Senin, 9 Mar 2026
light_mode

Syamsul Arifin Tak Diterge Gatot Lagi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
  • print Cetak


MEDAN : Hubungan Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin (Gubsu) dan Wakil Gubernur Gatot Pudjonugroho telah lama diinformasikan tidak harmonis lagi.

Komunikasi antarkeduanya belakangan tidak lagi lancar sehingga berpotensi menggangu roda pemerintahan di Sumut. Retaknya hubungan kedua pucuk pimpinan di Pemerintahan Provinsi Sumut (Pemrovsu) itu diketahui Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDIP) Sumut Budiman Nadapdap saat bertemu Syamsul di Rutan Salemba, Jakarta, baru-baru ini. Saat itu, dia hendak menjenguk politisi PDIP Panda Nababan dan menyempatkan bertemu Syamsul. Saat pertemuan itulah Syamsul menyampaikan keluhan seputar hubungannya dengan wakilnya.

“Syamsul bilang,sampai-sampai dia telepon (Wagubsu) tidak diangkat dan di-SMS (pesan singkat) tidak dibalas. Ini menjadi pertanyaan kami, apakah sudah sebantal tapi lain mimpi?”ujar Budiman kepada wartawan di Kantor DPD PDIP Sumut,Medan, Sabtu 5 Februari 2011.

Dia mengungkapkan,ketidakharmonisan antara Syamsul dan Gatot semakin terbuka pascapergantian Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut dari Hasiolan Silaen kepada Rahmatsyah, serta pelantikan tiga pejabat eselon II di jajaran Pemprovsu. Di satu sisi Gatot mengklaim tidak mengetahui persoalan pelantikan dan pengangkatan para pejabat itu, di sisi lain Syamsul mengaku tidak pernah bisa menghubungi lagi wakilnya itu untuk menjelaskan penunjukan para pejabat itu. Terlepas dari berbagai kepentingan keduanya, DPD PDIP Sumut menilai kalau sikap pasangan Syampurno (Syamsul Arifin-Gatot Pudjonugroho) itu sudah mempertontonkan ketidaklayakan sebagai pemimpin di Sumut.

Karena ketikdakharmonisan keduanya dapat berakibat pada tidak berjalannya program kerja. Apalagi dalam mencapai visi misi yang sudah menjadi janji pemerintah dalam Rapat Paripurna DPRD Sumut saat Pilgubsu lalu. Oleh karena itu, kata dia,ketidakharmonisan tersebut harus ditanggapi serius.Mengingat saat ini banyak pejabat eselon yang masih menjadi pelaksana tugas (Plt) sehingga program kerja banyak yang tidak jalan. Terbukti, Pemprovsu dalam APBD 2010 lalu menyisakan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) sebesar Rp800 miliar. “Ini salah satu dampak yang sudah terasa. Banyak Plt yang akhirnya tidak berani menggunakan anggaran.

Apalagi Plt Sekda diganti dengan Plt juga,ini sudah lawak- lawak namanya,”ungkapnya. Untuk itu, menurutnya, perlu ada campur tangan dari Pimpinan DPRD Sumut untuk mempertanyakan permasalahan ini sebelum mengganggu kinerja Pemprovsu. Karena ketidakharmonisan semakin terbuka dan mulai dipertontonkan, tidak seperti sebelumnya yang hanya diisukan.

“Kita minta unsur Pimpinan DPRD dan Pimpinan Fraksi membicarakan persoalan ini secara resmi. Bila perlu memanggil Pemprovsu,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumut itu. Sejatinya, DPRD punya hak interpelasi untuk mempertanyakan permasalahan yang muncul ini.Namun hal itu belum perlu dilakukan.

Untuk itu, dia berharap Wagubsu bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi permasalahan yang ada, agar roda pemerintahan bisa berjalan kembali dengan baik. Dia juga berharap ada tanggung jawab moral dari sejumlah parpol pengusung untuk membicarakan masalah ini. Begitu juga dengan parpol yang sebelumnya tidak mengusung pasangan Syampurno. Karena semua ini untuk kepentingan rakyat Sumut. “Kita bukannya ingin memperkeruh suasana.Tapi kita ingin bersama-sama membicarakan hal ini dengan baik. Semua parpol, baik yang mengusung maupun yang tidak mengusung, seperti PDIP harus punya tanggung jawab moral untuk menyelesaikannya,” kata Budiman.

Wakil Ketua DPRD Sumut Muhammad Afan yakin hubungan antara Gubsu dan Wagubsu masih bisa diperbaiki. Karena selama pertemuannya dengan Wagubsu selalu dikatakan kalau mereka masih pasangan Syampurno.Artinya masih satu paket dalam pemerintahan. Untuk itu,ke depan Pimpinan DPRD akan mencoba memberikan masukan terbaik untuk membicarakan persoalan yang ada. Karena persoalan tersebut sifanya sangat internal sekali di eksekutif namun dapat menganggu kinerja pemerintah. “Ini sangat internal sekali sebenarnya.

Tapi sebagai peran pengawasan DPRD akan memberikan advice (masukan) kepada eksekutif,”kata politisi PDIP itu. Diakuinya sikap Gatot yang menolak untuk melakukan pelantikan masih bisa dimaklumi karena memang dirinya belum mendapatkan penjelasan. “Wajarlah jika mungkin minta penjelasan. Karena dia juga harus tahu masalah. Gubernur juga wajar jika ingin mendapatkan informasi yang benar dari orang sekelilingnya terhadap pemerintahan di Sumut,”jelasnya.

Wagubsu di hadapan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) di Asrama Haji Medan, dia seakan menunjukkan jika hubungannya dengan Syamsul masih tetap baik-baik saja. Pada kesempatan itu, Gatot mengajak kader PKS untuk tetap mendukung kepemimpinan pasangan Syampurno.(si)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tokoh-tokoh Nasional Asal Madina Bersiap ‘Turun Gunung’ Menangkan SAHATA

    Tokoh-tokoh Nasional Asal Madina Bersiap ‘Turun Gunung’ Menangkan SAHATA

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dukungan untuk memenangkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) kian tak terbendung. Kali ini sejumlah tokoh nasional asal Mandailing Natal (Madina) di Jakarta sepakat ‘turun gunug’ untuk memenangkan SAHATA menjadi bupati dan wakil bupati pada Pilkada Madina 2024. Dukungan putra-putra terbaik Madina yang berkiprah […]

  • Madina Sudah Memperoleh Wilayah Tambang

    Madina Sudah Memperoleh Wilayah Tambang

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akhirnya memiliki kawasan Wilayah Tambang (WP). Dilema tambang rakyat di Madina selama ini terkait belum adanya penghunjukan WP yang diperlukan bagi tahapan awal bagi proses legalitas usaha tambang mineral maupun logam di suatu kawasan. Tambang rakyat yang banyak tersebar di Madina masih berstatus tambang liar berdampak pada […]

  • Siabu Proyeksikan 56 Ha Lahan Ubi Kayu, Untuk Pabrik Tapioka

    Siabu Proyeksikan 56 Ha Lahan Ubi Kayu, Untuk Pabrik Tapioka

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Kecamatan Siabu memberikan estimasi 56 hektar lahan untuk ubi kayu. Penyiapan lahan seluas 56 hektar itu dalam rangka mendukung pendirian pabrik tapioka di Mandailing Natal (Madina). Tiga investor Sumut dalam pertemuan dengan bupati Madina Dahlan Hasan Nasution di Panyabungan, Jum’at (1/11/2019) menyatakan bersedia menanamkan modal pendirian pabrik tapioka di Madina […]

  • Tiang Bangunan Pasar Baru Panyabungan Roboh

    Tiang Bangunan Pasar Baru Panyabungan Roboh

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu tiang yang baru dicor untuk gedung Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal, dikabarkan roboh pada Minggu siang (11/4/2021). Akibatnya, sejumlah rangka besi tiang tiang lain ikut oleng membengkok karena satu sama lain terkait dalam sistem penyangga. Sejauh ini tidak ada kabar luka-luka dialami pekerja. Tidak banyak yang tahu peristiwa itu karena […]

  • Buat Baju Berbahan Emas Demi Dapatkan Perempuan Pujaan

    Buat Baju Berbahan Emas Demi Dapatkan Perempuan Pujaan

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ungkapan ‘Uang tak bisa membeli cinta’ tampaknya tak berlaku bagi Datta Phuge, pria asal Pimpri-Chinchwad, India. Ia malah membuat kemeja berbahan emas seharga 14 ribu Poundsterling atau setara dengan Rp210 juta untuk menemukan perempuan yang akan menjadi jodohnya kelak. Pria berusia 32 tahun itu mempekerjakan 15 perajin emas untuk membuat baju tersebut selama dua pekan. […]

  • Film biola Namabugang Berkarakter Mandailing

    Film biola Namabugang Berkarakter Mandailing

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 10Komentar

    Sebuah film yang berkarakter Mandailing “Biola Namabugang” terinspirasi dari banyaknya sumber hayati di Kabupaten Mandailing Natal. Askolani Nasution Sutradara Film ini mengharapkan Pemda Mandailing Natal dapat membuat terobosan-terobosan serta menggali potensi keragamana hayati yang ada di Kabupaten Mandailing Natal.(MO)

expand_less