Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode

Bentrok, Anggota OKP Kena Tikam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
  • print Cetak

8 Luka-luka, 3 Kritis

BINJAI-
Bentrok dua kubu Organisasi Kepemudaan (OKP) yang sama terjadi di Kota Binjai, Minggu (3/4) sekitar pukul 10.30 WIB.

Akibat kejadian ini, delapan orang luka-luka dan tiga diantaranya kritis. Dari delapan orang yang luka-luka, lima diantaranya kelompok OKP yang diserang yakni, Usman, Syamsul, Joni, Martin Bangun, dan Syahrijal.
Sementara, tiga orang luka-luka dari kelompok lainnya yang juga menggunakan seragam OKP diantaranya Julianta.
Keterangan yang berhasil dihimpun wartawan koran ini, kejadian itu berawal saat, salah satu kelompok yang saat itu mengadakan Musyawarah Cabang yang ke IX, di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Binjai Kota , ingin menjemput teman-temannya yang ada di Jalan Samanhudi, Kecamatan Binjai Selatan.

Dengan menggunakan mobil pick up warna hitam BK 8005 PH, sepeda motor mio warna hitam BK 6307 SY dan becak bermotor (betor), rombongan ini pun tiba di lokasi tempat dimana menjemput teman-temannya. Sehingga, dari angkutan yang dibawa, mereka seluruhnya berjumlah 15 orang.

Selanjutnya mereka bergegas kembali ke Pendopo Umar Baki, guna mengikuti jalannya Muscab yang ke IX. Namun, di tengah perjalanan, rombongan pemuda ini bertemu dengan sekelompok pemuda yang menggunakan dua angkot dan satu mobil Taf.

Sebelum terjadi keributan, rombongan yang ingin menuju ke Pendopo Umar Baki tadi, mengira sekelompok pemuda yang menggunakan dua unit angkot dan satu unit mobil Taf t itu adalah teman mereka.

Sebab, mereka juga menggunakan seragam yang sama. Bahkan, lengkap sampai ke sepatunya. Namun, secara tiba-tiba, dua unit mobil angkot tersebut menabrak salah seorang anggota mereka yang menggunakan sepeda motor.
Setelah adanya tabrakan itu, romobongan yang berjumlah 15 orang ini akhirnya bentrok dengan rombongan pemuda yang juga menggunakan seragam yang sama dengan jumlah sekitar 70-an orang. Sehingga, lima orang dari kubu yang diserang terluka dan tiga dari kubu lainnya juga dikabarkan terluka.

Setelah bentrok usai, korban luka-luka langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit dan klinik yang ada di Kota Binjai. Seperti Joni (37) sempat dirawat di RSU dr Djoelham Binjai. Namun, karena luka di bagian tangan kanan dan kepalanya cukup parah dan ia sempat kritis, akhirnya ia dilarikan ke RSU Adam Malik Medan.

Selain Joni, dua korban kritis lainnya yakni, Martin Bangun (41), sebelumnya dirawat di RS Artha Medica, dan akhirnya dilarikan ke RS Adam Malik, disebabkan luka tikam di bagian belakangnya, dan Syahrijal (23), mengalami luka tikaman di bagian perut, dan kaki.

Sementara, dua korban lagi Usman dan Syamsul, kondisinya tidak terlihat begitu mengkhawatirkan. Bahkan, Syamsul dan Usman, sempat dimintai keterangan di Polres Binjai.

Hanya saja, Syamsul dan Usman, selalu merintih kesakitan. Sebab, Syamsul juga mengalami luka di bagian kepala dan kuping, serta sakit didadanya.

Menurut keterangan Syamsul di Polres Binjai, mereka memang bertemu dengan sejumlah kelompok pemuda yang juga menggunakan seragam sama. “Kami kira mereka itu teman-teman yang lain, ternyata teman kami yang menggunakan sepeda motor mio langsung ditabrak mereka sampai terjatuh. Sehingga, tejadi bentrok. Waktu bentrok, saya sudah kenak lempar pakai batu bata dan mengenai kening saya. Sehingga, saya pening dan tidak dapat mengenali mereka lagi,” katanya seraya menambahkan, mereka juga menggunakan sebo.

Kapolres Binjai, AKBP Dra Rina Sari Ginting membenarkan, bentrok tersebut. “Iya, menurut keterangan saksi-saksi yang kita periksa, orang yang melakukan penyerangan juga menggunakan seragam sama. Untuk sementara ini, kita belum dapat menerangkan apa motf dari penyerangan, sebab kita belum mendapatkan pelakunya,”ujar Dra Rina.
Terpisah, Hj Erni Yanti, salah seorang panitia pelaksanaan Muscab OKP tersebut yang ke IX, kepada wartawan koran ini mengatakan, bahwa Muscab ditunda sampai satu bulan ke depan. “Muscab ditunda bukan karena kisruh yang terjadi. Melainkan, kurangnya korum dari Binjai Timur, Selatan dan Kota. Untuk kandidat Muscab ini, ada tiga orang yakni, Busrikal, Heri dan Bagus,” ujar Erni.(dan)
Sumber : Sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejaksaan Stabat tetapkan 4 tersangka korupsi BLH

    Kejaksaan Stabat tetapkan 4 tersangka korupsi BLH

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    LANGKAT – Kejaksaan Negeri Stabat menetapkan empat tersangka kasus dugaan korupsi di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang merugikan negara sekitar Rp 500 juta. “Benar sudah empat yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Stabat Jhon Leonardo Hutagalung di Stabat, hari […]

  • Menag Bantah Ada Kisruh dengan MUI

    Menag Bantah Ada Kisruh dengan MUI

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Agama RI Suryadharma Ali (SDA) membantah ada perseteruan antara kementerian yang dia pimpin dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang sertifikasi atau pencatatan produk halal dalam RUU Jaminan Produk Halal (JPH). Dikatakan, yang terjadi antara mereka hanya perdebatan mengenai konteks apakah sertifikasi halal itu wajib atau hanya bersifat sukarela. Di satu sisi MUI […]

  • Kriteria Bupati Madina : Yang Penting Ikhlas Majukan Madina

    Kriteria Bupati Madina : Yang Penting Ikhlas Majukan Madina

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Syahriwan Nasution menyatakan tidak muluk-muluk soal kriteria calon bupati Madina. “Yang penting orangnya mau dan punya niat untuk memajukan Madina,” katanya kepada wartawan, Senin (1/6). Menurutnya, bupati itu mau memajukan Madina. Membawa Madina ini malangkah meninggalkan keterpurukan. "Tentu saja, tidak satu orang pun […]

  • TGSC : Polisi Sedang Menyiapkan Jadwal Klarifikasi Terhadap Saipullah Nasution Terkait Dugaan Pemerasan dan Pencemaran Nama Baik

    TGSC : Polisi Sedang Menyiapkan Jadwal Klarifikasi Terhadap Saipullah Nasution Terkait Dugaan Pemerasan dan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Selasa sore 7/4/2026 Tim Gordang Sambilan Center ( TGSC ) datangi Unit Reskrim Polres Madina. Mereka hendak mempertanyakan kelanjutan laporan LP/ B/9/1/2026/ SPKT/ POLRES MANDAILING NATAL / POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 5 Januari 2026 tentang laporan dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik oleh Saipullah Nasution yang dilaporkan Miswar Daulay selaku Ketua TGSC ” […]

  • Dodi Martua: Pemerintah Tidak Konsisten Soal SK 44

    Dodi Martua: Pemerintah Tidak Konsisten Soal SK 44

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Panyabungan (MO)- Pemerintah dinilai tidak konsisten terhadap SK Menhut Nomor 44 Tahun 2005 tentang penunjukan kawasan hutan di Sumut. Ketidakkonsistenan itu diduga akibat amburadulnya proses kelahiran SK 44 tersebut. Hal itu diungkapkan anggota DPRD Mandailing Natal (Madina), Dodi Martua kepada Mandailing Online di gedung DPRD Mandina, kemarin. Salah satu bukti tidak konsistennya pemerintah […]

  • Antisipasi Banjir Warga Harapkan Pelurusan Sungai

    Antisipasi Banjir Warga Harapkan Pelurusan Sungai

    • calendar_month Selasa, 26 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (Mandailingonline) -Banjir bandang yang melanda 6 desa di Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal beberapa waktu lalu telah membawa kerugian besar bagi masyarakat yang ada disekitar bantaran Aek Ranto Puran. Daerah yang paling parah untuk banjir kali ini adalah desa Manyabar kecamatan Panyabungan. Selain merusak pemukiman warga juga merusak lahan persawahan.Untuk mengantisipasi banjir di desa […]

expand_less