Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Batak Hasil Konstruksi Kolonial

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Okt 2017
  • print Cetak

Para peserta Focus Group Discussion di VIP Restoran Hotel Madani, Senin (23/10/2017) bertajuk Mandailing bukan Batak

Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Mandailing bukan Batak yang berlangsung di VIP Restoran Hotel Madani, Senin (23/10/2017) diselenggarakan oleh Yayasan Madina Centre mencuatkan kajian-kajian akademik antropologis tentang fakta-fakta tidak adanya etnis Batak di Sumatera Utara.

Dari sisi pendekatan antropologis menyimpulkan tidak ditemukannya konsep ‘Batak’ pada manuskrip-manuskrip kuno kepunyaan enam etnis Karo, Simalungun, Pakpak, Mandailing dan Toba.

Bahkan, konsep ‘Batak’ tidak dikenal di setiap masyarakat keenam etnis itu sejak prakolonial. Dan justru “batak” dinilai sebagai hasil konstruksi kolonial Belanda dalam memperkuat kepentingan eksistensi kolonisasi. Sehingga “Batak” adalah ahistori.

Hadir dalam FGD peneliti dan sejarawan Dr Phil Ichwan Azhari, antropolog Prof Usman Pelly, dan juga peneliti Pussis Universitas Negeri Medan (UNIMED) Erron Damanik serta puluhan peserta dari berbagai kalangan serta kalangan wartawan.

Di dalam diskusi itu, sumber ilmiah dicuatkan dalam membedah “Batak” itu, mulai dari catatan-catatan Tiongkok era prakolonial, catatan-catatan Eropa era prakolinial serta hasil-hasil penelitian para sejarahwan dan pakar-pakar antropologi.

Kesimpulan Focus Group Discussion itu juga sejalan dengan artikel Edward Simanungkalit, pamerhati sejarah yang meramu berbagai hasil penelitian antropolog dan dimuat di sopopanisioan.blogspot.com.

Disebutkan, di tahun 2013, Balai Arkeologi Medan mengadakan survey dan ekskavasi di seluruh Kabupaten Samosir dan mereka menemukan bahwa corak budaya yang dominan di sana adalah peninggalan budaya Dongson dan mereka memperkirakan usianya sekitar 600 – 1.000 tahun atau tidak lebih dari 1.000 tahun.

Temuan ini membantahkan Sianjur Mulamula dan Si Raja Batak versi Belanda yang tidak lebih dari 1.000 tahun.

Ini menjadi permasalahan, karena situs-situs arkeologi di dekat tanah Karo, Simalungun dan Mandailing sudah lebih dari 1.000 tahun.

Pembuktian antroplogis ini menegaskan bahwa Mandailing/Karo/Simalungun jauh lebih tua dibanding umur Si Raja Batak.

Kecerobohan konstruksi kolonial Belanda yang menciptakan sosok Si Raja Batak dan Sianjur Mulamula itu dapat dipahami karena pada masa itu kecanggihan ilmu pengetahuan belum tinggi sehingga memaksakan mitos masih mudah diterima kaum yang berada di pegunungan.

Dalam penelitiannya di arsip misionaris Jerman di Wuppertal sejak bulan September 2010, Dr. Ichwan Azhari, sejarawan dari Unimed, dalam tulisan hasil penelitiannya berjudul: ”Konstruksi Batak dan Tapanuli di Dalam Ruang Administratif di Sumatera Utara Sejak Abad 19” (2011) menuliskan tentang keraguan para missionaris Kristen menggunakan kata “Batak” untuk kawasan pedalaman Toba.

Keraguan para misionaris itu dikarenakan kata “Batak” itu tidak dikenal oleh orang “Toba” ketika para misionaris datang dan melakukan penelitian awal.

Tetapi, pada tahun 1878 lembaga kantor pusat missionaris Jerman di Barmen mengeluarkan peta resmi misionaris yang dicetak dan disebarluaskan berbentuk buku berjudul Mission Atlas (1878). Dalam buku ini terdapat delapan peta yang di antaranya berjudul “Die Sudlichen Batta-lander auf Sumatra” (Tanah Batak Selatan di Sumatra). Judul-judul peta “Der Nordlichen Battalander Die Sudlichen Batta-lander” ini merupakan titik awal konstruksi “Batak Utara” dan “Batak Selatan”  yang dilakukan para misionaris Jerman yang dipakai pemerintah kolonial Belanda dan konstruksi itu berpengaruh sampai saat ini.

Fakta ini menunjukkan, konstruksi muslihat “penciptaan Batak” itu melibatkan para missionaris dari Jerman yang diterapkan oleh kolonial Belanda.

Sementara itu, raja-raja Panusunan dari Mandailing Godang dan Mandailing Julu telah pula menerbitkan petisi Mandailing Bukan Batak. Petisi itu ditandatangani di Sopo  Godang Kotasiantar, Panyabungan, Mandailing Natal, Sabtu (21/10/2017).

Petisi itu akan dikirim kepada pemerintah pusat dan lembaga-lembaga negara. Para Raja-raja Panusunan melahirkan petisi itu sebagai upaya mempertegas jatidiri dan eksistensi bangsa Mandailing yang telah lama memiliki peradaban jauh berabad-abad sebelum kolonial Belanda mengkonstruksi Batak.

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Pertama, Sukhairi Himbau Pejabat Fokus Kejar Ketertinggalan Madina

    Hari Pertama, Sukhairi Himbau Pejabat Fokus Kejar Ketertinggalan Madina

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hari pertama menjalankan tugas, Bupati Mandailing Natal (Madina) Jakfar Sukhairi Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi mengundang seluruh kepala OPD di aula kantor bupati, Senin (26/7/2021). Bupati menekankan kepada seluruh OPD meningkatkan profesionalitas dan saling bersama-sama memajukan kembali pembangunan Madina. Sukhairi menghimbau untuk segera menghilangkan semua perbedaan. Dan tidak ada […]

  • KDRT dan Pilihan Solusinya

    KDRT dan Pilihan Solusinya

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh. Radayu Irawan, S.Pt Penulis tinggal di Padangsidimpuan Deretan kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami perempuan terus mencuat ke permukaan setelah dialami oleh pasangan selebritis tanah air. Kasus ini terus menjadi buah bibir di tengah-tengah banyaknya kasus yang sedang dialami masyarakat Indonesia. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan ini pun sangat beragam dan […]

  • Hindari Lakalantas Dibutuhkan Traffic Light

    Hindari Lakalantas Dibutuhkan Traffic Light

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Karena, jalur sepanjang jalan lintas Lingkar Timur di Panyabungan, Madina ramai lalu-lintas, tiap persimpangan membutuhkan traffic light. Ketiadaan traffic light ini bisa mengancam keselamatan pengguna jalan. Amatan METRO, Minggu (29/1), traffic light hanya ada di pintu masuk jalan Lintas Timur (Bila dari arah Tapsel, red) tepatnya di Desa Gunungtua Panggorengan tapi jarang hidup alias […]

  • Mukhsin Nasution Jabat Kadis PMD Madina

    Mukhsin Nasution Jabat Kadis PMD Madina

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua jabatan kepala dinas di Pemkab Mandailing Natal (Madina), Sumut, diserahterimakan. Acara serahterima berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah Madina, Jum’at (19/8/2022) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Madina, Gozali Pulungan. Jabatan kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Madina diserahterimakan dari Parlin Lubis kepada Mukhsin Nasution. Status Mukhsin adalah pelaksana tugas […]

  • Siapa Bilang “Sekda Planga Plongo” dan “Bupati Keong”? (bagian 3 dari 3 tulisan)

    Siapa Bilang “Sekda Planga Plongo” dan “Bupati Keong”? (bagian 3 dari 3 tulisan)

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TOLAK CELETUKAN “KEONG” DENGAN KINERJA Oleh: Tim Peci Manajemen   Setelah Mutasi Besar, Kini Saatnya Menunjukkan Perubahan Mutasi sudah dilakukan. Reposisi pejabat sudah berjalan. Kepala dinas bergeser. Pelaksana tugas berubah. Ratusan pejabat telah dilantik. Semua itu menunjukkan bahwa pemerintah daerah sedang menata mesin birokrasinya. Akan tetapi, ada satu kenyataan politik yang tidak boleh diabaikan. Publik […]

  • Kasat Intelkam Polres Madina: Kades Diharap Berperan Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024

    Kasat Intelkam Polres Madina: Kades Diharap Berperan Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Kapolres Madina AKBP H M Reza Chairul A S, SIK, SH, MH melalui Kasat Intelkam AKP Trio Romy Manik,SH mengharapkan peran kepala desa untuk menjaga kondusifitas menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang. Hal itu disampaikan AKP T.Romy Manik saat menyampaikan materi pada rapat kewaspadaan dini untuk mencegah dan menjaga […]

expand_less