Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

Syamsul Arifin Tak Diterge Gatot Lagi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
  • print Cetak


MEDAN : Hubungan Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin (Gubsu) dan Wakil Gubernur Gatot Pudjonugroho telah lama diinformasikan tidak harmonis lagi.

Komunikasi antarkeduanya belakangan tidak lagi lancar sehingga berpotensi menggangu roda pemerintahan di Sumut. Retaknya hubungan kedua pucuk pimpinan di Pemerintahan Provinsi Sumut (Pemrovsu) itu diketahui Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDIP) Sumut Budiman Nadapdap saat bertemu Syamsul di Rutan Salemba, Jakarta, baru-baru ini. Saat itu, dia hendak menjenguk politisi PDIP Panda Nababan dan menyempatkan bertemu Syamsul. Saat pertemuan itulah Syamsul menyampaikan keluhan seputar hubungannya dengan wakilnya.

“Syamsul bilang,sampai-sampai dia telepon (Wagubsu) tidak diangkat dan di-SMS (pesan singkat) tidak dibalas. Ini menjadi pertanyaan kami, apakah sudah sebantal tapi lain mimpi?”ujar Budiman kepada wartawan di Kantor DPD PDIP Sumut,Medan, Sabtu 5 Februari 2011.

Dia mengungkapkan,ketidakharmonisan antara Syamsul dan Gatot semakin terbuka pascapergantian Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut dari Hasiolan Silaen kepada Rahmatsyah, serta pelantikan tiga pejabat eselon II di jajaran Pemprovsu. Di satu sisi Gatot mengklaim tidak mengetahui persoalan pelantikan dan pengangkatan para pejabat itu, di sisi lain Syamsul mengaku tidak pernah bisa menghubungi lagi wakilnya itu untuk menjelaskan penunjukan para pejabat itu. Terlepas dari berbagai kepentingan keduanya, DPD PDIP Sumut menilai kalau sikap pasangan Syampurno (Syamsul Arifin-Gatot Pudjonugroho) itu sudah mempertontonkan ketidaklayakan sebagai pemimpin di Sumut.

Karena ketikdakharmonisan keduanya dapat berakibat pada tidak berjalannya program kerja. Apalagi dalam mencapai visi misi yang sudah menjadi janji pemerintah dalam Rapat Paripurna DPRD Sumut saat Pilgubsu lalu. Oleh karena itu, kata dia,ketidakharmonisan tersebut harus ditanggapi serius.Mengingat saat ini banyak pejabat eselon yang masih menjadi pelaksana tugas (Plt) sehingga program kerja banyak yang tidak jalan. Terbukti, Pemprovsu dalam APBD 2010 lalu menyisakan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) sebesar Rp800 miliar. “Ini salah satu dampak yang sudah terasa. Banyak Plt yang akhirnya tidak berani menggunakan anggaran.

Apalagi Plt Sekda diganti dengan Plt juga,ini sudah lawak- lawak namanya,”ungkapnya. Untuk itu, menurutnya, perlu ada campur tangan dari Pimpinan DPRD Sumut untuk mempertanyakan permasalahan ini sebelum mengganggu kinerja Pemprovsu. Karena ketidakharmonisan semakin terbuka dan mulai dipertontonkan, tidak seperti sebelumnya yang hanya diisukan.

“Kita minta unsur Pimpinan DPRD dan Pimpinan Fraksi membicarakan persoalan ini secara resmi. Bila perlu memanggil Pemprovsu,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumut itu. Sejatinya, DPRD punya hak interpelasi untuk mempertanyakan permasalahan yang muncul ini.Namun hal itu belum perlu dilakukan.

Untuk itu, dia berharap Wagubsu bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi permasalahan yang ada, agar roda pemerintahan bisa berjalan kembali dengan baik. Dia juga berharap ada tanggung jawab moral dari sejumlah parpol pengusung untuk membicarakan masalah ini. Begitu juga dengan parpol yang sebelumnya tidak mengusung pasangan Syampurno. Karena semua ini untuk kepentingan rakyat Sumut. “Kita bukannya ingin memperkeruh suasana.Tapi kita ingin bersama-sama membicarakan hal ini dengan baik. Semua parpol, baik yang mengusung maupun yang tidak mengusung, seperti PDIP harus punya tanggung jawab moral untuk menyelesaikannya,” kata Budiman.

Wakil Ketua DPRD Sumut Muhammad Afan yakin hubungan antara Gubsu dan Wagubsu masih bisa diperbaiki. Karena selama pertemuannya dengan Wagubsu selalu dikatakan kalau mereka masih pasangan Syampurno.Artinya masih satu paket dalam pemerintahan. Untuk itu,ke depan Pimpinan DPRD akan mencoba memberikan masukan terbaik untuk membicarakan persoalan yang ada. Karena persoalan tersebut sifanya sangat internal sekali di eksekutif namun dapat menganggu kinerja pemerintah. “Ini sangat internal sekali sebenarnya.

Tapi sebagai peran pengawasan DPRD akan memberikan advice (masukan) kepada eksekutif,”kata politisi PDIP itu. Diakuinya sikap Gatot yang menolak untuk melakukan pelantikan masih bisa dimaklumi karena memang dirinya belum mendapatkan penjelasan. “Wajarlah jika mungkin minta penjelasan. Karena dia juga harus tahu masalah. Gubernur juga wajar jika ingin mendapatkan informasi yang benar dari orang sekelilingnya terhadap pemerintahan di Sumut,”jelasnya.

Wagubsu di hadapan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) di Asrama Haji Medan, dia seakan menunjukkan jika hubungannya dengan Syamsul masih tetap baik-baik saja. Pada kesempatan itu, Gatot mengajak kader PKS untuk tetap mendukung kepemimpinan pasangan Syampurno.(si)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asap Berubah Warna dan Kian Pekat

    Asap Berubah Warna dan Kian Pekat

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabut asap di Mandailing Natal (Madina) mulai berubah warna, Senin (26/10). “Asapnya terlihat kotor dan kelam. Kemarin-kemarin tak seperti ini. Kemarin-kemarin aspa masih warna keputihan, hari ini warnanya kotor dan pekat,” kata Sahnan Nasution, warga Panyabungan kepada Mandailing Online. Ketebalan asap juga kian menjadi-jadi. “Jarak pandang Cuma 250 meter, Ipar,” kata […]

  • Kejatisu : Bupati Madina Jaji Penuhi Panggilan 14 Oktober

    Kejatisu : Bupati Madina Jaji Penuhi Panggilan 14 Oktober

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Meski sudah 3 kali dipanggil tak datang, pihak Kejatisu tidak akan melakukan jemput paksa kepada bupati Madina. Pihak Kejaksaan Tinggu Sumatera Utara (Kejatisu) menyatakan bahwa bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution telah mengirim surat balasan ke Kejatisu yang berisi bahwa bupati Madina akan memenuhi panggilan Kejatisu pada tanggal 14 Oktober 2019. […]

  • Dinar-Dirham Mata Uang dengan Ragam Keunggulan

    Dinar-Dirham Mata Uang dengan Ragam Keunggulan

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Beberapa minggu terakhir publik dihebohkan dengan beredarnya isu penangkapan salah satu pegiat pasar muamalah. Menurut pemberitaan, penangkapan itu disebabkan dalam transaksinya di pasar tersebut tidak digunakan mata uang rupiah, melainkan jenis logam mulia berupa Dinar (emas) dan Dirham (perak). Bareskrim Polri menahan pegiat gerakan Dinar-Dirham tersebut pada Selasa (2/2/2021) malam. Tersangka dijerat berdasarkan dua […]

  • Legalitas Badan Pemangku Adat Dipertanyakan

    Legalitas Badan Pemangku Adat Dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 3 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Pihak Harajaan Hutasiantar memprotes Kepengurusan Badan Pemangku Adat (BPA) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) priode sekarang. Pasalnya, pemilihan pengurus tidak sesuai anggaran dasar BPA. Raja Harajaan Hutasiantar, Hasanul Arifin Nasution, S.Sos Gelar Patuan Mandailing, mengaku terkejut setelah mengetahui pengurus baru BPA Madina sudah terbentuk dan sudah pula dikukuhkan. Diungkapkannya, selaku raja Harajaan Hutasiantar, […]

  • BDB Untuk Pendidikan Tidak Ada Masalah

    BDB Untuk Pendidikan Tidak Ada Masalah

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina), Imron Lubis, S.Pd. MM mengungkapkan anggaran Bantuan Daerah Bawahan (BDB) yang diposkan pada Dinas Pendidikan Madina sampai saat ini tidak ada persoalan. Itu dikatakannya menjawab wartawan, Selasa (11/6/2013) menyusul batalnya pembangunan RSU Panyabungan yang juga bersumber dari BDB terkait tertangkapanya bupati Madina oleh KPK atas […]

  • Ikanas Akan Terbitkan Petisi

    Ikanas Akan Terbitkan Petisi

    • calendar_month Selasa, 4 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online)  – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS) Provinsi Sumatera Utara mengeluarkan tanggapannya terkait pemberian marga Nasution kepada Ali Moechtar Ngabalin Ketua DPD Ikanas Sumut Dr H Amarullah Nst, SE. MBA mengungkapkan pihaknya banyak mendapat pertanyaan-pertanyaan baik itu dari pengurus Ikanas Sumut, anggota dan masyarakat pada umumnya tentang pemberian marga […]

expand_less