Jumat, 16 Okt 2026
light_mode

Wali Kota Takut Temui Korban Kebakaran

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 6 Mar 2011
  • print Cetak


SIANTAR- Satu hari pasca kebakaran Pasar Parluasan, Senin (28/2) Wali Kota Pematangsiantar, Hulman Sitorus belum berkunjung ke lokasi. Padahal, puluhan pedagang yang kiosnya terbakar ingin mendapat dukungan moral dari orang nomor satu di Pemko Pematangsiantar tersebut.

Beredar informasi, ketidakhadiran Hulman Sitorus dikarenakan ‘takut’ dengan pedagang. Apalagi beredar juga kabar bahwa kebakaran ratusan kios itu, ada indikasi sengaja dibakar.

“Saya no comment lah untuk masalah itu, bapak tahu sendirikan situasinya, tadi malam (Minggu 27/2), mobil pemadam Pemko Pematangsiantar juga dilempari, tidak mungkinlah Wali Kota ke sana. Kita upayakan suasana kondusif dulu,” ungkap Kabag Humas Pemkosiantar, Daniel Siregar Senin (28/2).

Beda halnya dengan Ketua DPRD Kota Siantar Marulitua Hutapea. “Harusnya Wali Kota turun ke sini melihat kondisi masyarakat. Saya sangat menyesalkan sikap pemko yang tidak turun ke Parluasan,” ungkap Marulitua.
Marulitua didampingi beberapa anggota DPRD yang lain melakukan kunjungan ke Pasar Parluasan sekitar pukul 13.00 WIB untuk melihat langsung penderitaan yang dialami masyarakat. “Pemko tidak cepat menanggapi isu yang berkembang, sudah tahu situasi SOS (bahaya, Red) selama dua Minggu ini dengan adanya isu SMS yang ingin membakar Parluasan. Namun tidak juga mereka melakukan koordinasi dengan Muspida yang lain,” sesalnya.
Disebutkan dia, sesudah terjadi kebakaran pun, Pemko Siantar tetap tidak ada melakukan koordinasi dengan unsur Muspida baik Polresta Siantar maupun Kodim.

“Saya juga tidak tahu caranya koordinasi dengan wali kota. Nomor HP pun saya tidak tahu. Saya tadi malam hingga jam tiga dinihari masih d isini, tidak ada saya lihat pejabat Pemko Pematangsiantar yang datang. Untung Brimob bisa mengamankan situasi,” jelasnya di Pasar Parluasan.

Sementara itu, sebelumnya sekitar pukul 11.00 WIB, tiga utusan pedagang dari dua organisasi pedagang di Parluasan yaitu Himpunan Pedagang Pasar Dwikora (HIPPDA) dan Ikatan Pedagang Pasar Dwikora (IPPD) mengadakan pertemuan dengan Wali Kota Siantar di Kantor Wali Kota Jalan Merdeka.
Usai pertemuan H Pangribuan, Sekretaris HIPPDA menuturkan, wali kota juga bingung kenapa bisa terjadi kebakaran di Pasar Parluasan. Ditanya alasan ketidakhadiran wali kota menjumpai pedagang yang tertimpa musibah mulai awal kebakaran hingga Senin sore.

“Mungkin dia (wali kota) takut dimassa, amarah pedagang tinggi sekali tadi malam. Dia kan sudah berjanji tidak ada pembakaran, dan itu dia bersumpah atas nama Tuhan,” jelasnya.
Inti pertemuan itu, para pedagang membersihkan sendiri dagangannya dan pembangunan kios dilakukan secara sendiri-sendiri oleh para pedagang dengan syarat bangunan seragam terbuat dari batu dan atap seng.(ral/smg)

–

Pemulung Panen

Di tengah kebakaran, ratusan pemulung mengais rezeki di Pasar Dwikora Parluasan. Mereka mengumpulkan barang-barang bekas (botot) sisa kebakaran. Mulai dari usia anak-anak, remaja, dewasa sampai orangtua, terlihat ramai di Pasar Dwikora.

Firman S (14) pemulung, mengatakan barang bekas bakaran masih bisa dijadikan uang. Sayang, kalau dibiarkan terbuang begitu saja. Barang pecah belah dan besi, masih bisa dijual ke tukang botot.

“Masih banyak sisa bakaran bisa dijadikan uang. Besi, alumunium, kuningan dan barang pecah belah. Memang kalau bagi pemilik kios, itu tidak ada artinya. Tapi bagi kami, barang bekas ini adalah rezeki,” katanya sembari memasukkan paku ke dalam goninya. Siswa kelas II SMP salah satu swasta di Pematangsiantar ini, mengaku mengumpulkan barang bekas sudah dilakoni sejak SD. Akibatnya Firman sering ketinggalan mata pelajaran. Selain barang bekas, para pemulung dan masyarakat sekitar juga mencari emas, sebab ada beberapa toko mas yang terbakar.

Masyarakat mencari emas dengan cara mendulang. Mereka mengambil abu sisa-sisa bakaran dan meletakkannya di dalam batok kelapa. Selanjutnya sisa bakaran yang bercampur tanah tersebut diayak menggunakan air pipa dari saluran PDAM.(mua/smg)
sumber ; sumutpos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belasan Orang Disambar Petir di Simalungun, 2 Tewas

    Belasan Orang Disambar Petir di Simalungun, 2 Tewas

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIMALUNGUN (Mandailing Online) – Belasan orang disambar petir saat berteduh di sebuah pondok di Pemandian Alam Sejuk Timuran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (15/10/2013) sore. Akibat kejadian itu, dua orang dikabarkan tewas, sementara empat lainnya terluka. Dari berbagai informasi yang dikumpulkan Kompas.com, belasan orang berteduh di sebuah pondok di sebuah lokasi pemandian akibat hujan deras […]

  • Siaga Darurat Covid-19, MUI Sumut Terbitkan Tausiyah

    Siaga Darurat Covid-19, MUI Sumut Terbitkan Tausiyah

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara merilis tausiyah menanggapi situasi siaga darurat Covid-19 di daerah ini. Lima poin disampaikan, termasuk mengharamkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 berada di tempat umum, termasuk masjid. Tausiyah itu diterbitkan tanggal 26 Maret 2020 yang ditandatangani Ketua Umum MUI Sumut, Prof.Dr.H. Abdullah Syah, MA dan Sekretaris […]

  • Lima Pelajar SMK Negeri 1 Siabu Terjaring Operasi Sayang

    Lima Pelajar SMK Negeri 1 Siabu Terjaring Operasi Sayang

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Sebanyak 5 pelajar terjaring dalam Operasi Sayang terhadap pelajar di wilayah Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina), Kamis  (30/7). Kelima pelajar itu adalah laki-laki yang berkeliaran di luar sekolah pada waktu belajar berlangsung. mereka diciduk dari salah satu warung. Kelimanya siswa SMK Negeri 1 Siabu. Operasi ini dilakukan Satpol PP Madina […]

  • OTK Aniaya Empat Warga Tabuyung

    OTK Aniaya Empat Warga Tabuyung

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sekelompok orang tak dikenal (OTK) menganiaya empat orang warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (07/04/2011) dinihari sekira pukul 02.00 WIB. Akibatnya, 1 orang kritis, 2 luka berat, 1 luka ringan. Korban pengeroyokan yakni Zarubaton (50), Istri Zarubaton, Nur Asmi (60) dan Zulham (25), harus dirawat di RS Panyabungan. […]

  • Ini Data Proyek Binamarga PUPR Madina Tahun 2025

    Ini Data Proyek Binamarga PUPR Madina Tahun 2025

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Dari data yang di dapat dari Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mandailing Natal. Ada 11 proyek pekerjaan jalan dan jembatan yang dikerjakan ditahun 2025 ini. 1 diantaranya tertunda. ” ia benar ada 11 paket proyek pekerjaan jalan dan jembatan, 1 diantaranya Pemeliharaan jalan Maga – […]

  • 785 Guru Pontren & 1.308 Guru MDA Terima Insentif

    785 Guru Pontren & 1.308 Guru MDA Terima Insentif

    • calendar_month Kamis, 3 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA, (MO) – Bersyukur bagi para guru-guru pondok pesantren dan Madrasah Diniyah Awaliah (MDA). Sebab Pemkab Mandailing Natal (Madina) menyerahkan dana insentif atau bantuan bagi guru Pontren sebanyak 785 orang dan guru MDA sebanyak 1.308 orang. Besaran dana yang mereka terima Rp100 ribu per bulan. Bupati Madina HM Hidayat Batubara melalui Kepala Bagian Kesra M […]

expand_less