Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Teguh Nilai Pernyataan Bupati yang Akui Tau Siapa Dibelakang Aksi Demo Dinilai ” nyeleneh “

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • print Cetak

Aliansi Masyarakat Desa Tabuyung saat menyerahkan berkas ke Bupati Madina Saipullah Nasution usai pertemuan di ruang Asisten II Pemkab Madina ( fikri )

MADINA-Mandailing Online : Teguh W Hasahatan Nasution Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) menilai pernyataan bupati Saipullah Nasution yang mengaku mendapat informasi siapa dibelakang aksi demo perkebunan adalah pernyataan ” nyeleneh ”

” Ini adalah sebuah penyataan ‘nyeleneh’ dari seorang kepala daerah. Unras itu di atur dalam UU No.9 thn 1998. Relevan atau tidak tuntutan masarakat, itu bisa di kaji dan di uji, bukan sibuk nyari siapa di belakangnya. Jika ada pihak di belakangnya rupanya mau diapakan. Penjarakan ?” Kata Teguh yang juga ketua PDIP Madina pada Mandailing Online Rabu 5/11/2025

Ia menyarankan Bupati agar mengerjakan tugas dan tanggung jawab sebagai kepala daerah. Kalau tak mampu “lambaikan tangan”.

Pernyataa bupati terkait ia mendapatkan info siapa dibelakang aksi demo itu berawal dari pertemuan bupati dengan aliansi masyarakat desa tabung yang aksi demo di kantor bupati siang tadi. Dalam pertemuan masyarakat di ruang asiste II yang dihadiri Bupati dan Wakil Bupati serta Sekda, Kadis Koperasi, Kadis Pertanian dan Kadis Kominfo. Bupati mengeluarkan pernyataan ke masyarakat bahwa dirinya selalu dapat info lewat WhatsApp siapa dibelakang setiap aksi demo.

Pernyataan Bupati tersebut lantas di perkuat saat beliau di wawancarai wartawan usai acara pertemuan itu kelar.

Saat wartawan meminta pandangannya apakah demo tersebut dugaan di desain karena dari berbagai Kecamatan di Pantai Barat Madina secara bruntun melakukan aksi dengan tuntutan yang sama yakni plasma. Bupati dengan tegas mengatakan tidak mau berandai andai karena bupati sebagai pasilitator.

” saya tidak mau berandai andai, pak bupati kan pasilitator dan pembina. Setiap orang mengajukan aspirasi ya silahkan saja,” kata Saipullah

Ia mengaku bahwa setiap aksi masalah perkebunan selalu mendapat informasi siapa dibelakangnya

“bahkan tiap malam ada info lewat aplikasi WhatsApp ke saya siapa dibelakangnya disetiap aksi. Artinya kita positif tingking saja. Setiap masalah yang diajukan ke kita, kita akan liat data yang ada dan apabila data itu tidak sama kita akan pertemukan maayarakat/ koperasi dengan perusahaan,” jelas Bupati.

Diketahui memang dua pekan terakhir warga dari berbagai kecamatan di wilayah pantai barat madina mendatangi DPRD dan Pemkab Madina. Perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi mereka terkait perusahaan perkebunan kelapa sawit  di wilayahnya yang dianggap belum menunaikan kewajiban Plasma sebanyak 20 persen dari total HGU yang perusahaan perkebunan miliki.

Dari data yang didapat warga yang sudah mendatangi Kantor DPRD dan Pemkab Madina dua pekan terakhir yakni warga Kecamatan Natal menuntut PT. Gruti yang menurut mereka belum menunaikan kewajiban plasma, hal sama datang dari masyarakat Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis menuntut PT DIS , demikian halnya dengan masyarakat Tapus Kecamata Ranto Baek. Bahkan informasi terakhir akan ada gelombang unjuk rasa dari masyarakat Batahan dan Natal dengan tuntutan yang sama namun peruaahaan perkebunan berbeda.( napi )

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Gedung Markas PMI di Madina Sudah 6 Kali Penganggaran

    Pembangunan Gedung Markas PMI di Madina Sudah 6 Kali Penganggaran

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Komisi III DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menjalankan fungsi pengawasan nya lewat tinjauan lapangan melihat secara langsung progres pembangunan yang sumber dananya dari APBD Kabupaten untuk tahun 2025. Hari ini Komisi III tinjauan lapangan ke pembangunan gedung Markas PMI ( palang merah indonesia ). Dari data yang di dapat […]

  • Tinjau ulang Izin IPK & Prinsip AN

    Tinjau ulang Izin IPK & Prinsip AN

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diminta agar meninjau kembali atas izin IPK dan izin perinsip atas nama AN yang berlokasi di Kecamatan Ranto Baek. Karena ini, diduga penyebab terjadinya banjir bandang yang melanda 4 desa di kecamatan baru-baru ini. “Kita minta kepada Pj.Bupati Madina Aspan Sopian agar meninjau kembali izin IPK dan izin […]

  • Pemkab Madina Banding Terhadap Putusan PTUN Sengketa Pilkades 2022

    Pemkab Madina Banding Terhadap Putusan PTUN Sengketa Pilkades 2022

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online )-Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) mengajukan banding terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan dengan perkara terkait Pilkades tahun 2022 di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis dan Desa Huta Julu, Kecamatan Panyabungan Selatan. Dari tiga sengketa Pilkades tahun 2022 yang diajukan penggugat ke PTUN, ada dua gugatan sengketa yang dikabulkan […]

  • Askolani: Makna Sosial Bersawah, dari “Manyaraya” hingga “Marsali”

    Askolani: Makna Sosial Bersawah, dari “Manyaraya” hingga “Marsali”

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Budayawan Mandailing, Askolani Nasution mengungkap banyak makna sosial dari bertani di Mandailing. Sejumlah makna yang diungkap Askolani itu membuka mata kita bahwa bertani sawah tidak bisa dipandang dari sisi mencari nafkah saja. Lebih luas dari itu bertani sawah memiliki hubungan dengan falsafah sosial kemasyarakatan di Mandailing. “Jangan mengira kalau sawah hanya soal lahan mencari nafkah. […]

  • PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MANDAILING (2)

    PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MANDAILING (2)

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Z Pengaduan Lubis Demikianlah keberadaannya adat-istiadat dalam kehidupan masyarakat Mandailing sejak pra-kolonial sampai sekarang. Dan untuk membuat aktifitas kehidupan masyarakat berjalan teratur seperti yang dikehendaki oleh adat sebagai penjelmaan olong (cinta dan kasih sayang), maka pada masa lalu di setiap komunis huta terdapat satu lembaga yang menjalankan pemerintahan. Dalam lembaga pemerintahan tersebut duduk tokoh-tokoh […]

  • Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (2)

    Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (2)

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Para pecandu Lubuk Larangan juga terdapat 2 variasi motivasinya. Motif pertama : ikan yang ditangkap hanya untuk konsumsi keluarganya semata alias tak dijual. Motif kedua : sebagian ikan untuk konsumsi keluarga, sebagian untuk dijual. Harga tiket dua variasi. Untuk orang luar desa lebih mahal dibanding penduduk desa setempat. Di […]

expand_less