Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Dinas Kelautan & Kependudukan Disorot

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Pasca pengesahan 14 perda yang sebagian mengatur tentang susunan organisasi tata laksana pemerintahan, Pj Bupati Madina Aspan Sofian Batubara dimungkinkan melakukan mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Madina sebelum pengajuan RAPBD 2011.

Mutasi ini merupakan lanjutan reformasi birokrasi yang digulirkan Pj Bupati Madina Aspan Sofian Batubara. Bupati diharapkan tetap berpegang teguh pada penilaian terhadap sisi kredibilitas, kapasitas dan basic akademik dari calon pejabat yang akan menduduki jabatan struktural.

Demikian dikatakan Ketua LSM Gerhana Suhandi Lubis dan Direktur Eksekutif LSM Topan RI Madina Sam An Hasibuan kepada waratawan di Panyabungan, Kamis (02/12/2010).

Dikatakan, Bupati diharapkan melihat dan memperhatikan keberhasilan atau keberhasilan dinas-dinas sebelum memutuskan untuk memutasi kepala dinasnya. Dinas yang dianggap berhasil dipertahankan kepala dinasnya. Namun, jika programnya tak memuaskan, diganti saja.

Dicontohkan, Dinas Perikanan dan Kelautan saat ini perlu dievaluasi kinerja dan programnya, termasuk Dinas Kependudukan dan KB. Di Dinas Perikanan dan Kelautan sejauh ini banyak diduga program yang tak jelas sehingga dianggap memubazirkan uang negara.

“Hingga kini perikanan darat dan perikanan laut di Madina belum mampu memenuhi kebutuhan ikan konsumsi bagi rakyat di Madina. Justru masih dikuasai hasil petani dari luar daerah,” kata Suhandi.

Padahal anggaran sudah puluhan bahkan ratusan milyaran rupiah diposkan di Dinas Perikanan dan Kelautan, baik yang bersumber dari APBD maupun APBN. “Tidak jelas terlihat adanya peningkatan signifikan di sektor perikanan ini,” lanjutnya.

Bahkan banyak fisik-fisik Balai Banih Ikan (BBI) yang terlantar dan tak terurus yang menyebabkan keprihatinan. Ironisnya, BBI di Saba Jambu dijadikan lokasi judi yang dibuktikan dengan adanya penangkapan beberapa waktu lalu.

“Kita juga melihat bangunan TPI di Tabuyung tak berfungsi, termasuk jutga TPI di Batahan yang tak berfungsi meski pembangunannya Tahun 2007 lalu. Ini mengindikasikan perencanaan dan program ini menjadi tanda tanya,” ujarnya.

Yang parah, program pengadaan 5 unit kapal penangkap ikan masih ditangani pihak pihak kejaksaan karena terindikasi anggaran biayanya dimarkup.

Sementara itu, di Dinas Kependudukan dan KB juga masih menjadi pertanyaan bagi masyarakat tentang program keluarga berencana yang terdengar tak jelas. Beberapa waktu lalu, dinas ini akan didemo para pengunjuk rasa, namun batal. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tindak Tegas Oknum DPRD Madina Diduga Pemerkosa

    Tindak Tegas Oknum DPRD Madina Diduga Pemerkosa

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, LSM Republik Anti Korupsi (Reaksi) mengutuk keras tindakan salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berinisial DSN yang disebut-sebut memperkosa seorang gadis berinisial NH (22) di Medan beberapa waktu lalu. “Seorang anggota DPRD tidak seharusnya melakukan perbuat keji seperti itu, dia seharusnya melindungi masyarakat bukan malah merusaknya,” ujar Sekretaris LSM Reaksi Madina Jeffry […]

  • Polres Madina Jangan Pilih Kasih

    Polres Madina Jangan Pilih Kasih

    • calendar_month Rabu, 18 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Ketua Deklarator LSM Majelis Rakyat Madina, Abdul Muis Pulungan, mendesak polres Madina atau poldasu untuk mengusut tuntas pelaku penganiayaan dan pembacokan terhadap 5 warga Warga Naga Juang atau warga Kabupaten Madina dalam peristiwa pembakaran camp PT. SM di bukit Sambung. Aparat penegak hukum tak boleh pilih kasih, demi asas keadilan dan kepastian […]

  • Kantor Camat Siabu Disatroni Maling

    Kantor Camat Siabu Disatroni Maling

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Panyabungan MO-Kantor camat Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) disatroni Maling, Jum’at (10/2). Kejadian berlangsung dini hari sekira pukul 02.00 Wib.   Berdasar data yang berhasil dihimpun Mandailing Online, barang-barang yang berhasil digondol maling tersebut berupa 3 unit komputer berisi data lengkap e-KTP, 3 unit kamera digital, 1 unit laptop. Sekretaris Kecamatan Siabu, Gadombang Diapari Hasibuan […]

  • Air Terjun Sariawan, Wisata Alam Simangambat

    Air Terjun Sariawan, Wisata Alam Simangambat

    • calendar_month Sabtu, 7 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Air Terjun Sariawan, adalah salah satu dari sejumlah air terjun yang ada di Simangambat Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Tentu nama Sariawan tidaklah asing bagi telinga kita, tetapi kenapa harus dikaitkan dengan air terjun? Warga mengatakan keindahan air terjun ini seperti gambaran air terjun yang ada di salah satu produk kemasan obat […]

  • Kondisi Jalan Sidangkal Makin Parah
    Tak Berkategori

    Kondisi Jalan Sidangkal Makin Parah

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN, (Mandailing online) – Jalan lingkar kota yang menghubungkan Kelurahan Sidangkal, Psp Selatan dengan Kota Psp, kondisinya rusak parah. Terlebih saat musim hujan tiba, bagian jalan yang berlubang akan seperti kubangan kerbau. Tidak jarang beberapa pengendara, seperti pengguna sepedamotor yang melewati jalan tersebut, terjatuh dan terluka. Itu akibat para pengendara ini tidak dapat membedakan yang […]

  • Tahun Ini Hanya Urea dan NPK yang Masuk Daftar Pupuk Subsidi

    Tahun Ini Hanya Urea dan NPK yang Masuk Daftar Pupuk Subsidi

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Tahun ini Pemerintah Indonesia hanya memberikan pupuk jenis Urea dan NPK dalam program pupuk bersubsidi kepada petani. Dengan demikian jenis SP-36, ZA dan pupuk Organik dihilangkan dari daftar pupuk bersubsidi. Keputusan ini merupakan kebijakan pemerintah dalam rencana membatasi penyaluran pupuk subsidi. Jika selama ini petani memperoleh pupuk subsidi Urea, SP-36, ZA, […]

expand_less