Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Kejati Periksa 20 Saksi Dugaan Korupsi Pemkab Batubara

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Apr 2011
  • print Cetak


Medan,

Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah memeriksa sedikitnya 20 saksi terkait dugaan korupsi dana pembangunan kantor tujuh Satuan Kerja Prangkat Daerah (SKPD) senilai Rp6,7 miliar.

“Sudah ada 20 saksi setingkat kepala dinas kita periksa, disamping sejumlah rekanan proyek,” kata Kasi Penerangan Hukum/Humas Kejati Sumut Edi Irsan Kurniwan Tarigan di Medan, Kamis (14/04/2011).

Dari keterangan saksi, penyidik banyak mendapatkan informasi terkait pengungkapan kasus ini. Namun, tim penyidikan bidang Pidana Khusus (Pidsus) belum menetapkan tersangka kasus ini. ”Bukti permulaan memang sudah ada kita dapatkan, tapi, belum utuh, jadi tidak bisa kita tergesa-gesa menetapkan tersangka, “ tegasnya.

Menurut Tarigan, begitu penyidik mendapat bukti yang sempurna, maka segera akan diumumkan siapa tersangkanya. ”Memang ada mantan dan pejabat yang sudah dibidik karena perannya dalam kasus itu sudah didukung bukti meski belum untuh,” tegas Tarigan.

Menurut Tarigan, dalam penyelidikan kasus ini, penyidik sudah turun ke Batubara untuk meneliti kondisi fisik bangunan apakah sudah sesuai dengan anggaran yang sudah dikucurkan. ”Untuk meneliti semua ini, kami melibatkan tim ahli dari Dinas Tata Ruang Pemukiman Pemprov Sumut,” beber Tarigan.

“Tim masih memaksimalkan pemeriksaan sejumlah saksi dan akan bekerja tampa tebang pilih. Yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung akan disikat dengan catatan, bukti dan keterangan saksi pendukung tang ada, tandas Tarigan.

Dugaan korupsi dana pembangunan tujuh kantor SKPD itu yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) dan Badan Kepegawaian Daerah. Total dananya Rp6,7 miliar.

Berdasarkan penyelidikan awal, pembangunan ketujuh SKPD ini tidak sesuai dengan kontrak. Misalnya, pembangunan gedung yang seharusnya batu, jadi kayu. Jadi mengurangi anggaran yang sebenarnya. Selain itu, diduga volume atau luas lahan yang ditetapkan dalam kontrak juga tidak sesuai dengan pelaksanaannya. (BS-021)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga MBG Dukung SAHATA Untuk Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur

    Warga MBG Dukung SAHATA Untuk Lanjutkan Pembangunan Infrastruktur

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Dukungan untuk pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) di Pilkada Madina 2024 terus mengalir. Kali ini dukungan datang dari sejumlah warga Desa Manuncang dan Desa Tagilang Julu, Kecamatan Muara Batang Gadis. Mereka menyampaikan dukungan ke Paslon SAHATA […]

  • Blus Ayu Ting Ting Paling Diburu

    Blus Ayu Ting Ting Paling Diburu

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Penampilan sangat berarti bagi kaum wanita. Dimanapun berada, wanita pasti ingin terlihat cantik dan modis. Seperti kata Cygnus The Legend, “Memang penampilan bukanlah segalanya, tapi segalanya berawal dari penampilan”. Begitu juga bagi para wanita, pakaian merupakan bagian penting dari penampilan. Bagi wanita, ada saja kiat yang dilakukan untuk show up. Termasuk berburu pakaian yang […]

  • Pansus DPRD Madina: Manajemen SMGP Cendrung Eksklusif

    Pansus DPRD Madina: Manajemen SMGP Cendrung Eksklusif

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina, Arsidin Batubara menilai manajemen PT SMGP cendrung eksklusif. Penilaian itu disampaikan Arsidin di Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pansus DPRD dengan pihak SMGP di gedung dewan, Rabu (10/3/2021). Dia menyatakan masyarakat Mandailing Natal sejatinya adalah masyarakat yang santun dan ramah. Kerelaan keluarga korban tewas pada tragedi keracunan H2S […]

  • Kadis Pendidikan Madina Sambangi SDN 126 Gunung Baringin yang Viral. Kepsek Usahakan Pengadaan Buku Baru

    Kadis Pendidikan Madina Sambangi SDN 126 Gunung Baringin yang Viral. Kepsek Usahakan Pengadaan Buku Baru

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): pasca adanya orang tua siswa yang mengeluh di media sosial terkait buku pelajaran di SDN 126 Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina. Plt Kepala Dinas Pendidikan Madina Daud Batubara mendatangi sekolah tersebut jumat 18/7/2025. Ia ingin memastikan informasi keluhan orang tua siswa itu benar atau tidak. Pertemuan yang berlangsung di […]

  • 60 Instansi tak Rekrut CPNS Baru

    60 Instansi tak Rekrut CPNS Baru

    • calendar_month Minggu, 17 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Waspadai Strategi untuk Raih Remunerasi JAKARTA- Tuntas sudah pengajuan kebutuhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2011. Berdasar data dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB), hingga batas akhir pengajuan, terdapat 60 intansi yang tak memasukkan data kebutuhan pegawai baru. Ke-60 instansi tersebut terdiri atas instansi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan […]

  • Harun Mustafa Nasution Dorong Penegakan Hukum yang Setimpal Bagi Tersangka Pembunuh Anak Paskibra di Madina

    Harun Mustafa Nasution Dorong Penegakan Hukum yang Setimpal Bagi Tersangka Pembunuh Anak Paskibra di Madina

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Harun Mustafa Nasution seorang politikus dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumut meminta penegakan hukum yang tepat bagi pelaku pembunuhan terhadap Diva Febriani siswa Paskibra di Kecamatan Natal, Mandailing Natal ( Madina ) Harun yang juga putra daeah madina itu mengatakan masalah pembunuhan adalah isu serius yang memerlukan penanganan hukum […]

expand_less