Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Komisi IV Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat Terkait Pelayanan di RSUD Panyabungan

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Senin, 25 Okt 2021
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keluhan masyarakat terkait pelayanan tenaga kesehatan di RSUD Panyabungan telah sampai ke Komisi IV DPRD Mandailing Natal (Madina). Laporan masyarakat itu telah ditindaklanjuti dengan RDP bersama pihak RSUD pada 15 Oktober 2021.

Kemudian pada Senin (25/10) Komisi IV DPRD Madina melakukan tinjauan lapangan ke RSUD Panyabungan. Anggota Komisi IV yang hadir pada kunjungan lapangan ini adalah Edi Anwar dari fraksi PKB, Sobir Lubis (Golkar), H. Maraganti (Hanura), H. Nisat Sidik (Amanah Berkarya) dan Hidayah Erlina (Gerindra).

Kehadiran Komisi IV disambut secara langsung oleh Direktur RSUD Panyabungan dr. Rusli Pulungan, Ketua Komite Medik dr. Syafran Halim dan pengurus komite medik lainnya.

Ketua Komisi IV DPRD Madina Edi Anwar menyampaikan pelayanan RSUD harus terus ditingkatkan sehingga masyarakat tidak enggan berobat.

Sementara itu, Sobir Lubis mengatakan pertemuan diadakan untuk mendapatkan solusi dari keluhan masyarakat. Termasuk keluhan para tenaga medis dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

“Setelah pertemuan ini diharapkan tidak terdengar lagi keluhan pelayanan masyarakat. Apalagi pemerintahan yang baru punya komitmen meningkatkan pelayanan publik,” katanya.

H. Maraganti melihat terjadi penurunan kualitas pelayanan terhadap pasien. Ia menyebutkan di masa lalu RSUD Panyabungan pernah menjadi rujukan masyarakat di wilayah Tapanuli Selatan.

“Dulu RSUD Panyabungan pernah menjadi rujukan masyarakat, termasuk dari Tapsel. Namun, sekarang jauh berubah,” ujarnya.

Ia menambahkan saat ini banyak aduan paramedis di RSUD Panyabungan seperti acuh tak acuh.

Mantan Ketua DPRD ini menambahkan bamyak masyarakat tidak nyaman dengan perlakuan dan pelayanan tenaga kesehatan.

Pihak RSUD melalui Komite Medik menerima setiap masukan dari Komisi IV dalam peningkatan pelayanan masyarakat. Selain itu, para medis juga menyampaikan beberapa keluhan.

Pertama, perlunya pelatihan penanganan pasien, terutama pelatihan komunikasi. Kedua, perlunya kepastian status pegawai di RSUD.

“Kepastian status pegawai perlu sehingga ada jaminan keterikatan. Banyak pegawai yang memilih kerja di tempat lain ketika ada tawaran kontrak yang lebih baik,” sebut dr. Syafran.

Ketiga, pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan. Saat ini, kata dr. Rusli, sangat jauh dari kata layak.

“Untuk TPP, pegawai di RSUD hanya menerima 214 ribu rupiah per bulan. Pemerintah harus memperhatikan hal ini,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan paramedis, Nisat Sidik mengatakan, Komisi IV akan menyampaikan hal ini pada rapat-rapat di DPRD.

“Demi perbaikan pelayanan kepada masyarakat, Komisi IV akan memperjuangkan keluhan dan aspirasi paramedis,” tutupnya yang diamini angggota Komisi IV lainnya.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Ujian CPNS Diumumkan 4 Desember

    Hasil Ujian CPNS Diumumkan 4 Desember

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online)- Setelah ditunggu-tunggu pemerintah akhirnya resmi menetapkan nilai ambang batas atau passing grade kululusan tes CPNS 2013. Peserta yang lolos passing grade berpotensi besar lulus sebagai CPNS. Pengolahan hasil ujian saat ini masih berlangsung, terpusat di Jakarta. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) menegaskan bahwa peserta ujian yang lolos passing […]

  • Lima Daerah di Sumut Batal Terima DAU

    Lima Daerah di Sumut Batal Terima DAU

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Lima daerah di Sumatera Utara (Sumut) batal menerima Dana Alokasi Umum (DAU) karena Kementerian Keuangan RI melakukan penundaan pencairannya mulai April 2011. Kelima daerah tersebut adalah Nias Selatan, Batubara, Padanglawas, Langkat dan Karo dengan total dana DAU sekitar Rp42 miliar. Kepala Bagian (Kabag) Pembinaan Anggaran Kabupaten/Kota Biro Keuangan Pempropsu Indra Saleh mengatakan, penundaan tersebut […]

  • Mendagri targetkan qanun bendera Aceh selesai 90 hari lagi

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menargetkan pembahasan antara pemerintah dengan Gubernur terkait Qanun (perda) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Provinsi Aceh akan selesai dalam waktu 90 hari ke depan terhitung sejak pertemuan terakhir yang dilaksanakan pada Kamis (23/5) lalu. “Ini kan diagendakan terus sampai 90 hari ke depan. Jadi, […]

  • Pemkab Madina Jangan Membedakan Pendidikan Pesantren Dan Umum
    Tak Berkategori

    Pemkab Madina Jangan Membedakan Pendidikan Pesantren Dan Umum

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)- Pemerintah Kab. Mandailing Natal diharapkan jangan membedakan pendidikan Pesantren dan Umum. Sebab, Pesantren juga di akui sebagai pendidikan formal yang ijazahnya bisa dipergunakan untuk lapangan kerja di Indonesia. Hal itu dikatakan Kepala Aliyah Pondok Pesantren Subulussalam Kotanopan, Esmin Pulungan,S.Ag terkait tidak dapatnya Santri Pondok Pesantren jatah pendidikan gratis di Madina untuk tahun […]

  • Siboru Deak Parujar dan Tanah Mandailing

    Siboru Deak Parujar dan Tanah Mandailing

    • calendar_month Senin, 14 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution (in memorial) *Dikutip dari artikel “Mandala Holing”   Meskipun kelompok etnik (suku-bangsa) Mandailing memiliki aksara tradisional yang disebut Surat Tulak-tulak, dan biasa digunakan untuk menuliskan kitab-kitab kuno yang dinamakan Pustaha, namun Pustaha itu umumnya bukan berisi tentang ‘cacatan sejarah’ orang Mandailing, melainkan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan pengobatan tradisional, ilmu-ilmu […]

  • PETI dan Jatuhnya Korban Jiwa: Bukti Kegagalan Pemerintah Mengurus Rakyat

    PETI dan Jatuhnya Korban Jiwa: Bukti Kegagalan Pemerintah Mengurus Rakyat

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      Oleh : Irwan H Daulay | Pemerhati Ekonomi Menurut pemberitaan Mandailing Online, telah terjadi musibah di lokasi PETI Dompeng, Desa Simanguntong, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, pada Rabu (18/3/2026). Laporan yang diterima menyebutkan tiga orang tertimbun material tambang. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya berhasil selamat. Hingga saat ini, identitas […]

expand_less