 orang […]

  • Polisi jangan diperalat demi pengusaha

    Polisi jangan diperalat demi pengusaha

    • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Aparat Kepolisian didesak untuk menghentikan kriminalisasi di sektor bisnis. Dugaan kriminalisasi itu ditengarai sebagai modus baru karena ada titipan pihak yang ingin mengambil hak merek minuman larutan tersebut. Karena itulah Wen Ken Drug Co (PTE) LTD (Singapura) dan PT Kinocare Era Kosmetindo, pemilik dan pemegang konsesi merek dagang Larutan Penyegar Cap Kaki […]

  • STRATEGI MENJADIKAN SUNGAI, DANAU DAN LAUT SEBAGAI LUMBUNG IKAN NASIONAL

    STRATEGI MENJADIKAN SUNGAI, DANAU DAN LAUT SEBAGAI LUMBUNG IKAN NASIONAL

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rahmad Daulay*   PENDAHULUAN Indonesia dianugerahi kekayaan perairan yang luar biasa. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki jutaan hektare laut, ribuan sungai, ratusan danau, waduk, serta kawasan pesisir yang menyimpan potensi perikanan sangat besar. Kekayaan tersebut bukan sekadar sumber daya alam, melainkan modal strategis bangsa untuk memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan […]

  • Gagasan Ketahanan Produksi di Madina Masa Covid-19

    Gagasan Ketahanan Produksi di Madina Masa Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Saat ini pemerintah pusat hingga daerah, juga DPR hingga DPRD “memproklamirkan” bantuan langsung tunai (BLT) dan Sembako untuk rakyat mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi Corona (Covid-19). Pertanyaannya: apakah BLT dan sembako itu cukup mengatasi krisis ekonomi rakyat? Berapa lama ketahanan sembako itu? Cukupkah untuk 3 bulan pertama? Lalu setelah 3 bulan pertama berlalu, apakah negara […]

  • Operasi Tambang Oleh TNI Ditanggapi Santai.Pelaku Tambang Emas Ilegal terus Beroperasi

    Operasi Tambang Oleh TNI Ditanggapi Santai.Pelaku Tambang Emas Ilegal terus Beroperasi

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batangnatal ( Mandailing Online ): Operasi tambang emas ilegal Kecamatan Batang Natal dan Linggabayu ditanggapi santai para pelaku tambang. Para pelaku tambang nampaknya tidak takut. Mereka terus menjalankan alat beratnya di lokasi lokasi yang mengandung material emas seperti di desa ampung padang tepat di pinggiran sungai batang natal. Diketahui lokasi ini dikuasai pengusaha tambang emas […]

  • Longsor Jalur Ulu Pungkut Madina Masih Berlanjut

    Longsor Jalur Ulu Pungkut Madina Masih Berlanjut

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Longsor susulan ruas jalan jalur Kotanopan-Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina) kembali terjadi, Senin ( 24/11). Hingga Selasa ( 25/11), akses dari Muara Pungkut hingga Simpang Banyak Kecamatan Ulupungkut masih terputus. Hujan yang terus melanda menyebabkan longsoran pada tebing jalan terjadi sekira pukul pukul 12.30 Wib, Senin, di titik Muara Sabut atau […]

expand_less